Monthly Archives: April 2009

Swiss Cela Reaksi Berlebihan Israel Terhadap Pembicaraan dengan Iran

Standard

Jenewa, 22/4 – Departemen Luar Negeri Swiss telah memanggil utusan Israel di Bern sebagai reaksi atas kecaman yang berlebihan para pejabat Israel terhadap pertemuan presiden Swiss-Iran, demikian laporan jaringan berita resmi Swissinfo Selasa.

Tindakan tersebut dilakukan menyusul keputusan Israel pada Senin guna memanggil duta besarnya di Bern untuk “berkonsultasi” menyusul pertemuan kepala negara Swiss dan Iran sebelum konferensi anti-rasisme PBB di Jenewa.

Departemen Luar Negeri Swiss mengatakan dalam satu pernyataan bahwa kementerian itu “mencela bahasa yang berlebihan yang digunakan dalam konteks ini oleh wakil Israel”.

Departemen tersebut menyatakan pemerintah Israel telah diberi tahu sebelumnya mengenai pertemuan antara Presiden Swiss Hans-Rudolf Merz dan timpalannya dari Iran Mahmoud Ahmadinejad. Oleh karena itu, kementerian tersebut terkejut dengan reaksi “dahsyat” dari para pejabat Israel.

Kedua kepala negara itu bertemu Ahad malam guna membahas hubungan bilateral, sebelum pembukaan UN Durban Review Conference di kota di Swiss barat, tempat Ahmadinejad berpidato pada Senin.

Sementara itu di ibukota Iran, Teheran, seorang anggota Majlis Iran, Selasa, memuji pidato Ahmadinejad di konferensi anti-rasisme yang ditaja PBB di Jenewa.

“Liputan langsung pidato Ahmadinejad dalam konferensi Durban II oleh media dunia Senin termasuk prestasi sangat besar Republik Islam Iran dalam memperlihatkan sikap anti-rasisme,” kata Wakil II Ketua Majlis Mohammad Reza Bahonar.

Ia menambahkan, “Reaksi marah rezim Zionis terhadap pernyataan Ahmadinejad adalah bukti nyata mengenai fakta ini”.

Bahonar menilai sebagai “tak diplomatis” tindakan oleh duta besar negara Eropa yang meninggalkan ruang konferensi.

Ia mengatakan, “Tindakan ini tidak penting. Malah, yang penting ialah ratusan pejabat tetap berada di ruang konferensi dan mendengarkan pidato Presiden(Iran Ahmadinejad, red) .”

Read the rest of this entry

Top Israeli Negotiator for Captured Soldier Resigns

Standard

JERUSALEM, April 22 – Israel’s senior negotiator in Egyptian-mediated talks with the Islamist group Hamas over the release of a captured Israeli soldier resigned on Tuesday, Prime Minister Benjamin Netanyahu’s office said.

Negotiator Ofer Dekel has been the point man in Israel’s efforts to free soldier Gilad Shalit, who was captured by Palestinian militants who tunnelled into Israel from the Gaza Strip in 2006.

Hamas has demanded the release of hundreds of Palestinian prisoners in exchange for Shalit.

“A short while ago, Prime Minister Benjamin Netanyahu met with special envoy Ofer Dekel. Dekel asked the prime minister to release him from the position,” the prime minister’s office said in a statement.

Dekel had asked to step down earlier, but was told by then-Prime Minister Ehud Olmert to stay on until after Netanyahu’s government was sworn in late last month, the statement said.

Netanyahu’s office did not say who would replace Dekel.

Dekel also spearheaded a prisoner swap last year with Lebanese Hezbollah guerrillas to recover the bodies of two Israeli soldiers.

Read the rest of this entry

Switzerland Deplores Israel’s Excessive Reaction to Iran Talks

Standard

Geneva, April 22 – The Swiss foreign ministry has summoned the Israeli representative to Bern in response to “excessive” criticism by Israeli officials of a Swiss-Iranian presidential meeting, the official Swissinfo news website reported Tuesday.

The move follows Israel’s decision on Monday to recall its ambassador to Bern for “consultations” following a meeting of the Swiss and Iranian heads of state ahead of the United Nations anti-racism conference in Geneva.

The Swiss foreign ministry said in a statement that it “deplores the excessive language used in this context by different Israeli representatives.”

The ministry said Israeli authorities had been informed in advance of the meeting between Swiss President Hans-Rudolf Merz and his Iranian counterpart Mahmoud Ahmadinejad. It was therefore surprised at the “virulent” reaction from Israeli officials.

The two heads of state met Sunday night to discuss bilateral ties, ahead of the opening of the UN Durban Review Conference in the western Swiss city where Ahmadinejad gave a speech on Monday. Enditem Meanwhile, an Iranian Majlis deputy here Tuesday hailed President Mahmoud Ahmadinejad’s speech at the UN-sponsored anti-racism conference in Geneva.

“The live coverage of Ahmadinejad’s speech at the Durban II conference by world media on Monday was among great achievements of the Islamic Republic of Iran in demonstrating anti-racism stance,” Second Vice-Speaker of Majlis Mohammad-Reza Bahonar said on Tuesday.

He added, “Angry reaction of the Zionist regime to Ahmadinejad’s remarks was a clear proof of this fact.”

Bahonar assessed as “undiplomatic” the move by ambassadors of European countries in walking out of the conference hall, saying, “This move was not important. Rather, it was important that hundreds of officials remained in the conference hall and heard the president’s speech.”

Read the rest of this entry

Filosofi dan Hikmah Wakaf

Standard

Syari’at Islam secara garis besar meliputi dua aspek, yakni (1) ajaran yang murni merupakan hubungan antara manusia dengan Allah, yang disebut ibadah, seperti shalat dan puasa, (2) ajaran yang murni merupakan hubungan antarmanusia (hubungan sosial), yang disebut mu’amalah (dalam arti luas), seperti hukum tentang perdagangan, keuangan, perbuatan kriminal dan sebagainya.

Di samping itu, terdapat juga ajaran yang merupakan ibadah berdimensi sosial, yakni zakat dan wakaf.

Dalam fiqh klasik pembagian ini terdiri atas: `ibadat, munakahat, mu’amalat, dan jinayat. Namun pada masa kini, istilah munakahat sering disebut sebagai al-ahwal al-syakhshiyyah (hukum perorangan), yang meliputi perkawinan, kewarisan, dan zakat-wakaf.

Ajaran-ajaran atau hukum-hukum tersebut pada umumnya mengandung filosofi atau hikmah yang rasional (ma’qul al-ma’na atau ta’aqquli). Hanya sedikit sekali ajaran yang bersifat suprarasional (ghair ma’qul al-ma?na), hanya semata-mata sebagai penghambaan manusia kepada Allah (ta’anbudi), yakni hanya ajaran yang merupakan ibadah mahdhah (murni).

Sebagai ibadah yang berdimensi sosial, maka wakaf mempunyai filosofi dan hikmah yang sangat rasional bermanfaat bagi kehidupan umat. Manfaat ini sudah terbukti dalam sejarah umat Islam, sejak awal sampai kini.

Hal tersebut memang sangat tergantung kepada kemampuan umat sendiri untuk mengaktualisasikan filosofi dan hikmah wakaf dalam kehidupan umat.

Kini manfaat atau hikmah ini belum diwujudkan secara optimal, yang disebabkan beberapa faktor, baik bersifat internal maupun eksternal.

