Daily Archives: April 7, 2009

PKS Kampanye Lewat Internet Selama Minggu Tenang

Standard

Batam, 7/4 – Pada minggu tenang menjelang Pemilu Legislatif 2009, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) aktif berkampanye melalui dunia maya (internet).

“Kita memanfaatkan ranah yang tidak diatur dalam Undang-undang,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah PKS Batam Riky Indrakari di Batam, Selasa.

Ia mengatakan, meski tidak dianjurkan partai, namun banyak kader PKS yang bergerilya mencari dukungan suara melalui dunia maya.

“Bagi kami, kampanye bagian dari dakwah, sehingga dilakukan sebisa mungkin,” kata dia.

Menurut dia, kampanye melalui dunia maya merupakan pembelajaran untuk PKS dan partai lain.

Ricky mengakui bahwa memanfaatkan ruang dunia maya untuk berkampanye pada masa tenang adalah tidak baik.

“Secara etika memang tidak baik, tapi ini ranah yang tidak diatur dan bisa dimanfaatkan,” kata dia.

Ia mengibaratkan kampanye pada masa tenang melalui dunia maya sebagai “sliding tackle”.

“Asal tidak menciderai,” kata dia.

Kampanye melalui dunia maya saat minggu tenang, kata dia, ibarat dua sisi mata uang, bisa membuat simpati sekaligus antipati.

Read the rest of this entry

130 Orang Tewas dalam Gempa di Italia

Standard

L’Aquila, Italia, 7/4 – Gempa bumi kuat mengguncang Italia tengah ketika penduduk sedang tidur, Senin pagi, menewaskan lebih dari 130 orang dan menghancurkan puluhan ribu bangunan.

Sedikitnya 50.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat gempa tersebut, kata beberapa pejabat.

Sebagian besar dari mereka yang tewas berada di L’Aquila, sebuah kota pegunungan abad-13 yang terletak sekitar 100 kilometer sebelah timur Roma, dan kota-kota serta pedesaan sekitarnya di daerah Abruzzo.

“Sejumlah kota di daerah itu hancur sepenuhnya,” kata Gianfranco Fini, ketua majelis rendah parlemen, sementara para wakil rakyat melakukan pengheningan cipta untuk menghormati korban.

Pemerintah daerah Abruzzo mengatakan, lebih dari 130 orang dipastikan tewas, sekitar 16 jam setelah gempa itu terjadi.

Kantor Berita Ansa mengutip petugas-petugas rumah sakit yang mengatakan, jumlah kematian telah mencapai lebih dari 150.

Kepala Departemen Perlindungan Sipil Nasional Guido Bertolaso mengkonfirmasi bahwa lebih dari 70 orang tewas namun jumlah resmi korban tidak akan diperbarui sampai keluarga mereka diberi tahu.

Departemen Perlindungan Sipil mengatakan, 50.000 orang mungkin telah kehilangan tempat tinggal di sekitar 26 kota. Lebih dari 1.500 orang cedera dan ribuan rumah, gereja dan bangunan roboh atau rusak.

Puing-puing bangunan terlihat berserakan di L’Aquila, kota berpenduduk 68.000 orang, dan daerah-daerah berdekatan, yang menghalangi jalan dan mengganggu pekerjaan petugas penyelamat. Wanita-wanita tua menangis dan penduduk yang tidak membawa peralatan apa pun namun hanya tangan kosong membantu petugas pemadam kebakaran dan pekerja penyelamat memeriksa reruntuhan.

Di kota kecil Onna, 10 orang tewas, kata seorang wartawan foto Reuters yang melihat seorang ibu dan seorang anak perempuannya diangkut di peti jenazah yang sama.

Perdana Menteri Silvio Berlusconi membatalkan lawatan ke Moskow dan mengumumkan keadaan darurat nasional, yang mencakup pengucuran dana dan bantuan serta pembangunan kembali. Paus Benediktus menyatakan, ia berdoa secara khusus untuk para korban gempa tersebut.

