Tag Archives: irak

Masyarakat Irak Rayakan HUT Saddam dengan Puisi dan Bunga

Standard

Awja, Irak, 29/4 – Puluhan warga Arab Sunni menandai hari ulang tahun mantan presiden Irak Saddam Hussein yang telah dieksekusi, Selasa, dengan pembacaan puisi dan ayat-ayat dari kitab suci al Qur’an di kota asalnya Awja.

Anak-anak sekolah termasuk di antara sekelompok orang dari kota Awja di Irak tengah, dekat kubukuat Sunni Tikrit, yang berkumpul untuk menandai hari kelahiran mantan diktator sekuler yang digulingan itu. Ia tahun ini seharusnya berusia 72 tahun.

Saddam, yang memerintah Irak dari 1979 hingga rezimnya dijatuhkan dalam agresi pimpinan-AS 2003, digantung pada Desember 2006 karena kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Kami tidak akan melupakan Saddam Hussein, bahwa kami hidup di bawah perlindungannya selama beberapa dasawarsa,” kata Um Mohammad, seorang ibu berusia 40 tahun, yang tiga anaknya mengikuti di belakangnya.

“Kami akan membesarkan anak-anak kami dengan cintanya dan mengunjungi makamnya pada segala kesempatan,” katanya. “Ulang tahun almarhum presiden indah bagi hati kami dan akan selalu demikian.”

Lahir di temat yang ketika itu hanya sebuah desa pondok jelek pada 28 April 1937, Saddam telah mengatasi akar perjuangan kerasnya untuk muncul ke kantor tertinggi di Irak dan membangun sejumlah istana presiden yang mewah di sekeliling negeri.

Ia ditangkap oleh tentara AS pada Desember 2003, delapan bulan setelah jatuhnya Baghdad, dalam sebuah lubang di sebuah pertanian dekat Tikrit dan dipenjarakan dalam sebuah penjara yang dijalankan-AS di bandara di ibukota yang digunakan untuk menamainya setelahnya (Bandara Internasional Baghdad).

Pengadilan Tinggi Irak menjatukkan hukuman mati pada Saddam karena pembunuhan 148 warga Syiah Dujai menyusul upaya pembunuhan yang gagal terhadap presiden tersebut ketika itu di kota di utara Baghdad yang sebagian besar penduduknya Syiah.

Pagar keamanan yang kuat dibangun terburu-baru di sekeliling Awja ketika para peserta memenuhi makam tempat Saddam dikuburkan.

Anak-anak remaja perempuan berpakaian biru menempatkan bunga di atas makamnya yang ditempatkan di sebuah ruang besar dengan marmar warna krim, gorden putih dan foto seukuran tembok dari pemimpin yang jatuh itu.

Um Ziad telah melakukan perjalanan dari Baghdad untuk menyampaikan penghormatan dengan beberapa anggota keluarga perempuan lainnya. “Kami tidak akan melupakan ulang tahun kelahiran Saddam dan kami akan datang setiap tahun untuk membaca Qur’an dan menempatkan bunga di sini,” ia mengatakan.

Myasar Ahmed, 11, dari sebuah sekolah dasar di Tikrit, dengan bangga mengerek bendera Irak saat para siswa lainnya khidmat berkumpul di sekitarnya. “Saya datang untuk mengunjungi Baba (ayah) Saddam,” katanya.

Pada masa pemerintahannya, 28 April adalah perayaan ulang tahun yang disponsori-pemerintah di sekeliling Irak, yang berpusat di Tikrit dan ditandai dengan nyanyian, tarian dan pembacaan puisi.

Read the rest of this entry

Sersan AS Dihukum Seumur Hidup Karena Pembunuhan di Irak

Standard

Berlin, 31/3 – Seorang sersan militer AS telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena bagiannya dalam pembunuhan empat tahanan Irak di Baghdad, militer mengatakan, Senin.

Sersan Satu Joseph Mayo, 27, mengaku bersalah atas tuduhan “berkonspirasi untuk melakukan pembunuhan yang direncanakan” di sebuah pengadilan perang di Vilseck, Jerman, dan juga telah dipecat dengan tidak hormat, militer mengatakan dalam satu pernyataan.