Akan tetapi faktor internallah yang lebih menentukan potensi wakaf itu belum aktualisasikan sepenuhnya dalam kehidupan umat, misalnya kurangnya perhatian terhadap potensi wakaf, dan terbatasnya kemampuan para pengelola (nazhir) wakaf untuk mendayagunakan secara efektif dan produktif.

Jika ditelisik, wakaf (endowment) secara umum sebenarnya sudah ada sebelum masa Nabi Muhammad SAW. Pada masa Fir’aun di Mesir, misalnya, masyarakat telah mengenal praktik wakaf dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuknya berupa tanah pertanian, yang diwakafkan oleh penguasa atau orang-orang kaya dan dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Lalu hasilnya digunakan untuk berbagai kepentingan umum.

Ensiklopedia Grolyier International menyebutkan, praktik wakaf seperti itu juga telah dikenal oleh masyarakat Yunani dan Romawi.

Kedua negara tersebut juga telah mempraktikkan jenis filantropi ini untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dan perpustakaan yang dapat diakses oleh masyarakat umum.

Kini beberapa universitas besar di negera-negara Barat, terutama Amerika Serikat, juga menjadikan wakaf (endowment) untuk pembiayaan pendidikan, riset (penelitian), sarana dan prasarana pendidikan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena besarnya manfaat wakaf ini, maka wakaf tidak cukup hanya dipahami sebatas aturan atau hukumnya saja, tetapi juga filosofi dan hikmahnya, sehingga pengumpulan harta wakaf dan pendayagunaannya bisa dilakukan seoptimal mungkin.

Wakaf sebagai ibadah sosial
Ibadah sosial adalah jenis ibadah yang lebih berorientasi pada habl min al-nas, hubungan manusia dengan lingkungannya, atau biasa juga disebut kesalehan sosial. Ini adalah satu paket dalam kesempurnaan ibadah seorang hamba di samping kesalehan dalam ibadah vertikal, habl min Allah. Keduanya ibarat dua keping mata uang yang tak terpisahkan.

Wakaf, dalam konteks ini, masuk dalam kategori ibadah sosial. Dalam pandangan agama, wakaf adalah bentuk amal jariah yang pahala akan terus mengalir hingga hari akhir, meski orangnya telah tutup usia.

Rasulallah SAW bersabda, “Apabila anak Adam meninggal maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakannya” (HR. Muslim).

Imam Nawawi dalam kitabnya, Syarh Shahih Muslim menjelaskan, yang dimaksud dengan shadaqah jariyah adalah wakaf. Sedangkan yang dimaksud wakaf adalah menahan harta dan membagikan (memanfaatkan) hasilnya.

Wakaf mempunyai derajat khusus, karena ia mempunyai manfaat yang besar bagi kemajuan umat. Maka suatu hal wajar apabila wakaf disamakan statusnya dengan ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakan orang tuanya. Itulah keistimewaan wakaf, yang tidak dimiliki amal ibadah lain.

Wakaf disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriyah. Para `ulama berpendapat bahwa pelaksanaan wakaf pertama dilakukan oleh Umar ibn Khaththab terhadap tanahnya yang terletak di Khaibar (Tafsir Ibnu Katsir Juz I 381; Fiqh al-Sunnah, jilid III: 381; Subul al-salam: 87).

Menurut keterangan Ibnu Umar, shahabat Umar ibn Khaththab menyedekahkan hasil wakafnya itu kepada fakir miskin, shahabat, hamba sahaya, sabilillah, ibnu sabil, dan kepada para tamu.

Pendapat lain mengatakan, wakaf pertama kali dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap tanahnya yang digunakan untuk masjid Quba di Madinah, sebagaimana riwayat yang disebutkan oleh Umar ibn Sya’bah dari Amr ibn Sa’ad ibn Muadz, berkata: “Kami bertanya tentang mula-mula wakaf dalam Islam, orang Muhajirin mengatakan adalah wakaf Umar, sedang orang-orang Anshor mengatakan wakaf Rasulullah SAW .” (Asy-Syaukani 1374 H: 129)

Dalam sejarah peradaban Islam, wakaf banyak digunakan untuk amal sosial atau kepentingan umum, sebagaimana dilakukan oleh sahabat `Umar ibn Khaththab. Beliau memberikan hasil kebunnya kepada fakir miskin, ibnu sabil, sabilillah, para tamu, dan hamba sahaya (budak) yang sedang berusaha menebus dirinya.

Wakaf ini ditujukan kepada umum, dengan tidak membatasi penggunaannya, yang mencakup semua aspek untuk kepentingan dan kesejahteraan umat manusia pada umumnya.

Kepentingan umum itu kini bisa berupa jaminan sosial, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Hal tersebut merupakan salah satu segi dari bentuk-bentuk penggunaan wakaf membelanjakan atau memanfaatkan harta di jalan Allah SWT melalui pintu wakaf.

Dengan demikian, dilihat dari segi manfaat pengelolaannya, maka wakaf sangat berjasa besar dalam membangun berbagai sarana untuk kepentingan umum demi kesejahteraan umat.

Wakaf mengalirkan pahala tiada akhir
Dalil yang menjadi dasar keutamaan ibadah wakaf dapat kita lihat dari beberapa ayat Al-Quran dan Hadits. Antara lain, pertama, surat Ali Imran ayat 92.

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahui”.

Kedua, surat al-Baqarah ayat 261. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir tumbuh 100 biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki, Dan Allah Maha Kuasa (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

Ketiga, hadits tentang shadaqah jariyah, sebagaimana telah disinggung di atas. Dari Abu Hurairah r.a., sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila anak Adam meninggal dunia maka putuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya.” Hadits ini dikemukakan dalam bab wakaf, karena shadaqah jariyah oleh para ulama ditafsirkan sebagai wakaf.

Di antara para ulama yang menafsirkan dan mengelompokkan shadaqah jariyah sebagai wakaf adalah Asy-Syaukani, Sayyid Sabiq, Imam Taqiyuddin, dan Abu Bakr.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan, para ulama sepakat bahwa yang dimaksud shadaqah jariyah dalam hadits tersebut adalah wakaf. Itulah antara lain beberapa dalil yang menjadi dasar hukum disyariatkannya wakaf dalam Islam.

Kemudian dari segi keutamaannya, Syaikh Abdullah Ali Bassam berkata, “wakaf adalah sedekah yang paling mulia. Allah SWT menganjurkannya dan menjanjikan pahala yang sangat besar bagi yang berwakaf, karena sedekah berupa wakaf tetap terus mengalirkan kebaikan dan mashlahat”?

Ada pun keutamaan wakaf ini bisa dilihat dari dua sisi yang berbeda. Bagi penerima hasil (mauquf alaih), wakaf akan menebarkan kebaikan kepada pihak yang memperoleh hasil wakaf dan orang yang membutuhkan bantuan, seperti fakir miskin, anak yatim, korban bencana, orang yang tidak punya usaha dan pekerjaan, orang yang berjihad di jalan Allah .

Wakaf juga memberi manfaat besar untuk kemajuan ilmu pengetahuan, seperti bantuan bagi para pengajar dan penuntut ilmu, serta berbagai pelayanan kemaslahatan umat yang lain.

Sementara itu, bagi pewakaf (wakif), wakaf merupakan amal kebaikan yang tak akan ada habisnya bagi orang yang berwakaf. Oleh karena itu , barang yang diwakafkan itu tetap utuh sampai kapan pun. Di samping utuh, barang tersebut juga dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan umum.

