Masyarakat Irak Rayakan HUT Saddam dengan Puisi dan Bunga

Standard

Awja, Irak, 29/4 – Puluhan warga Arab Sunni menandai hari ulang tahun mantan presiden Irak Saddam Hussein yang telah dieksekusi, Selasa, dengan pembacaan puisi dan ayat-ayat dari kitab suci al Qur’an di kota asalnya Awja.

Anak-anak sekolah termasuk di antara sekelompok orang dari kota Awja di Irak tengah, dekat kubukuat Sunni Tikrit, yang berkumpul untuk menandai hari kelahiran mantan diktator sekuler yang digulingan itu. Ia tahun ini seharusnya berusia 72 tahun.

Saddam, yang memerintah Irak dari 1979 hingga rezimnya dijatuhkan dalam agresi pimpinan-AS 2003, digantung pada Desember 2006 karena kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Kami tidak akan melupakan Saddam Hussein, bahwa kami hidup di bawah perlindungannya selama beberapa dasawarsa,” kata Um Mohammad, seorang ibu berusia 40 tahun, yang tiga anaknya mengikuti di belakangnya.

“Kami akan membesarkan anak-anak kami dengan cintanya dan mengunjungi makamnya pada segala kesempatan,” katanya. “Ulang tahun almarhum presiden indah bagi hati kami dan akan selalu demikian.”

Lahir di temat yang ketika itu hanya sebuah desa pondok jelek pada 28 April 1937, Saddam telah mengatasi akar perjuangan kerasnya untuk muncul ke kantor tertinggi di Irak dan membangun sejumlah istana presiden yang mewah di sekeliling negeri.

Ia ditangkap oleh tentara AS pada Desember 2003, delapan bulan setelah jatuhnya Baghdad, dalam sebuah lubang di sebuah pertanian dekat Tikrit dan dipenjarakan dalam sebuah penjara yang dijalankan-AS di bandara di ibukota yang digunakan untuk menamainya setelahnya (Bandara Internasional Baghdad).

Pengadilan Tinggi Irak menjatukkan hukuman mati pada Saddam karena pembunuhan 148 warga Syiah Dujai menyusul upaya pembunuhan yang gagal terhadap presiden tersebut ketika itu di kota di utara Baghdad yang sebagian besar penduduknya Syiah.

Pagar keamanan yang kuat dibangun terburu-baru di sekeliling Awja ketika para peserta memenuhi makam tempat Saddam dikuburkan.

Anak-anak remaja perempuan berpakaian biru menempatkan bunga di atas makamnya yang ditempatkan di sebuah ruang besar dengan marmar warna krim, gorden putih dan foto seukuran tembok dari pemimpin yang jatuh itu.

Um Ziad telah melakukan perjalanan dari Baghdad untuk menyampaikan penghormatan dengan beberapa anggota keluarga perempuan lainnya. “Kami tidak akan melupakan ulang tahun kelahiran Saddam dan kami akan datang setiap tahun untuk membaca Qur’an dan menempatkan bunga di sini,” ia mengatakan.

Myasar Ahmed, 11, dari sebuah sekolah dasar di Tikrit, dengan bangga mengerek bendera Irak saat para siswa lainnya khidmat berkumpul di sekitarnya. “Saya datang untuk mengunjungi Baba (ayah) Saddam,” katanya.

Pada masa pemerintahannya, 28 April adalah perayaan ulang tahun yang disponsori-pemerintah di sekeliling Irak, yang berpusat di Tikrit dan ditandai dengan nyanyian, tarian dan pembacaan puisi.

(sumber ANTARA/AFP)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s