Turki, Armenia Sepakati “Peta Jalan” Pemulihan Hubungan

Standard

Ankara, 22/4 – Turki dan Armenia, tetangga tanpa hubungan diplomatik yang menemui masalah, telah menyepakati “peta jalan” untuk menormalkan hubungan dalam pembicaraan rekonsiliasi terus-menerus, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan, Rabu.

Pengumuman itu disampaikan sesaat menjelang 24 April, hari masyarakat Armenia mengenang pembunuhan massal atas keluarga mereka oleh Usmaniyah (Kerajaan Turki Ottoman).

Pembicaraan itu, yang ditengahi oleh Swiss dan diadakan jauh dari pandangan publik, telah menghasilkan “kemajuan konkrit dan saling pengertian”, kata pernyataan tersebut.

“Kedua negara telah sepakat mengenai kerangka kerja menyeluruh bagi normalisasi hubungan bilateral dengan cara yang akan memuaskan kedua belah pihak. Satu peta jalan telah ditentukan dalam konteks ini,” katanya.

Kemajuan yang dicapai sejauh ini “memberikan perspektif positif pada proses terus-menerus itu”, penyataan tersebut menambahkan, tanpa merinci mengenai detil perjanjian itu.

Pembicaraan yang jarang terjadi antara kedua tetanggga itu, yang hubungan mereka telah diganggu oleh sejarah berdarah, mendapat tenaga ketika Presiden Turki Abdullah Gul melakukan kunjungan ke Yerevan untuk menyaksikan pertandingan sepak bola. Itu adalah kunjungan pertama oleh seorang pemimpin Turki.

Satu masalah besar dalam agenda pembicaraan tanpa henti itu adalah perselisihan sengit mengenai apakah pembunuhan massal orang Armenia oleh Bani Usman pada Perang Dunia I adalah suatu pemusnahan secara teratur suatu bangsa alias genosida.

Turki telah menolak untuk membina hubungan diplomatik dengan Armenia karena kampanye internasional oleh Yerevan untuk membuat pembunuhan tersebut diakui sebagai genosida.

Armenia mengatakan sebanyak 1,5 juta anggota keluarga mereka “telah dibunuh secara sistimatik” antara 1915 dan 1917 oleh Kekaisaran Ottoman, pendahulu Turki, yang telah berantakan.

Turki menolak mentah-mentah label genosida itu dan mengatakan antara 300.000 dan 500.000 orang Armenia dan sedikitnya sebanyak itu orang Turki tewas dalam perselisihan sipil ketika orang-orang Armenia mengangkat senjata di Anatolia timur dan berpihak kepada tentara Rusia –yang menyerbu.

Pada 1993, Turki menutup perbatasannya denga Armenia dalam unjuk solidaritas dengan sekutu dekatnya Azerbaijan dalam konflik Nagorno Karabakh, yang menimbulkan pukulan ekonomi besar pada negara Kaukasia miskin itu.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengesampingkan perjanjian dengan Armenia kecuali Yerevan menyelesaikan konfliknya dengan Azerbaijan mengenai Nagorno Karabakh.

Pernyataannya itu dikeluarkan sebagai jawaban kepada Presiden Armenia Serzh Sarkisian, yang menyampaikan harapannya perbatasan dengan Turki itu akan dibuka kembali sebelum Oktober.

Dalam kunjungan ke Ankara pada 6 April lalu, Presiden AS Barack Obama mendukung pembicaraan antara Turki dan Armenia serta mengatakan pembicaraan itu “dapat membuahkan hasil yang sangat cepat”.

Obama, yang khawatir sekutu NATO-nya Turki marah, mengisyaratkan bahwa Washington tidak akan campur tangan dalam perselisihan mengenai sebutan genosida, meskipun ia telah berjanji pada pendukung Armenia-Amerikanya dalam kampanye pemilihannya untuk mengakui pembunuhan itu sebagai genosida.

Banyak negara telah mendukung cap genosida itu, sehingga melibatkan diri mereka dalam perselisihan yang acap kali terjadi dengan Turki.

Dalam insiden terakhir, Ankara mengatakan, Rabu, negara itu telah menarik duta besarnya untuk Kanada setelah Ottawa menegaskan kembali sikapnya bahwa orang-orang Armenia itu korban genosida pada masa Kekaisaran Ottoman.

“Sebuah negara ratusan kilometer jauhnya akan melakukan apa, mengancam untuk merusak proses pembicaraan yang telah kami lancarkan dengan Armenia,” kata seorang pejabat Turki tanpa menyebut nama.

Ankara berpendapat bahwa negara ketiga hanya akan mengganggu upaya rekonsiliasi, dengan berpihak dalam sengketa genosida itu.

(sumber ANTARA/AFP)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s