Dengan begitu, pahala yang dihasilkan terus mengalir kepada wakif, meskipun ia sudah meninggal dunia. Hal inilah yang membedakan keutamaan wakaf dibanding dengan ibadah lainnya yang sejenis, seperti zakat.

Beberapa penjelasan tersebut menunjukkan, bahwa melaksanakan wakaf bagi seorang muslim merupakan realisasi ibadah kepada Allah melalui harta benda yang dimilikinya, yaitu dengan melepas benda yang dimilikinya (private benefit) untuk kepentingan umum (social benefit).

Jadi, wakaf adalah jenis ibadah yang istimewa dan utama bagi orang yang beriman dan beramal saleh. Hanya dengan memberikan harta untuk wakaf, maka manfaat dan hasilnya dapat terus berlipat tanpa henti.

Jika disederhanakan, filosofi orientasi dan hikmah dalam wakaf itu terdapat tiga poin. Pertama, wakaf untuk sarana prasarana dan aktivitas sosial. Kedua, wakaf untuk peningkatan peradaban umat. Dan ketiga, wakaf untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

Sarana ibadah dan aktivitas sosial
Sebenarnya wakaf sudah dikenal dalam masyarakat Arab kuno di Makkah sebelum kedatangan Muhammad SAW . Di tempat itu, terdapat bangunan ka’bah yang dijadikan sarana peribadatan bagi masyarakat setempat.

Al-Quran menyebutnya sebagai tempat ibadah pertama bagi manusia, yakni Q.S. Ali Imran ayat 96: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia adalah Baitullah (Ka’bah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”.

Oleh karena itu, bisa dikatakan, ka’bah merupakan wakaf pertama yang dikenal manusia dan dimanfaatkan untuk kepentingan agama.

Sementara itu, dalam Islam, tradisi ini dirintis oleh Rasulullah Muhammad SAW yang membangun masjid Quba di awal kedatangannya di Madinah. Peristiwa ini dijadikan sebagai penanda wakaf pertama dalam Islam untuk kepentingan peribadatan dalam agama.

Ini terjadi tak lama setelah Nabi hijrah ke Madinah. Selain itu, Nabi juga membangun Masjid Nabawi yang didirikan di atas tanah anak Yatim dari bani Najjar. Tanah itu telah dibeli Nabi dengan harga 800 dirham. Langkah ini menunjukkan, bahwa Nabi telah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid sebagai sarana peribadatan umat Islam.

Hal tersebut kemudian ditetapkan sebagai ibadah, yang diteladani umat Islam di segala penjuru. Maka tak heran kalau kini banyak ditemukan masjid hasil wakaf. Di antara masjid-masjid masyhur di dunia yang dikelola dengan wakaf, antara lain, Masjid Al-Azhar dan Masjid Al-Husain di Mesir, Masjid Umawi di Suriah , dan Masjid al-Qairawan di Tunis. Masjid-masjid itu tak hanya digunakan sebagai sarana ibadah, tapi juga sebagai tempat dakwah dan pendidikan Islam serta pelayanan umat dalam bidang-bidang lainnya.

Peningkatan peradaban umat
Masjid sebagai harta wakaf di masa awal Islam mempunyai peran yang signifikan. Selain sebagai sarana ibadah, ia juga digunakan untuk pendidikan dan pengajaran, yang biasa disebut dengan halaqah, lingkaran studi. Kegiatan ini tak lain merupakan bagian dari upaya mencerdaskan dan membangun peradaban umat. Di tempat itu, diajarkan cara membaca al-Quran dan menulis. Di samping itu, didirikan pula katatib, sejenis sekolah dasar yang mengajarkan membaca, menulis, bahasa arab, dan ilmu matematika.

Kemudian dari masjid-masjid itu lahirlah beribu-ribu sekolah (madrasah) yang melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar. Itu adalah bagian dari keberhasilan umat Islam dalam mengelola harta hasil berderma. Satu misal, kerajaan Bani Abasiyah mempunyai tiga puluh diwan (kementerian) dalam pemerintahannya. Namun dari 30 diwan itu tidak ada satupun yang mengurus tentang pendidikan, karena pendidikan dikelola dengan baik dan didanai secara cukup oleh wakaf. Bahkan, hal sekecil apapun yang terkait dengan pendidikan juga disediakan, apalagi fasilitas pokok lainnya.

Abdul Qadir Anna?imy (wafat 927 H) menjelaskan dalam kitabnya, Addaaris Fittaarikh Al Madaris, bahwa wakaf pada saat itu banyak yang dikhususkan untuk membeli alat-alat gambar untuk para pelajar dari pemuda-pemuda Makkah dan Madinah. Bahkan Ibnu Ruzaik telah mewakafkan harta untuk menyediakan pulpen, kertas, dan tinta. Harta hasil wakaf umat Islam, kala itu, juga banyak digunakan untuk kegiatan ilmiah. Misalnya, Ibnu Ala Almaary setelah tamat belajar pada sekolah yang didanai wakaf di kota Halab, dia pergi ke Bagdad untuk menambah wawasan dan melakukan penelitian, serta bergabung dalam diskusi-diskusi umum dan filsafat. Walaupun ia mensosialisasikan pemikiran filsafatnya yang di antaranya bertentangan dengan opini keagamaan yang berlaku pada saat itu, ia tetap mendapatkan subsidi dari wakaf dan tidak dihentikan.

Selain Ibnu Ala Almaary, seorang ahli ilmu matematik, ilmuwan lain yang mendapatkan biaya dari harta wakaf adalah Yusup murid Imam Abu Hanifah yang menjabat sebagai qadha qudhat (hakim agung kerajaan Bani Abasiah), Muhammad Alkhawarijmy seorang ahli ilmu aljabar, Ibnu Sina seorang ahli kedokteran, Ibnu Hisyam seorang ahli optik, dan lainnya.

Satu hal yang yang perlu dicatat dari perilaku ilmuwan-ilmuwan yang hidup dan besar dari wakaf adalah semangat mereka untuk mencari kebenaran.

Lembaga wakaf yang telah mendanainya tidak mengikat dan mengharuskan mereka untuk membawa misi tertentu. Namun para ilmuwan itu siap mensosialisasikan hasil penelitiannya kepada masyarakat umum dengan motivasi semata-mata karena Allah.

Dalam sejarah, wakaf model ini termasuk di antara manfaat wakaf yang paling mendapat perhatian besar dari umat Islam. Hampir di setiap kota besar di negara-negara Islam, bisa dipastikan, terdapat sekolah, universitas, perpustakaan, dan Islamic centre dari hasil wakaf, seperti di Damaskus, Baghdad, Kairo, Asfahan, dan berbagai tempat lain.

Wakaf untuk kegiatan ilmiah tersebut kini tetap dilaksanakan, terutama dalam bentuk beasiswa, gaji pengajar, biaya penelitian (riset), penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, seperti perpustakan dan alat-alat laboratorium, dan sebagainya. Salah satu contoh wakaf untuk kepentingan ilmiah adalah Universitas al-Azhar di Mesir yang berdiri lebih dari 1000 tahun lalu. Hingga kini pembiayaan universitas kebanggaan umat Islam itu dikelola dari harta wakaf. Hal semacam ini juga terjadi di seluruh dunia Islam pada masa kini, termasuk di Indonesia, walau pemanfaatnya belum optimal.

Peningkatan kesejahteraan umat
Kalau ditarik benang merah dari beberapa pembahasan di atas, maka akan tampak jelas, bahwa hikmah lain disyariatkannya wakaf adalah untuk menyejahterakan kehidupan manusia secara umum.

