Rencana Perdamaian Arab, Bagian dari Upaya Palestina AS

Standard

Ramallah, 18/4 – Utusan khusus Timur Tengah AS George Mitchell mengatakan, Jumat, bahwa prakarsa perdamaian Arab akan menjadi bagian dari upaya AS yang direncanakan untuk membentuk negara Palestina.

Prakarsa Arab 2002 menawarkan KEpada Israel hubungan normal dengan semua negara Arab sebagai imbalan bagi penarikan penuh dari tanah yang Israel rebut dalam perang Timur Tengah 1967, pembentukan negara Palestina dan “solusi yang adil” bagi pengungsi Palestina.

“AS telah mengikatkan diri pada pembentukan negara Palestina merdeka yang berdaulat tempat aspirasi rakyat Palestina untuk menguasai tujuan mereka tercapai. Kami ingin prakarsa perdamaian Arab menjadi bagian dari upaya untuk mencapai cita-cita itu,” kata Mitchell setelah pembicaraan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di kota Ramallah di Tepi Barat.

Mitchell tidak merinci bagian mana prakarsa Arab yang mungkin dimainkan dalam upaya AS untuk menengahi solusi dua-negara antara Israel dan Palestina.

Para pemimpin AS termasuk Presiden Barack Obama telah merujuk KEpada rencana perdamaiab Arab tanpa pernah mendukung tuntutan Arab agar Israel mundur dari semua tanah Israel yang direbut dalam perang Timur Tengah 1967 — Tepi Barat yang mencakup Jerusalem Timur, Dataran Tinggi Golan Suriah dan Jalur Gaza, yang sekarang dikepung.

Pemerintah terdahulu AS di bawah George W. Bush telah berusaha tanpa berhaisl untuk menggunakan rencana perdamaian Arab untuk menarik Arab Saudi dan negara konservatif lain di Teluk menjalin hubungan dengan Israel sebelum Israel memberikan komitmennya pada penarikan penuh itu.

Namun pernyataan Mitchell itu merupakan peringatkan lain kepada perdana menteri sayap-kanan baru Israel, Benyamin Netanyahu, bahwa AS ingin melihat kemajuan.

Netanyahu, yang bertemu Mitchell pada Kamis, belum memberikan komitmen untuk memulai lagi pembicaraan yang didukung AS dengan Abbas mengenai masalah inti seperti perbatasan negara serta masa depan Jerusalem dan pengungsi Palestina.

Beberapa pejabat Israel telah mengutip ucapan Netanyahu kepada Mitchell bahwa pemerintahnya, yang condong ke kanan, ingin Palestina pertama-tama mengakui Israel sebagai negara Yahudi. Palestina telah lama menolak pengakuan eksplisit sifat negara Yahudi itu, tempat satu dari lima penduduknya adalah orang Arab.

“Jelas bahwa ada pemerintah di Israel yang menolak menandatangani perjanjian, yang bersikeras mengenai aktivitas permukiman yang berlanjut,” kata perunding senior Saeb Erekat.

Mendesak Israel
Erekat mengatakan Abbas telah minta Mitchell untuk “mendesakkan setiap upaya yang mungkin” untuk menekan Israel agar menjalankan solusi dua-negara dan untuk memenuhi kewajibannya, termasuk pembekuan dalam pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki dan penghentian pembongkaran rumah di Jerusalem Timur Arab.

Pemerintah Netanyahu, yang berusia dua pekan, belum mengambil sikap terbuka terhadap prakarsa perdamaian Arab itu.

Namun dalam pertemuan mereka Kamis, Netanyahu berbicara kepada Mitchell mengenai “perlunya untuk terlibat dalam proses negara-negara Arab moderat penting”, termasuk Mesir, Jordania dan Arab Saudi, kata seorang pejabat senior Israel.

Pejabat lain senior Israel mengutip ucapan Mitchell kepada Netanyahu, “Kami ingin menguji secara serius proposal Arab itu.”

Seorang pejabat senior Barat, yang dekat dengan pertimbangan pengambilan keputusan pemerintah Obama, mengatakan Washington ingin mengejar prakarsa perdamaian Arab tapi membiarkan opsinya terbuka.

Pengahulu Netanyahu, Ehud Olmert, mengatakan ia melihat hal-hal positif dalam prakarsa perdamaian Arab.

Namun Israel menentang kembalinya pengungsi Palestina ke bekas rumah mereka yang sekatang ini telah menjadi negara Yahudi dan ingin mempertahankan blok-blok permukiman besar di Tepi Barat Sungai Jordan.

(sumber ANTARA/Reuters)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s