Daily Archives: April 20, 2009

Palestina Peroleh Lebih Sedikit Air daripada Israel

Standard

Jerusalem, 20/4 – Orang Israel memiliki akses empat kali lebih besar ke air daripada orang Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza, demikian laporan Bank Dunia, Senin.

Kesepakatan perdamaian sementara 1995, yang mengatur pembagian air, katanya, terbukti tak memadai, karena Pemerintah Otonomi Palestina terpecah oleh pertempuran selama delapan tahun terakhir sementara Israel telah meningkatkan instalasi airnya sendiri.

Meningkatkan kondisi bagi orang Palestina menjadi inti bagi strategi perdamaian yang ditaja Amerika Serikat.

Pembicaraan perdamaian yang diluncurkan pada 2007 macet dan pemerintah baru Israel, yang condong ke kanan dan dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sejauh ini telah menarik diri dari komitmen untuk memulai kembali perundingan tersebut.

Berbagai upaya terhalang oleh perluasan permukiman Israel di Tepi Barat dan perpecahan di kalangan rakyat Palestina sehubungan dengan pengambil-alihan Jalur Gaza oleh Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS).

Seorang pejabat Israel mengatakan, laporan Bank Dunia itu “sangat menyesatkan”. Israel memiliki sektor industri yang jauh lebih maju dibandingkan dengan orang Palestina dan itu dapat menyatakan tidak dengan sebenarnya mengenai penilaian konsumsi air per kepala, kata pejabat tersebut.

“Itu seperti membandingkan apel dengan semangka,” kata pejabat itu.

Bank Dunia mendesak donor internasional untuk tampil dengan suatu mekanisme guna membantu meningkatkan prasarana air Palestina dan memungkinkan perencanaan jangka panjang mengenai pembagian air kendati ada perubahan konflik dengan Israel.

Read the rest of this entry

Inggris Berencana Hadiri Konferensi PBB Soal Rasisme

Standard

London, 20/4 – Inggris berencana menghadiri konferensi kontrovesial PBB mengenai rasisme, kata juru bicara Kantor Urusan Luar Negeri, Ahad.

“Kami mengamati bagaimana keadaan berkembang. Kami masih berminat hadir,” kata jurubicara itu sebelum konferensi itu di Jenewa, Senin. Amerika Serikat, Australia dan Belanda telah menolak hadir.

Konferensi tersebut, yang direncanakan dihadiri Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, dijadwalkan mengkaji berbagai upaya memerangi rasisme sejak World Conference Against Racism di Durban, Afrika Selatan, pada 2001.

Ahmadinejad, yang telah menggambarkan Holocaust sebagai mitos, dijadwalkan berpidato dalam konferensi itu Senin, hari ulang tahun pemimpin Nazi Adolf Hitler.

Jurubicara di London mengatakan Inggris ingin konferensi itu “menerima keinginan kolektif guna memerangi rasisme sekarang” tapi “tak memiliki gambaran mengenai besarnya tantangan”.

“Kami takkan dapat mendukung suatu proses yang condong bertentangan dengan Barat atau negara lain,” kata jurubicara tersebut. Ditambahkannya, Inggris memiliki “garis merah” tertentu mengenai masalah itu dan akan berpegang teguh pada garis tersebut.

“Kami telah menyampaikan pendapat agar dokumen akhir memiliki (isi) yang memadai mengenai Holocaust dan upaya memerangi anti-Semitisme bagi kami takkan dapat diterima jika proses tersebut berusaha membantah atau menjelek-jelekkan Holocaust,” katanya.

Delegasi Inggris direncanakan dipimpin oleh Duta Besarnya untuk PBB di Jenewa, Peter Gooderham.

AS dan Israel keluar dari konferensi 2001, dalam percekcokan mengenai anti-Semitisme.

Sekali ini, AS telah menyatakan Washington “tak dapat mendukung” sebagian bahasa di dalam deklarasi yang siap disahkan oleh konferensi itu, sikap yang juga dipegang oleh Australia.

Sementara itu, Belanda menyatakan konferensi tersebut “jauh terlalu penting untuk diselewengkan bagi tujuan politik dan serangan terhadap Barat”.

Read the rest of this entry

Britain Will Attend UN Racism Conference: Official

Standard

London, April 20 – Britain is expected to attend a controversial United Nations conference on racism, a Foreign Office spokesman told AFP Sunday.

“We’re watching how things develop. It’s still our intention to attend,” the spokesman said ahead of the conference in Geneva Monday, which the United States, Australia and Netherlands have declined to join.

