Daily Archives: April 29, 2009

Ahmadinejad: Dunia Baru Akan Dibangun Melalui Kerjasama Kolektif

Standard

Teheran, 29/4 – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Selasa, mengatakan pembangunan dunia baru memerlukan kerja sama kolektif semua orang di seluruh dunia.

Presiden Ahmadinejad mengeluarkan pernyataan tersebut dalam satu pertemuan dengan Perdana Menteri St. Vincent dan Grenadine Ralph E. Gonsalves di Teheran.

“Kita menyaksikan jenis dunia baru dan di dalamnya semua orang menikmati pembangunan, kesejahteraan serta hak yang sama,” kata presiden Iran itu.

Menurut Biro Penerangan kantor presiden, selam pertemuan tersebut, Presiden Ahmadinejad mengatakan dunia saat ini penuh diskriminasi, dusta, tekanan, konflik dan kemiskinan.

Wajib bagi semua orang di seluruh dunia untuk bekerja sama dalam membangun dunia baru yang independen, bersaudara, damai dan aman, katanya.

Orang-orang tertentu telah memecah-belah dunia guna mengenyam keuntungan lebih banyak dibandingkan dengan orang lain, katanya.

Ia menambahkan era pencarian hak dan insentif lebih banyak di PBB serta Dewan Keamanan (DK) PBB sudah selesai karena tidak adil bahwa satu kelompok mnioritas menguasai dunia dan mayoritas sisanya menderita akibat kemiskinan dan keuslitan.

Ketika merujuk kepada hubungan persahabatan saat ini antara Iran dan St. Vincent dan Grenadine, ia mengatakan kedua pihak mesti bekerja sama guna meraih pembangunan yang lebih besar dan membina hubungan mereka di tingkat internasional.

Republik Islam Iran siap membantu membina dan mengembangkan hubungan bilateral semacam itu, katanya.

Perdana Menteri St. Vincent dan Grenadine, yang sedang berkunjung itu, memberi penjelasan kepada Presiden Ahmadinejad mengenai perkembangan paling akhir di negerinya, wilayah serta dunia dan menggambarkan hasil perundingannya dengan para pejabat Iran sebagai positif.

Mengingat posisi strategis dan geo-politik yang luar biasa di Iran di tingkat regional dan dunia, ia menyerukan konsolidasi lebih lanjut mengenai hubungan dan hubungan antara kedua negara guna memenuhi kepentingan kedua pihak.

Read the rest of this entry

Ahamdinejad: New World to be Built Through Collective Collaboration

Standard

Tehran, April 29 – President Mahmoud Ahmadinejad said on Tuesday that building of a new world requires collective collaboration of all people round the globe.

President Ahmadinejad made the remark in a meeting with the Prime Minister of St. Vincent and the Grenadines Ralph E. Gonsalves in Tehran.

“We seek a new type of world in which all enjoy equal rights, welfare and development,” said the Iranian president.

According to the Information Bureau of the presidential office, during the meeting, President Ahmadinejad said the contemporary world is full of discrimination, lies, pressure, conflicts and poverty.

It is incumbent upon all people across the world to collaborate in building a new world based on independence, brotherhood, peace and security, he said.

certain indisviduals have divided the world in order to reap the benefits more than others, he said, adding that the era of seeking more incentives and rights at the United Nations and the United Nations Security Council (UNSC) is over because it is not fair that a small minority governs the world and the remaining majority suffers from poverty and hardship.

Referring to the current friendly ties between Iran and St. Vincent and the Grenadines, he said the two sides should cooperate to attain more development and bolster their ties at international level.

The Islamic Republic of Iran is ready to help bolster and develop such bilateral ties, he said.

The visiting premier of St. Vincent and the Grenadines, for his part, briefed President Ahmadinejad on the latest developments in his country, region as well as the globe and described the outcome of his negotiations with Iranian officials as positive.

Given Iran’s excellent geo-political and strategic position in the region and the world, he called for further consolidation of ties and relations between the two countries to meet the two sides’ interests.

Read the rest of this entry

Masyarakat Irak Rayakan HUT Saddam dengan Puisi dan Bunga

Standard

Awja, Irak, 29/4 – Puluhan warga Arab Sunni menandai hari ulang tahun mantan presiden Irak Saddam Hussein yang telah dieksekusi, Selasa, dengan pembacaan puisi dan ayat-ayat dari kitab suci al Qur’an di kota asalnya Awja.

Anak-anak sekolah termasuk di antara sekelompok orang dari kota Awja di Irak tengah, dekat kubukuat Sunni Tikrit, yang berkumpul untuk menandai hari kelahiran mantan diktator sekuler yang digulingan itu. Ia tahun ini seharusnya berusia 72 tahun.

