Cuaca Hangat Dapat Sebabkan Sakit Kepala

Standard

London, 10/3 – Cuaca hangat dan perubahan tekanan atmosfi lebih mungkin memicu sakit kepala dan migren, dibandingkan dengan polusi, kata beberapa peneliti, Senin.

Satu tim peneliti AS memperlihatkan bahwa setiap kali temperatur naik 5 derajat Celsius –sekitar 9 derajat Fahrenheit– itu tampaknya meningkatkan resiko sakit kepala parah sebesar hampir 8 persen dibandingkan dengan hari ketika cuaca lebih dingin.

Temperatur udara, kelembaban dan tekanan barometer seringkali disebut-sebut sebagai alasan bagi sakit kepala tapi setakat ini tak banyak bukti yang mendukung pendapat itu, kata Kenneth Mukamal dari Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston dan rekannya.

Timnya mengkaji lebih dari 7.000 pria dan wanita yang didiagnosis menderita sakit kepala atau migren di ruang gawat darurat rumah sakit antara Mei 2000 dan Desember 2007.

Mereka menggunakan pemantau meteorologi dan polutan guna menganalisis temperatur udara, tekanan udara, kelembaban udara, zat partikel sehat, karbon hitam dan sulfur dioksida selama tiga hari sebelum kunjungan ke rumah sakit kemudian setelahnya.

“Dengan kata lain, rancangan studi kami dapat secara langsung membandingkan cuaca dan kondisi polusi udara tepat sebelum kunjungan ke ruang gawat darurat dengan faktor yang sama yang diukur pada awal dan akhir bulan yang sama,” kata Mukamal.

Studi itu mendapati bahwa dari semua faktor lingkungan hidup yang diteliti, temperatur udara yang lebih tinggi diperlukan untuk tidak memasukkan itu sebagai masalah, kata beberapa peneliti.

Temuan tersebut yang disiarkan di dalam jurnal Neurology menunjukkan ramalan mingguan dapat membantu orang menyiapkan pengobatan mereka guna menangkal sakit kepala.

“Kami ingin mengetahui apakah kami dapat mengabsahkan ‘kisah rakyat klinis’ ini,” kata Mukamal dalam satu pernyataan. “Temuan ini membantu memberitahu kami bahwa lingkungan hidup di sekitar kita tak mempengaruhi kesehatan kita, dan dalam kasus sakit kepala, barangkali mempengaruhi amat, banyak orang dengan dasar hitungan harian.”

Alasannya tak jelas tapi para peneliti mengetahui cuaca hangat membuat rendah tekanan darah, dan ada bukti bahwa migren berkaitan dengan perubahan dalam aliran darah di sekitar otak, kata Mukamal dalam satu wawancara telefon.

(sumber ANTARA/Reuters)

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s