Pengadilan perang itu berlangsung di Jerman, tempat unitnya bermarkas dan tempat AS memiliki salah satu pusat logistik dan angkutan militer terbesarnya.

Dalam pembelaannya, Mayo setuju untuk memberikan kesaksian pada pengadilan yang akan datang dari Sersan Kepala John Hatley, tentara AS lainnya yang dikenali oleh sejumlah saksi sebagai telah mengambil bagian dalam pembunuhan para tawanan yang tak bersenjata itu, yang ditemukan terikat tanggannya, ditutup matanya dan ditembak mati dekat sebuah terusan di Baghdad pada 2007.

Tiga tentara telah dihukum karena kejahatan terkait dengan insiden itu.

Read the rest of this entry

Al-Bashir Kecam Ketakpedulian ICC Soal Irak, Jalur Gaza

Standard

Khartoum, 6/3 – Presiden Sudan Omar Al-Bashir, Kamis, mengecam Mahkamah Pidana Internasional (ICC) karena ketidakpeduliannya mengenai Irak dan Jalur Gaza, pada pertemuan terbuka di ibukota Sudan, Khartoum.

“ICC mengabaikan aksi pidana di Irak dan Jalur Gaza,” kata Presiden Sudan tersebut. Ia merujuk kepada dua wilayah yang dicabik perang, tempat sangat banyak warga sipil telah gugur dalam beberapa tahun belakangan.

Presiden yang sedang menghadapi masalah itu mengeluarkan pernyataan tersebut pada pertemuan terbuka di lapangan di luar gedung Dewan Menteri, tempat puluhan ribu orang hadir, yang ditujukan untuk menyampaikan dukungan rakyat Sudan bagi Presiden Al-Bashir dalam menghadapi surat penangkapan yang dikeluarkan ICC, Rabu (4/3).

Sebelumnya, Al-Bashir mengatakan dalam pertemuan khusus Dewan Menteri bahwa pemerintah telah memutuskan untuk mengusir 10 lembaga swadaya masyarakat asing, termasuk Oxfam, Medical Sans Frontier, dan dua organisasi dalam negeri karena mereka melanggar hukum dan bekerja sama dengan ICC.

“Saya berterima kasih atas putusan ICC, karena itu tak dapat berbuat apa-apa selain membantu menyatukan rakyat Sudan,” kata Al-Bashir, yang menyeru semua pihak atas menegakkan koalisi menyeluruh guna menghadapi kolonialisme dan hegemoni.

Pidato Al-Bashir, yang berisi ciri khasnya dan teriakan slogan, disambut oleh massa –yang mengibarkan bendera, spanduk, gambar presiden itu, dan melambaikan tangan.

“Kami akan membebaskan diri dari gangguan dan menerapkan rancangan pembangunan guna mendirikan bangsa yang besar,” katanya.

Rabu pagi, ICC –yang berpusat di Den Haag– mengeluarkan surat penangkapan terhadap Al-Bashir karena ia dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah yang dilanda perang di bagian barat negeri tersebut, Dafur, antara 2003 dan 2008.

Namun tuduhan pemusnahan suku bangsa itu, yang diajukan oleh Jaksa ICC Luis Moreno-Ocampo pada Juli, tak mencakup putusan akhir, demikian isi pernyataan pengadilan tersebut.

Sementara itu di markas PBB, Ne York, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Kamis, mendesak Sudan agar tak mengusir lembaga swadaya masyarakat di Darfur, setelah ICC mengeluar surat penangkapan terhadap Al-Bashir.

Read the rest of this entry

Menlu Inggris Kunjungi Irak

Standard

Baghdad, 27/2 – Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband tiba dengan pesawat terbang di Baghdad, Kamis, dalam kunjungan yang tidak diumumkan sebelumnya, menjelang penarikan pasukan Inggris dari Irak pada Juli, kata seorang pejabat kedutaan besar Inggris.

Pejabat itu mengatakan kepada AFP, Miliband akan bertemu dengan Perdana Menteri Nuri al-Maliki, Menteri Luar Negeri Hoshyar Zebari dan dua wakil presiden Irak, sementara Presiden Irak Jalal Talabani sedang melakukan kunjungan ke luar negeri.

