Bom-Bom Tidak Meledak Hilang di Gaza

Standard

Yerusalem, 19/2 – Sejumlah bom besar Israel yang gagal meledak selama perang bulan lalu di Jalur Gaza telah hilang, kata beberapa pejabat PBB, Rabu.

“Sejumlah bom udara dan bahan penting yang ditemukan di Gaza disimpan di tempat pengumpulan di kantor polisi lalu-lintas di Kota Gaza,” kata seorang pejabat PBB yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada AFP. “Bom-bom ini hilang.”

Amunisi yang hilang itu mencakup tiga bom seberat 900 kilogram dan delapan bom 230 kilogram yang dijatuhkan pesawat tempur Israel selama ofensif 22 hari yang menewaskan lebih dari 1.300 orang Palestina.

“Kami ingin mengembalikan senjata ini. Itu barang berbahaya dan harus dijinakkan secara aman,” kata jurubicara PBB Richard Miron.

PBB mengatakan, mereka tidak tahu siapa yang mengambil bom-bom itu dan tidak menuduh gerakan Hamas yang menguasai Jalur Gaza terlibat dalam insiden tersebut.

Sementara itu, sebuah laporan mengatakan, Rabu, utusan utama Israel dalam perundingan dengan Mesir mengenai gencatan senjata Gaza mengecam Perdana Menteri Ehud Olmert karena mengaitkan masalah itu dengan pembebasan prajurit Israel yang ditahan.

Amos Gilad, pejabat tinggi kementerian pertahanan yang pergi bolak-balik antara Israel dan Mesir selama beberapa pekan ini, mengatakan, pengaitan pembebasan prajurit Gilad Shalit dengan gencatan senjata Gaza pada saat-saat terakhir berisiko menjauhkan sekutu penting Israel, Kairo.

“Saya tidak mengerti apa yang mereka berusaha lakukan,” kata harian Maariv mengutip Gilad kepada seorang mitra dekatnya. “Menghina orang Mesir? Kita sudah melakukannya. Itu gila. Itu sungguh-sungguh gila. Mesir tetap menjadi sekutu kita yang hampir terakhir di sini.”

Kutipan-kutipan itu diterbitkan pada hari ketika kabinet keamanan Israel bertemu untuk memutuskan apakah mendukung sikap Olmert itu, yang disampaikan pertama kali pada akhir pekan, bahwa tanpa pembebasan prajurit yang ditahan gerilyawan Gaza pada Juni 2006 itu Israel tidak akan menyetujui gencatan senjata yang bertahan dengan Hamas.

Penembakan roket pejuang Gaza dan serangan udara Israel berlangsung secara sporadis sejak 18 Januari, ketika Israel dan Hamas mendeklarasikan gencatan senjata secara terpisah.

Israel dikecam masyarakat internasional atas kematian-kematian yang ditimbulkannya dalam perang di Gaza.

Pasukan Israel meninggalkan Jalur Gaza setelah daerah pesisir itu hancur akibat ofensif 22 hari. Mereka menyelesaikan penarikan pasukan dari wilayah yang dikuasai Hamas itu pada 21 Januari.

Jumlah korban tewas Palestina mencapai sedikitnya 1.300, termasuk lebih dari 400 anak, dan 5.300 orang cedera di Gaza sejak Israel melancarkan ofensif terhadap Hamas pada 27 Desember.

Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas dalam pertempuran dan serangan roket.

Selama perang 22 hari itu, sekolah, rumah sakit, bangunan PBB dan ribuan rumah hancur terkena gempuran Israel, dan Pemerintah Palestina menyatakan jumlah kerugian prasarana saja mencapai 476 juta dolar.

Penghentian serangan Israel dilakukan setelah negara Yahudi tersebut memperoleh janji dari Washington dan Kairo untuk membantu mencegah penyelundupan senjata ke Gaza, hal utama yang dituntut Israel bagi penghentian perang.

Kekerasan Israel-Hamas meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 27 Desember dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina, Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.

Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut diblokade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah — Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas.

Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.

Ehud Olmert yang akan mengakhiri tugas sebagai PM Israel telah memperingatkan mengenai konfrontasi yang akan segera terjadi dengan Hamas meski gencatan senjata yang ditengahi Mesir diberlakukan pada 19 Juni.

(sumber ANTARA/AFP)Kirim Pesan YM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s