Daily Archives: February 26, 2009

Inilah Hidup..

Standard

Sahabat! Berikut ini ada lagu yang saya sangat seneng banget dengernya. Mereka menamakan diri sebagai band Cest La Vie

Bertahanlah by Cest La Vie

untuk apa aku hidup
tanpa cinta di hatiku
untuk apa ku melangkah
kau tak pernah tukar arah

ku butuh dirimu untuk
terangi setiap langkahku
ku mau cintamu selalu
utuh hanya untukku

cobalah kau mengerti
kau sungguh berarti

bertahanlah kuatkanku saatku lemah
kembalilah ku mohon kau kembali di sini

ku tak sanggup lagi
bila kau jauh
bantu aku bila
ku terjatuh

.

Cinta yang Kau Pilih by Cest La Vie

ku kira selama ini
ku lah yang terbaik
memberikanmu cinta
yang tak pernah kau raih

ku kira hanya diriku
yang engkau pilih
menetapkan hatimu
berakhir di hatiku

ku bertarung melawan hidup
aku bangkitkan semangat diriku
untuk selalu bisa engkau sentuh

kau milikku sepenuhnya
jadikanlah aku
cinta yang kau puja dalam hidupmu

engkau belai, engkau manja, engkau damba
karena sesungguhnya cintamu
yang dapat menguatkan aku lagi

.

Jangan Katakan kepadanya by Cest La Vie

akhirnya aku pun mengalami
terpaan yang kini datang bertubi-tubi
dari dalam hatiku sendiri

betapa aku pun menyadari
perasaan yang tak mungkin aku dustai
bahwa ku mendambakan dirimu

meski aku tahu
ku tlah memiliki dirinya

jangan kau katakan kepadanya
bahwa diriku rindukan tiap kecupanmu
jangan sampai dia tahu semua
tentang dirimu, tentang cintaku kepadamu

ku tak tahu mungkin sampai kapan
aku harus jalani cinta dua hati
yang tak mungkin adil ku membagi

.

Terlambat by Cest La Vie

berulang kali telah ku coba
menemuimu pujaanku
tapi kau selalu menghindar
dan tak ada waktu
sedikit pun untuk diriku

apa yang terjadi selama ini
kau duakan aku kekasihku
perih menusuk jantungku
dan melemahkanku
hingga ku tak bisa berbuat apa

terlambat aku mencegah dirimu untuk
tak pergi dariku, tak meninggalkan aku
kasih, terlambat aku merengkuh cintamu untuk
kau tak kan kembali tuk selamanya

.

Nantikan Aku Pulang by Cest La Vie

berulang kali telah ku coba
menemuimu pujaanku
tapi kau selalu menghindar
dan tak ada waktu
sedikit pun untuk diriku

apa yang terjadi selama ini
kau duakan aku kekasihku
perih menusuk jantungku
dan melemahkanku
hingga ku tak bisa berbuat apa

terlambat aku mencegah dirimu untuk
tak pergi dariku, tak meninggalkan aku
kasih, terlambat aku merengkuh cintamu untuk
kau tak kan kembali tuk selamanya

Read the rest of this entry

Hamas, Fatah Exchange Promise on Detainees

Standard

CAIRO/GAZA, Feb 26 – Palestinian groups Fatah and Hamas exchanged promises on Wednesday to free each other’s detainees in Gaza and the West Bank, in a goodwill gesture on the eve of national unity talks.

The national dialogue, expected to start on Thursday in Cairo with about a dozen Palestinian groups, seeks to establish a unity government which could take part in peace talks with Israel and oversee reconstruction work in Gaza after a three-week Israeli offensive there in December and January.

Fatah and Hamas agreed to form two committees to “work on closing the file of the detainees within a time that does not exceed the end of the national dialogue”, a statement issued after talks between the two groups in Cairo said.

They did not set a timeframe for the end of the dialogue.

Fatah official Azzam al-Ahmed said Hamas, the Islamist group which won a parliamentary election in 2006, has lifted a house arrest imposed on several Fatah leaders in the Gaza Strip.

