Politisi Hindari Daerah Kumuh Muslim di Gujarat

Standard

Ahmedabad, India, 1/5 – Tidak ada kampanye politik untuk memilih di daerah kumuh Ahmedabad yang menampung warga Muslim yang terlantar akibat kerusuhan etnik dan agama beberapa tahun lalu.

Sejak 2002, ketika kerusuhan terburuk sejak pembagian India 1947 menyebabkan sekitar 2.000 Muslim tewas di negara bagian Gujarat di India barat, ribuan orang telah didorong keluar dari peta — dan hanya memiliki sedikit kepercayaan di demokrasi terbesar di dunia itu.

“Bagaimana Anda akan merasakan jika Anda harus hidup di bawah gunung sampah dan minum air tercemar setiap hari?” kata Riana Bano, seorang janda Muslim dan ibu empat anak perempuan.

Suami Bano dibunuh dan rumah keluarga itu dirampok oleh orang-orang Hindu fanatik dalam kerusuhan komunal yang menyapu seluruh negara bagian itu.

Kondisi itu merupakan pembalasan atas yang diduga serangan oleh warga Muslim di sebuah kereta api yang menyebabkan 59 orang Hindu tewas, meskipun penyelidikan pemerintah pusat kemudian menemukan bahwa kebakaran kereta api itu merupakan kecelakaan.

Namun itulah cerita yang tidak hllang-hilang, dengan bayangan pembunuhan besar-besaran masih menggantung di negara bagian itu ketika gilirannya tiba Kamis untuk memilih dalam pemilihan umum sebulan lamanya di India.

Pada Senin lalu, pengadilan India memerintahkan penyelidikan baru terhadap peran menteri besar garis keras Gujarat, Narendra Modi — yang dianggap oleh pendukung BJP sebagai kemungkinan perdana menteri pada masa depan — dan 60 orang lain yang dituduh dalam satu dari 1.400 kasus kerusuhan yang didaftar oleh polisi.

Namun banyak Muslim di Gujarat, beberapa dari mereka masih berusaha agar keluhan mereka didengar di pengadilan, mengatakan mereka hanya memiliki sedikit harapan babak itu akan ditutup dengan memuaskan.

“Perintah pengadilan itu dan pemilihan tidak akan membawa perubahan dalam hidup umat Islam — kebanyakan dari mereka menderita karena berbagai penyakit kesehatan dan depresi kronis,” kata Rama Sen, yang menjalankan sebuah sekolah untuk anak-anak yang terimbas-kerusuhan di Ahmedabad, kota penting di Gujarat.

Sementara negara bagian itu, yang diperintah oleh partai nasionalis sayap kanan Partai Janata Bharatiya (BJP), dituduh pura-pura tidak tahu pembunuhan atas orang-orang Islam dan bahkan mengatur kerusuhan tersebut, masyarakat Muslim hanya melihat sedikit untuk mendukung partai lainnya.

Partai Kongres yang berkuasa, misalnya, telah dituduh hanya memberikan perhatian pada kehidupan masyarakat Muslim pada waktu pemilihan — menjanjikan banyak pekerjaan, kesempatan yang lebih baik dan keamanan yang meningkat.

Para pemimpin masyarakat Muslim di Gujarat dan di seluruh negara itu mengatakan janji mereka tidak pernah diterjemahkan ke dalam peningkatan nyata keadaan minoritas terbesar negara itu.

“Saya tidak akan memberikan suara saya. Pemilihan tidak akan membawa perubahan pada kehidupan saya,” kata Sheikh Abdul Majid, yang hidup di sebuah rumah yang dikerubungi-lalat di Ahmedabad dan memberi makan anak-anaknya dengan makanan basi yang ia ambil di tempat sampah dekat rumahnya.

Majid mengatakan bahwa meskipun kebakaran kereta api itu dianggap oleh penyelidikan resmi sebagai kecelakaan, anak laki-laki remajanya telah ditangkap oleh polisi setempat karena diduga menyebabkan kebakaran itu — sesuai dengan anggapan BJP bahwa orang Islam yang harus disalahkan.

Ia mengatakan anak laki-lakinya telah ditahan tanpa diadili sejak 2003, sementara kebanyakan orang Hindu yang dituduh membunuh Muslim dan membakar rumah mereka telah dibebaskan.

“Pengadilan akan mensahkan perintah, pemerintah baru akan dibentuk, janji akan dibuat untuk kami,” kata Hijam Sheikh, seorang penyapu Muslim yang mengatakan ia melihat pembunuhan isterinya yang sedang hamil oleh massa Hindu pada 2002. “Namun tidak akan ada perubahan di sini.”

(sumber ANTARA/AFP)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s