Tag Archives: ahmadinejad

Ahmadinejad: Dunia Baru Akan Dibangun Melalui Kerjasama Kolektif

Standard

Teheran, 29/4 – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Selasa, mengatakan pembangunan dunia baru memerlukan kerja sama kolektif semua orang di seluruh dunia.

Presiden Ahmadinejad mengeluarkan pernyataan tersebut dalam satu pertemuan dengan Perdana Menteri St. Vincent dan Grenadine Ralph E. Gonsalves di Teheran.

“Kita menyaksikan jenis dunia baru dan di dalamnya semua orang menikmati pembangunan, kesejahteraan serta hak yang sama,” kata presiden Iran itu.

Menurut Biro Penerangan kantor presiden, selam pertemuan tersebut, Presiden Ahmadinejad mengatakan dunia saat ini penuh diskriminasi, dusta, tekanan, konflik dan kemiskinan.

Wajib bagi semua orang di seluruh dunia untuk bekerja sama dalam membangun dunia baru yang independen, bersaudara, damai dan aman, katanya.

Orang-orang tertentu telah memecah-belah dunia guna mengenyam keuntungan lebih banyak dibandingkan dengan orang lain, katanya.

Ia menambahkan era pencarian hak dan insentif lebih banyak di PBB serta Dewan Keamanan (DK) PBB sudah selesai karena tidak adil bahwa satu kelompok mnioritas menguasai dunia dan mayoritas sisanya menderita akibat kemiskinan dan keuslitan.

Ketika merujuk kepada hubungan persahabatan saat ini antara Iran dan St. Vincent dan Grenadine, ia mengatakan kedua pihak mesti bekerja sama guna meraih pembangunan yang lebih besar dan membina hubungan mereka di tingkat internasional.

Republik Islam Iran siap membantu membina dan mengembangkan hubungan bilateral semacam itu, katanya.

Perdana Menteri St. Vincent dan Grenadine, yang sedang berkunjung itu, memberi penjelasan kepada Presiden Ahmadinejad mengenai perkembangan paling akhir di negerinya, wilayah serta dunia dan menggambarkan hasil perundingannya dengan para pejabat Iran sebagai positif.

Mengingat posisi strategis dan geo-politik yang luar biasa di Iran di tingkat regional dan dunia, ia menyerukan konsolidasi lebih lanjut mengenai hubungan dan hubungan antara kedua negara guna memenuhi kepentingan kedua pihak.

Read the rest of this entry

Ahamdinejad: New World to be Built Through Collective Collaboration

Standard

Tehran, April 29 – President Mahmoud Ahmadinejad said on Tuesday that building of a new world requires collective collaboration of all people round the globe.

President Ahmadinejad made the remark in a meeting with the Prime Minister of St. Vincent and the Grenadines Ralph E. Gonsalves in Tehran.

“We seek a new type of world in which all enjoy equal rights, welfare and development,” said the Iranian president.

According to the Information Bureau of the presidential office, during the meeting, President Ahmadinejad said the contemporary world is full of discrimination, lies, pressure, conflicts and poverty.

It is incumbent upon all people across the world to collaborate in building a new world based on independence, brotherhood, peace and security, he said.

certain indisviduals have divided the world in order to reap the benefits more than others, he said, adding that the era of seeking more incentives and rights at the United Nations and the United Nations Security Council (UNSC) is over because it is not fair that a small minority governs the world and the remaining majority suffers from poverty and hardship.

Referring to the current friendly ties between Iran and St. Vincent and the Grenadines, he said the two sides should cooperate to attain more development and bolster their ties at international level.

The Islamic Republic of Iran is ready to help bolster and develop such bilateral ties, he said.

The visiting premier of St. Vincent and the Grenadines, for his part, briefed President Ahmadinejad on the latest developments in his country, region as well as the globe and described the outcome of his negotiations with Iranian officials as positive.

Given Iran’s excellent geo-political and strategic position in the region and the world, he called for further consolidation of ties and relations between the two countries to meet the two sides’ interests.