The event, being attended by Iranian President Mahmoud Ahmadinejad, will review efforts to fight racism since the World Conference Against Racism in Durban, South Africa, in 2001.

Ahmadinejad, who has described the Holocaust as a myth, is due to address the conference Monday, the anniversary of Nazi leader Adolf Hitler’s birth.

The spokesman said Britain wanted the conference “to get a collective will to fight racism now” but was “under no illusions about the scale of this challenge.”

“We wouldn’t be able to support a process that was skewed against the West or other countries,” the spokesman said, adding that Britain had certain “red lines” on the issues involved that it would stick to.

“We have argued for the concluding document to have sufficient (content) on the Holocaust and combatting anti-Semitism… we would find it unacceptable if the process seeks to deny or denigrate the Holocaust”.

The British delegation will be headed by its ambassador to the UN in Geneva, Peter Gooderham.

The US and Israel walked out of the 2001 conference in a row over anti-Semitism.

This time, the US has said it is “unable to support” some of the language in declaration set to be adopted by the conference, a position shared by Australia.

Meanwhile, the Netherlands said the conference was “far too important to be abused for political ends and attacks on the West.”

(source ANTARA/AFP)

Anggota Parlemen Hamas Ditembak di Nablus

Standard

Nablus, 20/4 – Seorang anggota pasukan keamanan Presiden Palestina Mahmud Abbas menembak dan melukai seorang anggota parlemen Hamas dalam perselisihan di wilayah pendudukan Tepi Barat, Minggu.

Hamed al-Bitawi ditembak kakinya di luar sebuah masjid di kota Nablus, Tepi Barat, kata putranya, Fadel.

Fadel menyebut insiden itu bermotif politis dan jurubicara Hamas Ahmed Bahar mengatakan, penembakan itu merupakan usaha pembunuhan terhadap Bitawi oleh seorang anggota Badan Keamanan Preventif, yang didominasi oleh kelompok Fatah kubu Abbas.

Jurubicara Fatah Fahmi Zareer menyebut insiden itu sebagai perselisihan pribadi. Gubernur Nablus Jamal Mouheissen mengatakan, penyerang telah ditahan untuk diinterogasi.

Hamas terlibat dalam pergolakan kekuasaan dengan Fatah sejak kelompok pejuang garis keras Palestina itu menang dalam pemilihan umum parlemen pada 2006 dan menguasai Jalur Gaza setahun kemudian.

Mesir berusaha menengahi perselisihan antara mereka pada perundingan yang diharapkan Kairo akan menghasilkan sebuah pemerintah persatuan nasional Palestina. Namun, perundingan itu hanya menunjukkan sedikit kemajuan.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari dan sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.

Fatah tetap mengendalikan Pemerintah Palestina di Tepi Barat yang dududuki Israel.

Kedua kelompok itu telah sepakat membentuk komite yang akan mengatasi perbedaan mereka dan membentuk pemerintah persatuan sementara yang akan mempersiapkan pemilihan umum awal tahun depan.

Komite itu memulai pekerjaan mereka di Kairo bulan lalu, namun perundingan ditunda setelah mereka gagal mencapai kesepakatan mengenai pemerintah baru.

Read the rest of this entry

Arab Saudi Kaji Usia Minimal Pernikahan

Standard

Riyadh, 20/4 – Arab Saudi sedang mengkaji pemberlakuan batas usia minimal bagi pernikahan, kata seorang pejabat Departemen Kehakiman pada Ahad, setelah satu pengadilan mensahkan pernikahan seorang anak perempuan yang berusia 8 tahun dengan seorang pria yang lebih tua 50 tahun.

Harian Al-Madina, dengan mengutip keterangan Mohamed Al-Babtain, direktur urusan pernikahan di Departemen Kehakiman, melaporkan departemen itu telah mulai “mengkaji usia sah pernikahan”. Namun ia tak memberi perincian lebih lanjut.

Arab Saudi tak memiliki batas sah usia bagi pernikahan.
Beberapa pejabat Departemen Kehakiman tak bersedia memberi komentar.

Surat kabar tersebut juga mengutip ucapan seorang tokoh agama kenamaan Sheikh Mohsen Al-Obaikan bahwa anak perempuan yang berusia di bawah 18 tahun tak boleh diizinkan menikah.

“Sebagian orang-tua menikahkan putri mereka karena alasan pribadi atau materi atau karena bermacam daya tarik tanpa mempedulikan kepentingan anak perempuan tersebut,” kata Al-Obaikan.

