Bercinta dengan Alam

Standard

Bersama sahabat mencari damai,

Mengasah pribadi mengukir Cinta,

Mahameru berikan damainya didalam beku Arcapada,

Mahameru sampaikan sejuk embun hati,

Mahameru basahi jiwaku yang kering,

Mahameru sadarkan angkuhnya manusia,

Mahameru sebuah Legenda tersisa puncak abadi Para Dewa,

Special thanks for Dewa 19. Lagu bertajuk Mahameru ini merupakan apresiasi yang demikian mendalam untuk para pecinta alam. Untuk kita yang suka bersahabat dengan alam. Bahwa mencari kedamaian dan mengukir cinta dengan alam bukanlah hal yang mudah. Bahkan alam dapat menyadarkan angkuhnya manusia. Keindahan alam yang memukau dapat menyadarkan manusia bahwa kita ini tidak ada apa-apanya dihadapan alam semesta.

Seperti kata Soe Hok Gie, berbagi waktu dengan alam maka kau tahu siapa dirimu yang sebenarnya. Hakikat manusia. Soe Hok Gie juga merupakan petualang sejati. Petualangannya berakhir di Gunung Semeru.

Temans, impian kita memang mendaki Mahameru yang merupakan Puncak Abadi tempat bersemayamnya Para Dewa. Hal tersebut belum dapat kita tercapai hingga saat ini. Namun telah sedikit terobati dengan perjalanan yang kita tempuh dari Sei Sikambing menuju Sibolangit dengan mengendarai sepeda. Untuk bersahabat dengan alam tidaklah mesti jauh-jauh ke Mahameru. Di Sibolangit kita juga dapat melihat keindahan lukisan Ilahi yang terhampar hijau di sepanjang perjalanan sejauh mata memandang.

Saya ingin sedikit berbagi pengalaman yang saya alami bersama teman-teman saat ke Sibolangit pada Sabtu, 24 Desember 2011 kemarin. Perjalanan ditempuh dengan rute Sei Sikambing – Namurambe – Sembahe – Sibolangit. Peserta berjumlah lebih dari 30 orang dengan mengendarai sepeda. Diiringi dua truk dari TNI AU dan satu Jeep untuk mengantisipasi jikalau ada peserta yang tidak sanggup mengendarai sepeda.

Di sepanjang perjalanan berbagai pengalaman kami rasakan. Semua dari kami walaupun Bikers sejati, namun baru pertama kali menempuh Sei Sikambing – Sibolangit dengan bersepeda. Pemandangan alam Sibolangit memang sungguh indah. Dan komentar kami disesuaikan dengan bahasa setempat, Subhanallah Mantap Krina! Seperti kata Dewa 19, alam ini memberikan kedamaian, kesejukan dan membasahi jiwa yang kering.

Bendungan Namurambe
Bendungan Namurambe

Foto diatas adalah sebagian dari Bikers ketika sampai di Bendungan Namurambe. Saat disini ada pengalaman tersendiri bagi saya. Yakni saat menyusuri turunan menuju bendungan. Sepeda yang saya gunakan kurang Sehat wal ‘Afiat. Remnya kurang memadai. Saya hampir saja terjungkal. Saat itu saya benar-benar merasa pasrah. Hampir saja bersalaman dengan Malaikat Maut. Seperti lirik Dewa 19 diatas, alam menyadarkan angkuhnya manusia. Sehebat apapun kita, tentu kita takluk pada alam. Alhamdulillah saya masih selamat dan bisa bernafas dengan baik hingga saat ini.

Teman-teman ketakutan saat melihat adegan saya menyusuri turunan tadi. Mereka sungguh takut kehilangan saya. Bagi mereka saya ini adalah teman yang langka.

Tepi Jurang Sibolangit
Tepi Jurang Sibolangit
Masih Tepi Jurang Sibolangit
Masih Tepi Jurang Sibolangit

Seperti yang terlihat pada foto diatas, sesampainya di Sibolangit, saya langsung menuju tepi jurang dan mengambil catatan. Saya mencatat semua rekam perjalanan yang saya alami. Dunia saya memang tidak terlepas dari dunia tulis menulis. Mungkin Rukun Iman saya sudah bertambah, “Menulis adalah Sebagian dari Iman“.

Bunga Biru
Bunga Biru

Sebenarnya saya ingin mencium pasir di puncak Mahameru, namun belum kesampaian. Ataupun mencium seorang gadis, namun belum ada wanita halal yang bisa saya cium. Seperti yang terlihat dalam foto diatas saya hanya bisa mencium Bunga Biru yang ada di Sibolangit.

Tadabur Quran
Tadabur Quran

Selain belajar dari ayat-ayat kauniah Allah di alam Sibolangit ini, tidaklah lengkap rasanya jikalau tidak mentadaburi ayat al-Quran. Seperti terlihat dalam Foto diatas, sungguh nikmat rasanya mengkombinasikan Tadabur Alam dengan Tadabur Quran di alam terbuka. Kita juga telah bertekad, berjanji dan berikrar. Bahwa Bikers sejati tidak takut mati. Dan yang utama Bikers sejati tidak pernah meninggalkan Ibadah.

Tumpukan Sepeda diatas Truk
Tumpukan Sepeda diatas Truk

Ada banyak lagi pengalaman selama perjalanan, baik suka maupun duka. Namun yang paling kami anggap duka adalah saat kami hendak meninggalkan Sibolangit. Kami memutuskan untuk kembali ke Medan dengan truk. Seluruh sepeda kami diangkut dengan satu truk. Berhimpitan satu sama lain tidak menentu seperti terlihat dalam foto diatas. Sungguh duka yang sangat mendalam bagi kami. Kami sungguh tidak tega melihat sepeda kami lecet dan baling karena guncangan-guncangan truk selama perjalanan pulang.

Duka lain mungkin hanya rasa pegal ataupun sedikit patah kaki lantaran gowes yang melelahkan. Ada pantun juga untuk teman Bikers,

Kalau ada jarum yang patah, jangan disimpan didalam peti.

Kalau ada kaki yang patah, bawalah ke Kem-kem.

Ya jangan bawa ke saya, saya gak bisa ngobati.

Bada Ashar kami kembali ke Medan tercinta. Ke Tepi Sei Sikambing tempat bernaung kita. Saat pulang kami hanya dapat berkata, “Me juah-juah”. Itulah yang saya mengerti selain, “Horas Bah! Habis Beras Makan Gabah!”. Selamat tinggal Sibolangit, kami akan kembali untuk Cinta Alammu. Target selanjutnya nge-bike ke daerah Langkat.

Sebenarnya ada banyak lagi pengalaman yang ingin saya bagi ke Temans and Sedulurs semua. Tapi mungkin cukup disini dulu. Lain waktu kita akan berbagi pengalaman lagi tentang alam. Tentang indahnya Kekuasaan Allah.

Impian John Lennon adalah “All the people Living life in peace”. Jangan cuma bermimpi! Kita hidup di dunia nyata. Lakukan tindakan nyata! So, Stop Dreaming! Start Action. Selaraskan hidup dengan alam.

Quod Erat Demonstrandum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s