Miliband datang sepekan setelah Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengunjungi Irak. Kunjungan-kunjungan itu dilakukan di tengah gencarnya diplomasi di Baghdad ketika keamanan meningkat di negara yang dilanda perang itu.

Para pemimpin Irak, sejak kunjungan bersejarah Presiden Perancis Nicolas Sarkozy sebelumnya bulan ini, telah mengeluarkan undangan terbuka bagi perusahaan-perusahaan asing agar kembali dan berinvestasi di negara yang kaya minyak itu.

Miliband, yang terakhir kali mengujungi Irak pada April 2008, dijadwalkan menemui pasukan Inggris di provinsi Basra, Irak selatan, dan juga anggota-anggota dewan provoinsi yang baru terpilih, pada Jumat, kata pejabat kedutaan besar itu.

Read the rest of this entry

Obama Berencana Tarik Kebanyakan Tentara AS dari Irak

Standard

Washington, 25/2 – Presisen AS Barack Obama berencana menarik sebagian besar tentara AS dari Irak dalam waktu kurang dari 19 bulan, sambil menunggu pengumuman resmi akhir pekan ini, kata beberapa pejabat di Washington, Selasa.

Kecuali sisa pasukan antara 30.000 dan 50.000 prajurit yang masih akan berada di sana sampai Desember 2011, sebagian besar dari 142.000 prajurit AS akan keluar dari Irak paling lambat Agustus 2010, 19 bulan setelah pengambilan sumpah Obama pada 20 Januari, demikian laporan kantor berita dan jaringan televisi AS dengan mengutip keterangan beberapa pejabat pemerintah.

Obama bertemu dengan Menteri Pertahanan Robert Gates di Gedung Putih, Selasa sore, dan ia direncanakan mengeluarkan pengumuman resmi pekan ini, barangkali Rabu, kata mereka.

Jadwal baru penarikan tentara AS itu akan lebih lama tiga bulan dari janji awal Obama guna menarik sebagian besar tentara dalam waktu 16 bulan, setelah pelantikannya.

Sebanyak 4.250 prajurit AS tewas dan 650 miliar dolar AS telah dikeluarkan sejak Amerika Serikat menyerbu Irak pada Maret 2003.

Selama kampanye pemilihan presiden, Obama menyarankan jadwal 16 bulan bagi penarikan pasukan tempur Amerika dari Irak. Tetapi ia juga berjanji akan mendengarkan saran dari para komandan militer.

Jenderal Ray Odierno, komandan utama AS di Irak, dan Jenderal David Petraeus, pemimpin Komando Pusat AS, telah mendukung jadwal 23 bulan, kata seorang pejabat.

Namun, beberapa pejabat militer juga mengajukan kepada Obama kompromi pilihan 19 bulan dan sekarang itu kelihatanya menjadi pilihan yang mungkin diambil, kata seorang pejabat lain.

“Itu lah arah angin berhembus,” kata pejabat tersebut.

Tetapi pejabat itu mengatakan pertemuan mengenai kebijakan Irak masih berlangsung dan beberapa pejabat mengingatkan bahwa belum ada kebijakan yang selesai sampai Obama menandatanganinya.

“Presiden belum membuat keputusan akhir mengenai kebijakan Irak,” kata seorang pejabat pemerintah AS.

Jika Obama mengatakan pasukan tempur AS mesti keluar dari Irak dalam waktu 19 bulan dari saat pelantikannya pada 20 Januari 2009, itu akan memberi kami tenggat akhir Agustus 2010.

Read the rest of this entry

Irak Tangkap 100 Orang di Markas Al-Qaida

Standard

Mosul, Irak, 24/2 – Operasi militer di provinsi Nineveh di Irak utara, tempat gerilyawan al-Qaida memiliki tempat berpijak, telah menjaring sekitar 100 tersangka, jurubicara kementerian pertahanan mengatakan, Senin.

Jenderal Mohammad al-Askari mengatakan bahwa tiga divisi, dua dari angkatan darat dan satu divisi lainnya polisi, yang merupakan pasukan gabungan berkekuatan 15.000 orang, telah dikerahkan untuk operasi yang diluncurkan Jumat, bernama sandi Harapan Baru itu.