Hal ini sejalan dengan pandangan ulama Al-Azhar Mesir Ali Ahmad al-Jurjawi, penulis Hikmah al-Tasyri’ wa Falsafatuhu. Menurut dia , wakaf seharusnya mampu mengurangi kesenjangan sosial antara si kaya dengan si miskin, serta dapat meningkatkan taraf hidup manusia.

Allah berfirman dalam al-Quran, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai”.(QS. Ali Imran: 92).

Ketika ayat itu turun, sahabat Nabi Abu Thalhah berkata, Wahai Rasul Allah, saya ingin mendermakan kebunku karena Allah. Kemudian, Nabi menasehatinya agar kebun tersebut didermakan untuk kepentingan orang-orang fakir miskin.

Kemudian Umar ibn Khattab pun melakukan hal yang sama. Sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dari Ibn Umar, ia berkata “Umar mempunyai tanah di Khaibar, kemudian ia datang kepada Rasulullah SAW . meminta untuk mengolahnya, sambil berkata: Ya Rasulullah, aku memiliki sebidang tanah di Khaibar, tetapi aku belum mengambil manfaatnya, bagaimana aku harus berbuat? Rasulullah bersabda: Jika engkau menginginkannya tahanlah tanah itu dan shadaqohkan hasilnya.

Tanah tersebut tidak boleh dijual atau diperjualbelikan, dihibahkan atau diwariskan. Maka ia menshadaqahkannya kepada fakir miskin, karib kerabat, budak belian, dan ibnu sabil. Tidak berdosa bagi orang yang mengurus harta tersebut untuk menggunakan sekedar keperluannya tanpa maksud memiliki harta itu?

Wakaf untuk kesejahteraan umum ini, kemudian berkembang menjadi berbagai bentuk. Pertama, wakaf untuk fasilitas umum, seperti wakaf sumur dan sumber mata air. Ini bisa dijumpai di tepi-tepi jalan yang bisa menjadi lalu lintas jamaah haji yang datang dari Irak, Syam, Mesir, dan Yaman, serta kafilah yang bepergian menuju India dan Afrika.

Di antara sumur-sumur itu, terdapat wakaf sumur Zubaidah, isteri Harun al-Rasyid, khalifah pemerintahan Abbasiyah. Yang termasuk bentuk ini adalah wakaf jalan dan jembatan.

Kedua, wakaf khusus untuk bantuan orang-orang fakir miskin. Wakaf ini seperti yang digambarkan dalam hadits di atas. Hasil pengelolaannya digunakan untuk pemberdayaan masyarakar yang masuk kategori fakir dan miskin.

Wujud dari wakaf ini kini bisa beraneka ragam, ada yang diwujudkan dalam bantuan beasiswa, pengobatan gratis, balai pendidikan dan pelatihan cuma-cuma, bantuan permodalan dan sebagainya.

Ketiga, wakaf untuk pelestarian lingkungan hidup. Wakaf ini menunjukkan bahwa kesejahteraan manusia juga harus didukung keseimbangan ekosistem dan lingkungan hidup di sekitar. Perbaikan masyarakat tanpa dibarengi pelestarian lingkungan, tentu perbaikan tersebut berjalan dengan paradoks.

Karena itu, harus seimbang, misalnya, wakaf tanah terbuka hijau di tengah perkotaan, wakaf sungai dan saluran air, serta wakaf untuk burung-burung merpati seperti di Masjidil Haram, Makkah.

Beberapa kutipan hadits dan uraian di atas mempertegas, bahwa wakaf mempunyai dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Perkebunan yang dijadikan contoh di atas dikelola dengan baik, dan hasilnya diberikan kepada orang-orang membutuhkan, terutama orang-orang miskin untuk memenuhi kebutuh dasar mereka, sehingga mereka tidak sampai kelaparan.

Wakaf bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, dan pahalanya terus mekar sebagai bekal investasi kelak di akhirat.

Read the rest of this entry

PKS Sarankan Yudhoyono Tidak Ambil Wakil dari Partai

Standard

Jakarta, 21/4 – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR Mahfudz Siddiq menyatakan, partainya telah menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tidak memilih calon wakil presiden dari kalangan tokoh partai untuk mendampingnya pada Pilpres 2009.

“PKS sudah menyampaikan ide itu kepada SBY dan sangat dipertimbangkan oleh SBY,” kata Mahfudz Siddiq kepada pers di sela Rapat Paripurna DPR, di Jakarta, Selasa.

Menurut Mahfudz, wakil presiden dan para menteri yang menjadi anggota kabinet mendatang tidak boleh lagi merangkap jabatan di partai politik agar mereka terlepas dari berbagai konflik kepentingan.

Dia mengatakan, para kandidat yang bakal mendampingi SBY haruslah figur yang bersih dari kepentingan partai atau bahkan jika memungkinkan diambil dari orang non partai.

Menurut dia, PKS tidak dalam kapasitas menyodorkan nama kepada SBY.

PKS akan tetap konsisten hanya memberikan ide atau pemikirannya kepada Partai Demokrat demi terciptanya koalisi yang kuat dan stabil pada masa-masa mendatang.

“Soal siapa orangnya, itu urusan SBY. Hhanya SBY dan Tuhan yang tahu. PKS tidak dalam posisi menyodor-nyodorkan nama. PKS konsisten dalam kapasitas menyampaikan ide saja,” ungkapnya.

Mengenai kemungkinan masih adanya ketua umum partai politik yang tetap menginginkan masuk dalam pemerintahan mendatang, Mahfudz berpendapat, mereka itu sebaiknya mundur dari posisinya di partai.

“Yang penting jangan dari ketua umum partai. Kalau mau, mereka harus mundur dari jabatan ketua umum partai,” ujarnya.

Read the rest of this entry

UN Chief Condemns Iranian President’s Speech at Anti-Racism Conference

Standard

Geneva, April 21 – UN Secretary-General Ban Ki-moon condemned on Monday Iranian President Mahmoud Ahmadinejad’s speech at the Durban Review Conference on racism.

“I deplore the use of this platform by the Iranian president to accuse, divide and even incite,” Ban said in a statement.

“This is the opposite of what this Conference seeks to achieve. This makes it significantly more difficult to build constructive solutions to the very real problem of racism,” he said.

“We must all turn away from such a message in both form and substance. We must join hands and work together to achieve a constructive, substantive agenda to combat racism, racial discrimination, xenophobia and related intolerance,” he added.

The Durban Review Conference, which opened Monday in Geneva, is a follow-up meeting to the World Conference against Racism, held in 2001 in Durban, South Africa.

In his speech to the conference, the Iranian president referred to Israel as “the most cruel and repressive racist regime in Palestine.”

He also said the state of Israel had been created “on the pretext of Jewish suffering” from World War II.

Dozens of European diplomats walked out of the conference room to show their protest as Ahmadinejad gave his speech.

The United States, Israel, Canada, Australia and several other European countries had already chosen to boycott the meeting even before it started due to concern that it could be used as a forum to criticize Israel.

In a separate statement on Monday, the UN’s high commissioner for human rights also condemned Ahmadinejad’s speech.

“I utterly deplore the speech of the president of Iran delivered this afternoon at the Durban Review Conference against racism,” said Navi Pillay.

“I condemn the use of a UN forum for political grandstanding. I find this totally objectionable,” she said.

But she reiterated her objection to some countries’ boycotting the conference.

“The best riposte for this type of event is to reply and correct, not to withdraw and boycott the conference,” she said in the statement.

