Revitalisasi Perkebunan Sumut Ditargetkan Seluas 11.622 Ha

Standard

Medan, 11/2 – Pemerintah Sumatera Utara tahun ini merencanakan program revitalisasi perkebunan 11.622 hektar masing-masing seluas 1.100 hektar untuk tanaman kelapa sawit dengan sistem kemitraan dan 10.522 ha lahan karet dan kakao untuk non-mitra.

“Dibandingkan daerah lain, program kemitraan di Sumut berkembang lebih pesat, kendati sertifikasi lahan masih menjadi hambatan. Tahun lalu total pengembangan mencapai 17.726 ha baik secara kemitraan dan non-mitra,”kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Washington Seregar, di Medan, Rabu.

Tahun lalu, untuk kemitraan penanaman kelapa sawit sudah mencapai 17.700 ha, masing-masing bekerjasama dengan PT.Perkebunan Nusantara (PTPN)4 seluas 9.000 ha, PD.Perkebunan 900 ha dan PT.Anugerah Langkat Makmur 7.800 ha lokasi seluruhnya di Mandailing Natal.

Sementara untuk di non-mitra masing-masing untuk jenis tanaman karet seluas 8,70 ha dan kakao 17,87 ha dengan lokasi penanaman di Langkat, Asahan, Tapanuli Tengah dan Nias.

“Pemprov Sumut optimistis program revitalsasi perkebunan akan semakin berjalan lancar, karena kendala sertifikasi di perbankan seluruh ‘stakeholder’ sepakat sama-sama mencari solusinya,” katanya.

Dia menjelaskan, usulan yang sudah ditetapkan beberapa bupati/kepala dinas daerah ke perbankan hingga akhir 2008 masing-masing seluas 12.416 ha untuk lahan kelapa sawit, 9.764 ha untuk karet dan kakao 758,08 ha.

Ditambah usulan yang masuk tapi belum memenuhi persyaratan sesuai Permentan No 33 tahun 2006, total keseluruhan usulan untuk program revitalisasi di Sumut mencapai 49.759 ha, masing-masing untuk kelapa sawit 30.262 ha, karet 17.371 ha dan kakao 2.126 ha.

Sekjen DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsjad, mengatakan, pihaknya sudah mengusulan ke pemerintah untuk membantu sertifikasi lahan sejuta hektar sawit milik petani, dimana di antaranya lahan itu terdapat di Sumut.

“Kalau tidak dengan sistem prona, sertifikasi diminta dengan memberi kemudahan khususnya berupa diskon harga pengurusan dan permintaan itu tampaknya direspon BPN,” katanya.

Sertifikasi sejuta hektar lahan sawit petani itu, menurut dia, juga dimaksudkan Apkasindo untuk mendorong program revitalisasi perkebunan mengingat perbankan masih juga mempersyaratkan sertifikat untuk petani yang berminat ikut program itu.

(sumber ANTARA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s