NATO Akan Kirim Pasukan Tambahan Untuk Pemilu Afghanistan

Standard

Kabul, 19/3 – Sekretaris Jendral NATO Jaap de Hoop Scheffer hari Rabu berjanji mengirim pasukan tambahan ke Afghanistan untuk mengamankan pemilihan umum presiden di negara yang dilanda perang itu.

Pemilu tersebut telah diundur hingga Agustus karena kekhawatiran mengenai serangan-serangan dari kelompok gerilya yang menentang langkah-langkah dukungan Barat menuju demokrasi di negara itu, dimana invasi pimpinan AS menggulingkan pemerintah Taliban pada akhir 2001.

Scheffer mengatakan, empat batalyon tambahan yang mencakup sekitar 4.000 prajurit diperlukan untuk mengamankan pemilihan umum Afghanistan pada Agustus.

Saat ini terdapat sekitar 70.000 prajurit asing di Afghanistan dan 17.000 prajurit tambahan AS dijadwalkan tiba di negara itu pada tahun ini.

Ketika ditanya berapa banyak pasukan tambahan yang diinginkannya untuk mengamankan pemilu itu, Scheffer mengatakan, “Empat batalyon.” Satu batalyon NATO berjumlah sekitar 1.000 prajurit.

“Kami akan mengirim pasukan tambahan sebelum, selama dan setelah pemilihan umum agar pengamanan berlangsung lancar,” kata Scheffer kepada wartawan setelah perundingan dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai.

Ada ancaman tinggi serangan gerilya terhadap pemilu di Afghanistan selatan dimana sejumlah daerah dikuasai Taliban yang kini melakukan pemberontakan.

“Tentu pemilu ini akan menjadi tantangan,” kata Scheffer. “Namun kami akan memenuhi tantangan ini karena setiap warga Afghanistan memiliki hak, di mana pun ia berada, untuk memberikan suara dalam pemilu.”

Menurut konstitusi, pemilihan presiden — baru yang kedua dilakukan di Afghanistan — harus dilaksanakan 30-60 hari sebelum masa tugas Karzai berakhir pada 22 Mei.

Kekerasan di Afghanistan mencapai tingkat tertinggi sejak invasi pimpinan AS pada akhir 2001. Sekitar 5.000 orang, termasuk lebih dari 2.000 warga sipil, tewas dalam pertempuran tahun lalu saja, menurut PBB.

Sekitar 70.000 prajurit asing di bawah komando NATO dan AS berada di Afghanistan sejak akhir 2001 untuk membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai memerangi Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda sekutu mereka.

Pemerintah baru AS berencana mengirim 17.000 prajurit tambahan tahun ini untuk menstabilkan Afghanistan, yang dikhawatirkan sejumlah politikus dan analis Barat akan tergelincir ke dalam anarki.

Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, yang bertanggung jawab atas serangan-serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom-bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.

Dalam salah satu serangan paling berani, gerilyawan tersebut menggunakan penyerang-penyerang bom bunuh diri untuk menjebol penjara Kandahar pada pertengahan Juni, membuat lebih dari 1.000 tahanan yang separuh diantaranya militan berhasil kabur.

Peningkatan jumlah korban akibat kekerasan yang dilakukan Taliban di Afghanistan telah membuat sejumlah negara berencana melakukan pengurangan atau penarikan pasukan yang tergabung dalam ISAF pimpinan NATO.

Semakin banyaknya prajurit asing yang tewas juga membuat sejumlah negara Barat enggan mengirim pasukan mereka ke daerah-daerah dimana kelompok dukungan Al-Qaeda itu beroperasi paling aktif.

Jumlah prajurit internasional yang tewas di Afghanistan tahun ini mencapai sedikitnya 63, sebagian besar akibat serangan-serangan gerilya, menurut situs berita icasualties.org yang mencatat korban-korban di Afghanistan dan Irak.

Lebih dari 295 prajurit internasional tewas di Afghanistan tahun lalu dan tahun sebelumnya 230.

(sumber ANTARA/AFP/Reuters)

Advertisements

One response »

  1. Misteri Pasukan 70.000 NATO

    Jumat, 06/02/2009 15:37 WIB

    Beberapa waktu lalu NATO mengumumkan akan menambah pasukannya di Afganistan
    sehingga TOTAL akan berjumlah 70.000 pasukan. Kira-kira apa ada hubungannya
    dengan kemunculan Al Mahdi yang disalah satu hadist mengatakan Dajjal akan
    diikuti oleh 70.000 pasukan? Juga dalam hadist ttg kemunculan Al Mahdi
    mengatakan akan ada bendera Hitam… apa itu bendera TALIBAN…. mohon
    dianalisa fenomena ini Pak Ridzki…???

