myValentine

Standard

Ya, hari ini adalah hari kematiannya. Tepat ditanggal 14 ini beliau wafat dan meninggalkan luka yang demikian mendalam bagi para pemujanya. Dan di hari ini pula jutaan remaja islam merayakan hari kematian sang pastor dengan penuh khidmat. Dengan dibungkus label hari kasih sayang.

Mereka, remaja islam sungguh takkan lupa dengan hari dan tanggal ini. Namun mereka kerap alpa bahwasanya esok adalah 12 Rabiul Awwal yang merupakan hari lahir seorang manusia teramat mulia di dunia dan akhirat, yakni Kanjeng Nabi Muhammad (sholawat atasnya).

Sungguh ironis keadaan remaja islam saat ini yang sangat kehilangan jati diri keislaman dan cenderung mengikuti modernitas budaya yahudi yang hedonistik.

Kita tentu sama mengetahui bahwa 14 Pebruari merupakan tanggal kematian sang pastor yang mati dihukum demi mempertahankan cintanya. Dan dikemudian hari diperingati sebagai Valentine’s Day. Meski kisah ini memiliki banyak versi, kontroversi, keanehan dan sebagainya yang pasti tidak ada keagungan cinta didalamnya.

Dalam perayaan terdahulu pada 14 Pebruari lazimnya dilaksanakan pesta dengan mengambil darah hewan, entah ayam entah babi. Sang lelaki mencelupkan ibu jari pada darah dan darah tersebut dilekatkan pada kening seorang gadis. Dan gadis tersebut mendapat kehormatan untuk dizinahi oleh sang pria. Hal demikian itu bagi mereka atas nama cinta dan kasih sayang.

Jadi merayakan 14 Pebruari sama dengan Hari Perzinahan dunk??

(Yaiya lah..seru kan??pastinya!!)

Apakah perlu merayakan hari kasih sayang?

Islam sendiri merupakan “marhamah”, agama kasih sayang. Dan Rasulullah (sholawat atasnya) merupakan Rahmat untuk seluruh alam. Jadi tidak perlu hari khusus untuk berkasih sayang. Namun, untuk sekedar tahu aja. Jikalau merujuk kepada sejarah, sebenarnya ada hari kasih sayang dalam Islam yang tak seorang remaja islampun mengetahuinya. Konon lagi merayakannya. Yakni pada hari dibebaskannya Kota Makkah dari cengkraman kafir yang lebih dikenal dengan “Fath al-Makkah”.

Jadi, yok kita kembali ke jati diri Islam kita. Moga kita bisa menjadi generasi kehadapan yang lebih baik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s