Hamas leader Mahmoud al-Zahar, on the other hand, said Fatah had so far released 80 out of around 400 Hamas detainees in the Israeli-occupied West Bank. Fatah delegates in Cairo were in touch with their leader, Palestinian President Mahmoud Abbas, to free more, he added.

Rivalry between the two groups worsened in 2007 when Hamas forces drove Fatah out of Gaza in a power struggle that turned violent.

National unity government

The two big groups have fundamental differences over how to deal with Israel. Hamas reserves the right to fight Israel, although it is prepared to accept an 18-month truce, while Fatah has renounced violence and puts all its hope in negotiations.

Relations were especially bitter in December and January during Israel’s assault on Gaza. Some 1,300 Palestinians were killed in the operation, including about 700 civilians.

The meeting on Wednesday was the latest of several in the last few weeks to pave the way for the national dialogue.

The Palestinian groups aim to set up a government of national unity, probably of non-partisan technocrats, to deal with foreign governments, coordinate reconstruction in Gaza and prepare for Palestinian presidential and legislative elections.

An Arab diplomat said the Egyptian mediators hoped to complete an agreement in time for endorsement by an Arab summit scheduled for Qatar in late March.

But analysts say it will be difficult to reconcile the need to include Hamas’s points of view in the new cabinet with U.S. and Israeli demands that it meet their conditions for dialogue.

The United States and European Union countries refuse to deal with Hamas unless it renounces violence, recognises Israel’s right to exist and accepts previous agreements between Israel and the Palestinian Authority, which is run by Fatah.

Read the rest of this entry

Hamas, Fatah Janji Bertukar Tahanan

Standard

Kairo/Gaza, 26/2 – Kelompok Palestina Fatah dan Hamas bertukar janji Rabu malam untuk saling membebaskan tahanan pihak lainnya di Gaza dan Tepi Barat sebagai isyarat kemauan baik pada malam pembicaraan persatuan nasional.

Pembicaraan nasional, diperkirakan akan mulai Kamis ini di Kairo dengan sekitar 12 kelompok Palestina, berusaha untuk membentuk pemerintah persatuan yang akan dapat mengambil bagian dalam pembicaraan damai dengan Israel dan mengawasi pekerjaan rekonstruksi di Gaza setelah tiga pekan serangan Israel di wilayah itu Desember dan Januari.

Fatah dan Hamas setuju untuk membentuk dua komisi guna “mengerjakan penutupan berkas tahanan dalam waktu yang tidak melebihi akhir pembicaraan nasional itu”, kata pernyataan yang dikeluarkan setelah pembicaraan antara kedua kelompok tersebut di Kairo.

Mereka tidak menetapkan kerangka waktu bagi akhir pembicaraan tersebut.

Pejabat Fatah Azam al-Ahmed mengatakan Hamas, kelompok Islam yang menang dalam pemilihan parlemen pada 2006, telah mencabut tahanan rumah yang diterapkan pada beberapa pemimpin Fatah di Jalur Gaza.

Pemimpin Hamas Mahmoud al-Zahar mengatakan Fatah sejauh ini telah membebaskan 80 dari sekitar 400 tahanan Hamas di Tepi Barat yang diduduki Israel. Delegasi Fatah di Kairo telah menghubungi pemimpin mereka, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, untuk membebaskan lebih banyak lagi tahanan, tambahnya.

Persaingan antara kedua kelompok itu memburuk pada 2007 ketika pasukan Hamas mengusir Fatah dari Gaza dalam perebutan kekuasaan yang berubah menjadi kekerasan.

Pemerintah persatuan nasional

Kedua kelompok besar itu memiliki perbedaan fundamental mengenai bagaimana menghadapi Israel. Hamas mencadangkan hak untuk memerangi Israel, meskipun mereka siap menerima gencatan senjata 18 bulan, sementara Fatah telah melepaskan kekerasan dan meletakkan semua harapannya pada pembicaraan.

Hubungan itu khususnya makin dingin Desember dan Januari pada saat serangan Israel ke Gaza. Sebanyak 1.300 warga Palestina tewas dalam operasi besar-besaran itu, termasuk sekitar 700 warga sipil.

