Kampanye Pemilu di Jepang Sepi

Standard

Tokyo, 18/3 – Tidak seperti kegiatan kampanye di tanah air yang semarak, kegiatan serupa di Jepang berlangsung sepi dari hingar bingarnya janji-janji para parpol peserta pemilu legislatif.

Demikian informasi yang diperoleh Antara di Tokyo, Rabu, dari Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Tokyo Dedy Nur Zaman dan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPS-LN) Osaka, Masni Eriza.

Sepinya kegiatan kampanye dikarenakan situasi dan kondisi di Jepang yang memang tidak memungkinkan untuk menggelar kampanye di jalanan umum di Jepang, serta keberadaan warga Indonesia yang terpisah-pisah di beberapa kota.

Selain itu, di Jepang juga tidak ada perwakilan resmi dari partai-partai peserta pemilu.

“Hingga saat ini belum ada perwakilan resminya, dan juga belum ada yang melaporkan untuk melakukan kampanye. Sebetulnya untuk menggelar kampanye hanya sekedar memberitahukan saja dimana kegiatannya. yang jelas berlangsung di areal yang masih merupakan wilayah RI, seperti sekolah Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Masni Eriza mengatakan, sepinya kegiatan kampanye di Jepang selain sulit secara fisik dilakukan mengingat aturan hukum Jepang dan tidak meratanya keberadaan warga Indonesia.

“Namun kalau mau dikatakan sepi kampnye sebetulnya tidak juga. Kegiatan kampanye sudah beralih ke internet. Di jalur maya itulah kampanye dilakukan,” kata Masni Eriza yang juga Konsul Penerangan KJRI Osaka.

Kampanye di Jepang secara resmi berlaku sejak Senin (16/3) dan berakhir seminggu sebelum dilakukannya pemungutan suara pada tangal 9 April mendatang.

Logistik pemilu sendiri untuk penyelenggaraan pemilu di Jepang sudah tiba dan tinggal mendisitribusikannya saja. Pendistribusian surat suara akan dilakukan pekan depan baik oleh PLN Tokyo maupun PPLN Osaka.

Jumlah pemilih tetap berdasarkan hasil revisi per tangal 6 Maret 2009 tercatat sebanyak 14.014 warga Indonesia di wilayah kerja PPLN Tokyo, sebelumnya 13.599 orang. Sedangkan di Osaka jumlah pemilih tetap sebanyak 2.334 orang dari sebelumnya yang berjumlah 2.288 orang.

Di Osaka terjadi kekurangan surat suara, namun menurut Masni Eriza sudah dilaporkan ke KPU dan segera akan dikirimkan secepatnya.

“Hal itu bisa dimaklumi, karena adanya perubahan jumlah pemilih yang baru ditetapkan final pada 6 Maret lalu,” katanya.

Jumlah WNI di Jepang yang memiliki hak pilih tercatat sebanyak 19.197 orang dari sekitar 30.000 warga Indonesia yang menetap di Negeri Sakura itu.

Pada pemilu 2004, partai PKS menuai suara terbanyak di Jepang dengan meraih suara 248 di TPS Tokyo dan Osaka, mengalahkan Partai Golkar, PDIP. PAN, dan Partai Damai Sejahtera (PDS).

(sumber ANTARA)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s