Mesir Lancarkan Aksi Terkoordinasi Terhadap Pemimpin Hizbullah

Standard

Kairo, 13/4 – Mesir, Ahad, melancarkan upaya terkoordinasi, baik di Dewan Legislatif maupun di media resmi, terhadap pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, yang berusaha membenarkan kehadiran anasir gerakannya di Mesir.

“Kami ingin memberitahu Hizbullah, sumber terorisme bagi negeri kami, Mesir takkan menjadi landasan untuk menguji rencana anda. Dan Mesir juga takkan menjadi lahan bagi Hizbullah atau yang lain untuk melancarkan persekongkolan mereka,” kata Ketua Dewan Syura (Majelis Tinggi) Safwat esh-Sharif pada suatu pertemuan khusus Dewan Legislatif pada Ahad.

“Dan kami takkan mengizinkan siapa pun memandang rendah martabat dan kedaulatan suci kami,” kata esh-Sharif.

Selain itu, Menteri Negara Urusan Hukum dan Dewan Parlemen Mufid Shehab mengatakan, “Nasrallah mengakui bahwa Sami Hani Shehab, pemimpin Hizbullah yang ditangkap di Mesir, telah menyediakan dukungan logistik bagi orang Palestina. Dan ia tak membantah bahwa Sami masuk ke Mesir dan apa yang ia lakukan di Mesir tidak sah.”

Menteri itu mengutuk setiap tindakan sabotase yang berlangsung di dalam wilayah Mesir. Ia menambahkan, “Pemerintah Mesir tak membiarkan siapa pun merusak keamanannya.”

Sementara itu, beberapa harian Mesir, Ahad, juga bergabung dalam upaya pengutukan terhadap Nasrallah tersebut, dengan menurunkan tajuk bernada keras.

“Ia (Nasrallah) mesti ditangani dengan hukum Mesir dan hukum internasional. Ia pantas mendapatkan surat penangkapan internasional,” demikian antara lain isi tajuk yang disiarkan oleh surat kabar Al-Ahram.

“Mengapa Nasrallah mengakui bahwa tahanan Lebanon adalah anggota partainya dan terutama bekerja buat orang Palestina dari dalam wilayah Mesir, Rafah,” demikian pertanyaan dalam tajuk yang ditulis oleh Abdallah Kamal, Pemimpin Redaksi harian pro-pemerintah Rossa el-Youssef. Ia merujuk kepada pengakuan Nasrallah mengenai anasir Hizbullah di Mesir.

Ia juga menuduh Nasrallah berusaha membentuk “satu jaringan” di Mesir.

Pekan lalu, Jaksa Agung Mesir Abdel-Meguid Mahmoud mengatakan Mesir telah menangkap 49 orang karena diduga menjadi agen Hizbullah, dan menuduh dia “merencanakan operasi yang bermusuhan”.

Belakangan Nasrallah membantah dalam pidato melalui televisi adanya rencana untuk melancarkan serangan di dalam wilayah Mesir, dan pada saat yang sama mengakui bahwa Sami Hani Shehab, warganegara Lebanon di antara 49 orang yang ditangkap oleh Mesir, adalah anggota kelompok bersenjata gerakan Syiah tersebut.

Nasrallah berusaha membenarkan kehadiran Sami di Mesir dengan mengatakan misinya ialah untuk menyediakan bantuan bagi orang Palestina.

“Saudara kami Sami adalah anggota Hizbullah, kami tak membantah ini, ia memberi bantuan logistik bagi orang Palestina di perbatasan Palestina-Mesir, dan semua tuduhan lain dibantah,” kata Nasrallah.

Perdana Menteri Mesir Ahmed Nazif, Sabtu, mengatakan dalam reaksi atas pernyataan Nasrallah bahwa keamanan negaranya berada “dalam kondisi merah”.

Negara yang didominasi pemeluk Sunni itu dan kelompok Syiah, dukungan Iran, telah terlibat percekcokan sejak perang 22 hari di Jalur Gaza. Dalam peristiwa tersebut, Hizbullah menuduh Mesir “bersekongkol” dengan Israel dengan menutup tempat penyeberangan perbatasannya, Rafah, satu-satunya gerbang ke Jalur Gaza yang tak melalui negara Yahudi.

(sumber ANTARA/Xinhua-OANA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s