Syaikh Tarbiyah

Standard

Lantunan nada jiwa untuk-Mu

Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu

Berlaku pasti atas kami hukum-Mu

Adil pasti atas kami keputusan-Mu

Ya Allah kami memohon kepada-Mu

Dengan semua Nama yang jadi Milik-Mu

Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu

Atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu

Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu

Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib

Kami memohon agar Engkau menjadikan Al Qur’an yang agung

Sebagai musim bunga hati kami, Cahaya hati kami, Pelipur sedih dan duka kami

Pencerah mata kami

Ya Allah, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang menenggelamkan dunia

Ya Allah, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala

Ya Allah, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir’aun dan laut yang mengancam nyawa

Ya Allah, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana

Ya Allah, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatuwassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka

Ya Allah, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam,dan perut ikan

Ya Allah, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya

Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya

Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

Ya Allah, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosaBegitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia

Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka

Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya

Ya Allah, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami

Ya Allah, Ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami

Dan Rahmah Kasih Sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri

Ya Allah, jadikan kami kebanggaan Hamba dan Nabi-Mu Muhammad di padang mahsyar nanti

Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu

Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab

Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati,ummatku, ummatku

Pemimpin bagai para Khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan

Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera

Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

Ya Allah, dengan kasih sayang-Mu

Engkau kirimkan kepada kami Da’i penyeru iman kepada nenek moyang kami penyembah berhala

Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da’wah

Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran

Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini kepada generasi berikut kami

Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini

Dengan sikap malas dan enggan berda’wah

Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa

Demikianlah untaian kata-kata yang sangat Indah dirangkai oleh Kiyai Rahmat Abdullah. Semoga kata-kata diatas semakin menyadarkan kita tentang keberadaan Allah dan keberadaan kita. Tentang Cinta-Nya Allah dan durhakanya kita. Tidak perlu banyak kata lagi untuk berkomentar terhadap tulisan-tulisan beliau. Semua berpulang kepada kita masing-masing. Sejauh mana merefleksikan setiap petuah dari Beliau. Sudah sampai mana Muhasabah kita setiap harinya. Sudahkah kita menjadi lebih baik? Baik di sisi Allah tentu. Kebaikan yang hakiki. Bukan sekedar kebaikan untuk mencari Simpati semu manusia.

Untuk Kiyai Rahmat Abdullah sendiri, kita juga tidak perlu banyak komentar tentang sepak terjang Beliau dalam berdakwah, memberikan keteladanan dan usaha-usaha lain untuk mengantarkan kita menuju Cinta-Nya Allah. Menjadi Keluarga Rasulullah.

Cukuplah kiranya mereka yang expert yang berkomentar tentang Sang Kiyai,

Ribuan langkah kau tapaki, pelosok negeri kau sambangi

Tanpa kenal lelah jemu sampaikan firman Tuhanmu

Terik matahari tak surutkan langkahmu

Deru hujan badai tak lunturkan azzammu

Raga ‘kan terluka tak jerikan nyalimu

Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu

Semua makhluk bertasbih panjatkan ampun bagimu

Semua makhluk berdoa limpahkan rahmat atasmu

Duhai pewaris nabi duka fana tak berarti

Surga kekal dan abadi balasan ikhlas di hati

Cerah hati kami kau semai nilai nan suci

Tegak Panji Illahi bangkit generasi Robbani

Demikian untaian lirik Indah dari Izzatul Islam yang menggambarkan apresiasi yang demikian dalam untuk sosok Sang Kiyai. Tidak hanya untuk Kiyai Rahmat Abdullah sebenarnya, tapi juga untuk seluruh Pejuang Dakwah di jagad raya ini yang telah dengan tulus ikhlas mewakafkan jiwa raga kepada Allah. Untuk tegaknya Kalimatullah di setiap jengkal bumi ini.

Kurasakan syairmu abadi

Jejak kesolehan yang kau tinggalkan untuk kami

Tentang cerita sebuah integritas keimanan

Suatu ketika semangatmu bangunkan tidur kami

Rahmat Abdullah Syairmu abadi, iringi perjuangan dalam kesatuan hati

Rahmat Abdullah Jejakmu abadi, menjadi cermin sejati anak-anakmu disini

Ungkapan hati lain dari Thufail Al Ghifari (Lead Vocal From The Roots Of Madinah) tentang sosok mulia ini. Sosok bersahaja.

Kiyai Rahmat
Kiyai Rahmat

Beliau bergelar Asy-Syaikh At-Tarbiyah. Gelar yang sangat indah, tidak berlebihan dan memang pantas disandang oleh Beliau. Saya sangat yakin bahwa segala bentuk gelar apakah Kiyai, Syaikh dan sebagainya sangatlah tidak penting bagi Beliau. Tapi justru penting bagi kita agar kita semakin tergugah untuk mengikuti setiap jejak langkah-langkah agung itu.

Kita ini apa? Panjenengan lan kulo iki opo? Gelar apa yang tersemat pada diri kita? Paling-paling hanya gelar karpet kalau tidak tikar. Syukur jikalau gelar sajadah.

Suatu ketika seorang teman mengungkapkan kekaguman terhadap sesuatu yang ada pada diri saya. Bukan kekaguman pada saya sebenarnya. Tapi pada Kaos yang saya kenakan. Bergambar Sang Kiyai. Diapun bertanya dimana saya dapatkan Kaos ini, “Gakda di Medan!!

Demikian. Tiada hari tanpa Kebaikan. Impian John Lennon adalah “All the people Living life in peace“. Jangan cuma bermimpi! Kita hidup di dunia nyata. Lakukan tindakan nyata! So, Stop Dreaming! Start Action. Selaraskan hidup dengan alam.

Quod Erat Demonstrandum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s