Tag Archives: kairo

Mesir Perintahkan Pembunuhan Kawanan Babi

Standard

Kairo, 1/5 – Mesir, yang terpukul keras oleh flu burung, telah memerintahkan pembasmian setiap kumpulan babi di negara itu sebagai tindakan berjaga-jaga terhadap flu babi, langkah yang Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) katakan sebagai kesalahan.

Virus flu babi H1N1 disebarkan oleh manusia dan tidak ada dalam binatang Mesir, tapi penyembelihan babi, yang sebagian besar dianggap tidak bersih dalam masyarakat Muslim Mesir, dapat membantu mengatasi kepanikan.

Duapuluh enam orang telah meninggal di Mesir karena virus flu burung yang amat pathogenik dan para pakar mengkhawatirkan setiap pandemi flu dapat memiliki dampak yang merusak di negara tempat sebagian besar dari kira-kira 80 juta orang (penduduknya) tinggal di Lembah Nil yang padat, banyak di tempat-tempat kumuh yang penuh sesak di dan sekitar Kairo.

Namun PBB mengatakan penyembelihan massal hingga 400.000 babi merupakan “kesalahan nyata”.

“Tidak ada alasan untuk melakukan hal itu. Itu bukan influensa babi, itu influensa manusia,” kata Joseph Domenech, kepala pejabat kehewanan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

Ia mengatakan FAO telah berupaya untuk menemui para pejabat Mesir tapi tak berhasil. Babi sebagian besar dipelihara oleh minoritas Kristen Mesir.

Dalam satu pernyataan sebelumnya Rabu, Menteri Kesehatan Hatem el-Gabali mengatakan: “Kementerian ini memutuskan untuk menyembelih semua kawanan babi yang ada di Mesir, mulai hari ini.”

Juru bicara kabinet Magdy Rady mengatakan Mesir akan memberi ganti rugi pada peternak karena kematian ternak mereka.

Rady mengatakan peternakan babi di Mesir kondisinya buruk dan memunculkan risiko kesehatan. “Itulah mengapa orang benar-benar takut,” katanya sebelum keputusan itu diambil.

Flu babi telah menewaskan sebanyak 159 orang di Meksiko dan satu bayi di AS, dan sejumlah kasus juga telah dilaporkan di Eropa dan juga tetangga Mesir, Israel. Mesir belum melaporkan satu kasus pun, tapi telah meningkatkan pengawasan di bandara.

Mesir terpukul lebih keras oleh flu burung H5N1 ketimbang negara lain di luar Asia.

Risiko di Mesir
Para pakar telah lama mengkhawatirkan virus flu burung dapat bermutasi ke bentuk yang dapat menyebar dengan mudah di antara manusia, yang memicu pandemi yang dapat menewaskan jutaan orang.

Mesir telah menderita sentakan dalam kasus flu burung pada manusia bulan ini bahkan waktu musim flu mendekati akhir. Beberapa pakar mengatakan pembunuhan babi tidak mungkin akan memiliki dampak pada meluasnya flu babi jika virus itu mencapai negara tersebut melalui pelancong udara.

“Saya tidak ingin mengatakan itu bermanfaat bagi flu babi. Itu akan bermanfaat bagi kesehatan umum. Pada umumnya, babi dapat menularkan banyak penyakit lain,” Hussein Gezairy, direktur regional WHO, mengatakan kepada wartawan.
Mona Aly Mehrez, direktur Institut Riset Kesejahteraan Hewan milik-pemerintah, mengatakan Mesir telah lama ingin memindahkan babi jauh dari pusat-pusat kota sebagai tindakan berjaga-jaga karena ancaman flu burung.

Beberapa pakar mengatakan bahwa secara teknis mungkin, tapi sangat tidak mungkin bahwa flu babi — campuran flu babi, manusia dan unggas — dapat menemukan cara untuk bargabung dengan H5Ni di Mesir untuk menciptakan virus flu lain.

Read the rest of this entry

Mesir Bantah Undang Menlu Israel Lieberman

Standard

Kairo, 24/4 – Mesir, Kamis membantah negara itu telah mengundang Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman, yang berhaluan ultranasionalis, guna mengadakan pembicaraan, sebagai tanda bahwa pernyataan yang telah dikeluarkan tokoh “hawkish” tersebut pada masa lalu masih membuat keruh hubungan mereka.