Al-Obaikan menyerukan diberlakukannya larangan bagi pernikahan anak perempuan kecil yang berusia di bawah 18 tahun guna menghindari keburukan ini, kata harian tesebut.

Satu pengadilan di kota kecil Unaiza untuk kedua kali pekan lalu mensahkan pernikahan anak perempuan itu dengan pria yang lebih tua 50 tahun dari dirinya, dengan syarat pria tersebut tak berhubungan seks dengannya sampai ia mencapai masa puber.

Al-Obaikan, yang juga adalah penasehat Raja Abdullah, adalah tokoh agama paling senior yang telah berbicara menentang pernikahan anak perempuan di bawah umur tersebut sejak putusan pengadilan itu, yang telah mengundang kecaman internasional dan membuat malu pemerintah Arab Saudi.

Sistem kehakiman Arab Saudi terdiri atas ulama, yang menjadikan hukum Islam sebagai rujukan utama ilmu hukum mereka.

Arab Saudi adalah negara dengan sistem patriarkhal, yang menerapkan ajaran Sunni –yang melarang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim untuk berbaur dan memberi ayah hak untuk menikahkan putra dan putri mereka dengan siapa pun yang mereka pandang cocok.

Banyak tokoh agama di Arab Saudi, termasuk pemimpin ulama di Kerajaan tersebut Mufti Besar Sheikh Abdul-Aziz Ash-Sheikh, mengesahkan perbuatan itu.

Read the rest of this entry

Hamas Lawmaker Shot and Wounded in Nablus

Standard

Nablus, April 20 – A member of Palestinian President Mahmoud Abbas’s security forces shot and wounded a Hamas lawmaker in disputed circumstances in the occupied West Bank on Sunday.

Hamed al-Bitawi was shot in the leg outside a mosque in the city of Nablus, his son Fadel said.

The son described the incident as politically motivated and Hamas spokesman Ahmed Bahar said it was an attempt to kill Bitawi by a member of the Preventive Security Service, which is dominated by Abbas’s Fatah group.

Fatah spokesman Fahmi Zareer called the incident a personal quarrel. Nablus governor Jamal Mouheissen said the attacker had been been detained for questioning.

Hamas and Fatah, which controls the West Bank, have been locked in a power struggle since the Islamist group won a parliamentary election in 2006 and seized control of the Gaza Strip from Abbas’s group a year later.

Egypt is trying to heal the rift between the groups at talks that Cairo hopes will culminate in a national unity government. The talks have shown little sign of progress.

Read the rest of this entry

Utusan AS Mitchell di Saudi Temui Raja

Standard

Riyadh, 20/4 – Utusan khusus AS George Mitchell terbang ke Arab Saudi Minggu untuk membicarakan upaya damai Timur Tengah dengan Raja Abdullah, beberapa pejabat AS mengatakan.

Mitchell dijadwalkan untuk bertemu dengan Abdullah, Menteri Luar Negeri Pangeran Saud al-Faisal dan kemungkinan beberapa pejabat penting yang lain, seorang jurubicara kedutaan besar AS mengatakan.

Ia tiba di Riyadh setelah berhenti di Israel, wilayah Palestina dan Mesir, tempat ia menekankan dukungan AS pada solusi dua-negara bagi konflik Israel-Palestina yang telah berusia beberapa dasawarsa.

Riyadh juga menyokong solusi dua-negara dengan Prakarsa Perdamaian Arabnya 2002, yang menawari Israel pengakuan Arab sebagai pertukaran bagi pembentukan negara Palestina berdasarkan pada penarikan Israel dari tanah yang didudukinya.

Memulai upaya Presiden AS Barack Obama untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai, Mitchell mengatakan di Kairo, Sabtu, bahwa Washington akan mendesakkan “energi besar” untuk mengejar penyelesaian dua negara.

“Telah menjadi kebijakan AS selama banyak tahun bahwa penyelesaian bagi konflik Israel-Palestina terletak pada solusi dua-negara,” ia mengatakan pada wartawan setelah pertemuan dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak.

Awal pekan ini, Mitchell bertemu dengan PM Israel Benyamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmud Abbas. Namun pesannya disambut dengan skeptisisme oleh sejumlah pejabat dalam kabinet Netanyahu.

“Dalam keadaan sekarang ini, orang harus bekerja bukan untuk dua negara bagi dua rakyat, tapi untuk dua ekonomi bagi dua rakyat,” kata Menteri dalam Negeri Israel Eli Yishai.