Read the rest of this entry

Sekretaris Jenderal PBB Kutuk Pidato Presiden Iran

Standard

Jenewa, 21/4 – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Senin, mengutuk pidato Presiden Iran Mahmoud Ahamdinejad di “Durban Review Conference on Racism.

“Saya mencela penggunaan landasan ini oleh presiden Iran guna menuduh, memecah, dan bahkan menghasut,” kata Ban dalam satu pernyataan.

“Ini bertentangan dengan apa yang akan dicapai Konferensi ini. Ini membuat keadaan jadi tambah sulit guna menciptakan penyelesaian konstruktif bagi masalah rasisme yang sangat nyata,” kata Ban.

“Kita semua harus berpaling dari pesan semacam itu baik dalam bentuk maupun isi. Kita harus bergandeng tangan dan bekerja sama guna mewujudkan agenda yang konstruktif dan substantif guna memerangi rasisme, dikstriminasi rasial, orang yang benci pada orang lain dan tak-adanya toleransi,” katanya.

“Durban Review Conference”, yang dibuak Senin di Jenewa, adalah pertemuan lanjutan dari “World Conference agains Racism”, yang diselenggarakan pada 2001 di Durban, Afrika Selatan.

Dalam pidatonya pada konferensi itu, Presiden Iran tersebut merujuk kepada Israel sebagai rejim rasis yang paling kejam dan penuh penindasan di Palestina.

Ia juga mengatakan negara Yahudi diciptakan dengan dalih penderitaan orang Yahudi dalam Perang Dunia II.

Puluhan diplomat Eropa meninggalkan ruang pertemuan untuk memperlihatkan protes mereka saat Ahmadinejad menyampaikan pidatonya.

Amerika Serikat, Israel, Kanada, Australia dan beberapa negara lain Eropa sudah memilih untuk memboikot pertemuan itu bahkan sebelum koferensi tersebut dimulai akibat keprihatinan bahwa acara itu dapat digunakan sebagai forum guna mengecam Isarel.

Dalam pernyataan terpisah Senin, komisaris tinggi PBB urusan hak asasi manusia juga mengutuk pidato Ahmadinejad.

“Saya dengan tegas mencela pidato presiden Iran yang disampaikan sore ini di ‘Durban Review Conference against Racism’,” kata Navi Pillay.

“Saya mengutuk penggunaan forum PBB sebagai tribun politik. Saya sangat keberatan dengan ini,” katanya.

Namun ia kembali menyampaikan keberatan atas boikot beberapa negara terhadap konferensi itu.

Read the rest of this entry

Studi: Tawa Dapat Kurangi Resiko Diabetes

Standard

Beijing, 21/4 – Gelak tawa dapat membantu penderita diabetes meningkatkan kadar kolesterol mereka dan menurunkan resiko penyakit pembuluh darah dan jantung, demikian hasil satu studi baru.

Menurut Lee Berk dari Loma Linda University, yang memimpin studi itu, “pilihan gaya hidup memiliki dampak mencolok dalam kesehatan dan penyakit dan ini semua adalah pilihan yang kami dan pasien lakukan sebagaian tindakan pencegahan dan pengobatan”.

Para peneliti membagi 20 pasien diabetes yang beresiko tinggi –semuanya juga menderita darah tinggi dan hyperlipidemia (faktor resiko bagi penyakit pembuluh darah dan jantung)– menjadi dua kelompok. Kedua kelompok tersebut diberikan obat diabetes standard.

Kelompok L diberi waktu 30 menit untuk menikmati humor yang mereka pilih, sementara Kelompok C –kelompok pemantau— tidak. Proses itu berlangsung selama satu tahun pengobatan.

Sekitar dua bulan proses pengobatan, semua pasien di kelompok tertawa (Kelompok L) memiliki tingkat hormon epinephrine dan norepinephrine yang lebih rendah, keduanya dipandang sebagai penyebab stres. Stres diketahui sangat mematikan.

Setelah 12 bulan, kolesterol HDL (kolesterol baik) telah naik 26 persen pada Kelompok L tapi hanya 3 persen di dalam Kelompok C.

Dalam pengukuran lain, protein C-reaktif, penanda radang dan penyakit pembuluh darah serta jantung, turun 66 persen di dalam kelompok tertawa tapi hanya 26 persen pada kelompok pemantau.

“Dokter terbaik mengerti bahwa ada campur-tangan psikologis hakiki yang ditimbulkan oleh emosi positif seperti gelak tawa dengan riang-gembira, optimisme dan harapan,” kata Berk.

Kendati demikian, Berk mengatakan tawa tentu saja dapat menjadi obat yang bagus dan sama berharganya dengan obat diabetes, tapi berkeras bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan guna memastikan apa maksud dari semua hasil itu.

Read the rest of this entry

PKS Ungguli Demokrat di Berlin

Standard

London, 21/4 – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengungguli Partai Demokrat dalam perolehan suara dari pemilih langsung dan melalui pos di Berlin, Jerman dengan memperoleh 181 suara sementara Partai Demokrat 164 suara.

Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Berlin, Jerman, dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Selasa menyebutkan hasil penghitungan dan rekapitulasi suara bagi pemilih langsung dan melalui pos memperlihatkan Partai PKS lebih unggul dibandingkan partai lainnya.

Dari perhitungan akhir lima besar peraihan suara terbanyak adalah PKS 181 suara, Partai Demokrat 164 suara, PDIP dengan 78 suara, PDS 43 suara dan Golkar 35 suara.

Partai lain yang berhasil mendapatkan suara cukup signifikan antara lain Partai Gerindra 22 suara dan PAN 16 suara.

Dari keseluruhan 1606 orang yang tercantum dalam daftar pemilih tetap PPLN Berlin, sebanyak 638 atau sekitar 40 persen yang menggunakan hak pilihnya dalam pemilu.

Proses penghitungan yang dimulai tepat pukul 08.00 waktu setempat dilanjutkan dengan rekapitulasi berjalan dengan lancar dan transparan, sehingga proses tersebut bisa diselesaikan sesuai rencana.

Penghitungan dan rekapitulasi yang dihadiri masyarakat Indonesia yang tinggal di Ibu Kota Jerman serta disaksikan staf KBRI Berlin berlangsung meriah.

Para pendukung partai-partai favorit menunggu dengan antusias untuk mengetahui hasil akhir perolehan suara.

Read the rest of this entry

Israel: Krisis Ekonomi Mungkin Akan Kekang Ambisi Nuklir Iran

Standard

Jerusalem, 21/4 – Kepala intelijen militer Israel mengatakan, Senin, bahwa krisis ekonomi dapat mengekang ambisi nuklir musuh utama mereka, Iran.

“Krisis ekonomi yang memburuk, inflasi tinggi, pengangguran meningkat, dan turunnya harga minyak dapat mengerem aspirasi nuklir Iran,” Jenderal Amos Yadlin mengatakan pada satu pertemuan kabinet.

Namun, ia menekanan bahwa tujuan strategis jangka panjang Iran tetap untuk memperoleh senjata nuklir.

Negara Yahudi itu adalah penentang utama program nuklir Iran dan menganggap Teheran musuh utamanya karena permintaan berulang kali oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad agar Israel dihapus dari peta.

PM baru Israel Benjamin Netanyahu telah memperingatkan bahwa ancaman yang diajukan oleh Iran merupakan ancaman bagi eksistensi Israel sejak pembentukan negara itu 41 tahun lalu.

