Mahkamah Agung Pakistan Larang Mantan PM Sharif Ikut Pemilu

Standard

Islamabad, 25/2 – Mahkamah Agung Pakistan, Rabu memutuskan mantan PM Nawaz Sharif, yang memimpin partai oposisi negara itu, dan saudara kandungnya Shabbaz Sharif, dilarang ikut bertarung dalam pemilu.

“Semua permohonan telah ditolak oleh Mahkamah Agung,” kata pengacara senior Akram Sheikh setelah tiga hakim agung mengumumkan keputusan itu.

“Keputusan hari ini membuktikan keputusan Nawaz Sharif dan saudara kandungnya Shahbaz Sharif tidak muncul di Mahkamah Agung adalah tepat,” kata Sheikh kepada wartawan di luar pengadilan itu, dimana kompleks itu dijaga ketat pasukan keamanan.

Sharif bersaudara menolak mengakui hakim yang diangkat oleh mantan Presiden Pervez Musharraf setelah ia mengumumkan keadaan darurat Nopember 2007.

Partai Liga Muslim Pakistan -N (PML-N) menginginkan pengaktipan kembali para hakim yang dipecat Musharraf.

Sebuah pengadilan di kota Lahore, Pakistan timur Juni lalu memutuskan bahwa Nawaz Sharif , yang digulingkan Musharraf dalam kudeta tahun 1999, tidak dapat dipilih untuk ikut bertarung dalam satu pemilu sela karena dihukum atas kejahatan yang telah dilakukannya.

Pemerintah Pakistan sekarang mengajukan banding atas keputusan itu setelah Sharif memainkan peran penting dalam mengalahkan sekutu-sekutu Musharraf dalam pemilu Februari 2008.

Keputusan Mahkamah Augng, Rabu itu akan memaksa Shabaz Sharif, yang menteri besar Punjab, provinsi paling banyak penduduknya di Pakistan, untuk mengundurkan diri dari jabatan itu dan mundur dari parlemen provinsi itu.

Nawaz Sharif yang dua kali menjadi perdana menteri itu sekarang bukan anggota parlemen .

“Keputusan itu dibuat atas petunjuk Presiden Asif Ali Zardari , yang berencana agar Sharif bersaudara tidak diizinkan ikut bertarung dalam pemilu,” kata jurubicara partai itu Siddique ul Farooque kepada AFP.

“Kami sekarang akan datang kepada rakyat yang memberikan kami mandat dalam pemilu Februari walaupun Musharraf berencana untuk menyingkirkan Nawaz Sharif dan adiknya itu ikut dalam pemilu,” katanya.

“Itu membuktikan tidak ada perbedaan antara Asif Zardari dan Pervez Musharraf dan sekarang kami memiliki hukum darurat tanpa pakaian seragam di negara ini.”

(sumber ANTARA/AFP) Kirim Pesan YM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s