Rumah-rumah dan bangunan tua yang terbuat dari batu, khususnya di pedesaan sekitar yang tidak mengalami perbaikan berarti, roboh seperti rumah jerami.

Rumah sakit meminta bantuan dari para dokter dan perawat di seluruh penjuru Italia untuk menolong korban.

Berlusconi mengatakan kepada wartawan di L’Aquila, tenda-tenda dan rumah sakit lapangan akan dibangun di kota itu dan hotel-hotel di pantai Adriatik digunakan untuk menampung korban yang kehilangan tempat tinggal.

Penduduk Roma, yang hampir tidak pernah dilanda gempa seismik, terbangun oleh gempa tersebut, yang mengguncang perabotan dan lampu-lampu di sebagian besar Italia tengah.

Gempa itu terjadi selepas pukul 03.30 waktu setempat (pukul 08.30 WIB) dan tercatat berkekuatan antara 5,8 dan 6,3 skala Richter.

Gempa bumi bisa sangat berbahaya di sejumlah daerah Italia karena banyak bangunan berusia ratusan tahun. Sekitar 2.700 orang tewas dalam gempa di wilayah selatan negara itu pada 1980.

Read the rest of this entry

Netanyahu, Mubarak Akan Bertemu di Mesir “Segera”

Standard

Jerusalem, 7/4 – Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu akan menemui Presiden Mesir Hosni Mubarak di Mesir “dalam waktu dekat”, kantor pemimpin Israel itu mengatakan, Senin.

Penyataan yang dikeluarkan kantor Netanyahu, yang beraliran-kanan, mengatakan kedua pemimpin itu telah berbicara melalui telefon Senin dan perdana menteri Israel tersebut telah menerima undangan Mubarak untuk mengadakan pembicaraan di tempat peristirahatan Sharm esh-Sheikh di tepi Laut Merah.

“Presiden Mubarak telah mengundang Perdana Menteri untuk pertemuan di Sharm esh-Sheikh dalam waktu dekat. PM Netanyahu menyambut baik undangan itu dan tanggal untuk pertemuan tesebut akan ditetapkan segera,” kantor Netanyahu mengatakan dalam pernyataan itu.

Pernyataan itu tidak mengatakan apa yang kedua pemimpin tersebut akan bicarakan dalam pertemuan tersebut.

Pemerintah yang condong ke kanan yang dipimpin oleh partai Likud, pimpinan-Netanyahu, mulai menjabat pekan lalu. Kekhawatiran intenasional meningkat dengan penunjukan tokoh ultra-nasionalis Avigdor Lieberman oleh Netanyahu sebagai menteri luar negeri.

Lieberman telah menimbulkan kontroversi tahun lalu, ketika ia mengatakan Mubarak dapat “pergi ke neraka” jika pemimpin Mesir itu tidak ingin mengunjungi Israel. Ia pernah memberi kesan Bendungan Aswan di Mesir mungkin akan dibom.

Pada hari pertamanya di Kementerian Luar Negeri pekan lalu, Lieberman mengatakan deklarasi Annapolis, yang ditaja AS pada 2007, mengenai perdamaian dengan Palestina tidak lagi berlaku.

Netanyahu telah mengatakan ia akan berbicara dengan pihak Palestina tapi akan mengalihkan pusat pembicaraan dari masalah wilayah yang sulit ke bidang munculnya ekonomi Palestina dan keamanan. Para pemimpin Palestina telah meminta Netanyahu untuk mengikatkan diri pada pembentukan negara Palestina sebagai tujuan dari pembicaraan perdamaian.

Pada masa Ehud Olmert, pendahulu Netanyahu, Mesir sudah berusaha untuk memerantarai perjanjian pertukaran keamanan antara Israel dan penguasa Jalur Gaza, HAMAS, guna membebaskan seorang prajurit Israel yang ditangkap oleh gerilyawan dalam serangan lintas-perbatasan 2006. HAMAS ingin Israel membebaskan ratusan tawanan Palestina sebagai pertukaran bagi prajurit Israel Gilad Shalit.