Pertemuan Rabu adalah yang terakhir dari beberapa pertemuan dalam beberapa pekan terakhir untuk meratakan jalan bagi pembicaraan nasional itu.

Kelompok-kelompok Palestina itu bermaksud membentuk pemerintah persatuan, mungkin terdiri atas para teknokrat non-partisan, untuk menghadapi pemerintah asing, mengkoordinasikan pembangunan kembali di Gaza serta mempersiapkan pemilihan legislatif dan presiden Palestina.

Seorang diplomat Arab mengatakan para penengah Mesir mengharapkan untuk menyelesaikan perjanjian pada waktunya guna mendapatkan persetujuan pertemuan puncak Arab yang dijadwalkan di Qatar akhir Maret.

Read the rest of this entry

Israel Bombs Gaza Tunnels after Rocket Attacks

Standard

Jerusalem, Feb 26 – Israeli aircraft bombed smuggling tunnels under the Gaza-Egypt border on Wednesday after two rockets hit southern Israel, an Israeli military spokeswoman said.

There were no reports of casualties in either incident.

“We attacked seven tunnels near the (southern Gaza town of) Rafah. There were secondary explosions, showing they contained weapons material,” the spokeswoman said.

“It was a response to two Qassam rocket attacks today and continued rocket fire.”

Egypt has been trying to broker a long-term ceasefire between Israel and the Hamas rulers of the Gaza Strip in the aftermath of a 22-day offensive that Israeli forces launched in the territory on Dec. 27.

Since the end of the operation, Palestinians have been rebuilding a network of tunnels under the Gaza-Egypt frontier used for smuggling in goods and weapons.

Israel tightened its blockade of the Gaza Strip after Hamas Islamists took control in 2007. Egypt also limits movement through its border crossing with the territory.

Read the rest of this entry

Israel Bom Terowongan Gaza-Mesir Setelah Serangan Roket

Standard

Yerusalem, 26/2 – Pesawat Israel membom sejumlah terowongan penyelundup di daerah perbatasan Gaza-Mesir, Rabu, setelah dua roket menghantam Israel selatan, kata seorang jurubicara militer Israel.

Tidak ada laporan mengenai korban dalam serangan-serangan tersebut.

“Kami menyerang tujuh terowongan di dekat (kota perbatasan Gaza selatan) Rafah. Terjadi ledakan-ledakan kedua, yang menunjukkan bahwa terowongan itu berisikan bahan senjata,” kata jurubicara itu.

“Itu merupakan jawaban atas serangan dua roket Qassam hari ini dan penembakan roket yang terus berlangsung,” tambah jurubicara tersebut.

Mesir telah berusaha menengahi gencatan senjata jangka panjang antara Israel dan Hamas yang menguasai Jalur Gaza setelah ofesif 22 hari negara Yahudi tersebut ke wilayah itu.

Sejak akhir operasi itu, orang-orang Palestina membangun lagi jaringan terowongan di bawah perbatasan Gaza-Mesir yang digunakan untuk menyelundupkan barang dan senjata.

Sementara itu, Rabu, Menteri Luar Negeri Tzipi Livni memperingatkan bahwa Israel akan melancarkan “operasi” lain militer di Gaza jika penyelundupan senjata dari Iran ke wilayah Hamas itu masih terus dilakukan.

“Iran harus dibuat sadar bahwa penyelundupan senjata ke Suriah, Lebanon dan Hamas merupakan pelanggaran berat atas perjanjian internasional, dan harus berhenti,” kata Livni.

“Jika penyelundupan senjata ke Gaza berlanjut, Israel tidak akan memiliki pilihan lain kecuali memulai lagi operasi defensif,” tambahnya.

Pasukan Israel berulang kali membom daerah perbatasan Gaza dengan Mesir sejak mereka memulai ofensif pada 27 Desember, dalam upaya menghancurkan terowongan-terowongan penyelundup yang menghubungkan wilayah miskin Palestina itu dengan Mesir.

Angkatan udara Israel membom lebih dari 40 terowongan yang menghubungkan wilayah Jalur Gaza yang diblokade dengan gurun Sinai di Mesir pada saat ofensif itu dimulai.