Satu sumber politik Israel telah mengatakan Kepala Dinas Intelijen Mesir Omar Suleiman “menyampaikan undangan kepada Lieberman selama pertemuan 30 menit mereka pada Rabu di Israel”.

“Berita ini tak berisi kebenaran, dan kepala intelijen Mesir menyampaikan undangan hanya kepada kepala pemerintah Israel untuk datang ke Mesir pada satu waktu yang akan disepakati segera,” kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Mesir Hossam Zaki.

Presiden Mesir Hosni Mubarak juga mengatakan kepada stasiun televisi bahwa Lieberman takkan menyertai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam kunjungan tersebut, yang diperkirakan berlangsung pada Mei, tapi tak mengatakan bahwa Lieberman tak diterima.

Lieberman memimpin partai Yiraes Beitenu, yang berhaluan ultranasionalis, dan pengangkatannya sebagai diplomat senior di negara Yahudi berdasarkan kesepakatan koalisi dengan Netanyahu merupakan penghinaan bagi Mesir, negara Arab pertama yang mencapai perdamaian dengan Israel.

Sebagai politikus pendatang baru, Lieberman menyarankan Bendungan Aswan di Mesir mungkin dibom, seandainya negara Arab Afrika itu terlibat perang lagi dengan Israel.

Ia juga menyulut kontroversi tahun lalu, ketika, sebagai anggota parlemen oposisi, ia mengatakan Mubarak dapat “pergi ke neraka” kalau Presiden Mesir tersebut tak mau lebih sering mengunjungi Israel. Mubarak telah pergi ke Israel satu kali selama 27 tahun memangku jabatan, bagi pemakaman perdana menteri terbunuh Israel Yitzhak Rabin pada 1995.

Kementerian Luar Negeri Israel telah menyatakan pertemuan Rabu di Israel antara Lieberman dan Suleiman, perunding penting dengan HAMAS, kelompok pejuang Palestina yang menguasai Jalur Gaza, telah “menjadi pertemuan penting dan konstruktif”.

Preseden
Mubarak, dalam komentar yang disampaikan pada peringatan kembalinya semenanjung Sinai kepada Mesir menyusul kesepakatan perdamaian 1979 dengan Israel, menyebut preseden sebagai alasan mengapa Lieberman takkan berkunjung ke Mesir bersama Netanyahu.

“Beberapa orang telah mengatakan perdana menteri Israel akan disertai oleh menteri luar negeri. Ini tak terjadi sebelumnya dengan perdana menteri terdahulu Shimon Peres, Yitzhak Rabin dan Ehud Barak. Mereka semua datang sendirian,” kata Mubarak.

Para pemimpin Israel biasa pergi ke Mesir. Netanyahu, yang memangku jabatan bulan Maret, direncanakan pergi dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya memulai kembali pembicaraan pertukaran tahanan dengan HAMAS, yang telah menahan seorang prajurit Israel selama tiga tahun.

Mesir, seperti Israel, berbatasan dengan Jalur Gaza dan telah terlibat dalam blokade pimpinan Israel dengan tujuan menekan HAMAS agar memperlunak penentangannya terhadap pembicaraan perdamaian yang dipelopori oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Kairo juga telah berusaha menengahi pendekatan timbal-balik antara HAMAS dan faksi sekuler Abbas, Fatah.

Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Aboul Gheit pekan lalu mengatakan Kairo takkan berhubungan dengan Lieberman dan juga takkan mengundang dia berkunjung “selama sikapnya tetap tak berubah”.

Zaki, dari Kementerian Luar Negeri Mesir, menambahkan sebagian orang di Israel tampaknya berusaha meremehkan keberatan Mesir atas sikap Lieberman.

Read the rest of this entry

Mesir Lancarkan Aksi Terkoordinasi Terhadap Pemimpin Hizbullah

Standard

Kairo, 13/4 – Mesir, Ahad, melancarkan upaya terkoordinasi, baik di Dewan Legislatif maupun di media resmi, terhadap pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, yang berusaha membenarkan kehadiran anasir gerakannya di Mesir.