Operasi itu berlangsung di bagian baratlaut provinsi tersebut, dekat perbatasan dengan Suriah, menurut beberapa warga setempat.

“Rencana itu telah diputuskan sebelum pemilihan provinsi Januari untuk menjamin stabilitas di provinsi tersebut,” kata Askari.

“Nineveh dan Diyala (di timur laut Baghdad) membutuhkan operasi militer berulang untuk mendesak gerilyawan.”

Read the rest of this entry

Iran: Pendekatan Sepihak AS, Sumber Utama Ketidak-amanan di Irak

Standard

Teheran, 19/2 – Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, saat bereaksi terhadap pernyataan komandan militer AS di Timur Tengah, mengatakan di Teheran, Rabu, pendekatan sepihak AS di Irak lah, yang menempuh jalan militerisme dan pendudukan, yang menjadi sumber utama ketidak-amanan di negeri itu.

David Petraeus sekali lagi menuduh Iran “mendukung kelompok garis keras dan agresif di Irak”, sehingga memberi sumbangan besar bagi ketidak-amanan di sana.

Menurut Desk Politik IRNA, yang mengutip keterangan jurubicara Kantor Media dan Informasi di Kementerian Luar Negeri Iran Hassan Qashqavi, “Pendekatan selektif para pejabat AS dalam menangani masalah terorisme dan tindakan Jenderal Petraeus, yang membagi masalah terorisme menjadi yang baik dan jahat adalah gagasan AS-Inggris, yang telah mengakibatkan kemunculan pelaku teror di Afghanistan dan wilayah tersebut dalam beberapa tahun belakangan.”

Mengenai catatan pendekatan para pejabat AS ke arah kelompok fanatik, jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran tersebut kembali mengatakan, “Masyarakat internasional belum lupa bahwa Al_Qaeda didirikan di Pakistan dengan bergantung atas bantuan keuangan AS dan begitu juga dengan pendukung mereka, faksi Taliban di Afghanistan.”

Ia mengatakan bahwa setelah serbuan pimpinan AS dan pendudukan atas Afghanistan, penanaman dan panen narkotika di wilayah itu di bawah pengendalian tentara AS dan Inggris di sana telah naik beberapa kali lipat, sehingga mengubah negeri tersebut jadi pendukung utama keuangan bagi kelompok fanatik di seluruh wilayah itu.

Qashqavi merujuk kepada masalah keamanan orang Amerika di wilayah tersebut, dan berkata, “Utusan khusus AS di Afghanistan dan Pakistan Richard Holbrook baru-baru ini mengeluarkan komentar yang sangat bertolak-belakang dengan pernyataan Petraeus, yang laporannya keliru dan tidak konstruktif, dan hanya dapat menjadi upaya dengan tujuan menuduh pihak lain atas kesalahan AS di Irak dan Afghanistan.”

Jurubicara Kementerian Luar Negeri itu menambahkan, “Komentar yang dikeluarkan oleh Petraeus juga sangat bertolak-belakang dengan pendekatan yang baru diumumkan oleh Presiden AS Barack Obama dan pemerintahnya, karena Republik Islam Iran telah melancarkan kebijakan konstruktif di Afghanistan sejak pendudukan atas negeri tersebut oleh bekas Uni Sovyet. Dan setelah itu, selama dua masa jabatan kelompok nasionalis Iran telah dua kali memberi sumbangan finansial secara tulus bagi pembangunan kembali Afghanistan.”

Ia menekankan, “Petraeus disarankan agar meninggalkan tindakan mengambil sikap yang bertolak-belakang dan menerima kenyataan masa lalu dan masa kini.

Read the rest of this entry

Parlemen Irak Pilih Ketua Baru, Setelah Mashhadani Mundur

Standard

Baghdad, 19/2 – Para anggota parlemen Irak memberikan suara mereka dalam pemilihan rahasia, Rabu, untuk menetapkan ketua parlemen yang baru, dengan lima calon Arab Sunni dalam pertarungan itu karena persaingan politik.

Jabatan itu telah kosong selama hampir dua bulan sejak Mahmud Mashhadani, seorang Arab Sunni yang senang berbicara terus-terang dalam sistim politik yang didominasi-Syiah di Irak, mundur sebagai ketua parlemen pada 23 Desember tahun lalu.