“Angkatan udara baru saja menyerang lebih dari 40 terowongan yang ditemukan di sisi perbatasan Gaza. Terowongan-terowongan itu, kami yakin, digunakan untuk penyelundupan senjata, peledak dan kadang orang-orang yang akan berlatih untuk misi teror di negara-negara lain di kawasan itu,” kata jurubicara militer Avital Leibovitch kepada wartawan, Minggu (28/12).

Terowongan-terowongan yang melintasi perbatasan itu digunakan untuk menyelundupkan barang dan senjata ke wilayah Jalur Gaza yang terputus dari dunia luar karena blokade Israel sejak Hamas menguasainya tahun lalu.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari dan sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.

Kekerasan Israel-Hamas meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 27 Desember dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Jumlah korban tewas Palestina mencapai sedikitnya 1.300, termasuk lebih dari 400 anak, dan 5.300 orang cedera di Gaza sejak Israel meluncurkan ofensif terhadap Hamas pada 27 Desember.

Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas dalam pertempuran dan serangan roket.

Pasukan Israel meninggalkan Jalur Gaza setelah daerah pesisir itu hancur akibat ofensif 22 hari. Mereka menyelesaikan penarikan pasukan dari wilayah yang dikuasai Hamas itu pada 21 Januari.

Read the rest of this entry

Bentrokan di Afghanistan Timur Meningkat 20 Persen

Standard

Kabul, 26/2 – Bentrokan antara tentara yang sebagian besar tentara AS dan gerilyawan di Afghanistan timur meningkat 20 persen musim dingin ini dibandingkan dengan pada musim dingin tahun lalu, seorang jurubicara pasukan pimpinan-NATO mengatakan, Rabu.

Presiden AS Barack Obama telah memerintahkan 17.000 lagi tentara AS ke Afghanistan selatan sebagai bagian dari strategi baru untuk memecahkan jalan buntu perang terhadap gerilyawan Taliban, tapi pertempuran di Afghanistan timur di sepanjang perbatasan dengan Pakistan, yang terjal, masih jauh dari selesai.

Bentrokan di bagian timur Afghanistan, tempat sebagian besar tentara AS dikerahkan, meningkat sekitar 20 persen dari November hingga Januari dibandingkan dengan periode tiga bulan yang sama tahun lalu, kata Kapten Mark Durkin, jurubicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasioal (ISAF) pimpinan-NATO.

Namun, ia mengatakan, ada banyak lagi insiden lebih kecil dan peningkatan keseluruhan mungkin juga terjadi sebelum musim dingin mendekati akhir, dan kehadiran tentara yang lebih besar di sepanjang perbatasan itu.

Perhitungan itu masih mencerminkan peningkatan kekerasan secara mencolok pada tahun lalu, ketika militer AS mengatakan bentrokan di Afghanistan timur meningkat 40 persen dalam lima bulan pertama 2007, dibandingkan pada 2006.

Gerilyawan Taliban dan sekutu mereka beroperasi di dua sisi perbatasan yang panjang, bergunung-gunung dan keropos dengan menggunakan daerah suku yang mereka kuasai di wilayah Pakistan untuk melatih dan memperlengkapi diri mereka.

Pejuang dari Afghanistan secara tradisional menyelinap melewati perbatasan itu ke Pakistan untuk istirahat pada selama musim dingin yang keras dan biasanya menimbulkan ketenangan dalam pertempuran.

Afghanistan menghadapi tingkat kekerasan terburuknya tahun lalu sejak pasukan pimpinan-AS dan Afghanistan menggulingkan Taliban pada 2001 karena melindungi pemimpin al Qaida yang dituduh sebagai dalang serangan 11 September.

Para pejabat AS mengakui mereka sekarang ini tidak menang dalam perang yang membuat militer Barat yang besar dengan teknologi tinggi memerangi kelompok-kelompok kecil gerilyawan bersenjata ringan yang mengandalkan serangan bunuh diri dan serangan bom di tepi jalan untuk untuk mengganggu keamanan.

Para komandan memprediksikan kekerasan akan meningkat lagi tahun ini, ketika tentara, yang didukung balabantuan, bergerak ke daerah-daerah yang jarang mereka patroli sebelumnya.