Israel sendiri secara luas dianggap merupakan satu-satunya kekuatan bersenjata nuklir, tapi negara itu tidak pernah memastikan atau membantah ememeliki arsenal nuklir serta menolak untuk mengajukan pemeriksaan internasional.

Sebuah suratkabar Inggris mengatakan Sabtu bahwa militer Israel telah bersiap untuk melucurkan serangan udara besar di tempat nuklir Iran jika diperintahkan oleh pemerintah baru itu.

Iran adalah produsen minyak terbeser kedua dan telah terpukul oleh jatuhnya harga minyak, yang sekarang ini sekitar 50 dolar satu barel dibanding dengan pada puncaknya Juli tahun lalu sebsar 147 dolar.

Read the rest of this entry

Rusia Ancam Batalkan Pertemuan Militer dengan NATO

Standard

Moskow, 21/4 – Utusan Rusia untuk NATO hari Senin mengancam akan membatalkan pertemuan para komandan militer senior bulan depan jika aliansi itu tetap melaksanakan rencana latihan di Georgia, demikian dilaporkan Kantor Berita Interfax.

“Jika kami melihat tidak ada tanggapan (atas protes Rusia mengenai latihan itu) maka pertemuan kepala staf Rusia-NATO yang direncanakan digelar pada 7 Mei tidak akan berlangsung,” kata Interfax mengutip Dmitry Rogozin.

Rusia, yang terlibat dalam perang singkat dengan Georgia tahun lalu, memprotes keras rencana NATO melakukan serangkaian latihan internasional di dekat Tbilisi bulan depan.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev telah memperingatkan NATO bahwa latihan itu bisa menghalangi upaya-upaya untuk mengatasi ketegangan hubungan antara organisasi tersebut dan Moskow, yang dibekukan setelah perang Georgia itu.

Keputusan Rusia dan NATO untuk memulai lagi pekerjaan dewan bersama merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki hubungan antara Moskow dan Washington, setelah Barack Obama memulai tugasnya sebagai presiden baru AS.

Pertemuan pertama tingkat duta besar dewan itu sejak hubungan dimulai lagi dijadwalkan berlangsung pada 29 April dan pertemuan tingkat menteri direncanakan pada 19 Mei. Para pejabat Rusia sejauh ini belum mengirim sinyal bahwa pertemuan ini berisiko dibatalkan.

Rusia menyebut latihan NATO itu sebagai dukungan aliansi tersebut pada Georgia, sebuah rute transit penting bagi minyak dan gas Laut Kaspia ke Eropa, dan telah lama dikendalikan oleh Moskow.

NATO menyatakan tidak mengerti mengapa Moskow merasa terganggu dengan rencana latihan itu, yang akan melibatkan 1.300 prajurit dari 19 negara dari 6 Mei hingga 1 Juni.

Pasukan Rusia memasuki Georgia untuk mematahkan upaya militer Georgia menguasai lagi Ossetia Selatan pada 7-8 Agustus. Perang lima hari pada Agustus itu meletus ketika Tbilisi berusaha memulihkan kekuasannya dengan kekuatan militer di kawasan Ossetia Selatan yang memisahkan diri dari Georgia pada 1992, setelah runtuhnya Uni Sovyet.

Georgia dan Rusia tetap berselisih setelah perang singkat antara mereka pada Agustus tahun lalu menyangkut Ossetia Selatan.

Selain Ossetia Selatan, Abkhazia juga memisahkan diri dari Georgia pada awal 1990-an. Kedua wilayah separatis itu bergantung hampir sepenuhnya pada Rusia atas bantuan finansial, militer dan diplomatik.

Georgia tetap mengklaim kedaulatan atas kedua wilayah tersebut dan mendapat dukungan dari Barat Ossetia Selatan pada 11/3 menyatakan akan mengizinkan pasukan Rusia menggunakan wilayah tersebut untuk pangkalan militer selama 99 tahun.

Pemimpin Abkhazia Sergei Bagapsh juga mengatakan sebelumnya pada Maret, provinsi itu akan segera menandatangani sebuah perjanjian yang mengizinkan Rusia membangun sebuah pangkalan di wilayah separatis lain Georgia itu untuk kurun waktu 49 tahun.

Rencana Rusia untuk tetap menempatkan ribuan prajurit di Abkhazia dan Ossetia Selatan telah membuat marah Tbilisi dan sekutu-sekutu Barat-nya, yang mengatakan bahwa hal itu melanggar gencatan senjata yang mengakhiri perang.

Pengakuan Moskow atas kemerdekaan kedua wilayah itu menyulut kecaman dari Georgia dan banyak negara Barat.

Rusia meresmikan pengakuannya atas kemerdekaan kedua wilayah Georgia yang memisahkan diri itu, Ossetia Selatan dan Abkhazia, pada 16 Januari ketika Presiden Dmitry Medvedev menerima duta-duta besar pertama mereka yang bersanding sejajar dengan para duta besar dari negara anggota NATO.

Nikaragua memberikan “pengakuan penuh” kepada republik-republik Abkhazia dan Ossetia Selatan sebagai “anggota baru komunitas negara merdeka dunia”.

Read the rest of this entry

PKS Member Proposes SBY-Hidayat Pair in Upcoming Presidential Election

Standard

Jakarta, Apr 20 – A member of the Walfare Justice Party (PKS) faction in the House of Representatives Agus Purnomo said PKS wanted its cadres to get an opportunity to become vice president to accompany Susilo Bambang Yudhoyono. “If PKS, Yogyakarta chapter, desires the SBY-Hidayat pair to contest in the presidential election,” he said at the parliamentary building here on Monday.

Agus Purnomo said that there was a strong tendency from within the PKS to coalesce with the Democratic Party. “But personally, I am of the opinion that it is free to be an opposition in parliament.”

He said that at the time the government increased the price of fuel oil as a government support, PKS was also affected by the impact. At present, the popularity of PKS had also declined. “Our acceptability had once dropped 10 percent following our approval of the planned fuel price hike.”

If the intention to coalesce with the Democratic Party could not materialize, according to Agus Purnomo, PKS should be ready to stay away from government circles. “I think PKS is ready to be outside of the government.”

He also said that the choice to be an opposition is also interesting as the party will be free to play its role as a political force.

If PKS could not join the coalition with the Democratic Party, it could stay away from the government as an opposition in parliament or garner more support to establish another presidential and vice presidential pair, he said.

“There has been a discourse from Islam based parties, but the discourse never reached the party’s elite,” he said.

According to him, Islam-based parties will give more support to forward presidential and vice presidential pair.

“But that’s my personal opinion, if PKS coalesces with the Democratic Party, I will respect such decision,” he said.

Read the rest of this entry

Ahmadinejad: Aksi Ambil Untung Zionis Lewat Jalur Politik Mesti Diakhiri

Standard

Durban, 21/4 – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan di Durban, Jenewa Senin, bahwa ketidakpedulian bukanlah masalah utama yang berkaitan dengan Zionisme.

Ia juga menyatakan, “Dalam kampanye terhadap fenomena sangat berbahaya ini, kegiatan budaya tak cukup, karena ada juga keperluan mengakhiri tindakan Zionis mengambil keuntungan melalui cara politik internasional”.

Presiden Mahmoud Ahmadinejad berbicara dalam Konferensi Kajian Internasional Durban (Durban II) di Jenewa, dengan tema “Kampanye menentang Rasisme”. Dalam pidatonya, ia mengatakan, “Tuntutan semua negara mesti dihormati, keinginan kuat pemerintah bersatu bagi penggulingan rasisme yang dilaksanakan secara terbuka mesti diharmoniskan, dan tindakan berani ke arah pembentukan aparat serta hubungan internasional mesti dimulai”.

