Tifatul: Pilpres Maksimal Diikuti Tiga Pasang Capres

Standard

Jakarta, 18/2 – Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2009 hanya akan diikuti tiga pasang calon, kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring, di Jakarta, Rabu, menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan pengujian UU Nomor 42 tahun 2008.

“Sesuai hitung-hitungan PKS, kalau syarat pengajuan calon sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional, maka pasangan calon presiden itu paling banyak tiga pasang,” kata Tifatul Sembiring.

Menurut Tifatul, jika saat ini sudah ada dua kubu yang siap bertarung, yakni kubu Susilo Bambang Yudhoyono dan kubu Megawati Soekarnoputri, maka berarti harus ada satu kubu lagi yang dimunculkan.

“Satu lagi perlu dimunculkan supaya lebih menarik. Kalau ada yang lebih menarik, PKS mungkin akan mendukung yang alternatif. Capres alternatif itu bisa dimunculkan, sekarang kan belum muncul saja. Tetapi paling tidak PKS sekarang sedang mencari arah koalisi,” katanya.

MK dalam putusannya di Jakarta, Selasa, menolak permohonan uji materi UU Nomor 42 tahun 2008 tentang Pilpres yang diajukan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Partai Buruh, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Republika Nusantara (RepublikaN), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Saurip Kadi, sebagai salah seorang capres independen.

Majelis hakim konstitusi yang dipimpin Mohammad Mahfud MD menyatakan menolak permohonan pemohon satu, Saurip Kadi, pemohon II PBB, dan pemohon III Partai Hanura, PDP, PIS, Partai Buruh, PPRN, dan Partai RepublikaN.

Majelis hakim juga menyatakan dalil-dalil yang diajukan pemohon tidak beralasan, dan tidak bertentangan dengan UUD 1945.

Dalam putusan itu, tiga majelis hakim menyatakan “dissenting opinion” (pendapat berbeda), masing-masing Maruarar Siahaan, Akil Muchtar dan Abdul Mukhtie Fadjar.

Persiapan saksi

Sementara itu, terkait dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Advokasi Pemenangan Pemilu, Tifatul Sembiring mengatakan, Rakornas tersebut lebih menekankan pada persiapan saksi-saksi sebagai bagian pelaksanaan Pemilu 2009.

“Di antara pilar-pilar pemilu adalah penyelenggaraan dan advokasi. Ini yang kita siapkan. PKS harus siap dengan saksi-saksi di seluruh daerah, untuk mewujudkan pemilu yang jujur, adil, bersih dan transparan,” katanya.

PKS, katanya, tidak menginginkan adanya kecurangan serta pelanggaran seperti “main preman”, politik uang, atau ancaman, sehingga PKS merasa sangat perlu mempersiapkan saksi-saksi dan Tim Advokasi.

Tifatul mengatakan, jumlah saksi yang disiapkan PKS untuk Pemilu 2009 mencapai sekitar dua juta orang, yang terdiri dari para kader dan simpatisan PKS yang menginginkan pemilu berlangsung jujur, adil, dan transparan.

Ia menambahkan, para saksi PKS nantinya akan dibekali berbagai pengetahuan menyangkut pemilu, seperti aturan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum maupun Badan Pengawas Pemilu.

(sumber ANTARA)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s