Daily Archives: April 8, 2009

PKS Turunkan 27 Saksi Pemilu di Australia

Standard

Brisbane, 8/4 – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menurunkan 27 kadernya untuk menjadi saksi Pemilu legislatif 9 April di Australia dan menjadi satu-satunya partai peserta Pemilu yang terlengkap menempatkan saksi-saksinya di berbagai tempat pemungutan suara (TPS) di negara itu.

Presiden Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS Australia-Selandia Baru, Muhamad Arifin, mengatakan kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Rabu, ke-27 orang saksi itu dilengkapi surat tugas dari DPP PKS yang ditandatangani langsung oleh Presiden Tifatul Sembiring dan Sekjen PKS Anis Matta .

“Untuk negara bagian New South Wales, kita sudah menyiapkan 18 saksi. Saksi-saksi kita itu ada di semua negara bagian Australia kecuali Tasmania. Untuk Selandia Baru, kita juga tidak menempatkan saksi (di TPS di sana-red.),” katanya.

Muhamad Arifin mengatakan, pihaknya optimis dapat mengulang sejarah kemenangan PKS di sejumlah TPS di Australia.

“Pada Pemilu 2004, alhamdulillah, kita menang di Sydney,” katanya.

Namun ia tidak dapat memperkirakan persentase angka partisipasi warga Indonesia pada Pemilu legislatif 9 April mengingat jumlah pemilih Pemilu 1999 dan 2004 tidak sebesar Pemilu 2009.

Muhamad Arifin mengatakan, pada dua pemilu sebelumnya, jumlah pemilih di wilayah PPLN Sydney yang membawahi negara bagian New South Wales (NSW), Queensland, dan Australia Selatan, jumlah pemilihnya tidak sampai 10 ribu orang, sedangkan pada Pemilu 2009 jumlahnya dilaporkan mencapai lebih dari 16 ribu orang.

Dana Pemilu
Menjawab pertanyaan tentang korelasi antara jumlah pemilih dan besarnya ongkos penyelenggaraan Pemilu di PPLN Sydney, ia mengatakan, pihaknya hanya berharap dana tersebut dapat digunakan secara tepat sasaran, transparan dan bertanggunjawab karena sesungguhnya itu adalah “uang rakyat”.

“Perlu ada transpransi ke publik tentang penggunaan dana Pemilu. Selama ini kan tidak ada kejelasan soal detail (rincian) dan bukti (receipt) penggunaannya,” kata Muhamad Arifin.

Selain itu, ia juga memandang perlu kejelasan tentang pihak mana yang berwenang menangani dana Pemilu antara Departemen Luar Negeri RI melalui perwakilan RI atau Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).

Muhamad Arifin juga menyinggung tentang kesiapan tim hitung cepat PKS dalam Pemilu legislatif 2009.

“Kita punya tim hitung cepat se-Indonesia dan se-dunia. Untuk Australia, kita sudah punya tim teknologi informasi yang akan melaporkan hasil penghitungan suara ke tim PIP PKS ANZ dan DPP PKS di Jakarta,” katanya.

Pemilu legislatif 9 April di Australia diikuti lebih dari 27 ribu orang.

Mereka memilih di puluhan TPS yang tersebar di kota Darwin, Perth, Canberra, Melbourne, Sydney, Adelaide, Gold Coast, Brisbane, dan Townsville, serta melalui surat pos ke alamat PPLN di negara bagian tempat mereka berdomisili.

Sebagai bagian dari sekitar 1,5 juta orang pemilih luar negeri, suara warga Indonesia di Australia juga disalurkan ke para calon anggota legislatif di Daerah Pemilihan (Dapil) II DKI Jakarta.

Read the rest of this entry

Presiden Ahmadinejad Bertolak ke Isfahan

Standard

Teheran, 8/4 – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersama dengan anggota-anggota kabinetnya Rabu pagi bertolak ke kota kuno Isfahan, ibukota provinsi Isfahan di Iran tengah.

Kunjungan presiden ke Isfahan ini adalah putaran kedua dari lawatannya ke provinsi itu, untuk menindak lanjuti pelaksanaan beberapa proyek yang telah disetujui dalam putaran pertama kunjungan kabinet ke provinsi itu.

Dia memprakarsai kunjungan ke berbagai provinsi sejak dia mengambil alih pemerintahan pada tahun 2005, dalam rangka mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat jelata.

Pada Rabu malam, Presiden Ahmadinejad berpidato di depan penduduk setempat di stadion terbesar kota itu, dan bertemu dengan para keluarga para pejuang yang mati sahid serta para veteran perang.

Pada Kamis, dia akan menghadiri upacara yang akan diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Nuklir Nasional Iran, dan mengadakan pertemuan-pertemuan terpisah dengan para ulama dan cerdik pandai di provinsi itu.

Presiden juga akan memimpin sidang kabinet di Isfahan guna membahas kebutuhan-kebutuhan provinsi itu.