Iyas al-Samarrai, seorang lawan Perdana Menteri Nuri al-Maliki yang berasal dari Muslim Syiah, merupakan calon terkuat dalam pemilihan itu, kata beberapa sumber parlemen setelah pemilihan yang dipercepat tersebut.

“Kami mengharapkan untuk mencapai perjanjian di antara kelompok-kelompok di parlemen mengenai calon tunggal, tapi Front Kerukunan Nasional (kelompok Sunni penting) kesulitan memilih satu calon,” Wakil Ketua Parlemen Khalid al-Attiya mengatakan.

“Jadi kami memutuskan untuk membiarkan mereka yang ingin mencalonkan diri untuk melakukannya.”

Read the rest of this entry

Bom dan Peluru Tewaskan 11 Orang di Irak

Standard

Baghdad, 17/2 – Sebelas orang termasuk beberapa peziarah Syiah yang baru kembali ke Baghdad tewas dan puluhan orang yang lain luka-luka dalam pemboman di tepi jalan dan penembakan di Irak, Senin, sumber medis dan polisi mengatakan.

Mereka mengatakan empat orang tewas dan 13 orang terluka, termasuk dua wanita, di distrik Al-Obeidi di timur Baghdad, ketika ledakan bom menghantam sebuah bus yang baru kembali dari ziarah di kota suci Syiah, Karbala, di selatan ibu kota.

Empat orang yang lain tewas dan 11 orang terluka ketika ledakan bom di tepi jalan kedua menghantam sebuah bus di distrik kumuh Kota Sadr pada hari terakhir masa duka-cita bagi Muslim Syiah (arba’in), kata polisi.

Itu adalah pengeboman mematikan kedua dalam banyak hari di Kota Sadr.

Serangan itu terjadi ketika peziarah di kota suci Karbala menandai hari keempat puluh Asyura, peringatan kematian Iman Hussein –yang dihormati– pada tahun 680 M, di bawah keamanan ketat.

Tiga orang termasuk satu tentara Irak juga tewas Senin dalam beberapa insiden terpisah di kota Mosul di Irak utara, yang dianggap oleh militer AS akan menjadi benteng kekuatan kota terakhir al Qaida di Irak.

Pejabat polisi Mosul Yasser Musaab mengatakan seorang pria Sunni telah ditembak mati di sebuah mobil di pusat kota, insiden yang membuat satu orang lagi terluka. Satu lagi orang Sunni tewas tertembak di Mosul barat ketika sedang berjalan di sepanjang sebuah jalan.

Tentara tersebut tewas di bagian barat kota akibat ledakan yang ditujukan kepada patroli tentara.

Pada Ahad, seorang prajurit Amerika tewas dalam ledakan bom rakitan di Irak selatan, kata militer AS.

Pernyataan militer AS tersebut tidak menyebutkan lokasi serangan itu atau memberikan penjelasan terperinci lebih lanjut tapi mengatakan prajurit tersebut adalah anggota divisi koalisi pimpinan AS di bagian tengah Irak.

Sebanyak 4.245 prajurit AS tewas di Irak sejak serbuan pimpinan Amerika ke Irak 2003.

Read the rest of this entry

“Menteri Keuangan” Al Qaida Ditangkap

Standard

Tikrit, Irak, 13/2 – “Menteri keuangan” al Qaida di Irak telah ditangkap di bagian utara negara itu, Kamis, kepala polisi di Provinsi Salaheddin mengatakan.

“Polisi Provinsi Salaheddin telah menangkap Munzer Ahmed Soltane, ‘menteri keuangan’ dari yang disebut Negara Islam Irak,” kata Hamad Namess al-Jubouri.

“Ia ditangkap di distrik Al Tamim di Baiji”, 200 Km di utara ibukota Irak, Baghdad, ia menjelaskan.

Kepala polisi itu mengatakan tersangka telah mengaku menjadi “menteri keuangan Irak dan memimpin pembagian dana kepada gerilyawan di semua provinsi bersama simpatisan negara Islam tersebut”.

Provinsi Salaheddin, tempat kelahiran mantan presiden Saddam Hussein, adalah tempat tak aman dari gerilyawan garis keras hingga mereka diusir oleh gerilyawan yang berbalik menentang al Qaida.

