Monthly Archives: February 2012

Hari Kasih Sayang

Standard

Didahului dari pertanyaan seorang teman, “Dalam Islam ada gak Hari Kasih Sayang?”

Saya katakan bahwa Islam merupakan “Marhamah”, agama kasih sayang. Berkasih sayang tentu tidak perlu momentum. Apalagi sekedar merayakan Hari Kasih Sayang atawa Valentine’s Day. So, diluar itu jadi Hari Permusuhan? Ya keliru Panjenengan.

Sekarang ini saya tidak menjelaskan lagi seluk beluk Valentine’s Day. Saya yakin Temans and Sedulurs sudah faham betul tentang ini. Saya justru ingin sedikit saja mereview tentang “Fath al-Makkah“, yakni peristiwa yang dinisbatkan sebagai Hari Kasih Sayang dalam Islam.

Coba sejenak kita mengingat kembali perjuangan awal Rasulullah berjuang menegakkan al-Islam di muka bumi. Beliau bersama para Sahabat yang mulia mendapat siksaan kejam yang tiada taranya. Hingga detik ini belum ada yang bisa menandingi penyiksaan yang diterima Umat Muslim terdahulu. Jikalau Panjenengan bandingkan dengan penjajahan Belanda atawa Jepang ke Indonesia, itu belum ada apa-apanya dibanding kejamnya Kafir Quraisy.

Hingga Rasulullah dan Umat Muslim berpindah atawa dengan istilah Hijrah dari Kota Makkah ke Yatsrib. Disana Rasulullah disambut baik oleh warga dan dengan gemilang mampu berhasil menyebarkan al-Islam. Tidak hanya sekedar menyebarkan al-Islam, Rasulullah juga membangun kekuatan Armada Perang yang tangguh. Yatsrib diubah namanya menjadi Madinatunnabiy yang di zaman ini lazim kita kenal dengan Madinah al-Munawarah. Kota Nabi, Kota Bercahaya.

Hingga suatu ketika tatkala al-Islam sudah benar-benar kokoh di Madinah, ada perasaan rindu di kalangan Sahabat Rasulullah untuk pulang kampung ke Makkah. Hal tersebut pun diamini oleh Rasulullah. Dengan Armada Perang yang tangguh, persenjataan lengkap, Rasulullah dan Para Sahabat melakukan perjalanan kembali ke Kota Makkah.

Nawaitu sebenarnya hanyalah sekedar “poelang kampoeng“. Namun hal ini dibaca lain oleh Kafir Quraisy di Makkah. Mereka berfikir bahwa dengan Armada Perang yang tangguh, Umat Muslim akan membalas dendam kepada Kafir Quraisy mengingat di masa sebelumnya Umat Muslim telah disiksa habis-habisan oleh Kafir Quraisy. Bahkan banyak dari mereka yang melarikan diri khawatir bakalan kena bantai Umat Muslim.

Padahal tidaklah demikian. Armada Perang Umat Muslim masuk ke Makkah dengan gagahnya. Menunjukkan ketangguhan mereka yang ditempah langsung oleh Panglima Perang terbaik sejagad ini. Sedang Rasulullah memasuki Makkah dengan tertunduk. Beliau beristighfar sepanjang perjalanan. Beliau khawatir perjalanan ini menghasilkan sifat dan sikap sombong. Beliau memohon kepada Allah agar terhindar dari kesombongan. Beliau tertunduk. Dagu menempel erat pada bagian atas dada hingga menimbulkan bekas. Beliau menangis hingga janggut benar-benar basah.

Beliau sungguh-sungguh sangat khawatir Umat Muslim jatuh kepada kesombongan.

