Pesan dari Guru

Standard

Katanya enak menjadi bujangan, ke mana-mana tak ada yang larang

Hidup terasa ringan tanpa beban, uang belanja tak jadi pikiran

Enaknya kalau jadi bujangan

Hidup bebas bagai burung terbang

Kantong kosong tidak jadi persoalan

Tapi susahnya menjadi bujangan, kalau malam tidurnya sendirian

Hanya bantal guling sebagai teman, mata melotot pikiran melayang

Special Thanks for Sang Guru untuk senandung yang bertajuk Bu Jangan! Senandung yang selalu menyiksa hati. Hati para bujang yang tak kunjung bersanding di Pelaminan dengan pasangan yang dipilihkan Allah untuk abadi mengarungi hidup.

Dalam kesempatan menulis kali ini dengan izin Allah saya ingin berbagi tentang tulisan teman saya, Erna, yang menurut saya mesti direnungkan. Bagi yang ingin merenungkan silakan. Bagi yang tidak juga tidak masalah. Berikut ini petikan yang ia posting di Blog pribadi yang berjudul “Doa untuk dia yang belum halal

Disetiap sholat 5 waktu atau sholat sunnah lainnya saya tak lupa berdoa. Berdoa bagi diri saya, orang tua, keluarga yang lain, sahabat2 saya, dan juga orang2 mukmin yang berjuang di jalan-Nya. Saya ucapkan berulang-ulang doa yang sama tentu untuk kebaikan semuanya.

But, ada satu lagi yang saya sebutkan dalam akhir doa saya. Doa teruntuk seseorang yang pernah begitu berarti untuk saya. Seseorang yang pernah saya harapkan menjadi masa depan. Pastinya doa agar dia baik-baik saja dan juga agar xxxx (hehe rahasia, malu -_-!)

Namun, akhir-akhir ini saya menjadi ragu berdoa untuknya. Ragu apakah yang saya lakukan (berdoa untuknya) ini benar atau salah. Dengan mendikte Allah agar seseorang itu menjadi salah satu yang ditakdirkan-Nya untuk saya.

Huft, akhirnya keraguan itu menjadi sedikit ketakutan. Saya jadi tiba-tiba takut dengan doa saya sendiri. Saya takut, jangan-jangan ‘dia yang saya doakan’ tak akan pernah menjadi halal. Dan ‘seseorang yang akan halal’ untuk saya nantinya tidak suka dengan ini (dengan doa saya tentunya).

Karena saya tahu, saya sendiri pasti tak akan senang mengetahui ‘dia yang nantinya halal’ ternyata dulunya mendoakan wanita lain agar menjadi halal untuk dirinya. Saya pasti akan sangat cemburu jika tahu bahwa ‘dia yang nantinya halal untuk saya’ ternyata di setiap doanya tak pernah luput untuk mendoakan kebaikan wanita lain.

Akhirnya saya putuskan untuk mengubah doa saya. Kali ini saya berdoa agar Allah berkenan memberikan seseorang yang terbaik untuk saya, siapapun dia. Dan menumbuhkan cinta dalam hati saya untuk ‘dia yang halal’. Bukan lagi doa untuk ‘dia yang saya harapkan menjadi halal’.

Wahai Yang Maha Cinta, pertemukanlah daku dengan dirinya yang telah Engkau takdirkan dalam kemuliaan cinta-Mu.

Apresiasi untuk http://ukhtierna.wordpress.com/

Dari saya,

Memang bukan perkara sederhana tentang masalah jodoh. Pastinya kita mengharap orang yang terbaik yang akan mendampingi kita. Ingat saja, bahwa di Quran telah termaktub yakni Perempuan baik untuk Lelaki baik dan sebaliknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s