Monthly Archives: August 2011

Refleksi Akhir Ramadhan

Standard

Semua yang telah berlalu hanyalah prolog dari kehidupan.
Semua yang telah berakhir merupakan awal dari segalanya.
Bukan kebalikan seperti yang kita duga.

Romadhon yang indah telah berlalu.
Bulan yang dimuliakan itu telah beranjak dari hari-hari kita.
Akankah hari-hari penuh suka cita ibadah juga turut berakhir?

Sesungguhnya semua ini belum berakhir.
Justru awal dari kehidupan sesungguhnya.
Sebelas bulan kedepan adalah bentuk pengejawantahan ketakwaan kita.

Kalau selama Romadhon kita beribadah, itu wajar.
Selama Romadhon Masjid penuh jama’ah, itu lazim.
Disaat Romadhon terlantun Kalamullah dari bibir ini, itu tidaklah istimewah.

Syawal merupakan peningkatan.
Peningkatan ibadah yang telah terbiasa dilakoni selama Romadhon.
Mari kita buktikan kedigdayaan kita dihadapan Allah.

Kedigdayaan derajat takwa kita selama sebelas bulan ba’da Romadhon.
Ini adalah ajang pembuktian, apakah kita beribadah hanya mengharap pahala Romadhon?
Atau sentiasa mengharap ridho Allah sepanjang tahun?

Berjanjilah kepada Allah dan diri sendiri, agar tetap memuliakan bulan-bulan lain selayaknya Romadhon.
Memuliakan dengan ibadah-ibadah kepada-Nya.
Shoum, tadarus, sedekah, qiyamulail akan berlanjut dan makin meningkat.

Semoga siang dan malam kita selalu bertabur dzikir dan tilawah.
Masjid kita bertabur jama’ah yang ikhlas menyembah.
Shaf sholat Shubuh juga akan makin bertambah.

Inilah refleksiku. Refleksi diakhir Romadhon. Diiringi kerinduan yang sangat menyeruak. Penuh haru dan harap. Tuk dapat berjumpa kembali dengannya. Dengan Romadhon yang penuh keceriaan. Keharuan. Kekhusyukan. Keniscayaan.

Sungguh diri ini hamba yang lemah. Hanya mampu eling dikala Romadhon. Namun kerap alpa–lalai setelahnya. Padahal keridhoan Allah tercurah sepanjang tahun. Di seluruh jangkauan alam semesta.
Read the rest of this entry

Advertisements