Saddam, yang memerintah Irak dari 1979 hingga rezimnya dijatuhkan dalam agresi pimpinan-AS 2003, digantung pada Desember 2006 karena kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Kami tidak akan melupakan Saddam Hussein, bahwa kami hidup di bawah perlindungannya selama beberapa dasawarsa,” kata Um Mohammad, seorang ibu berusia 40 tahun, yang tiga anaknya mengikuti di belakangnya.

“Kami akan membesarkan anak-anak kami dengan cintanya dan mengunjungi makamnya pada segala kesempatan,” katanya. “Ulang tahun almarhum presiden indah bagi hati kami dan akan selalu demikian.”

Lahir di temat yang ketika itu hanya sebuah desa pondok jelek pada 28 April 1937, Saddam telah mengatasi akar perjuangan kerasnya untuk muncul ke kantor tertinggi di Irak dan membangun sejumlah istana presiden yang mewah di sekeliling negeri.

Ia ditangkap oleh tentara AS pada Desember 2003, delapan bulan setelah jatuhnya Baghdad, dalam sebuah lubang di sebuah pertanian dekat Tikrit dan dipenjarakan dalam sebuah penjara yang dijalankan-AS di bandara di ibukota yang digunakan untuk menamainya setelahnya (Bandara Internasional Baghdad).

Pengadilan Tinggi Irak menjatukkan hukuman mati pada Saddam karena pembunuhan 148 warga Syiah Dujai menyusul upaya pembunuhan yang gagal terhadap presiden tersebut ketika itu di kota di utara Baghdad yang sebagian besar penduduknya Syiah.

Pagar keamanan yang kuat dibangun terburu-baru di sekeliling Awja ketika para peserta memenuhi makam tempat Saddam dikuburkan.

Anak-anak remaja perempuan berpakaian biru menempatkan bunga di atas makamnya yang ditempatkan di sebuah ruang besar dengan marmar warna krim, gorden putih dan foto seukuran tembok dari pemimpin yang jatuh itu.

Um Ziad telah melakukan perjalanan dari Baghdad untuk menyampaikan penghormatan dengan beberapa anggota keluarga perempuan lainnya. “Kami tidak akan melupakan ulang tahun kelahiran Saddam dan kami akan datang setiap tahun untuk membaca Qur’an dan menempatkan bunga di sini,” ia mengatakan.

Myasar Ahmed, 11, dari sebuah sekolah dasar di Tikrit, dengan bangga mengerek bendera Irak saat para siswa lainnya khidmat berkumpul di sekitarnya. “Saya datang untuk mengunjungi Baba (ayah) Saddam,” katanya.

Pada masa pemerintahannya, 28 April adalah perayaan ulang tahun yang disponsori-pemerintah di sekeliling Irak, yang berpusat di Tikrit dan ditandai dengan nyanyian, tarian dan pembacaan puisi.

Read the rest of this entry

Tiga Orang Lagi Meninggal Akibat Flu Babi di Mexico City

Standard

Mexico City, 29/4 – Tiga orang lagi meninggal dalam 24 jam terakhir akibat flu babi, kata beberapa pejabat Mexico City dalam suatu taklimat pada Selasa, dan menambahkan pemerintah lokal telah memerintahkan penutupan beberapa tempat umum lagi.

Jumlah seluruh korban jiwa di kota tersebut yang diduga berkaitan dengan flu babi kini jadi 25 orang , sementara 89 orang dirawat di rumah sakit karena menderita gejala flu babi, kata pemimpin Departemen Kesehatan di kota itu Armando Ahued Ortega .

Armando Ortega mengatakan 31 orang telah dirawat di rumah sakit pada Senin, sementara 14 telah diperkenankan pulang dari rumah sakit.

“Jika mengikuti jalur ini, kita akan dapat menghentikan penularan baru dan mengurangi korban jiwa serta menyelamatkan orang yang telah terinfeksi virus baru ini,” kata Walikota Mexico City Ebrard Casaubon pada taklimat yang sama.

Ebrad Casaubon mengatakan di Mexico City kini terdapat 320 orang yang diduga telah terinfeksi flu babi, turun dari 326 orang pada Senin dan 351 pada Ahad. Lima orang meninggal Ahad, sementara pada Senin, tiga orang meninggal.

Kota tersebut telah membagikan masker muka di angkutan umum, menutup taman umum dan pusat hiburan, serta mendesak masyarakat dengan gejala flu itu –peningkatan tajam temperatur tubuh, sakit kepala, nyeri otot dan gangguan pernafasan– agar pergi ke pusat medis terdekat sesegera mungkin.

Kebanyakan mereka yang meninggal baru menjalani pengobatan saat penyakit tersebut telah bersemayam.

“Obat yang tersedia buat merawat pasien sangat efektif selama 72 jam pertama infeksi,” kata walikota tersebut, yang menambahkan bahwa kebijakan kota dan kerja sama warga pada masa lalu mampu mengawasi penularan yang lebih luas.