“Kami ingin memberitahu Hizbullah, sumber terorisme bagi negeri kami, Mesir takkan menjadi landasan untuk menguji rencana anda. Dan Mesir juga takkan menjadi lahan bagi Hizbullah atau yang lain untuk melancarkan persekongkolan mereka,” kata Ketua Dewan Syura (Majelis Tinggi) Safwat esh-Sharif pada suatu pertemuan khusus Dewan Legislatif pada Ahad.

“Dan kami takkan mengizinkan siapa pun memandang rendah martabat dan kedaulatan suci kami,” kata esh-Sharif.

Selain itu, Menteri Negara Urusan Hukum dan Dewan Parlemen Mufid Shehab mengatakan, “Nasrallah mengakui bahwa Sami Hani Shehab, pemimpin Hizbullah yang ditangkap di Mesir, telah menyediakan dukungan logistik bagi orang Palestina. Dan ia tak membantah bahwa Sami masuk ke Mesir dan apa yang ia lakukan di Mesir tidak sah.”

Menteri itu mengutuk setiap tindakan sabotase yang berlangsung di dalam wilayah Mesir. Ia menambahkan, “Pemerintah Mesir tak membiarkan siapa pun merusak keamanannya.”

Sementara itu, beberapa harian Mesir, Ahad, juga bergabung dalam upaya pengutukan terhadap Nasrallah tersebut, dengan menurunkan tajuk bernada keras.

“Ia (Nasrallah) mesti ditangani dengan hukum Mesir dan hukum internasional. Ia pantas mendapatkan surat penangkapan internasional,” demikian antara lain isi tajuk yang disiarkan oleh surat kabar Al-Ahram.

“Mengapa Nasrallah mengakui bahwa tahanan Lebanon adalah anggota partainya dan terutama bekerja buat orang Palestina dari dalam wilayah Mesir, Rafah,” demikian pertanyaan dalam tajuk yang ditulis oleh Abdallah Kamal, Pemimpin Redaksi harian pro-pemerintah Rossa el-Youssef. Ia merujuk kepada pengakuan Nasrallah mengenai anasir Hizbullah di Mesir.

Ia juga menuduh Nasrallah berusaha membentuk “satu jaringan” di Mesir.

Pekan lalu, Jaksa Agung Mesir Abdel-Meguid Mahmoud mengatakan Mesir telah menangkap 49 orang karena diduga menjadi agen Hizbullah, dan menuduh dia “merencanakan operasi yang bermusuhan”.

Belakangan Nasrallah membantah dalam pidato melalui televisi adanya rencana untuk melancarkan serangan di dalam wilayah Mesir, dan pada saat yang sama mengakui bahwa Sami Hani Shehab, warganegara Lebanon di antara 49 orang yang ditangkap oleh Mesir, adalah anggota kelompok bersenjata gerakan Syiah tersebut.

Nasrallah berusaha membenarkan kehadiran Sami di Mesir dengan mengatakan misinya ialah untuk menyediakan bantuan bagi orang Palestina.

“Saudara kami Sami adalah anggota Hizbullah, kami tak membantah ini, ia memberi bantuan logistik bagi orang Palestina di perbatasan Palestina-Mesir, dan semua tuduhan lain dibantah,” kata Nasrallah.

Perdana Menteri Mesir Ahmed Nazif, Sabtu, mengatakan dalam reaksi atas pernyataan Nasrallah bahwa keamanan negaranya berada “dalam kondisi merah”.

Negara yang didominasi pemeluk Sunni itu dan kelompok Syiah, dukungan Iran, telah terlibat percekcokan sejak perang 22 hari di Jalur Gaza. Dalam peristiwa tersebut, Hizbullah menuduh Mesir “bersekongkol” dengan Israel dengan menutup tempat penyeberangan perbatasannya, Rafah, satu-satunya gerbang ke Jalur Gaza yang tak melalui negara Yahudi.

Read the rest of this entry

Fatah-Hamas Tunda Perundingan

Standard

Kairo, 3/4 – Kelompok-kelompok Palestina yang bersaing, Fatah dan Hamas, memutuskan Kamis untuk menunda selama tiga pekan perundingan penyatuan yang ditengahi Mesir dalam upaya mempertimbangkan usulan-usulan baru, kata pejabat senior Fatah Nabil Shaath.