Read the rest of this entry

Ahmadinejad: Iran Siap Dukung Perjanjian Palestina dengan Israel

Standard

Washington, 27/4 – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan pihaknya “tidak akan mempermasalahkan” jika warga Palestina mencapai suatu persetujuan damai “dua negara” dengan Israel, kendati penentangannya terhadap negara Israel “yang rasis”.

Pemimpin itu, dalam wawancara dengan jaringan ABC Minggu, tampak tak senang atas kegagalan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menanggapi pesan salam darinya dan mengatakan perundingan-perundingan nuklir hanya dapat berlangsung dengan suatu agenda jelas.

Setelah mengeluarkan pernyataan anti Israel dalam konferensi rasisme yang diadakan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Jenewa, Ahmadinejad menyerang “dukungan Obama atas pembunuhan warga Gaza sebagai sokongan bagi pelaku kejahatan yang bertangggung jawab atas kebiadaban tersebut.”

Tapi presiden itu yang telah sebelumnya menyerukan agar Israel “dihapuskan dari peta dunia” tampaknya memberikan dukungan bagi hak warga Palestina untuk melakukan perjanjian bagi pembentukan sebuah negara bersama dengan musuh Iran itu.

“Kami tak mempermasalahkan keputusan apa pun yang mereka buat. Kami tak akan menentukan apa pun. Keputusan apa pun yang mereka buat, kami akan mendukung itu,” kata Ahmadinejad melalui seorang penerjemah dalam wawancaranya yang dibuat Rabu di Teheran.

“Kami pikir ini hak rakyat Palestina, yang bagaimanapun kami sepenuhnya perkirakan negara-negara lain juga lakukan,” kata Ahmadienjad, tanpa mengatakan apakah Iran mungkin mengakui negara Yahudi itu sebagai bagian persetujuan “dua negara”.

Pada kesempatan yang sama, Ahmadinejad membela pidatonya di Jenewa, yang mendorong para diplomat Eropa meninggalkan tempat pertemuan. Amerika Serikat dan Israel memboikot konferensi tersebut yang dijadikan pemimpin Iran itu sebagai tempat melancarkan serangan verbal baru atas negara Yahudi tersebut.

Ahmadinejad yang menyerang keputusan Obama karena tak menanggapi proposalnya dan kutukannya atas pidato itu mengatakan Presiden AS itu “memiliki hak untuk mempertahankan pandangannya”.

“Tapi konferensi Jenewa itu telah diselenggarakan untuk memerangi rasisme, untuk menentang rasisme. Pandangan saya adalah bahwa rezim Zionis merupakan manifestasi rasisme,” katanya kepada ABC.

Sementara itu, Presiden Ahmadinejad mengatakan terserah kepada AS untuk mengambil kepemimpinan dalam perundingan mengenai ambisi nuklir rezimnya.

“Hubungan Iran dan AS bergantung pada keputusan yang diambil pemerintahan AS. Tuan Obama mengirim pesan-pesan persahabatan, tapi dalam komunike itu yang dikeluarkan kelompok 5+1, kebencian terlihat,” katanya merujuk kepada pembicaraan nuklir yang melibatkan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman. “Jadi ini suatu rute ganda, jika Anda mau.”

Setelah tiga dekade hubungan diplomatik beku, Obama menyerukan keterlibatan langsung dengan Iran atas berbagai isu-isu termasuk program nuklir, yang ditakutkan Barat menjadi tameng bagi usaha-usaha membangun sebuah bom atom.

Ahmadinejad mengatakan ia telah menerima kritik di dalam negeri karena mengirim pesan ucapan selamat atas terpilihnya Obama. “Bagamanapun saya lakukan itu. Saya belum menerima suatu tanggapan.”

Ditanya apakah Iran siap untuk berbicara dengan AS tanpa prasyarat, ia berkata,”Tidak, tidak. Hendaknya ada kerangka jelas untuk pembicaraan. Agenda itu harus jelas”.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan kepada pembuat keputusan AS pekan lalu bahwa AS menyiapkan “sanksi sangat keras” terhadap Iran jika langkah-langkah baru AS untuk Teheran gagal.

Awal bulan ini, Ahmadinejad mengatakan Teheran akan menawarkan paket baru kepada kekuatan-kekuatan dunia untuk pembicaraan nuklir.