Sesampainya di pintu Ka’bah, Rasulullah berpidato dengan kata-kata sederhana namun sangat fenomenal, “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia telah menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya, dan menaklukan pasukan sekutu sendirian. Ingatlah, seluruh kehormatan, darah, dan kekayaan yang didakwahkan itu berada dibawah telapak kakikku ini, kecuali pelayan Ka’bah dan pemberi minum jamaah haji. Wahai, orang-orang Quraisy, Sesungguhnya, Allah telah menghilangkan tindakan jahiliyah dan pengagungan terhadap nenek moyang kalian. Semua  manusia berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah. Kalian semua kami bebaskan, kembalilah ke keluarga kalian dengan damai dan ambillah harta kalian, ini bukan hari pembantaian akan tetapi ini adalah Yaumul Marhamah (hari kasih sayang)”

Selain itu Rasulullah juga menghancurkan berhala-berhala di sekeliling Ka’bah hingga berkeping-keping. Beliau masuk kedalam Ka’bah dan menghancurkan berhala didalamnya. Ada satu berhala didalam Ka’bah yang menggambarkan sosok Nabi Ibrahim sedang bermain judi. Waduh! Siapa pula yang berani membuat berhala tersebut? Kiranya si pembuat bisa mendapat kehormatan untuk mencium dasar neraka.

Demikianlah kiranya peristiwa Fath al-Makkah yang merupakan Yaumul Marhamah “Hari Kasih Sayang”. Sungguh mulia akhlak Rasulullah, ketika penyiksaan dibalas dengan kasih sayang. Bukan dengan bertukar coklat di Valentine’s Day.

So, Say No to Palentine. Yes to Palestine.
Intifadha buat Palestine! Kemenangan nyata buat Syeikh Ahmad Yasin, Dr. Abdul Aziz ar-Rantisi dan seluruh syuhada’ sejagad.

Quod Erat Demonstrandum

Advertisements

myValentine

Standard

Ya, hari ini adalah hari kematiannya. Tepat ditanggal 14 ini beliau wafat dan meninggalkan luka yang demikian mendalam bagi para pemujanya. Dan di hari ini pula jutaan remaja islam merayakan hari kematian sang pastor dengan penuh khidmat. Dengan dibungkus label hari kasih sayang.

Mereka, remaja islam sungguh takkan lupa dengan hari dan tanggal ini. Namun mereka kerap alpa bahwasanya esok adalah 12 Rabiul Awwal yang merupakan hari lahir seorang manusia teramat mulia di dunia dan akhirat, yakni Kanjeng Nabi Muhammad (sholawat atasnya).

Sungguh ironis keadaan remaja islam saat ini yang sangat kehilangan jati diri keislaman dan cenderung mengikuti modernitas budaya yahudi yang hedonistik.

Kita tentu sama mengetahui bahwa 14 Pebruari merupakan tanggal kematian sang pastor yang mati dihukum demi mempertahankan cintanya. Dan dikemudian hari diperingati sebagai Valentine’s Day. Meski kisah ini memiliki banyak versi, kontroversi, keanehan dan sebagainya yang pasti tidak ada keagungan cinta didalamnya.

Dalam perayaan terdahulu pada 14 Pebruari lazimnya dilaksanakan pesta dengan mengambil darah hewan, entah ayam entah babi. Sang lelaki mencelupkan ibu jari pada darah dan darah tersebut dilekatkan pada kening seorang gadis. Dan gadis tersebut mendapat kehormatan untuk dizinahi oleh sang pria. Hal demikian itu bagi mereka atas nama cinta dan kasih sayang.

Jadi merayakan 14 Pebruari sama dengan Hari Perzinahan dunk??

(Yaiya lah..seru kan??pastinya!!)

Apakah perlu merayakan hari kasih sayang?

Islam sendiri merupakan “marhamah”, agama kasih sayang. Dan Rasulullah (sholawat atasnya) merupakan Rahmat untuk seluruh alam. Jadi tidak perlu hari khusus untuk berkasih sayang. Namun, untuk sekedar tahu aja. Jikalau merujuk kepada sejarah, sebenarnya ada hari kasih sayang dalam Islam yang tak seorang remaja islampun mengetahuinya. Konon lagi merayakannya. Yakni pada hari dibebaskannya Kota Makkah dari cengkraman kafir yang lebih dikenal dengan “Fath al-Makkah”.

Jadi, yok kita kembali ke jati diri Islam kita. Moga kita bisa menjadi generasi kehadapan yang lebih baik