PM Netanyahu sendiri belum pernah menyatakan dukungannya pada solusi dua-negara, yang mana AS membayangkan Israel akan hidup dengan aman di samping negara Palestina.

Di Ramallah, Tepi Barat, Jumat, Mitchell mengatakan AS ingin prakarsa perdamaian Arab akan menjadi bagian dari upaya untuk mencapai solusi dua-negara tersebut. Prakarsa itu selain menawarkan hubungan normal dengan Israel, juga minta tiga hal sebagai pertukarannya, yakni penarikan penuh dari tanah yang Israel rebut dalam perang Timur Tengah 1967 (Tepi Barat termasuk Jerusalem Timur, Dataran Tinggi Golan Suriah dan Jalur Gaza), pembentukan negara Palestina dan “solusi yang adil” bagi pengungsi Palestina.

Pendahulu Netanyahu, Ehud Olmert, mengatakan ia melihat hal-hal positif dalam prakarsa perdamaian Arab itu. Namun Israel menentang kembalinya pengungsi Palestina ke rumah mereka, yang telah jadi negara Yahudi, dan ingin mempertahankan blok-blok permukiman besar Yahudi di Tepi Barat.

Read the rest of this entry

US Envoy Mitchell in Saudi to Meet King

Standard

RIYADH, April 20, 2009 – US special envoy George Mitchell flew in to Saudi Arabia on Sunday to discuss Middle East peace efforts with King Abdullah, US officials said.

Mitchell was scheduled to meet Abdullah, Foreign Minister Prince Saud al-Faisal and possibly other top officials, a US embassy spokesman said.

He arrived in Riyadh after stops in Israel, the Palestinian territories and Egypt, where he emphasized US support for a two-state solution to the decades-old Israeli-Palestinian conflict.

Riyadh has also strongly advocated a two-state solution with its 2002 Arab peace initiative, which offers Israel blanket Arab recognition in exchange for creating a Palestinian state based on an Israeli pullout from occupied land.

Prince Faisal and other senior Saudi diplomats have called on Washington to pressure Israel into negotiations for a final peace deal.

Spearheading US President Barack Obama’s efforts to revive peace talks, Mitchell said in Cairo on Saturday that Washington would exert “great energy” in pursuit of a two-state settlement.

“It has been the policy of the United States for many years that the solution to the Israeli-Palestinian conflict lies in a two-state solution,” he told reporters after meeting Egyptian President Hosni Mubarak.

Earlier in the week, Mitchell met Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu and Palestinian president Mahmud Abbas. But his message was met with scepticism by some in Netanyahu’s hawkish cabinet.

“In the present circumstances, one has to work not for two states for two people, but for two economies for two people,” Israeli Interior Minister Eli Yishai said on Thursday.

Read the rest of this entry

Saudi Arabia Looks into Minimum Age for Marriage-Paper

Standard

Riyadh, April 20 – Saudi Arabia is looking into introducing a minimum age for marriage, a justice ministry official was quoted as saying on Sunday, after a court upheld the marriage of an 8-year-old girl to a man 50 years her senior.

Al-Madina newspaper quoted Mohamed al-Babtain, the director of marriage officials at the justice ministry, as saying the ministry had started “looking into the legal age of marriage”.

He did not elaborate.

Saudi Arabia has no legal age limit for marriage.

Justice ministry officials were not available for comment.

The newspaper also quoted prominent cleric Sheikh Mohsen al-Obaikan as saying that girls below the age of 18 should not be allowed to marry.

“Some parents marry off their daughters for personal or material interest or for various allurements with total disregard for the girl’s interest,” Obaikan said.

Obaikan called for a ban on “marrying off little girls below the age of 18 to avoid these blights”, the newspaper added.

A court in the town of Unaiza upheld for the second time last week the marriage of the girl to a man who is about 50 years her senior, on condition he does not have sex with her until she reaches puberty.

Obaikan, also an adviser to King Abdullah, is the most senior cleric so far to have spoken out against the marriage of underage girls since the court’s ruling which has drawn international criticism and embarrassed Saudi authorities.

The Saudi judiciary system is made up of clerics for whom Islam’s early teachings are the main jurisprudential references.

Saudi Arabia is a patriarchal society that applies an austere form of Sunni Islam which bans unrelated men and women from mixing and gives fathers the right to wed their sons and daughters to whoever they deem fit.

Many Saudi clerics, including the kingdom’s chief cleric Grand Mufti Sheikh Abdul-Aziz Al al-Sheikh, endorse the practice.

Read the rest of this entry