Sudan Usir 13 Badan Bantuan Asing

Standard

Khartoum, 6/3 – Sudan akan mengusir tiga badan bantuan lagi, sehingga jumlah LSM asing yang diusir menjadi 13 sejak Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) memerintahkan penangkapan presiden Sudan atas tuduhan melakukan kejahatan perang, kata seorang pejabat bantuan, Kamis.

“Kami mendengar bahwa pemerintah Sudan akan mengusir tiga badan bantuan asing lagi. Tampaknya perintah itu datang dari jajaran tinggi,” kata pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu kepada Reuters.

“Kami khawatir akan ada lagi yang diusir,” kata pejabat itu, yang menyebut salah satu kelompok yang diusir itu sebagai Medecins Sans Frontieres (MSF) Perancis.
ICC hari Rabu mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Sudan Omar al-Beshir karena kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan di Darfur, Sudan barat, kata seorang jurubicara ICC.

Surat perintah penangkapan itu merupakan yang pertama dikeluarkan oleh pengadilan internasional tersebut terhadap seorang kepala negara yang masih aktif bertugas.
Sejumlah pejabat PBB yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, pengusiran badan-badan bantuan itu akan memiliki dampak yang sangat merugikan bagi rakyat Darfur.

Mereka menyatakan, aparat keamanan Sudan sudah mulai mengambil komputer dan aset lain di kantor-kantor badan bantuan itu di Khartoum dan Darfur.

PBB dan badan-badan lain menangani operasi kemanusiaan terbesar dunia di Darfur, sebuah kawasan yang sebagian besar gurun di Sudan barat.
Ahli-ahli internasional mengatakan, sedikitnya 200.000 orang tewas di daerah tersebut, sementara Khartoum mengatakan bahwa jumlah korban tewas hanya 10.000.

PBB mengatakan, lebih dari 300.000 orang tewas sejak konflik meletus di wilayah Darfur, Sudan barat, pada 2003, ketika pemberontak etnik minoritas mengangkat senjata melawan pemerintah yang didominasi orang Arab untuk menuntut pembagian lebih besar atas sumber-sumber daya dan kekuasaan.

Jurubicara ICC Laurence Blairon kepada wartawan di pengadilan yang berlokasi di Den Haag, Rabu, surat perintah penangkapan terhadap Beshir itu berisikan tujuh tuduhan — lima kejahatan atas kemanusiaan dan dua kejahatan perang.

Kejahatan-kejahatan itu mencakup pembunuhan, pemusnahan, pemindahan paksa, penyiksaan, pemerkosaan, serangan yang diperintahkan dengan sengaja terhadap penduduk sipil dan penjaharan.

Blairon mengatakan, jika Sudan tidak mematuhi surat itu, maka mereka akan mengajukan masalah tersebut ke Dewan Keamanan PBB.

Liga Arab telah mengungkapkan kekhawatiran mengenai “konsekuensi-konsekuensi berbahaya jika sebuah surat perintah penangkapan dikeluarkan pada saat Uni Afrika juga mendesak Dewan Keamanan PBB menghentikan proses pengadilan itu”.

Pengumuman ICC itu disampaikan sehari setelah Jaksa Luis

Moreno-Ocampo, yang meminta pengadilan tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Beshir tahun lalu, menyatakan, ia memiliki bukti kuat yang memberatkan pemimpin negara terbesar Afrika itu dan lebih dari 30 saksi.

ICC tidak memiliki wewenang untuk memberlakukan surat perintah penangkapan yang mereka keluarkan, namun para tersangka bisa ditangkap di wilayah negara-negara yang menandatangani perjanjian Roma mengenai pembentukan pengadilan tersebut.

(sumber ANTARA/Reuters)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s