    Abu Rifqi

    Jawaban

    Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

    Abu Rifqi yang dirahmati Allah SWT, perkembangan demi perkembangan yang
    terjadi di dunia kita sekarang ini memang sangat menarik sekaligus
    mendebarkan, karena seringkali bersesuaian dengan hadits-hadits Rasulullah
    SAW tentang hari akhir. Islam adalah agama akhir zaman, sebab itu umat Islam
    juga disebut sebagai umat akhir zaman. Sekarang ini, kita semua sudah
    memasuki akhir zaman. Hanya saja, kita semua tidak ada yang tahu kapan
    pastinya itu. Hanya Allah SWT yang Maha Tahu Segala Sesuatunya.

    Informasi jika NATO akan menambah jumlah pasukannya di Afghanistan sehingga
    totalnya mencapai angka 70.000 personil, angka ini memang menarik karena di
    dalam berbagai riwayat tentang hari akhir sekurangnya ada dua kejadian yang
    melibatkan pasukan sejumlah 70.000 personil.

    Pertama, angka tersebut merujuk pada jumlah personil pasukan Bani Ishaq
    (Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fil Fitan Wal Malahim menyatakan mereka adalah
    keturunan dari Al-Ish bin Ishaq a.s. bin Ibrahim a.s.) yang membebaskan
    Konstantinopel, ibukota Turki Sekuler. Pembebasan ini tidak melalui
    peperangan dengan senjata api dan mesiu, tapi hanya dengan takbir dan
    tahlil.

    Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kalian pernah mendengar tentang suatu kota
    yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut? Mereka (para
    sahabat) menjawab, “Pernah wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: Tidak terjadi
    hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq. Ketika
    mereka elah sampai di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah
    berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu panah pun. Mereka hanya
    berkata Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian
    dari kota itu. Berkata Tsaur (perawi hadits): Saya tidak tahu kecuali hal
    ini; hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut. Kemudian mereka
    berkata yang kedua kalinya Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuh pula
    sebagian yang lain (darat). Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaha Illallah
    Wallahu Akbar, maka terbukalah semua bagian kota itu. Lalu mereka pun
    memasukinya. Ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang,
    tiba-tiba datanglah seseorang (setan) seraya berteriak: Sesungguhnya dajjal
    telah keluar. Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.” (HR.
    Ahmad).

    Kedua, angka 70.000 juga disebutkan sebagai jumlah pasukan Yahudi yang
    mendampingi Dajjal. Berbagai riwayat menyatakan, ketika Dajjal keluar akan
    banyak manusia yang lemah iman, yang terbiasa berkompromi dengan kezaliman
    dan kejahatan dunia, yang telah terlena kenikmatan kehidupan dunia, serta
    yang tidak pernah mempelajari tentang ciri-cirinya, akan tertipu dan menjadi
    pengikutnya. Mereka akan menyangka Dajjal sebagai Ratu Adil yang diberi
    berbagai kelebihan dan daya magis. Walau banyak pengikut, namun Dajjal
    memiliki pasukan pengawal ini yang terdiri dari orang-orang Yahudi Asbahan,
    yang berasal dari kampung Yahudi di wilayah antara Persia dengan Rusia.

    Rasulullah SAW bersabda, “Dajjal akan diikuti oleh orang-orang Yahudi
    Asbahan sebanyak 70.000 orang yang mengenakan jubah tiada berjahit.” (Shahih
    Muslim, Kitabul Fitan wa Asyratis Sa’ah, Bab Fi Baqiyyah Min Ahaadiitsid
    Dajjal 18: 85-86).

    Lalu apakah pasukan NATO itu pasukannya Dajjal sebagaimana dimaksudkan dalam
    hadits hari akhir? Apakah bendera hitam itu dinisbahkan kepada Thaliban atau
    Al-Qaeda? Wallahu’alam. Tidak seorang pun yang bisa memastikan.

    Saat ini, sedikit banyak telah muncul berbagai peristiwa yang telah
    diprediksikan Rasulullah SAW beberapa abad silam sebagai tanda-tanda
    datangnya hari akhir. Hari akhir adalah hari yang pasti datangnya,
    sebagaimana kematian yang pasti mendatangi setiap jiwa yang hidup. Inilah
    hari-hari di mana kita hidup di dalamnya. Tidak ada yang bisa manusia
    usahakan untuk menghadapi hari yang pasti ini selain sadar untuk kembali
    kepada fitrahnya dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi hari
    akhir. Wallahu’alam bishawab.

    Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s