“Ada usulan-usulan kreatif baru dan setiap gerakan harus berunding di tingkat pemimpin,” kata Shaath. “Kami memutuskan memulai lagi negosiasi nanti, antara 21 dan 26 April.”

Delegasi pejabat tinggi dari kelompok Islamis Hamas dan gerakan Fatah kubu Presiden Mahmud Abbas yang didukung Barat bertemu di Kairo pada Rabu untuk memulai lagi perundingan mengenai pembentukan pemerintah persatuan.

Itu merupakan babak ketiga pertemuan antara kelompok-kelompok yang telah lama bersaing itu sejak Hamas, pemenang pemilihan umum parlemen Palestina pada 2006, menguasai Jalur Gaza setelah mengalahkan Fatah dalam pertempuran sepekan pada Juni 2007.

Fatah tetap mengendalikan Pemerintah Palestina di Tepi Barat yang dududuki Israel.

Kedua kelompok itu telah sepakat membentuk komite yang akan mengatasi perbedaan mereka dan membentuk pemerintah persatuan sementara yang akan mempersiapkan pemilihan umum awal tahun depan.

Komite itu memulai pekerjaan mereka di Kairo bulan lalu, namun perundingan ditunda setelah mereka gagal mencapai kesepakatan mengenai pemerintah baru. Hamas menekankan bahwa mereka tidak akan mematuhi perjanjian-perjanjian sebelumnya antara Pemerintah Palestina dan Israel.

Shaath menolak menyebut penghentian perundingan itu sebagai kegagalan, dengan mengatakan bahwa “itu bukan kegagalan atau keberhasilan”.

Hal yang dipertaruhkan tinggi setelah perang 22 hari yang menghancurkan antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza pada tahun baru.

Pada Maret, negara-negara donor menjanjikan bantuan 4,5 milyar dolar bagi pembangunan kembali di Gaza pada sebuah konferensi di Mesir. Namun, banyak donor yang didukung oleh pemerintah Abbas mengatakan, mereka tidak akan berurusan dengan pihak berwenang Hamas di Gaza.

Kwartet Timur Tengah — Rusia, AS, PBB dan Uni Eropa — mempersyaratkan urusan dengan Hamas dengan pengakuan kelompok itu terhadap Israel dan komitmen pada perjanjian-perjanjian terdahulu Palestina-Israel.

Hamas dan sejumlah kelompok kecil Palestina mengatakan bahwa hal itu tidak bisa diterima.

Kelompok pejuang garis keras Palestina itu tidak mengakui keberadaan Israel dan telah bersumpah menghancurkan negara Yahudi tersebut.

Israel, AS dan sejumlah negara Eropa menganggap Hamas sebagai sebuah organisasi teroris.

Kekerasan Israel-Hamas meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan yang ditengahi Mesir berakhir pada 19 Desember.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 27 Desember dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Jumlah korban tewas Palestina mencapai sedikitnya 1.300, termasuk lebih dari 400 anak, dan 5.300 orang cedera di Gaza sejak Israel meluncurkan ofensif terhadap Hamas pada 27 Desember.

Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas dalam pertempuran dan serangan roket.

Pasukan Israel meninggalkan Jalur Gaza setelah daerah pesisir itu hancur akibat ofensif 22 hari. Mereka menyelesaikan penarikan pasukan dari wilayah yang dikuasai Hamas itu pada 21 Januari.

Read the rest of this entry

Mesir Hancurkan Enam Terowongan di Jalur Gaza

Standard

Kairo, 1/4 – Pemerintah Mesir telah menghancurkan enam terowongan yang digunakan untuk menyelundupkan bahan bakar dan makanan ke Jalur Gaza, kantor berita resmi Mesir, MENA, melaporkan, Selasa.

Semua terowongan di sepanjang perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza, yang diperintah-HAMAS itu, juga menjadi tempat untuk menyelundupkan pipa, mainan, suku cadang mobil dan juga pakaian serta produk lain yang ditujukan untuk Palestina.

MENA tidak mengatakan kapan semua terowongan itu dihancurkan.