“Dan kami sedang mempertimbangkan paket yang kami usulkan,” katanya kepada ABC. “Kami menambahkan isu-isu baru kepada dunia, jika Anda akan melakukan pembicaraan itu. Dan kami akan mengumumkannya sesegera mungkin. Kami selalu siap untuk berbicara.”

Ia menambahkan “Kami pikir bahwa kami hendaknya menyiapkan landasan sehingga semua negara dan rakyat memiliki hak yang sama. Kami siap memberi sumbangan bagi kemananan, perdamaian internasional dan persahabatan global dan perlucutan senjata global.”

Read the rest of this entry

Presiden Ahmadinejad Bertolak ke Isfahan

Standard

Teheran, 8/4 – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersama dengan anggota-anggota kabinetnya Rabu pagi bertolak ke kota kuno Isfahan, ibukota provinsi Isfahan di Iran tengah.

Kunjungan presiden ke Isfahan ini adalah putaran kedua dari lawatannya ke provinsi itu, untuk menindak lanjuti pelaksanaan beberapa proyek yang telah disetujui dalam putaran pertama kunjungan kabinet ke provinsi itu.

Dia memprakarsai kunjungan ke berbagai provinsi sejak dia mengambil alih pemerintahan pada tahun 2005, dalam rangka mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat jelata.

Pada Rabu malam, Presiden Ahmadinejad berpidato di depan penduduk setempat di stadion terbesar kota itu, dan bertemu dengan para keluarga para pejuang yang mati sahid serta para veteran perang.

Pada Kamis, dia akan menghadiri upacara yang akan diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Nuklir Nasional Iran, dan mengadakan pertemuan-pertemuan terpisah dengan para ulama dan cerdik pandai di provinsi itu.

Presiden juga akan memimpin sidang kabinet di Isfahan guna membahas kebutuhan-kebutuhan provinsi itu.

Read the rest of this entry

Presiden Iran: Solidaritas di Kalangan Pemerintah Regional Keharusan

Standard

Teheran, 12/3 – Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad, Rabu, di Teheran, menganggap solidaritas lebih besar di kalangan negara regional sebagai keharusan guna menanggulangi dampak negatif krisis ekonomi Barat.

Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, laman informasi Presiden Iran itu melaporkan Presiden Ahmadinejad mengeluarkan pernyataan tersebut Rabu malam, dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Suriah Farouk Ash-Shara di sisi Pertemuan Puncak Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO) Ke-10 di Teheran.

Ditambahkannya, kehadiran Suriah dalam pertemuan tersebut sangat menguntungkan dan bermanfaat.

Ketika menekankan perlunya memperkuat dasar solidaritas di dunia Islam, Presdien Republik Islam Iran itu mengatakan, “Status quo, dengan selalu ingat kemenangan yang telah diraih gerakan perlawanan Palestina dan Hizbullah terhadap rejim Zionis, mendukung front keadilan dan dunia Islam.”

Ia juga menegaskan perlunya negara regional meningkatkan kesadaran guna menanggulangi persekongkolan yang dilahirkan oleh negara penindas tertentu, dengan tujuan menebar benih ketidakpuasan di kalangan negara Islam.

Mengenai hubungan bilateral, ia berkata, “Untungnya, hubungan Teheran-Damaskus sejak dulu selalu bagus di tingkat taktis dan strategis.”

Sementara itu Wakil Presiden Suriah tersebut juga mengatakan bahwa Pertemuan Tingkat Tinggi ECO di Teheran berhasil baik. Ia menambahkan, “Kerja sama erat antara Iran dan Suriah telah memainkan peran penting dalam perkembangan positif di wilayah tersebut.”

Read the rest of this entry

President: Solidarity Among Regional Governments a Necessity

Standard

Tehran, March 12 The IRI President Mahmoud Ahmadinejad here Wednesday considered greater solidarity among regional countries as a necessity for countering negative effects of west’s economic crisis.

According to IRNA, the IRI President’s information website reported that President Ahmadinejad made the comment on Wednesday evening in a meeting with the Syrian Vice President Farouk al-Shara on the sidelines of the 10th Economic Cooperation Organization (ECO) Tehran Summit, adding that Syria’s presence at the meeting was quite beneficial and fruitful.

