SoundFromHeart

Standard

mood : sedikit galau
song : Pintu Taubat by Zivilia

Untuk engkau yang kucintai
Untuk engkau yang jauh disana
Yang selalu tersimpan indah bak mutiara

Engkau yang selalu menanti kehadiranku
Kelak aku pasti pulang menemuimu
Agar kita merajut cinta bersama

Cinta bukan sembarang cinta
Ini cinta segitiga
Antara aku, kau dan Allah

Biarlah hanya kita yang mengerti
Mereka takkan bisa memahami
Tentang luapan perasaan kian membuncah

Masihkah kau menantiku, Sayang?
Masihkah ingat dengan janji kita?
Kuharap masih melekat segala harap itu di hati

Allah Yang Punya Kuasa
Dia Yang Berkehendak
Dialah Yang Memutuskan yang terbaik

Kumohon engkau untuk tetap sabar
Kelak pasti kuantar engkau ke taman nirwana
Akan kita buat para malaikat dan bidadari iri

Mereka semua akan iri pada kita
Memohon dan berharap kepada Yang Maha Kuasa
Agar dapat seperti kita

Sesungguhnya akupun tak sabar
Lelah aku dalam penantian
Melalui detik-detik dalam kesendirian

Begitupun denganmu kan, Dinda?
Kuharap tidak
Karena selalu ada Allah menemani kita

Aku dalam masa penantian, engkaupun
Engkau dalam masa perjuangan, akupun
Kita sama mencari Ridho Allah

Kita terpisah jauh aku tak peduli
Kita tak selalu bersama tak masalah bagimu
Karena Kehendak Allah yang menyatukan kita

Andai aku punya kuasa
Andai aku punya daya upaya
Aku tak akan berandai-andai

Pengandaian kita hanyalah semu
Semuanya akan berakhir sia-sia
Kehendak Allah yang terbaik. Abadi. Kekal

So, masihkah kau gunda? Ku yakin itu
Kau bimbang dan ragu? Akupun juga
Tanya hatimu! Sudah terbaikkah kau memilihku?

Aku ini hanya lelaki hina
Sedang engkau Bidadari Surga
Kau Merak Khayangan sedang aku emprit sawah

Allah tak memandang fisik
Apalagi derajat maupun strata sosial
Ternyata kaupun begitu

Kau siap menerima aku apa adanya
Dengan segala kekuranganku
Itu kelebihan tersendiri pada dirimu

Keindahan fisikmu tak diragukan lagi
Kemolekan parasmu tiada banding
Akan menyilaukan mata tiap pria yang memandang

Pria Sholeh akan bertambah Sholeh
Pria brandal akan taubat nasuhah
Karena kharismamu menyiratkan, “Aku hanya untuk Pria Taqwa”

Oh mungkinkah.. Ini kan cuma mimpi..
Aku pria brandal tadi
Tapi aku tak kunjung menuju taubat

Perintah Allah kuabaikan, Seruan-Nya kuacuhkan
Larangan-Nya berkutat di kanan dan kiriku
Aku dungu dan tak berdaya

Ibadahmu terjaga. Pandanganmu juga
Gerak lakumu tertuntun al-Quran dan Sunnah
Kau sebenar-benar Bidadari

Sungguh tak pantas aku bersanding denganmu
Aku sadari itu
Dan kau masih tak menyadarinya

Sekian dulu untukmu duhai Cintaku. Yang selalu kuharap kepada Allah hanya berdampingan dengan wanita yang sederajat denganku. Bukan Bidadari Surga seperti dirimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s