Hillary Tegaskan Komitmen Berdirinya Palestina

Standard

Jerusalem, 4/3 – Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, yang sedang berkunjung, Selasa, menegaskan kepada para pejabat Israel bahwa pemerintah AS terikat komitmen pada berdirinya negara Palestina yang berdampingan dengan Israel.

Amerika Serikat “akan dengan aktif terlibat dalam mewujudkan penyelesaian dua-negara setiap ada kemungkinan … Pekerjaan yang tak terelakkan ke arah penyelesaian dua-negara tak dapat dihindari”, kata Hillary dalam taklimat bersama dengan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni.

Meskipun menyatakan “tentu saja terserah kepada rakyat dan pemerintah Israel untuk memutuskan bagaimana menjabarkan kepentingan anda”, dilomat senior AS tersebut mengatakan, “Kami kebetulan percaya bahwa gerakan ke arah penyelesaian dua-negara, selangkah demi selangkah, adalah demi kepentingan utama Israel.”

Pada pagi hari yang sama, Hillary juga mengatakan kepada Presiden Israel Shimon Peres bahwa negaranya akan mengupayakan hidup berdampingan secara damai antara negara Israel dan Palestina, sementara tuan rumahnya menjawab bahwa setiap pemerintah Israel yang berasal dari proses pembentukan kabinet yang sedang berlangsung akan “terikat komitmen pada proses perdamaian dan kesepakatan terdahulu” dengan Palestina.

Sebelum pertemuannya dengan Perdana Menteri Ehud Olmert, yang meletakkan jabatan, pada malam harinya, mantan ibu negara Amerika itu kembali mengatakan bahwa pemerintah AS bermaksud “meyakinkan rakyat Israel memiliki peluang untuk hidup dan menikmati kejayaan dalam lingkungan yang terjamin dan aman dan mencari jalan agar mereka dapat hidup berdampingan dengan tetangga Palestina mereka dalam lingkungan yang terjamin dan aman”.

Pada gilirannya, Olmert menegaskan bahwa rencana dua-negara adalah “satu-satunya penyelesaian, tak ada keraguan, dan itu tentu saja mencerminkan kepentingan strategis tertinggi Israel serta kepentingan rakyat Palestina”.

Namun skenario semacam itu, meskipun didukung oleh pemimpin Israel yang meletakkan jabatan tersebut dan rakyat Palestina serta masyarakat internasional, mungkin terbukti sulit diterima oleh pemerintah mendatang Israel.

Meskipun calon perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu, pemimpin partai kanan-tengah Likud dan blok sayap-kanan, baru-baru ini menekankan keinginannya guna memajukan proses perdamaian, ia tak menyampaikan komitmen dirinya pada panduan dua-negara.

Sementara itu, dukungan kuatnya bagi perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat Sungai Jordan dan usul kontroversial bahwa upaya perdamaian mesti dipusatkan pada pembangunan ekonomi Palestina telah ditampik dengan tegas oleh pihak Palestina dan tampaknya menempatkan dia pada jalur bentrokan dengan Amerika Serikat.

Perincian pertemuan antara Hillary dan Netanyahu belum disiarkan, dan Netanyahu tak menyebut-nyebut penyelesaian dua-negara ketika memberi taklimat kepada wartawan setelah pembicaraan mereka, sementara menggambarkan pembicaraan itu sebagai “mendalam, penting, dan bagus”.

(sumber ANTARA/Xinhua-OANA)Kirim Pesan YM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s