Read the rest of this entry

Ledakan Tewaskan Enam Orang di Karbala

Standard

Karbala, Irak, 13/2 – Enam orang tewas dan 35 orang yang lain terluka dalam ledakan di dekat sebuah tempat suci Syiah di kota Karbala di Irak Tengah, Kamis, sumber medis mengatakan.

“Enam orang tewas dan 35 orang terluka,” seorang supir mobil ambulans mengatakan, meskipun laporan mengenai ledakan itu berubah-ubah. Belum jelas apa penyebab serangan atau kejadian itu, kata beberapa saksi.

Seorang pejabat polisi mengatakan, seorang pengebom bunuh diri telah memicu ledakan tersebut, yang menimbulkan sejumlah korban, tapi beberapa orang lain di tempat terjadinya ledakan mengatakan sebuah pipa gas telah meledak.

Jutaan peziarah Syiah telah melakukan perjalanan dari seluruh Irak ke kota Karbala untuk Arbaeen, upacara Senin depan yang menandai 40 hari setelah Ashura, ulang tahun pembunuhan Imam Hussein oleh tentara Khalifah Yazid yang orang Sunni pada tahun 680 M.

Di antara serangkaian insiden Rabu, peziarah Syiah yang melakukan perjalanan dengan berjalan kaki ke Karbala, di selatan ibukota Baghdad, telah mendapat serangan di dua tempat di Baghdad, yang menyebabkan seorang peziarah tewas dan 14 orang lainnya terluka, beberapa pejabat keamanan mengatakan.

Dua dua pemboman mobil di Baghdad baratdaya telah menghantam sebuah stasiun bis yang menewaskan 16 orang, memecahkan ketenangan relatif yang ditandai dengan pemilihan tingkat provinsi yang sebagian besar damai pada 31 Januari.

Read the rest of this entry

AS Bebaskan 100 Tahanan dari Penjara Baghdad

Standard

Lihat versi English

Baghdad, 13/2 – Pasukan Amerika membebaskan lebih dari 100 tahanan di sebuah kamp yang berdekatan dengan bandara Baghdad, kata militer AS, Kamis.

Tahanan-tahanan itu, yang dibebaskan di Kamp Cropper pada Rabu, berasal dari kamp tersebut dan dari Kamp Bucca, di dekat kota pelabuhan selatan Basra, kata Kapten William Powell kepada AFP.

Sebelumnya seorang pejabat di Kementerian Hak Asasi Manusia Irak mengatakan, 107 tahanan Irak dibebaskan dari penjara Abu Ghraib, yang dinamai lagi menjadi Penjara Pusat Baghdad.

Namun, Powell mengatakan, militer AS tidak lagi bertanggung jawab atas Abu Ghraib, yang terkenal akan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan baik selama pemerintahan mantan Presiden Saddam Husein maupun setelah berada dalam kekuasan militer Amerika setelah invasi 2003.

Kini, “fasilitas itu dikelola sepenuhnya oleh pemerintah Irak,” katanya.

Pembebasan itu dilakukan sesuai dengan pakta keamanan AS-Irak yang menetapkan penarikan pasukan Amerika dari Irak pada akhir 2011 dan penyerahan tanggung jawab keamanan.

Serangkaian pembebasan yang dimulai pada 3 Pebruari sebagai bagian dari perjanjian yang ditandatangani pada November yang menetapkan pengembalian bertahap kedaulatan Irak. Menurut perjanjian itu, para tahanan harus dibebaskan atau diserahkan kepada pihak berwenang Irak.

Tahanan yang dibebaskan adalah mereka yang menurut AS dan pemerintah Irak tidak menimhulkan ancaman bagi keamanan atau kestabilan Irak, kata Brigjen AS David Quantock, yang bertanggung jawab atas para tahanan, pekan lalu.

Koalisi pimpinan AS saat ini memiliki sekitar 15.000 tahanan setelah pemberontakan enam tahun dan perang sektarian sejak invasi Maret 2003 yang menggulingkan Saddam.