Ia menyatakan kembali, “Hari ini, masyarakat manusia menghadapi satu jenis rasisme yang wajah buruknya telah sangat membuat malu masyarakat global”.

Ahmadinejad menganggap Zionisme sebagai manifestasi penuh rasisme, dan menambahkan, “Klaim Zionisme mengenai sepenuhnya condong pada agama adalah dusta yang dalam penerapannya Zionisme telah berhasil memanipulasi perasaan sebagian orang yang tak peduli dan menyembunyikan wajahnya yang sesungguhnya.”

Presiden Iran itu berkata, “Apa yang perlu diperhatikan ialah sasaran (utama) negara besar tertentu dan mereka yang memiliki kepentingan luas di seluruh dunia, mengambil keuntungan dari pengaruh politik serta ekonomi mereka dan kekuatan besar media mereka, dengan mengandalkan dukungan menyeluruh rejim Zionis guna mengurangi keburukan keberadaannya”.

Ahmadinejad menambahkan, “Tak diragukan bahwa anda semua telah menjadi sangat menyadari upaya sangat besar yang dibuat oleh pusat kekuatan dunia dengan tujuan mengalihkan jalur pertemuan ini dari jalur misi yang sesungguhnya”.

Ia mengatakan, “Sayangnya, literatur yang mendukung kaum Zionis, yang dengan kata lain kemitraan dan diwujudkan melalui kejahatan yang mereka lakukan terlihat jelas dan dan ini meningkatkan tanggung jawab semua utusan negara terhadap kecenderungan tak manusiawi ini dan pembaruan yang sesuai dalam berbagai hubungan serta perbuatan”.

Senin malam, Presiden Iran tersebut meninggalkan Jenewa kembali menuju ibu kota negaranya, Teheran.

Selain menghadiri konferensi soal rasisme, selama kunjungan dua-harinya, Presiden Iran itu juga menghadiri pertemuan dengan sejumlah pejabat.

Pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) Akmaleddin Ihsanoglu, Presiden Swiss Rudolf Merz, dan mantan jaksa agung AS Ramsey Clarke serta pembicaraan dengan sebagian pemimpin badan dana PBB termasuk di antara kegiatan Presiden Ahmadinejad selama berada di Swiss.

Presiden Iran tersebut juga mengadakan pertemuan dengan sekelompok penanam modal dan pengusaha Swiss serta sejumlah orang Iran yang bermukim di negeri itu.

Ahmadinejad juga menghadiri konferensi pers dan melakukan sejumlah wawancara dengan beberapa harian yang berbahasa Prancis di Swiss.

Ahmadinejad dijadwalkan tiba di Teheran, Selasa pagi waktu setempat, dan sebagian warga negara Teheran sudah berkumpul di bandar udara guna menyambut kembalinya Presiden Iran tersebut.

Read the rest of this entry

Zionists’ Adavantage Taking of International Political Means Should End

Standard

Durban, April 21 – IRI President said here Monday ignorance is not the major problem related to Zionism, arguing, “In campaign against this malignant phenomenon cultural work does not suffice, since there is also need for ending Zionists advantage taking of international political means.”

According to IRNA Political Desk reporter, President Mahmoud Ahmadinejad who was speaking at the International Durban Review Conference (Durban II) in Geneva, themed Campaign against Racism.

He added in his address, “The demand of the nations should be respected, the strong will of the unified governments for uprooting the openly observed racism should be harmonized, and the brave move towards reforming the international relations and apparatus should begin.”

He reiterated, “Today the human society is faced with a type of racism whose ugly face has became big shame for the global community.”

Ahmadinejad considered Zionism as the full manifestation of racism, adding, “Zionism?s claim of being religiously inclined is a lie resorting to which it has managed to manipulate the feelings of some ignorant people and to hide its real face.”

The Iranian political leader said, “What needs to be put in the focus of attention is the (major) objectives of certain big powers and those that have vast interests around the globe, taking advantage of their economic and political influence and their broad scale media power in vain, relying on the comprehensive backing of the Zionist regime to decrease the ugliness of its existence.”

The president added, “Beyond doubt all of you have become well aware of the great efforts made by world power centers aimed at deviating the path of this assembly from its real mission’s pathway.”

Ahmadinejad said, “Unfortunately, the literature of supporting the Zionists that is in other words partnership and being accomplices with them in the crimes they commit, is seen clearly and this increases the responsibility of the representatives of nations at the atmosphere of this anti-human trend and appropriate reforms in relations and behaviors.”

Ahmadinejad emphasized, “We should know that keeping a broad global potential, such as the one at this assembly, away from the path of achieving its major objectives is equal to (contributing to) the continuation of one of the ugliest, most evident forms of racism.”

He said that the prerequisite for defending the human rights today is defending the rights of nations to enjoy their free will in major global decision makings free from the influence of certain powers, and in making efforts aimed at reforming the global relations and apparatuses.

President Mahmoud Ahmadinejad departed Geneva for Tehran on Monday night, where he had attended Durban II UN Conference on racism.

According to the IRNA reporter, the president during his two-day visit of Switzerland in addition to addressing the conference’s general assembly, which put him in the focus of attention of the world media and world politicians, in which he elaborated on Iran’s stands regarding racism and the Palestinian issue, also had meetings with a number of personalities.

Meetings with UN Secretary General Ban Ki-moon, OIC Secretary General Akmaleddin Ihsan Uglu, the Swiss President Rudolf Merz, and the former US prosecutor general Ramsey Clarke and holding talks with some of the heads of UN funds were among President Ahmadinejad’s activities during the visit.

The Iranian president meanwhile had meetings with a group of Swiss industrialists and investors and a group of the Iranians residing in the country.

President Ahmadinejad also attended a press conference and had a number of interviews with some French language Swiss dailies.

President Ahmadinejad is scheduled to arrive in Tehran early Tuesday morning at 5:30 am and some Tehrani citizens are already gathering at the airport to welcome him back home.

Read the rest of this entry

Russia May Cancel Military Talks with Nato

Standard

Moscow, April 21 – Russia’s envoy to NATO on Monday threatened to call off a meeting of senior military commanders next month if the alliance went ahead with planned exercises in ex-Soviet Georgia, Interfax news agency reported.

“If we see no reaction (to Russia’s protests about the exercises) the Russia-NATO meeting of the chiefs of staff planned for May 7 will not take place,” Interfax quoted Dmitry Rogozin as saying.

Russia, which fought a brief war with Georgia last year, has protested bitterly against NATO’s plans to hold a series of international exercises near Tbilisi next month.

Medvedev has warned NATO already that the exercises could hinder efforts to unfreeze the alliances relations with Moscow, suspended after the Georgia war.

A decision by Russia and NATO to resume the work of the joint council is part of efforts to “press the reset button” on rocky ties between Moscow and Washington, after new U.S. President Barack Obama took office.

The council’s first ambassadorial meeting since the resumption of ties is scheduled for April 29 and a ministerial meeting is planned for May 19. Russian officials have so far sent no signal these meetings could be at risk.

Russia describes the exercises as NATO support for Georgia, a crucial transit route for Caspian Sea oil and gas to Europe, and long controlled by Moscow.

NATO says it does not understand why Moscow is upset by the plans for exercises which will involve 1,300 troops from 19 countries from May 6 to June 1.

