Berbagi bersama

Standard

Hari gini masih suka mengeluh kepada pemerintah? Emang masih musim ya? Aku terkadang bahkan lupa kalau di negara ini masih punya pemerintah.

Coba ingat petuah dari Abraham Lincoln, apa sich yang sudah kita berikan kepada negara? Hm, maksudnya apa? Pajak? Apa saja dech yang penting jadi kontribusi positif seberapa pun besarnya.

Kemarin pas 1 Muharram, aku dapat undangan dari teman untuk hadir kumpul-kumpul bareng aktivis Blog. Ba’da gowes ku sempatkan hadir di undangan tersebut yang bertempat titik Nol Kota Medan. Hm, lokasi keren penuh sejarah. Di tempat inilah pertama kali dikumandangkan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Bumi Andalas. Mr. Teuku Mohammad Hasan yang kelak menjadi gubernur pertama di Swarna Dwipa membawa dan membacakannya di Lapangan Esplanade yang dikala pendudukan Jepang lazim disebut sebagai Lapangan Fukuraido.

Hadir hampir telat saat kumpul bareng aktivis Blog tersebut dikarenakan harus gowes dari Sei Sikambing. Maklum, aku cuman punya kenderaan yang baginian –yang rantainya di sebelah kanan. Teman-teman yang hadir unik-unik. Dan aku lebih sorr ku rasa. Maksudnya gini,

lantaran biasanya aku berkumpul dengan aktivis Blog yang lebih Business Oriented. Nah, kali ini berkumpul dengan mereka yang membawa nama Bloof. Opo iku? Blog of Friendship. Persahabatan. Gak ada dech cerita sikut-sikutan dunia bisnis disini. Sorr kali ku rasa. Cocoklah!

Nah, loh. Teman-teman bahkan punya ide yang bertemakan sosial gitu. Sesuatu yang sudah sangat lama ku tinggalkan. Ide kecil yang kelak berdampak besar –seperti kata Armstrong. Idenya untuk memberikan santunan seikhlas hati kepada orang-orang yang tidak sebahagia kita-kita. Walau makna bahagia itu sangat relatif, tapi upaya kecil ini hendaklah dimaknai sebagai kegigihan untuk berkontribusi kepada negara –seperti kata Lincoln tadi. Setuju kan? Dari pada mengeluh keadaan pemerintah yang tidak beres, lebih baik kita berbagi kepada sesama. Mugi malaikat rela menulisnya sebagai catatan amal yang bisa ngebantu kita di yawmul hisab kelak.

Kata Mas Lasso,

Keindahan di mata tak pasti kebahagiaan. Karena kebahagiaan sesungguhnya ada di hati .

Celengan biru nan sederhana ini. Yok kita isi! Ntar kita berbagi ke mereka. Panti Asuhan kah? Anak jalanan kah? Boleh juga ke Laskar Melati ibu-ibu pembersih jalan. Lantaran ibu-ibu ini juga Medan kita bisa meraih Adipura. Di saat kita membuang sampah sembarangan, mereka yang membersihkannya. Di saat kita anteng berkenderaan, mereka yang menghirup debu san asapnya. Pake masker ya Bu, biar gak kenak TB Paru-paru.

Sekian dulu ya.

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s