Mesir telah menempatkan kamera pengawas di sepanjang perbatasannya dengan Jalur Gaza sebagai bagian dari upaya untuk mengekang penyelundupan senjata ke wilayah Palestina, seorang pejabat Mesir mengatakan pada akhir Januari.

Ia mengatakan operasi itu adalah tahap pertama dari kerja sistem keamanan teknologi-tinggi yang ditempatkan dengan bantuan AS, untuk mendorong gencatan senjata yang diumumkan Israel dan HAMAS pada 18 Januari guna mengakhiri perang 22 hari negara Yahudi itu di Jalur Gaza.

Masyarakat Palestina telah menggunakan terowongan itu itu untuk mengirim pasokan makanan dan kebutuhan lain ke Jalur Gaza, yang telah menghadapi cengkeraman blokade Israel sejak Juni 2007.

Israel menyatakan terowongan tersebut juga digunakan oleh penguasa Islam HAMAS untuk menyelundupkan senjata, termasuk roket ke Jalur Gaza untuk digunakan melawan negara Yahudi itu.

Jet-jet Israel telah membom terowongan-terowongan itu pada waktu perang tersebut, yang dilancarkan “untuk menghentikan serangah roket dari Jalur Gaza”, dan melakukan beberapa pemboman terhadap terowongan itu sejak gencatan senjata 18 Januari.

MENA juga melaporkan bahwa para pejabat keamanan telah menyita truk pick-up yang mengangkut ternak dan generator listrik ke Jalur Gaza melalui gurun Sinai Mesir, tanpa memberikan tanggal.

Pada Ahad, kepala dinas keamanan dalam negeri Israel Yuval Diskin memuji upaya Mesir untuk memerangi operasi penyelundupan itu.

Read the rest of this entry

Hamas dan Israel Memulai Lagi Pembicaraan Pertukaran Tawanan

Standard

Kairo, 27/3 – Penengah Mesir berada di Israel untuk membicarakan pertukaran seorang prajurit Israel yang tertangkap di Gaza dengan sejumlah tawanan Palestina, seorang pejabat yang dekat dengan pembicaraan itu mengatakan, Kamis.

Seorang pembantu kepala intelijen Mesir Omar Suleiman telah bertemu dengan kepala keamanan dalam negeri Israel Yuval Diskin Selasa malam, kata sumber itu.

Suleiman telah menengahi pembicaraan antara Hamas dan Israel untuk menukarkan tentara Israel Gilad Shalit dengan ratusan tawanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Hamas, yang memerintah Jalur Gaza sejak Juni 2007, menahan Shalit menyusul penangkapannya dalam serangan lintas-perbatasan dari Gaza lebih dari dua tahun lalu.

Kantor berita negara MENA mengutip seorang pejabat Mesir yang mengatakan bahwa “upaya Mesir untuk pertukaran tawanan itu berlanjut dan makin intensif dalam beberapa hari terakhir”.

Ali Barakeh, seorang pejabat Hamas yang bermarkas di Suriah, memastikan bahwa pejabat Mesir itu telah mengadakan pertemuan di Israel.

“Kami mengharapkan bahwa pihak Zionis akan menanggapi dengan menyetujui permintaan perlawanan,” katanya seperti dikutip oleh situs Internet Hamas.

Seorang pejabat Palestina di kota Ramllah di Tepi Barat yang diduduki-Israel mengatakan bahwa “kemajuan penting” telah dibuat dalam pembicaraan terakhir.

Pembicaraan yang diadakan di Kairo pada pertengahan Maret yang ditujukan untuk menjamin pertukaran tawanan itu telah gagal, dengan Hamas dan Israel saling menyalahkan pihak lainnya karena kegagalan tersebut.

Gerakan Islam itu minta pembebasan 450 tawanan yang telah menjalani hukuman lama di penjara-penjara Israel dan yang terlibat dalam serangan terhadap Israel.

Pembicaraan itu macet karena sejumlah tawanan yang Hamas ingin bebaskan termasuk beberapa tawanan yang mendalangi pemboman bunuh diri yang menewaskan puluhan warga Israel.

