Netanyahu, Mubarak Akan Bertemu di Mesir “Segera”

Standard

Jerusalem, 7/4 – Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu akan menemui Presiden Mesir Hosni Mubarak di Mesir “dalam waktu dekat”, kantor pemimpin Israel itu mengatakan, Senin.

Penyataan yang dikeluarkan kantor Netanyahu, yang beraliran-kanan, mengatakan kedua pemimpin itu telah berbicara melalui telefon Senin dan perdana menteri Israel tersebut telah menerima undangan Mubarak untuk mengadakan pembicaraan di tempat peristirahatan Sharm esh-Sheikh di tepi Laut Merah.

“Presiden Mubarak telah mengundang Perdana Menteri untuk pertemuan di Sharm esh-Sheikh dalam waktu dekat. PM Netanyahu menyambut baik undangan itu dan tanggal untuk pertemuan tesebut akan ditetapkan segera,” kantor Netanyahu mengatakan dalam pernyataan itu.

Pernyataan itu tidak mengatakan apa yang kedua pemimpin tersebut akan bicarakan dalam pertemuan tersebut.

Pemerintah yang condong ke kanan yang dipimpin oleh partai Likud, pimpinan-Netanyahu, mulai menjabat pekan lalu. Kekhawatiran intenasional meningkat dengan penunjukan tokoh ultra-nasionalis Avigdor Lieberman oleh Netanyahu sebagai menteri luar negeri.

Lieberman telah menimbulkan kontroversi tahun lalu, ketika ia mengatakan Mubarak dapat “pergi ke neraka” jika pemimpin Mesir itu tidak ingin mengunjungi Israel. Ia pernah memberi kesan Bendungan Aswan di Mesir mungkin akan dibom.

Pada hari pertamanya di Kementerian Luar Negeri pekan lalu, Lieberman mengatakan deklarasi Annapolis, yang ditaja AS pada 2007, mengenai perdamaian dengan Palestina tidak lagi berlaku.

Netanyahu telah mengatakan ia akan berbicara dengan pihak Palestina tapi akan mengalihkan pusat pembicaraan dari masalah wilayah yang sulit ke bidang munculnya ekonomi Palestina dan keamanan. Para pemimpin Palestina telah meminta Netanyahu untuk mengikatkan diri pada pembentukan negara Palestina sebagai tujuan dari pembicaraan perdamaian.

Pada masa Ehud Olmert, pendahulu Netanyahu, Mesir sudah berusaha untuk memerantarai perjanjian pertukaran keamanan antara Israel dan penguasa Jalur Gaza, HAMAS, guna membebaskan seorang prajurit Israel yang ditangkap oleh gerilyawan dalam serangan lintas-perbatasan 2006. HAMAS ingin Israel membebaskan ratusan tawanan Palestina sebagai pertukaran bagi prajurit Israel Gilad Shalit.

(sumber ANTARA/Reuters)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s