Read the rest of this entry

Palestina Peroleh Lebih Sedikit Air daripada Israel

Standard

Jerusalem, 20/4 – Orang Israel memiliki akses empat kali lebih besar ke air daripada orang Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza, demikian laporan Bank Dunia, Senin.

Kesepakatan perdamaian sementara 1995, yang mengatur pembagian air, katanya, terbukti tak memadai, karena Pemerintah Otonomi Palestina terpecah oleh pertempuran selama delapan tahun terakhir sementara Israel telah meningkatkan instalasi airnya sendiri.

Meningkatkan kondisi bagi orang Palestina menjadi inti bagi strategi perdamaian yang ditaja Amerika Serikat.

Pembicaraan perdamaian yang diluncurkan pada 2007 macet dan pemerintah baru Israel, yang condong ke kanan dan dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sejauh ini telah menarik diri dari komitmen untuk memulai kembali perundingan tersebut.

Berbagai upaya terhalang oleh perluasan permukiman Israel di Tepi Barat dan perpecahan di kalangan rakyat Palestina sehubungan dengan pengambil-alihan Jalur Gaza oleh Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS).

Seorang pejabat Israel mengatakan, laporan Bank Dunia itu “sangat menyesatkan”. Israel memiliki sektor industri yang jauh lebih maju dibandingkan dengan orang Palestina dan itu dapat menyatakan tidak dengan sebenarnya mengenai penilaian konsumsi air per kepala, kata pejabat tersebut.

“Itu seperti membandingkan apel dengan semangka,” kata pejabat itu.

Bank Dunia mendesak donor internasional untuk tampil dengan suatu mekanisme guna membantu meningkatkan prasarana air Palestina dan memungkinkan perencanaan jangka panjang mengenai pembagian air kendati ada perubahan konflik dengan Israel.

Read the rest of this entry

Inggris Berencana Hadiri Konferensi PBB Soal Rasisme

Standard

London, 20/4 – Inggris berencana menghadiri konferensi kontrovesial PBB mengenai rasisme, kata juru bicara Kantor Urusan Luar Negeri, Ahad.

“Kami mengamati bagaimana keadaan berkembang. Kami masih berminat hadir,” kata jurubicara itu sebelum konferensi itu di Jenewa, Senin. Amerika Serikat, Australia dan Belanda telah menolak hadir.

Konferensi tersebut, yang direncanakan dihadiri Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, dijadwalkan mengkaji berbagai upaya memerangi rasisme sejak World Conference Against Racism di Durban, Afrika Selatan, pada 2001.

Ahmadinejad, yang telah menggambarkan Holocaust sebagai mitos, dijadwalkan berpidato dalam konferensi itu Senin, hari ulang tahun pemimpin Nazi Adolf Hitler.

Jurubicara di London mengatakan Inggris ingin konferensi itu “menerima keinginan kolektif guna memerangi rasisme sekarang” tapi “tak memiliki gambaran mengenai besarnya tantangan”.

“Kami takkan dapat mendukung suatu proses yang condong bertentangan dengan Barat atau negara lain,” kata jurubicara tersebut. Ditambahkannya, Inggris memiliki “garis merah” tertentu mengenai masalah itu dan akan berpegang teguh pada garis tersebut.

“Kami telah menyampaikan pendapat agar dokumen akhir memiliki (isi) yang memadai mengenai Holocaust dan upaya memerangi anti-Semitisme bagi kami takkan dapat diterima jika proses tersebut berusaha membantah atau menjelek-jelekkan Holocaust,” katanya.

Delegasi Inggris direncanakan dipimpin oleh Duta Besarnya untuk PBB di Jenewa, Peter Gooderham.

AS dan Israel keluar dari konferensi 2001, dalam percekcokan mengenai anti-Semitisme.

Sekali ini, AS telah menyatakan Washington “tak dapat mendukung” sebagian bahasa di dalam deklarasi yang siap disahkan oleh konferensi itu, sikap yang juga dipegang oleh Australia.

Sementara itu, Belanda menyatakan konferensi tersebut “jauh terlalu penting untuk diselewengkan bagi tujuan politik dan serangan terhadap Barat”.

Read the rest of this entry

Britain Will Attend UN Racism Conference: Official

Standard

London, April 20 – Britain is expected to attend a controversial United Nations conference on racism, a Foreign Office spokesman told AFP Sunday.

“We’re watching how things develop. It’s still our intention to attend,” the spokesman said ahead of the conference in Geneva Monday, which the United States, Australia and Netherlands have declined to join.

The event, being attended by Iranian President Mahmoud Ahmadinejad, will review efforts to fight racism since the World Conference Against Racism in Durban, South Africa, in 2001.

Ahmadinejad, who has described the Holocaust as a myth, is due to address the conference Monday, the anniversary of Nazi leader Adolf Hitler’s birth.

The spokesman said Britain wanted the conference “to get a collective will to fight racism now” but was “under no illusions about the scale of this challenge.”

“We wouldn’t be able to support a process that was skewed against the West or other countries,” the spokesman said, adding that Britain had certain “red lines” on the issues involved that it would stick to.

“We have argued for the concluding document to have sufficient (content) on the Holocaust and combatting anti-Semitism… we would find it unacceptable if the process seeks to deny or denigrate the Holocaust”.

The British delegation will be headed by its ambassador to the UN in Geneva, Peter Gooderham.

The US and Israel walked out of the 2001 conference in a row over anti-Semitism.

This time, the US has said it is “unable to support” some of the language in declaration set to be adopted by the conference, a position shared by Australia.

Meanwhile, the Netherlands said the conference was “far too important to be abused for political ends and attacks on the West.”

(source ANTARA/AFP)

Anggota Parlemen Hamas Ditembak di Nablus

Standard

Nablus, 20/4 – Seorang anggota pasukan keamanan Presiden Palestina Mahmud Abbas menembak dan melukai seorang anggota parlemen Hamas dalam perselisihan di wilayah pendudukan Tepi Barat, Minggu.

Hamed al-Bitawi ditembak kakinya di luar sebuah masjid di kota Nablus, Tepi Barat, kata putranya, Fadel.

Fadel menyebut insiden itu bermotif politis dan jurubicara Hamas Ahmed Bahar mengatakan, penembakan itu merupakan usaha pembunuhan terhadap Bitawi oleh seorang anggota Badan Keamanan Preventif, yang didominasi oleh kelompok Fatah kubu Abbas.

Jurubicara Fatah Fahmi Zareer menyebut insiden itu sebagai perselisihan pribadi. Gubernur Nablus Jamal Mouheissen mengatakan, penyerang telah ditahan untuk diinterogasi.

Hamas terlibat dalam pergolakan kekuasaan dengan Fatah sejak kelompok pejuang garis keras Palestina itu menang dalam pemilihan umum parlemen pada 2006 dan menguasai Jalur Gaza setahun kemudian.

Mesir berusaha menengahi perselisihan antara mereka pada perundingan yang diharapkan Kairo akan menghasilkan sebuah pemerintah persatuan nasional Palestina. Namun, perundingan itu hanya menunjukkan sedikit kemajuan.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari dan sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.

Fatah tetap mengendalikan Pemerintah Palestina di Tepi Barat yang dududuki Israel.

Kedua kelompok itu telah sepakat membentuk komite yang akan mengatasi perbedaan mereka dan membentuk pemerintah persatuan sementara yang akan mempersiapkan pemilihan umum awal tahun depan.

Komite itu memulai pekerjaan mereka di Kairo bulan lalu, namun perundingan ditunda setelah mereka gagal mencapai kesepakatan mengenai pemerintah baru.

Read the rest of this entry