Jepang dan China Sepakat Atasi Flu Babi

Standard

Tokyo, 30/4 – Pemimpin Jepang dan China sepakat untuk meningkatkan kerja `sama penanggulangan penyebaran flu babi (swine influenza) dengan melakukan tukar menukar informasi dan upaya pencegahan lainnya.

Hal itu disampaikan PM Jepang taro Aso dalam jumpa persnya di Beijing, Kamis, dalam lawatan dua harinya ke China, demikian Kyodo. Selama di China Aso bertemu dengan Presiden Hu Jintao dan PM Wen Jiabao.

Kasus flu babi yang kini menyebar di sejumlah negara, masuk dalam pembicaraan kedua pemimpin, menyusul kian meluasnya penyebaran virus flu babi ke sejumlah negara secara cepat.

Sebanyak 242 orang dilaporkan telah tewas, khususnya di Meksiko (tempat awal merebaknya flu babi) dan Amerika Serikat sejak merebaknya flu mematikan itu Maret lalu.

“Kami sepakat mengingat situasi yang semakin serius untuk ditangani bersama,” kata Aso lagi.

Flu babi kini telah menjangkiti sedikitnya 13 negara, dengan masuknya Belanda dalam catatan terakhir WHO soal penyebaran flu babi tersebut yang telah menewaskan 242 orang.

Jumlah korban tewas akibat flu mematikan itu terbesar di Meksiko (awal merebaknya flu babi) yaitu sebanyak 99 orang, diikuti AS sebanyak 95 orang, Kanada 19, Spanyol 10, Inggris 5, Selandia Baru dan Jerman masing-masing tiga. Di Israel dan Kosta Rika tercatat masing-masing dua orang yang tewas, sedangkan di Australia, Swiss dan Belanda satu orang.

Sementara itu, menurut pakar flu Jepang, Masato Tashiro, virus flu babi yang kini tengah melanda sejumlah negara sebetulnya tergolong virus yang lemah dan tidak bermutasi.

Tashiro adalah ketua tim peneliti virus influenza pada Institut Nasional Penyakit Infeksi dan anggota dari panel darurat WHO, demikian NHK di Tokyo, Kamis (30/4)

Ia mengatakan, virus H1N1 (virus flu babi) yang sekarang merebak di Meksiko berbeda dengan H5N1 dari virus flu burung yang sudah menjadi pandemik global.

Lebih jauh PM Jepang dalam surat elektroniknya yang diterima Antara di Tokyo, pemerintah Jepang telah mengeluarkan “travel warning” (peringatan perjalanan) yang merekomendasi warganya untuk menunda perjalanannya ke Meksiko, serta meminta pulang warganya yang masih berada di negara tersebut guna menghindari resiko terinfeksi flu mematikan tersebut.

Jepang juga telah membentuk lembaga semacam ‘crisis center’ dan meningkatkan kewaspadaan guna menanggulangi penyebaran flu babi ke Jepang. Langkah lainnya yang ditempuh antara lain melakukan koordinasi kerjasama dengan negara-negara lain, termasuk upaya menemukan vaksin anti flu babi.

Jepang kini terancam flu babi (swine influenza) menyusul kedapatannya seorang penumpang Jepang yang positif terinfeksi flu mematikan tersebut saat pesawat Northwest Airlines yang ditumpanginya dari Los Angeles, AS, mendarat di bandara Narita, Kamis (30/4).

Menurut Kyodo, seorang perempuan Jepang (25) terbukti positif terinfeksi setelah dites pihak karantina bandara Narita. Yang bersangkutan kini sudah dipindahkan ke rumah sakit Palang Merah Narita untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

(sumber ANTARA)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s