Iran Buka Perundingan Multilateral Soal Afghanistan

Standard

Ottawa, 13/3 – Wakil Presiden Iran Esfandiar Rahim Mashaie, yang sedang berkunjung ke Kanada, Kamis, mengatakan pemerintahnya menyambut perundingan multilateral dengan Amerika Serikat dan sekutunya mengenai masalah Afghanistan.

Namun, ia menambahkan, Teheran belum menerima undangan resmi dari pemerintah AS atau dari Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

“Kami telah menerima beberapa berita mengenai usul Ibu Hillary, namun kami belum menerima undangan secara resmi untuk pertemuan puncak tersebut,” kata Wakil Presiden Iran itu melalui penerjemah dalam kunjungan tak resminya ke Kanada.

“Saya perlu menambahkan bahwa suatu perundingan yang berkaitan dengan Afghanistan adalah penting, dan kami menyambut tawaran mereka,” katanya. “Ini adalah positif — suatu perundingan tentang Afghanistan, khususnya pembicaraan bilateral atau multilateral mengenai masalah ini.”

Hillary pekan lalu mengatakan bahwa Iran akan diundang untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi soal Afghanistan bulan depan, jika konferensi tersebut dilangsungkan.

Namun, sebelum menyetujui untuk hadir dalam konferensi tersebut, Mashaie mengatakan bahwa Teheran ingin mengetahui lebih banyak mengenai agenda pertemuan.

Ia menegaskan bahwa hasil Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISA), yang dipimpin NATO dalam upaya mengamankan Afghanistan “belum sangat menggembirakan”. Ia menambahkan bahwa masalah keamanan masih menjadi keprihatinan bagi negara-negara tetangga, terutama Iran.

Ia juga mengatakan Teheran ingin menjalin kerja sama dengan Kanada “untuk mengurangi krisis keamanan di Afghanistan dan rencana setelah itu adalah mengirim tentara” pada tahun 2011.

Menteri Luar Negeri Kanada Lawrence Cannon menanggapi pernyataan tersebut dengan mendukung Iran agar “memainkan peran yang konstruktif dalam urusan negara tetangga itu”.

Ia menambahkan dalam suatu email kepada AFP bahwa Kanada telah menyeru Iran “untuk melakukan tindakan tepat untuk menjamin bahwa pihaknya tidak mendukung atau memberikan bantuan kepada suatu kelompok perlawanan di Afghanistan”.

Kanada telah mengirim sekitar 2.750 tentaranya ke Afghanistan selatan sebagai bagian dari misi yang dipimpin NATO untuk menundukkan kelompok perlawanan.

Suatu ledakan bom pinggir jalan Ahad diklaim telah menewaskan seorang prajurit, saat mereka melakukan patroli rutin, yang menjadikan jumlah korban tewas petugas Kanada mencapai 112 di negara yang dilanda perang itu, sejak dimulainya misi tersebut pada tahun 2002.

Mashaie berada di Kanada untuk bertemu dengan warga Iran yang tinggal di sana. Ia tidak dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan para pejabat Kanada.

(sumber ANTARA/AFP)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s