Wartawan TV Pakistan Tewas Ditembak di Lembah Swat

Standard

Peshawar, 19/2 – Seorang wartawan televisi Pakistan yang sedang meliput misi perdamaian yang dilakukan ulama pro-Taliban tewas ditembak Rabu di lembah Swat, Pakistan baratlaut, kata polisi.

“Musa Khan Khel tewas ditembak oleh orang-orang bersenjata tak dikenal di dekat kota Matta,” kata pejabat kepolisian setempat Khaista Khan kepada AFP.

Ia mengatakan bahwa wartawan itu, yang bekerja untuk televisi swasta Pakistan Geo TV, ditembak kepalanya dan dinyatakan tewas ketika tiba di rumah sakit.

Khan menyatakan tidak memiliki keterangan lebih lanjut namun menambahkan, penyelidik sedang bergerak menuju lokasi kejadian.

Sebelumnya, manajemen saluran televisi itu juga mengkonfirmasi pembunuhan wartawan tersebut.

Direktur Pelaksana Geo TV Azhar Abbas mengatakan, “Kami belum tahu apakah ia tewas ditembak atau bagaimana ia dibunuh, namun saudara Musa, Essa Khan Khel, menghubungi kami dan memastikan bahwa Musa tewas.”

Wartawan TV itu tewas beberapa jam setelah sebuah bom menghancurkan kantor persatuan wartawan lokal di daerah suku bergolak Waziristan Selatan yang berbatasan dengan Afghanistan.

Bangunan dua lantai itu hancur menjadi puing-puing akibat ledakan itu, yang terjadi di Wana, kota utama di kawasan tersebut, kata pejabat pemerintah daerah Ghafoor Shah kepada AFP, dengan menambahkan bahwa tidak ada yang cedera dalam pemboman tersebut.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, namun gerilyawan Taliban yang beroperasi di daerah tersebut mengancam wartawan di masa silam.

Swat, yang dulu tempat tujuan wisata bagi warga Pakistan dan turis asing, dilanda kekacauan dalam beberapa bulan ini dengan bentrokan-bentrokan antara pasukan keamanan dan kelompok militan yang setia pada ulama garis keras Maulana Fazlullah, yang ingin memberlakukan hukum Islam yang ketat di daerah tersebut. Ulama itu disebut-sebut memiliki hubungan dengan Taliban Pakistan.

Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah invasi pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di Afghanistan.

Pemimpin Al-Qaeda di Pakistan dan deputinya tewas pada 1 Januari dalam serangan udara yang diduga dilakukan pesawat tak berawak AS di Waziristan Selatan, menurut sejumlah pejabat keamanan setempat.

Para pejabat yakin bahwa Usama al-Kini, yang disebut-sebut sebagai pemimpin operasi Al-Qaeda di Pakistan, mendalangi serangan bom truk terhadap Hotel Marriott di Islamabad pada September lalu, dan memiliki hubungan dengan serangan-serangan bom pada 1998 terhadap Kedutaan Besar AS di Afrika.

Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan Pakistan digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

Pakistan mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas pemberontak terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Pakistan menempatkan sekitar 120.000 prajurit di sepanjang perbatasan itu dan menekankan bahwa tanggung jawab menghentikan penyusupan juga bergantung pada pasukan keamanan yang berada di Afghanistan.

Islamabad juga menegaskan bahwa setiap tindakan terhadap militan di dalam wilayah Pakistan akan dilakukan oleh pasukan Pakistan.

Hubungan antara AS dan Pakistan, dua sekutu utama dalam perang melawan terorisme, tegang akibat peningkatan serangan udara AS akhir-akhir ini dan serangan darat di kawasan suku tersebut.

Menurut militer Pakistan, lebih dari 1.500 militan tewas sejak mereka melancarkan ofensif di Bajaur pada awal Agustus, termasuk komandan operasional Al-Qaeda di kawasan itu, Abu Saeed Al-Masri yang berkebangsaan Mesir.

Daerah itu juga dihantam serangan rudal yang hampir mengenai Ayman al-Zawahiri, orang kedua Osama bin Laden, pada Januari 2006.

Terdapat sekitar 70.000 pengungsi Afghanistan di Bajaur, yang tinggal di sana sejak akhir 1970-an setelah mereka melarikan diri dari invasi Uni Sovyet ke Afghanistan.

(sumber ANTARA/AFP)Kirim Pesan YM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s