Israel juga minta agar sejumlah tawanan yang ditahan di Tepi Barat diasingkan ke Gaza atau negara lain, syarat yang Hamas tak dapat terima.

Israel, yang melancarkan perang 22 hari yang menghancurkan dengan Hamas di Gaza pada tahun baru lalu, mensyaratkan gencatan senjata yang kekal dan berakhirnya blokadenya atas Gaza pada pembebasan Shalit.

Read the rest of this entry

Kelompok Palestina Sepakat Pemilihan 25 Januari 2010

Standard

Kairo, 16/3 – Kelompok-kelompok Palestina yang bersaing sepakat, Ahad, untuk mengadakan pemilihan presiden dan anggota dewan legislatif pada Januari 2010 tapi masih menemui jalan buntu mengenai masalah penting pembentukan pemerintah persatuan yang akan mempersiapkan pemilihan itu.

Beberapa diplomat dan pengamat menganggap keberhasilan pembicaraan yang disponsori Mesir tersebut sebagai penting untuk mempersatukan kembali Palestina setelah 21 bulan keretakan antara Jalur Gaza, yang diperintah-HAMAS dan Tepi Barat Sungai Jordan, tempat kelompok Fatah pimpinan Presiden Mahmud Abbas memegang kekuasaan.

Fatah dan HAMAS, dua kelompok terbesar Palestina, berbeda secara mendasar mengenai bagaimana menghadapi Israel. HAMAS meyakini perjuangan bersenjata meskipun mau mempertimbangkan gencatan senjata, sementara Abbas mendukung perundingan dengan negara Yahudi itu.

Kelompok itu sepakat untuk mengadakan pemilihan presiden dan anggota dewan legislatif pada 25 Januari 2010, kata Wasil Abou Youssef, Sesjen Front Pembebasan Palestina, kepada Kantor Berita Timur Tengah milik pemerintah Mesir, MENA.

Namun para peserta lain pertempuan mengatakan perbedaan masih ada antara Fatah dan HAMAS mengenai apakah kabinet persatuan yang akan muncul dari pembicaraan akan tersusun dari para teknokrat non-partisan, seperti diminta oleh negara-negara Barat dan Mesir.

“Ini kemacetan mengenai masalah pemerintah,” kata Walid al-Awad dari Partai Rakyat, yang komunis.

Kelompok itu telah sepakat pada 26 Febuari untuk membentuk lima komisi untuk juga mengatasi masalah seperti komposisi badan keamanan di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Namun kelompok itu belum sepakat mengenai undang-undang pemilihan umum dan apakah pemilihan umum itu akan berdasar pada perwakilan proporsional atau jumlah pemilih, kata Awad dan Abou Youssef.

Awad mengatakan dua komisi yang membicarakan rekonsiliasi nasional dan pembaruan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) telah menyimpulkan tugas mereka Sabtu.

PLO, yang didominasi oleh Abbas dan kelompok yang setia kepadanya, telah mewakili Palestina sejak 1964, tapi gerakan Islam yang dibentuk lebih belakangan seperti HAMAS dan Jihad Islam tidak pernah menjadi bagian dari organisasi itu meskipun perjanjian 2005 akan membawa mereka ke dalam naungannya.

Di Jalur Gaza, pejabat HAMAS Taher an-Nono mengatakan, “Ada kemajuan dalam beberapa masalah, semalam. Ada optimisme, optimisme hati-hati”.

Barat menghindari pemerintah persatuan sebelumnya yang dipimpin oleh HAMAS setelah kelompok itu menang dalam pemilihan anggota parleman 2006.

PM Palestina Salam Fayyad mengatakan bulan ini, ia ingin mundur pada akhir Maret untuk meratakan jalan bagi pembentukan kabinet persatuan. Abbas, yang menunjuk Fayyad setelah HAMAS mengalahkan Fatah di Jalur Gaza Juni 2007, telah memintanya untuk tetap menjabat hingga hasil muncul dari pembicaraan di Kairo.

Pemerintah baru itu juga diperkirakan akan memimpin upaya untuk membangun kembali Jalur Gaza setelah serangan militer tiga pekan Israel, yang berakhir Januari.