Read the rest of this entry

Iran Foreign Minister Headed to Iraq for Visit

Standard

View Bahasa Indonesia version

Baghdad, Febuary 11, 2009 – Iranian Foreign Minister Manouchehr Mottaki was headed to Baghdad on Tuesday for a visit aimed at boosting economic and political ties, his Iraqi counterpart told AFP.

The two neighbours agreed in January to establish a high-ranking joint committee to improve cooperation, and the trip is part of the process, Iraqi Foreign Minister Hoshyar Zebari said.

“He is on his way to Iraq but has not arrived yet,” Zebari said.

“This is a routine visit following the recent signing of an agreement to boost economic and bilateral relations. He will be here for a couple of days.”

Iran and Shiite-majority Iraq fought a war between 1980 and 1988 in which around one million people died. Relations have warmed considerably since the overthrow of Saddam Hussein’s Sunni-dominated regime by US-led forces in 2003.

Read the rest of this entry

Menlu Iran Ke Irak Untuk Tingkatkan Hubungan

Standard

Lihat versi English

Baghdad, 11/2 – Menlu Iran Manouchehr Mottaki menuju Baghdad, Selasa, untuk kunjungan yang ditujukan untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan politik, timpalannya dari Irak mengatakan.

Kedua tetangga itu telah setuju pada Januari untuk membentuk komite bersama tingkat tinggi guna meningkatkan kerjasama, dan lawatan itu merupakan bagian dari proses tersebut, Menlu Irak Hoshyar Zebari mengatakan.

“Ia sedang dalam perjalanannya ke Irak tapi belum tiba,” kata Zebari.

“Itu kunjungan rutin menyusul ditandatanganinya belum lama ini perjanjian untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan bilateral. Ia akan berada di sini selama beberapa hari.”

Iran dan Irak yang mayoritas-Syiah melakukan perang antara 1980 dan 1988, yang mana sekitar satu juta orang telah tewas. Hubungan sungguh-sungguh menghangat sejak digulingkannya rezim yang didominasi-Sunni pimpinan-presiden Saddam Hussein oleh pasukan pimpinan-AS pada 2003.

Read the rest of this entry

Sedikitnya 12 Orang Tewas Dalam Serangan di Restoran Irak

Standard

Lihat versi English

Baquba, 6/2 – Sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan bunuh diri di sebuah restoran di Provinsi Diyala di timur-laut Bangdad, Irak, Kamis, beberapa pejabat setempat mengatakan.

Serangan itu melanda Khanaqin, sebuah kota yang sebagian besar warganya orang Kurdi, di dekat perbatasan Iran.

“Dua-belas orang tewas dan sekitar 11 orang terluka dalam serangan bunuh diri terhadap restoran itu,” seorang pejabat yang berkantor di sebuah markas besar pasukan keamanan di provinsi Diyala mengatakan, dan memperbarui keterangan mengenai jumlah korban yang dikatakan polisi sebelumnya.

Yahya Ibrahim, insinyur berusia 35 tahun, termasuk di antara yang terluka.

Read the rest of this entry

Menteri Urusan Perempuan Irak Mundur

Standard

Lihat versi English

Baghdad, 6/2 – Menteri urusan perempuan Irak hari Kamis mundur sebagai protes terhadap kurangnya sumber untuk mengatasi “laskar janda, wanita pengangguran, perempuan yang tertindas dan ditahan” setelah bertahun-tahun perang sektarian.

Nawal as-Samarai mengatakan statusnya sebagai menteri negara dan bukan menteri penuh mencerminkan rendahnya perhatian yang diberikan oleh pemerintah pada keadaan buruk wanita di Irak, yang pernah menjadi salah satu negara paling progresif di Timur Tengah untuk urusan hak-hak wanita.

“Kementerian ini dengan haknya sekarang ini tidak dapat mengatasi kebutuhan wanita Irak,” kata Samarai, yang ditunjuk Juli.

“Kami memiliki banyak masalah berkaitan dengan wanita Irak. Kami memiliki lasykar janda, wanita tunakarya, tertindas dan wanita tahanan. Saya merasa seperti saya duduk di kursi kementerian yang menikmati hak-hak istimewa dari seorang menteri tapi saya tidak dapat berbuat sebagai seorang menteri,” ia mengatakan.

Read the rest of this entry