Read the rest of this entry

Sebagian BAP Kasus Protap Sudah Sempurna

Standard

Medan, 7/4 – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut, Sutiyono, SH mengatakan, sebagian dari 47 berita acara pemeriksaan (BAP) dengan 59 tersangka kasus tindakan anarkis para pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) yang diperiksa kejaksaan sudah sempurna.

“Hanya beberapa BAP lagi yang perlu dilengkapi lagi oleh pihak Polda Sumut,” katanya menjawab wartawan di Medan, Selasa.

Sebelumnya, Polda Sumut telah melimpahkan ke Kejati Sumut sebanyak 47 BAP dengan 59 tersangka kasus tindakan anarkis para pendukung Protap yang mengakibatkan tewasnya Ketua DPRD Sumut H. Abdul Azis Angkat 3 Februari lalu.

BAP tersebut diterima Kasi Pra Penuntutan pada Aspidum Kejati Sumut Windu S SH dari Wadir Reskrim Polda Sumut AKBP Edy S Tambunan, Senin, (30/3).

Sutiyono menambahkan, BAP kasus Protap yang dianggap masih belum lengkap itu akan dikembalikan lagi kepada Polda Sumut untuk dilengkapi.

“Melengkapi BAP kasus tersebut merupakan wewenang pihak kepolisian,” kata Sutiyono yang juga mantan Kajati Jambi itu.

Ia menjelaskan, sebagian diantara 59 tersangka dituduh melanggar pasal 170 KUHP (pengrusakan), pasal 146 (menceraiberaikan sidang) dan pasal 335 (membiarkan adanya kekerasan).

“Kejati Sumut sangat selektif dalam memeriksa dan meneliti BAP kasus Protap tersebut,” kata mantan Direktur Pra Penuntutan Pidana Umum Kejaksaan Agung.

Sementara itu, tim jaksa yang dipercaya menangani kasus Protap itu mencapai 27 orang dan merupakan jaksa pilihan yang diambil dari Kejaksaan Tinggi Sumut dan Kejaksaan Negeri Medan.

Read the rest of this entry

Netanyahu, Mubarak to Meet in Egypt “Soon”

Standard

JERUSALEM, April 7 – Prime Minister Benjamin Netanyahu will meet Egyptian President Hosni Mubarak in Egypt “in the near future,” the Israeli leader’s office said on Monday.

A statement issued by right-winger Netanyahu’s office said the two leaders spoke by phone on Monday and the Israeli prime minister had accepted Mubarak’s invitation to hold talks in the Red Sea resort of Sharm el-Sheikh.

“President Mubarak invited the prime minister for a meeting in Sharm El-Sheikh in the near future. Prime Minister Netanyahu welcomed the invitation and a date for the meeting will be set soon,” Netanyahu’s office said in the statement.

It did not say what the two leaders would discuss at the meeting.

A right-leaning government headed by Netanyahu’s Likud party took office last week. International concern has been raised by Netanyahu’s appointment of ultra-nationalist Avigdor Lieberman as foreign minister.

Lieberman stirred controversy last year when he said Mubarak could “go to hell” if the Egyptian leader did not want to visit Israel. He once suggested Egypt’s Aswan Dam might be bombed.

On his first day at the foreign ministry last week, Lieberman said the U.S.-sponsored Annapolis declaration of 2007 on peace with the Palestinians was no longer valid.

Netanyahu has said he would negotiate with the Palestinians but would shift the focus of the talks from thorny territorial issues to shoring up the Palestinian economy and improving security.

Palestinian leaders have demanded Netanyahu commit to Palestinian statehood as the goal of any peace negotiations.

Under Ehud Olmert, Netanyahu’s predecessor, Egypt tried to broker a prisoner exchange deal between Israel and the Hamas rulers of the Gaza Strip where the Jewish state launched a punishing three-week offensive in December and January.

The indirect negotiations have shown little outward sign of progress. Israel wants Hamas to release an Israeli soldier captured by militants in a cross-border raid in 2006. Hamas wants Israel to release hundreds of Palestinian prisoners in exchange for soldier Gilad Shalit.

Read the rest of this entry