Sumut “Dibanjiri” Turis Keturunan China

Standard

Medan, 30/3 – Sumatera Utara “dibanjiri” kedatangan warga keturunan China dari berbagai negara yang mengikuti kegiatan “Cheng Beng” atau ziarah ke makam leluhur, yang merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian perayaaan hari besar agama Buddha.

“Turis mulai masuk sejak 25 Maret dan akan terus membludak hingga awal pekan ini. Diperkirakan ratusan ribu warga keturunan China akan masuk ke Sumut hingga 4 April yang juga merupakan puncak ‘Cheng Beng’,” kata Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia Sumut, dr Indra Wahidin, di Medan, Senin.

Menurut Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa Sumut itu, turis terbanyak tahun ini berasal dari Hong Kong, Malaysia, Singapura, Australia dan China.

“Sebagian besar dari mereka adalah warga Sumut yang sudah menetap di berbagai negara, tapi memiliki leluhur yang dimakamkan di sini. Sisanya hanya ingin sekadar melihat bagaimana kegiatan ‘Cheng Beng’ di Sumut,” katanya.

Menurut dia, banyaknya turis yang masuk menjelang “Cheng Beng” memberikan nilai positif bagi perekonomian Sumut. Dia memberi contoh maskapai penerbangan, hotel, restoran dan mobil rental yang juga “kebanjiran” pesanan.

Restoran-restoran juga penuh, karena tradisi makan bersama di kuburan usai berziarah dialihkan menjadi makan bersama di restoran.

Harga buah-buahan juga ikut naik dan warga di sekitar perkuburan China juga “panen” rezeki. “Harusnya momen seperti ‘Cheng Beng’ ini dimanfaatkan Dinas Pariwisata Sumut untuk membuat berbagai kegiatan seperti festival makanan maupun kesenian, sehingga para turis akan bertambah lama tinggalnya di Sumut,” ujarnya.

Sementara Pemprov Sumut semestinya juga bisa memanfaatkan kedatangan para turis itu menjadi ajang bisnis antara pengusaha China dengan pengusaha Sumut.

Public Relation Grand Swiss-Belhotel Medan, Lisa Ngadio, mengakui, menjelang “Cheng Beng” tingkat hunian hotelnya naik sekitar 15 persen menjadi 70 persen.

“Kenaikan pesanan sebenarnya bisa mencapai 100 persen, tapi karena jumlah hotel di Medan sudah semakin banyak, persentase kenaikan di masing-masing hotel rata-rata hanya sekitar 15 persen saja,” katanya.

General Manager Hotel Arya Duta Medan, Andre Roland, juga mengakui naiknya pesanan kamar hotel menjadi sekitar 70 persen.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Alimuddin Sidabalok, mengakui kunjungan wisman ke Sumut menunjukkan tren menaik sejak Januari 2009.

“Pada Januari 2009 naik 26,16 persen dibanding Januari 2008 menjadi 12.703 orang. Peningkatan kedatangan terbanyak dari pintu masuk Bandara Polonia Medan,” katanya.

(sumber ANTARA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s