Awad mengatakan kelompoknya telah mengajukan usul agar perdana menteri dan enam jabatan kabinet — urusan luar negeri, dalam negeri, rekonstruksi, pendidikan, informasi dan keuangan — dipegang oleh menteri independen. Kursi yang tersisa mesti diputuskan dengan basis politiknya, ia menambahkan.

Read the rest of this entry

Kelompok Palestina Memulai Pertemuan Persatuan di Kairo

Standard

Kairo, 11/3 – Kelompok-kelompok Palestina yang bersaing memulai pertemuan di Kairo, Selasa, yang ditujukan untuk membentuk pemerintah persatuan nasional dan memecahkan perselisihan besar antara Hamas dan Fatah, dua kelompok terbesar.

Para utusan senior dari Hamas dan Fatah dan kelompok-kelompok yang lebih kecil akan mulai bekerja dalam lima komisi rekonsiliasi yang mereka setuju bentuk bulan lalu di ibukota Mesir, Kairo.

Omar Sulaiman, kepala intelijen Mesir yang telah menengahi antara faksi-faksi itu, melancarkan pertemuan dengan sambutan yang minta kelompok-kelompok itu untuk bekerja keras ke arah rekonsiliasi, kantor berita Mesir MENA melaporkan.

Namun rasa tidak percaya yang tak hilang-hilang antara penguasa Hamas di Gaza dan Fatah yang didukung Barat mengancam untuk memperumit pembicaraan.

Pertaruhannya tinggi setelah serangan militer 22 hari Israel yang menghancurkan di Gaza yang berakhir pada 18 Januari, yang menyebabkan 1.300 warga Palestina dan 13 orang Israel tewas.

Donor internasional telah menjanjikan 4,5 miliar dolar AS untuk bantuan pembangunan kembali di jalur pantai miskin itu bulan lalu.

Namun banyak negara donor, yang didukung oleh pemerintah Abbas, mengatakan mereka tidak akan berhubungan dengan pemerintah Hamas di Gaza.

Pemerintah Barat telah menyampaikan dukungan pada usulan presiden pemerintah otonomi Palestina Mahmud Abbas untuk membentuk pemerintah yang terdiri atas para tokoh independen dan teknokrat.

“Mengenai urusan pemerintah dan programnya kami tidak terlalu jauh,” perunding senior Fatah Nabil Shaath, wakil kelompok itu dalam komite yang ditugasi untuk membentuk pemerintah, mengatakan.

“Apa yang akan menjadi masalah sulit adalah tugas yang pemerintah akan hadapi, dan salah satunya adalah masalah keamanan,” kata Shaath.

Hamas dan Fatah telah terbagi dengan mendalam sejak gerakan Islam itu merebut Gaza dalam sepekan pertempuran mematikan pada Juni 2007, yang membatasi kekuasaan Fatah pada pemerintah otonomi Palestina di Tepi Barat.

Seorang pejabat Hamas telah menuduh pemerintah otonomi Palestina terus menangkapi anggota Hamas di Tepi Barat. “Saya katakan dengan jelas: kami tidak akan menandatangani perjanjian apapun sepanjang masalah tawanan politik itu belum terpecahkan,” katanya, minta untuk tidak disebutkan namanya.

Masalah lainnya adalah penyusunan kembali Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang dikuasai-Fatah, yang telah bertindak sebagai kelompok induk sejak 1968 tapi yang Hamas tidak terwakili.

Fatah dan Hamas, yang memperoleh suara mayoritas dalam pemilihan parlemen 2005, pada Februari 2007 menandatangani perjanjian di Mekah, Arab Saudi, untuk membentuk pemerintah persatuan nasional. Itu empat bulan sebelum Hamas merebut Gaza.

Komisi-komisi itu dibentuk oleh kelompok yang mengerjakan pembentukan pemerintah persatuan, pembentukan dinas keamanan dan PLO, pemilihan presiden dan parlemen baru, serta merekatkan rekonsiliasi nasional.

Read the rest of this entry

Anak 2 Tahun Terserang Flu Burung di Mesir

Standard

Kairo, 2/3 – Seorang anak laki-laki Mesir yang berusia dua tahun terjangkit virus flu burung dan berada dalam kondisi kritis, kata Kantor Berita MENA mengutip Kementerian Kesehatan Mesir, Minggu, dan itu merupakan kasus ke-56 di negara Arab tersebut.