Read the rest of this entry

Pemukim Yahudi Mengamuk di Desa Tepi Barat

Standard

Safa, Tepi Barat, 8/4 – Lusinan warga Israel dari satu permukiman Yahudi di mana seorang Palestina membunuh seorang pemuda pekan lalu, mengamuk, Rabu di sebuah desa Arab di Tepi Barat, merusak pintu-pintu mobil dan merusak rumah-rumah, kata penduduk dan para petugas medis.

Paling tidak lima warga Palestina cedera akibat aksi kekerasan yang termasuk konfrontasi antara penduduk desa yang melemparkan batu dan tentara Israel yang tiba di lokasi itu setelah para pemukim, dari Bat Ayin memasuki desa tetangga Safa.

“Sejumlah besar pemukim itu datang pukul 07:30 waktu setempat Rabu pagi dan mulai merusak pintu-pintu mobil dan melemparkan batu ke rumah-rumah,” kata Abu al Abed, seorang penduduk Safa di mana sekitar 300 warga Palestina tinggal.

Satu sumber militer Israel mengatakan aksi kekerasan itu dimulai ketika para warga Palestina melemparkan batu-batu ke para pemukim di Bat Ayin yang sedang menjalankan ibadah di sebuah bukit terdekat sebelum perayaan hari Paskah kaum Yahudi.

Penduduk Safa mengatakan sekitar 200 pemukim, sejumlah dari mereka membawa senjata api, memasuki desa itu.

Tentara melepaskan tembakan peluru karet dan juga menggunakan gas air mata dalam bentrokan dengan para warga Palestina yang melemparkan batu, kata penduduk desa. Tidak ada laporan tentang korban cedera atau penahanan di kalangan para pemukim.

Selasa lalu, seorang warga Palestina bersenjatakan kapak membunuh seorang seorang pemuda berusia 13 tahun dan mencederai seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahu di Bat Ayin. Penyerang yang tidak diketahui identitasnya itu melarikan diri.

Sekitar 1.000 warga Israel tinggal di Bat Ayin ,dekat kota-kota Palestina, Al Khalil (Hebron) dan Bethlehem.

Pada tahun 2002, tiga pemukim dari Bat Ayin divonis oleh sebuah pengadilan Israel dengan hukuman penjara berkisar antara 12 sampai 15 tahun karena berusaha meledakkan sebuah bom dekat sebuah sekolah putri Palestina di Jerusalem Timur Arab.

Anak laki-laki-laki yang cedera itu adalah anak dari salah seorang dari tiga pemukim yang dipenjarakan itu.

Read the rest of this entry

Jewish Settlers Rampage Through West Bank Village

Standard

SAFA, West Bank, April 8 – Dozens of Israelis froma Jewish settlement where a Palestinian killed a youth last week rampaged on Wednesday through a West Bank Arab village, smashing car windows and damaging homes, residents and medics said.

At least five Palestinians were injured in violence that included confrontations between stone-throwing villagers and Israeli soldiers who arrived at the scene after the settlers, from Bat Ayin, entered neighbouring Safa.

“A large number of settlers came at 7:30 in the morning and started to smash car windows and throw rocks at houses,” said Abu al-Abed, a resident of Safa, where 300 Palestinians live.

An Israeli military source said the violence started when Palestinians threw stones at Bat Ayin settlers praying on a nearby hill before the Jewish Passover holiday.

Safa residents said about 200 settlers, some of them carrying weapons, entered the village.

Soldiers fired rubber-coated metal bullets and also used tear gas during the clashes with Palestinian stone-throwers, villagers said. There were no reports of any injuries or arrests among the settlers.

Last Thursday, a Palestinian wielding an axe killed a 13-year-old youngster and wounded a boy, aged seven, in Bat Ayin. The attacker, who was not identified, fled.

Some 1,000 Israelis live in Bat Ayin, near the Palestinian towns of Hebron and Bethlehem.

In 2002, three settlers from Bat Ayin were sentenced by an Israeli court to prison terms ranging from 12 to 15 years for trying to set off a bomb near a Palestinian girls’ school in Arab East Jerusalem.

The injured seven-year-old boy is a son of one of the three jailed settlers.

Read the rest of this entry

New Book on Palestine Launched in Surabaya

Standard

Surabaya, East Java, April 8 – Suripto, a legislative candidate of the Welfare and Justice Party (PKS) launched a book titled “Letters from Palestine’s Best Friends : There is still hope for us” here on Wednesday.

Suripto launched the book in his capacity as chairman of the National Commission for the Palestinian People (KNRP).
He said the book contained a compilation of writings by some Palestinian children about the conditions of their country and their hopes as well as dreams about Palestine.

“The idea of publishing this book came from students of As-Salam Islamic boarding school in Solo, who asked me about the conditions of Palestinian children. I promised them a report,” he said.

As the KNRP chairman, he and his team visited the Rafah border area in the Gaza Strip in January 2009 to observe the conditions of the Palestinian people.

“Our team contacted several Palestinian children and asked them to write letters expressing their feelings. The team also brought donation funds totaling US$22 million,” he said.

Meanwhile, Zulidyana, a member of the book launching organizing committee, said that a part of the profit from the book sales would be contributed to children in Palestine.

Some 5,000 copies of the book have been printed, he said.

Read the rest of this entry