Emphasizing the need for strengthening the foundations of solidarity within the Islamic world, the President of the Islamic Republic of Iran (IRI) further reiterated, “The status quo, keeping in mind the victories that the Hezbollah and the Palestinian resistance have gained against the Zionist regime, is in favor of the justice front and the Islamic world.”

He meanwhile stressed the need for the regional countries’ ever increasing alertness in heeding the plots hatched by certain oppressor countries, aimed at sowing the seeds of discord among the Islamic countries.

Turning to bilateral ties, he said, “Fortunately Tehran-Damascus relations have always been excellent at tactical and strategic levels.”

The Syrian vice president, too, said during the meeting that the ECO Tehran Summit was quite successful, adding, “The close cooperation between Iran and Syria has played an important role in harbingering positive developments in the region.”

Read the rest of this entry

Ahmadinejad: Tak Ada Batas Bagi Perluasan Kerja Sama Teheran-Baghdad

Standard

Teheran, 28/2 – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan di Teheran, Jumat, Iran memandang tak ada batas bagi kerja sama dengan Baghdad.

Ketika memberi sambutan dalam pertemuan konsultasi pejabat senior Irak dan Iran, yang dimulai segera setelah penyambutan resmi Presiden Irak Jalal Talabani, Presiden Ahmadinejad berkata, “Hari ini, bangsa Irak melakukan tindakan penting, satu langkah lagi untuk mewujudkan keamanan dan kemajuan.”

Ia mengatakan perluasan kerja sama di kalangan negara regional dalam berbagai sektor, khususnya ekonomi, menjadi kepentingan utama mengingat kondisi global yang sedang terjadi saat ini.

“Kerja sama segi empat antara Iran, Irak, Turki dan Suriah sangat penting dan merupakan pilar dasar bagi peningkatan persaudaraan dan keamanan yang berkelanjutan,” kata Ahmadinejad.

Presiden Iran dan Irak itu, dalam pertemuan tersebut, menggaris-bawahi perluasan besar hubungan dan kerja sama timbal-balik, dan mengatakan ada dasar yang cocok bagi kerja sama di bidang politik, budaya, militer, keamanan, pendidikan tinggi, energi, komersial, perumahan dan angkutan.

Talabani mengatakan hubungan politik, keamanan, militer dan budaya dan kerjasama antara Iran dan Irak mesti didorong ke tingkat paling tinggi yang mungkin dicapai.

“Tak ada penghalang di jalan perluasan hubungan bilateral,” kata Talabani. Ia menambahkan ada kemudahan dan potensi bagi perluasan maksimal hubungan Teheran-Baghdad sejalan dengan kepentingan bangsa mereka.

Read the rest of this entry

Ahmadinejad: No Limit for Tehran-Bagdhad Cooperation Expansion

Standard

Tehran, Feb 28 President Mahmoud Ahmadinejad said here Friday that Tehran considers no limit for expansion of cooperation with Baghdad.

Addressing Iranian and Iraqi senior officials? consultation meeting, which started immediately after official welcoming of Iraqi President Jalal Talabani, President Ahmadinejad said, “Today, Iraqi nation takes important steps one after another for guaranteeing security and progress.”

He said expansion of cooperation among regional states in different sectors, economic domain in particular, is of prime importance regarding ongoing global conditions.

“Quadrilateral cooperation among Iran, Iraq, Turkey and Syria is of extreme significance and basic pillar of sustainable security and promotion of fraternity,” added Ahmadinejad.

The Iranian and Iraqi presidents in the meeting underlined all-out expansion of mutual cooperation and relations, saying there are proper grounds available for cooperation in the fields of politics, culture, military, security, higher education, energy, commerce, housing and transportation.

Talabani said political, security, military and cultural relations and cooperation between Iran and Iraq should be upgraded to the highest possible level.

“There is no impediment on the way of expansion of bilateral ties,” said Talabani, adding that there are facilities and potential for maximum expansion of Tehran-Baghdad relations in line with interests of their nations.

Read the rest of this entry