Pusat medis kota menyediakan perawatan dan saran kepada lebih dari 12.000 orang yang menyatakan gejala flu pada Senin, sekitar separuh dari mereka memiliki beberapa gejala tapi kebanyakan tak terinfeksi flu babi.

Kota itu telah memerintahkan semua restoran, bar, tempat hiburan, ruang dansa, gedung olah raga, bioskop, tempat pertunjukan, gimnasium dan kolam renang ditutup.

Walikota tersebut juga mengumumkan dana sebesar 150 juta peso yang akan digunakan membantu keluarga, pekerja dan pengusaha yang telah menderita akibat wabah itu.

Di negara itu secara keseluruhan, flub babi diduga telah menewaskan 149 orang dan membuat 776 orang lagi dirawat di rumah sakit, demikian data pemerintah pusat. Sebanyak, 1.070 orang dirawat akibat flu tersebut, tapi cukup sehat untuk pulang.

Jumlah penularan flu babi di Amerika Serikat naik jadi 65, Kanada 13, dan kasus baru juga dikonfirmasi di Israel serta Selandia Baru.

Amerika Serikat, Kanada dan Uni Eropa memberi tahu orang agar menghindari perjalanan tak penting ke Mexico, sementara Kuba membatalkan semua penerbangan ke dan dari Mexico selama 48 jam.

Sementara itu Duta Besar Mexico untuk China Jorge Guajardo pada Senin mengatakan virus mematikan flu babi A/H1N1 bukan berasal dari Mexico tapi Eurasia.

Dengan mengutip hasil kajian di negerinya, ia berkata, “Seseorang dari Eruasia pertama kali terinfeksi dan membawanya ke Mexico, sehingga mengakibatkan wabah”.

“Berbagai laboratorium di Mexico akan berusaha sebaik mungkin mengidentifikasi sumber virus tersebut (dalam waktu 72 jam) guna menemukan pengobatan yang layak,” kata Guajardo pada suatu taklimat.

Meskipun bingung dengan wabah flu babi itu, pemerintah Mexico “sepenuhnya yakin” akan mampu mengendalikan penyakit tersebut karena obat anti-virus Tamifulu telah terbukti efektif.

Read the rest of this entry

Three More Die of Swine Flu in Mexico City, Authorities Say Measures Working

Standard

Mexico City, April 29 – Three more people died in the last 24 hours of swine flu, Mexico City officials told a Tuesday press conference, adding that local authorities had ordered the closure of more public places.

The total number of deaths in the city believed to be related to swine flu is now 25, while 89 people are in hospital with swine-flu symptoms, said Armando Ahued Ortega, head of the city’s health department. He said that 31 people had been hospitalized on Monday while 14 had been discharged from hospital.

“If we follow this path, we will be able to halt new infections and reduce deaths and save those who have been infected with this new virus,” said Mexico City Mayor Marcelo Ebrard Casaubon at the same press conference.

He said that Mexico City now has 320 people believed to have been infected with swine flu, down from 326 on Monday and 351 on Sunday. Five people died on Sunday, compared with three on Monday.

The city has been giving out face masks on public transport, closing public parks and entertainment centers, and urging citizens with symptoms of the flu — a sharp increase in body temperature, headaches, muscular pains and breathing problems — to visit their nearest medical center as soon as possible. Those who died had mostly sought medical help only when the disease was well entrenched.

“The medicine available for treating patients is highly effective during the first 72 hours of infection,” said the mayor, adding that city policies and the collaboration of residents had checked wider contagion.

City medical centers provided care and advice to more than 12,000 people who claimed to have flu symptoms on Monday, around half of whom had some symptoms but the vast majority did not have swine flu.

The city has ordered all restaurants, bars, cabarets, dance halls, pool halls, cinemas, theaters, gymnasiums and swimming pools be closed. The mayor also announced a 150-million-peso fund which will be used to help families, workers and businesses that have suffered in the outbreak.

In the nation as a whole, swine flu was believed to have killed 149 people and hospitalized 776 others, according to central government statistics. Another 1,070 people were treated for the flu, but were well enough to go home.

The number of infections in the United States rose to 65, Canada has 13, and new cases were also confirmed in Israel and New Zealand.

The United States, Canada and the European Union are telling people to avoid non-essential travel to Mexico, and Cuba suspended all flights to and from Mexico for 48 hours.

The deadly A/H1N1 swine flu virus, however, did not originate in Mexico but in Eurasia, Mexico’s ambassador to China Jorge Guajardo said on Monday.

Citing the results of a study in his country, he said, “Somebody from Eurasia first got infected and took it to Mexico,” causing the outbreak.

“Mexican laboratories will try their best to identify the source of the virus (within 72 hours) to find a proper treatment”, he told a press conference.

Though puzzled by the swine flu outbreak, the Mexican government is “fully confident” of bringing the disease under control because the antiviral drug, Tamiflu, has proved quite effective.

Read the rest of this entry