Kelompok Palestina Sepakat Pemilihan 25 Januari 2010

Standard

Kairo, 16/3 – Kelompok-kelompok Palestina yang bersaing sepakat, Ahad, untuk mengadakan pemilihan presiden dan anggota dewan legislatif pada Januari 2010 tapi masih menemui jalan buntu mengenai masalah penting pembentukan pemerintah persatuan yang akan mempersiapkan pemilihan itu.

Beberapa diplomat dan pengamat menganggap keberhasilan pembicaraan yang disponsori Mesir tersebut sebagai penting untuk mempersatukan kembali Palestina setelah 21 bulan keretakan antara Jalur Gaza, yang diperintah-HAMAS dan Tepi Barat Sungai Jordan, tempat kelompok Fatah pimpinan Presiden Mahmud Abbas memegang kekuasaan.

Fatah dan HAMAS, dua kelompok terbesar Palestina, berbeda secara mendasar mengenai bagaimana menghadapi Israel. HAMAS meyakini perjuangan bersenjata meskipun mau mempertimbangkan gencatan senjata, sementara Abbas mendukung perundingan dengan negara Yahudi itu.

Kelompok itu sepakat untuk mengadakan pemilihan presiden dan anggota dewan legislatif pada 25 Januari 2010, kata Wasil Abou Youssef, Sesjen Front Pembebasan Palestina, kepada Kantor Berita Timur Tengah milik pemerintah Mesir, MENA.

Namun para peserta lain pertempuan mengatakan perbedaan masih ada antara Fatah dan HAMAS mengenai apakah kabinet persatuan yang akan muncul dari pembicaraan akan tersusun dari para teknokrat non-partisan, seperti diminta oleh negara-negara Barat dan Mesir.

“Ini kemacetan mengenai masalah pemerintah,” kata Walid al-Awad dari Partai Rakyat, yang komunis.

Kelompok itu telah sepakat pada 26 Febuari untuk membentuk lima komisi untuk juga mengatasi masalah seperti komposisi badan keamanan di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Namun kelompok itu belum sepakat mengenai undang-undang pemilihan umum dan apakah pemilihan umum itu akan berdasar pada perwakilan proporsional atau jumlah pemilih, kata Awad dan Abou Youssef.

Awad mengatakan dua komisi yang membicarakan rekonsiliasi nasional dan pembaruan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) telah menyimpulkan tugas mereka Sabtu.

PLO, yang didominasi oleh Abbas dan kelompok yang setia kepadanya, telah mewakili Palestina sejak 1964, tapi gerakan Islam yang dibentuk lebih belakangan seperti HAMAS dan Jihad Islam tidak pernah menjadi bagian dari organisasi itu meskipun perjanjian 2005 akan membawa mereka ke dalam naungannya.

Di Jalur Gaza, pejabat HAMAS Taher an-Nono mengatakan, “Ada kemajuan dalam beberapa masalah, semalam. Ada optimisme, optimisme hati-hati”.

Barat menghindari pemerintah persatuan sebelumnya yang dipimpin oleh HAMAS setelah kelompok itu menang dalam pemilihan anggota parleman 2006.

PM Palestina Salam Fayyad mengatakan bulan ini, ia ingin mundur pada akhir Maret untuk meratakan jalan bagi pembentukan kabinet persatuan. Abbas, yang menunjuk Fayyad setelah HAMAS mengalahkan Fatah di Jalur Gaza Juni 2007, telah memintanya untuk tetap menjabat hingga hasil muncul dari pembicaraan di Kairo.

Pemerintah baru itu juga diperkirakan akan memimpin upaya untuk membangun kembali Jalur Gaza setelah serangan militer tiga pekan Israel, yang berakhir Januari.

Awad mengatakan kelompoknya telah mengajukan usul agar perdana menteri dan enam jabatan kabinet — urusan luar negeri, dalam negeri, rekonstruksi, pendidikan, informasi dan keuangan — dipegang oleh menteri independen. Kursi yang tersisa mesti diputuskan dengan basis politiknya, ia menambahkan.

(sumber ANTARA/Reuters)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s