Afghanistan timur, tempat tentara Kanada dikerahkan, belakangan makin mendapat perhatian setelah tewasnya 10 tentara Prancis dalam pertempuran hebat dengan gerilyawan.

Keadaan makin panas setelah pesawat AS berkali-kali melancarkan serangan udara lintas perbatasan ke Pakistan yang menimbulkan banyak kematian.

Pakistan telah menyampaikan protes terhadap serangan itu, tapi komandan pasukan AS menegaskan bahwa serangan di wilayah suku tersebut akan diteruskan.

Read the rest of this entry

East Afghan Clashes up 20 Percent This Winter-ISAF

Standard

KABUL, Feb 26- Clashes between mainly U.S. troops and insurgents in eastern Afghanistan rose by 20 percent this winter compared to last year, a spokesman for NATO-led forces said on Wednesday.

President Barack Obama has ordered 17,000 more U.S. troops to southern Afghanistan as part of a new strategy to break a stalemate against Taliban insurgents, but fighting in the east along the rugged Pakistan border is still far from finished.

Clashes in the east of Afghanistan, where mainly U.S. troops deployed went up by about 20 percent from November to January compared to the same three-month period last year, said Captain Mark Durkin, spokesman for NATO’s International Security Assistance Force (ISAF).

But, he said, there had been a greater number of smaller incidents and the overall increase may have also been due to the milder winter, and a greater troop presence along the border.

The figures still represent a significant rise in violence over last year when the U.S. military said clashes in eastern Afghanistan rose by 40 percent in the first five months of 2007, compared to 2006.

Taliban militants and their allies operate on both sides of the long, mountainous and porous border using the tribal areas they control on the Pakistani side to train and equip.

Fighters from Afghanistan have traditionally slipped over the border into Pakistan to rest up during the harsh winter months and that has usually led to a lull in the fighting.

Afghanistan saw its worst levels of violence last year since U.S.-led and Afghan forces overthrew the Taliban in 2001 for sheltering al Qaeda leaders behind the Sept. 11 attacks.

U.S. officials admit they are currently not winning the war in which large hi-tech Western armies find themselves fighting small groups of lightly armed insurgents who rely on suicide and roadside bomb attacks to undermine security.

Commanders predict violence will rise further this year as troops bolstered by reinforcements, move into areas they have seldom patrolled before.

Read the rest of this entry

Israel’s Livni Warns of Another Gaza Operation

Standard

Jerusalem, Feb 26 – Foreign Minister Tzipi Livni on Wednesday warned that Israel would launch another military “operation” in Gaza if the alleged smuggling of arms from Iran to the territory’s Hamas rulers continues.

“Iran must be made aware that the weapon smuggling to Syria, Lebanon and Hamas constitutes a severe violation of international agreements, and must cease,” Livni said.

“If the weapons smuggling to Gaza continues Israel will have no other option than to initiate another defensive operation,” she said.

Israel launched its largest-ever offensive against Gaza on December 27, striking the Hamas-ruled territory from land, sea and air in a 22-day war that left more than 1,300 Palestinians and 13 Israelis dead.

The fighting came to a halt on January 18 with Israel and Hamas declaring separate ceasefires that have since been strained by tit-for-tat Palestinian rocket attacks and Israeli air strikes on the impoverished territory.

Israel has long accused its arch-rival Iran of supplying weapons to Hamas via hundreds of smuggling tunnels beneath the porous Gaza-Egypt border, charges Tehran has always denied.

One of Israel’s key conditions for ending the fighting was a complete halt to arms smuggling into Gaza, and in the past month its warplanes have repeatedly struck the border area in a bid to blow up tunnels.

On Wednesday the military said it had destroyed seven smuggling tunnels along the border with an aerial raid after Palestinian militants fired two rockets at southern Israel. No one was wounded or killed in either attack.

