Hamas Akan Naikkan Tuntutan Bagi Pembebasan Prajurit Israel

Standard

Kota Gaza, 19/3 – Sayap bersenjata Hamas hari Rabu menyalahkan Israel atas kegagalan perundingan mengenai pertukaran tahanan dan memperingatkan bahwa mereka mungkin akan menaikkan tuntutan bagi pembebasan seorang prajurit yang ditangkap hampir tiga tahun lalu.

“Kami menganggap pemerintah musuh bertanggung jawab sepenuhnya atas kegagalan mencapai sebuah perjanjian,” kata Ezzedine Al-Qassam dalam sebuah pernyataan.

“Jika kami harus mengubah sikap kami, maka itu berarti kami akan menaikkan tuntutan kami dan bukan sebaliknya,” kata cabang bersenjata Hamas itu.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan bahwa negara Yahudi tersebut tidak akan menyetujui persyaratan yang ditetapkan Hamas bagi pertukaran tahanan, dengan mengatakan bahwa kelompok Islamis itu memperkeras sikap mereka dan mengajukan tuntutan-tuntutan ekstrim pada hari-hari terakhir negosiasi yang ditengahi Mesir.

“Atas nama negara Israel dan pemerintahnya, saya menyatakan bahwa ada garis-garis merah yang tidak bisa kami langgar. Kami tidak akan tunduk pada tuntutan-tuntutan sebuah kelompok teroris,” kata Olmert, Selasa.

Dua masalah utama tampaknya menghalangi tercapainya perjanjian itu — jumlah orang Palestina yang akan dibebaskan Israel untuk ditukar dengan prajurit Gilad Shalit yang ditangkap oleh pejuang Gaza pada Juni 2006, dan berapa orang dari mereka yang akan diizinkan kembali ke rumah mereka di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Israel menyatakan, mereka telah setuju membebaskan 320 dari 450 tahanan Palestina yang dituntut pembebasannya oleh Hamas, termasuk beberapa orang yang bertanggung jawab atas serangan-serangan yang menewaskan orang Israel, suatu tuntutan yang biasanya ditolak oleh Israel.

Mesir berusaha menengahi upaya-upaya untuk mencapai sebuah perjanjian antara Israel dan Hamas, kelompok pejuang garis keras Palestina yang disebut sebagai teroris oleh negara Yahudi tersebut, AS dan sejumlah negara Eropa.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari dan sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.

Kekerasan Israel-Hamas meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 27 Desember dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Jumlah korban tewas Palestina mencapai sedikitnya 1.300, termasuk lebih dari 400 anak, dan 5.300 orang cedera di Gaza sejak Israel meluncurkan ofensif terhadap Hamas pada 27 Desember.

Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas dalam pertempuran dan serangan roket.

Pasukan Israel meninggalkan Jalur Gaza setelah daerah pesisir itu hancur akibat ofensif 22 hari. Mereka menyelesaikan penarikan pasukan dari wilayah yang dikuasai Hamas itu pada 21 Januari.

(sumber ANTARA/AFP)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s