Mesir Adakan Pembicaraan Pertukaran Tawanan Hamas-Israel

Standard

Kairo, 12/3 – Mesir telah mengadakan pembicaraan tertutup Rabu mengenai pertukaran tawanan antara gerakan Islam HAMAS dan Israel yang akan menetapkan pembebasan prajurit Gilad Shalit bersama dengan ratusan tawanan Palestina.

Untuk ketiga kali dalam dua pekan, perunding Israel Ofer Dekel kembali ke Kairo, Selasa malam, dalam upaya untuk memastikan satu perjanjian yang sulit dicapai, yang dapat meratakan jalan bagi gencatan senjata jangka panjang untuk Jalur Gaza.

“Perundingan intensif dan alot telah berlangsung mengenai nama-nama tawanan HAMAS untuk dipertukarkan dengan Shalit,” satu sumber yang dekat dengan pembicaran itu mengatakan.

Dekel “sekarang diperkirakan akan menghabiskan malam kedua di Mesir dan mendesak pembicaraan, sebagai pertanda jelas bahwa sesuatu akan bergerak”, kata sumber itu Rabu malam.

Ia mengatakan kedua belah pihak berlomba melawan waktu untuk menandatangani perjanjian sebelum batas waktu 3 April bagi tokoh garis keras sayap-kanan dan perdana menteri yang ditunjuk Benyamin Netanyahu untuk membentuk pemerintah baru.

Israel telah bersikeras bahwa setiap perjanjian bagi gencatan senjata yang kekal di dan sekitar Jalur Gaza yang diperintah HAMAS akan tergantung pada pembebasan Shalit, yang ditangkap oleh gerilyawan Palestina Juni 2008.

Dekel telah terikat dalam pembicaraan dengan kepala intelijen Mesir Jenderal Omar Suleiman, yang telah bekerja untuk menengahi perdamaian dengan tiadanya pembicaraan langsung antara HAMAS dan Israel — yang memboikot kelompok itu, yang dianggapnya sebagai kelompok teroris.

Pembicaraan itu bertepatan dengan pembicaraan antara kelompok yang bersaing termasuk HAMAS dan Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk berusaha membentuk pemerintah persatuan yang akan dapat diterima masyarakat internasional.

Upaya tukar-menukar tawanan terakhir itu bertepatan dengan kunjungan ke Kairo oleh Musa Abu Marzuk, wakil pemimpin politbiro HAMAS, untuk pembicaraan antar-Palestina.

“Saya tidak memiliki informasi mengenai Shalit. Saya bahkan tidak tahu apakah ia masih hidup atau tidak,” kata Abu Marzuk kepada satu surat kabar Arab. “Hanya kelompok yang menahannya yang tahu, dan informasi yang datang berharga.”

Ia mengatakan 450 Islamis (anggota gerakan Islam seperti HAMAS) yang dihukum sudah waktunya untuk dibebaskan, dan juga 550 tahanan lain: pemuda, wanita dan tokoh politik HAMAS.

Menurut harian Israel Haaretz, Dekel telah mengusulkan perjanjian bagi pembebasan 400 tawanan, termasuk 220 “yang tangan mereka bergelimang darah” karena serangan anti-Israel.

“Ada beberapa nama pelaku teror (dalam daftar itu) yang pembebasan mereka tak akan dapat diterima bagi pendapat umum Israel.” kata sumber yang dekat dengan pembicaraan tersebut. Masalahnya adalah apakah HAMAS cukup luwes untuk menghapus nama-nama itu.”

Ia mengatakan Kairo telah mempersiapkan pembebasan tahap kedua: sekitar 300 warga Palestina yang akan berjalan bebas pulang, bagi penyerahan Shalit ke Mesir, dan ia akan kembali ke Israel ketika sisa tawanan tersebut dibebaskan.

(sumber ANTARA/AFP)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s