Pakubuwono X Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Standard

Yogyakarta, 13/5 – Sri Susuhunan Pakubowono X diusulkan menjadi pahlawan nasional karena jasa-jasanya yang telah ditorehkan selama berkuasa sebagai Raja Keraton Surakarta pada 1893-1939.

“Jasa beliau yang beraneka ragam pantas dihargai pemerintah dengan pemberian tanda jasa sebagai pahlawan nasional,” kata Wakil Ketua MPR RI, BRA Moeryati Sudibyo di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, usulan bagi Pakubowono X sebagai pahlawan nasional bukan karena Moeryati masih memiliki hubungan darah, atau karena Pakubowono X seorang raja, tetapi karena masyarakat luas menghendakinya.

Ia mengatakan jasa-jasa kepahlawanan Sri Susuhunan Pakubowono X dalam perjuangannya mencapai kemerdekaan Indonesia di antaranya melalui bidang pendidikan, pergerakan pemuda, pengembangan ekonomi dan melalui pembangunan.

Dia mencontohkan beberapa upaya yang dilakukan Pakubuwono X di antaranya mendukung pergerakan Boedi Oetomo dan adanya Sumpah Pemuda.

“Sebagai raja, ia bisa saja tidak mengakui Indonesia, tetapi ia justru mendukung pergerakan pemuda,” katanya.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Gunawan Sumodiningrat mengatakan tahapan seseorang bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional adalah diusulkan oleh masyarakat, karena yang bersangkutan dianggap berjasa luar biasa untuk Indonesia.

Sri Susuhunan Pakubowono X, menurut dia telah berusaha mempersatukan Indonesia, menjaga kedaulatan rakyat, mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan ketertiban dunia.

Usulan dari masyarakat itu kemudian akan diajukan ke pemerintah daerah setempat. “Saat ini sudah ada enam daerah yang mengusulkan Pakubowono X sebagai pahlawan nasional, di antaranya Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Medan,” katanya.

Gunawan mengatakan gelar pahlawan nasional bukanlah tujuan utama yang ingin dicapai, tetapi lebih pada penanaman nilai-nilai kepahlawanan yang dimiliki Pakubowono X pada masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan umum.

Namun demikian, ia berharap gelar pahlawan nasional tersebut sudah bisa diberikan pada 2009, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November mendatang.

“Hal terpenting adalah adanya dukungan dari masyarakat, termasuk di dalamnya budayawan serta sejarawan,” katanya.

(sumber ANTARA)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s