Read the rest of this entry

Iran Mengatakan Sekarang Mengoperasikan 6.000 Sentrifugal

Standard

Bushehr, Iran, 26/2 – Kepala badan atom Iran mengatakan, Rabu, negaranya sekarang mengoperasikan 6.000 sentrifugal untuk memperkaya uranium, tindakan yang menantang permintaan Barat agar Iran menghentikan proses nuklirnya yang sensitif.

“Kami memiliki 6.000 sentrifugal yang bekerja dan kami merencanakan untuk menambahnya. Dalam lima tahun ke depan, kami merencanakan untuk memiliki 50.000 sentrifugal,” Kepala Organisasi Energi Atom Gholam Reza Agazadeh mengatakan kepada wartawan.

Ia berbicara pada konferensi pers di pelabuhan Bushehr di Teluk, tempat Iran memulai percobaan pembangkit listrik tenaga nuklir pertamanya, yang dibangun dengan Rusia.

Pada November, Agazadeh mengatakan bahwa Iran telah mengoperasikan lebih dari 5.000 sentrifugal di instalasinya di Natanz.

Pekan lalu, pengawas atom PBB mengatakan dalam satu laporan bahwa Iran terus memperkaya uranium, proses yang berpotensi digunakan untuk membuat bom atom, tapi memperlambat ekspansi kegiatannya.

“Bertentangan dengan keputusan Dewan Keamanan, Iran tidak menangguhkan pengayaannya berkaitan dengan kegiatannya,” tulis Badan Energi Atom Internasional dalam laporan terakhirnya mengenai upaya nuklir Teheran, yang menjadi perdebatan.

Pengayaan merupakan pusat kakhawatiran Barat bahwa Iran secara rahasia berupaya untuk mengembangkan senjata nuklir karena pengayaan itu dapat digunakan untuk membuat bahan bakar nuklir dan inti fisil bom atom.

Laporan oleh IAEA, yang telah menyelidiki program nuklir Iran selama enam tahun, mengatakan ada 3.964 sentrifugal yang secara aktif memperkaya uranium di Natanz, hanya 164 lebih ketimbang pada November.

Pada puncaknya, 1.476 sentrifugal lagi telah menjalani tes vakum atau pengeringan tanpa material dan 125 tambahan yang telah dipasang tapi masih belum beroperasi.

Iran membantah dengan keras bahwa negara itu memiliki ambisi senjata nuklir dan telah menghadapi lima resolusi Dewan Keamanan PBB yang minta pembekuan kegiatan pengayaannya, termasuk tiga sanksi yang dijatuhkan.

Read the rest of this entry

Iran Says 6,000 Centrifuges Now Working

Standard

BUSHEHR, Iran, Feb 26, 2009 – The head of Iran’s atomic agency said on Wednesday that it was now operating 6,000 centrifuges to enrich uranium, defying international calls that it halt the sensitive nuclear process.

“We have 6,000 centrifuges working and we plan to increase them. In the next five years we plan to have 50,000 centrifuges,” Atomic Energy Organisation Gholam Reza Aghazdeh told reporters.

He was speaking at a press conference in the Gulf port of Bushehr where Iran began testing its first nuclear power plant, which has been built by Russia.

In November, Aghazdeh said that Iran was operating more than 5,000 uranium enrichment centrifuges at its facility in Natanz.

Last week, the UN’s atomic watchdog said in a report that Iran was continuing to enrich uranium, a process potentially used to make an atom bomb, but has slowed down the expansion of its activities.

“Contrary to the decisions of the Security Council, Iran has not suspended its enrichment related activities,” the International Atomic Energy Agency wrote in its latest report on Tehran’s contested nuclear drive.

Enrichment is at the heart of Western fears that Iran is secretly trying to develop nuclear weapons as it can be used both to make nuclear fuel and the fissile core of an atom bomb.

The report by the IAEA, which has been investigating Iran’s nuclear programme for six years, said there were 3,964 centrifuges actively enriching uranium in Natanz, just 164 more than in November.

On top of those, a further 1,476 centrifuges were undergoing vacuum or dry run tests without nuclear material and an additional 125 had been installed but remained stationary.

Iran vehemently denies it has nuclear weapons ambitions and has defied five UN Security Council resolutions calling for a freeze in enrichment activities, including three imposing sanctions.

Read the rest of this entry