MENA mengutip Asisten Menteri Kesehatan Nasr el-Sayyed yang mengatakan bahwa Youssef Abdel-Azim, yang berasal dari provinsi el-Fayoum, Mesir tengah, menunjukkan gejala-gejala penyakit itu Rabu setelah ia melakukan kontak dengan unggas yang sakit.

Ia dirawat dengan obat antivirus Tamiflu namun tetap berada dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit di Kairo, kata Sayyed, seperti dilaporkan kantor berita itu.

Mesir adalah salah satu dari beberapa negara terjangkit flu burung yang tidak menawarkan kompensasi bagi peternak ketika peternakan mereka dimusnahkan, yang menurut para ahli merupakan cara terbaik untuk menghentikan perluasan wabah penyakit itu.

Sekitar lima juta orang Mesir bergantung pada peternakan sebagai sumber utama makanan dan penghasilan.

Sejak 2003, virus avian influenza H5N1 menjangkiti 408 orang di 15 negara dan menewaskan 254 dari mereka.

Flu burung telah membuat mati atau memaksa pemusnahan lebih dari 300 juta unggas ketika penyakit tersebut meluas ke 61 negara di Asia, Timur Tengah, Eropa dan Afrika.

Meski H5N1 jarang menjangkiti orang, para ahli khawatir virus itu akan bermutasi menjadi bentuk virus yang bisa berjangkit dengan mudah dari manusia ke manusia, dan itu bisa menimbulkan wabah yang berpotensi menewaskan puluhan juta orang dan meruntuhkan ekonomi global.

Read the rest of this entry

Kelompok Palestina Setuju Bentuk Pemerintah Persatuan Akhir Maret

Standard

Kairo, 27/2 – Kelompok-kelompok Palestina yang bersaing Kamis setuju untuk membentuk pemerintah persatuan pada akhir Maret, beberapa pejabat kelompok tersebut mengatakan setelah pembicaraan rekonsiliasi di Kairo.

Jamil al-Majdalawi, seorang pejabat Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) yang beraliran kiri, mengatakan kelompok-kelompok itu telah membentuk beberapa komisi yang akan meratakan jalan bagi pemerintah persatuan nasional.

“Komisi-komisi itu akan mengakhiri pekerjaan mereka dan pemerintah persatuan Palestina akan dibentuk pada akhir Maret,” katanya.

Mohammed al-Hindi, wakil pemimpin Jihad Islam Palestina, memastikan kelompok-kelompok Palestina telah setuju untuk membentuk pemerintah pada akhir bulan depan.

Read the rest of this entry

Perundingan Rekonsiliasi Palestina di Mesir Ditunda

Standard

Kairo, 19/2 – Perundingan penengahan Mesir yang bertujuan merujukkan kelompok-kelompok Palestina yang bertikai ditunda, kata Kantor Berita MENA mengutip seorang pejabat senior Mesir, Rabu.

“Perundingan rekonsiliasi yang dijadwalkan berlangsung 22 Februari ditunda untuk kurun waktu singkat karena perlu pembahasan lebih lanjut,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.

Perundigan itu merupakan bagian dari rencana yang diusulkan Mesir untuk mengakhiri ofensif tiga pekan Israel terhadap Jalur Gaza yang dikuasai Hamas pada Desember dan Januari.

Read the rest of this entry

Mesir Akan Kirim 1.325 Penjaga Perdamaian ke Kongo

Standard

Kairo, 18/2 – Mesir merencanakan untuk mengirim lebih dari 1.325 tentara ke Kongo Timur untuk bergabung dengan pasukan penjaga perdamaian PBB yang ditugasi melindungi warga sipil di wilayah itu, Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan, Selasa.

Kementerian luar negeri itu mengatakan para tentara tersebut akan membantu meningkatkan operasi penjaga perdamaian PBB sesuai dengan keputusan Dewan Keamanan November untuk mengirim 3.000 penjaga perdamaian tambahan ke Kongo guna melindungi warga sipil dan mengakhiri konflik di bagian timur Kongo yang bergolak.

Misi di Republik Demokratik Kongo merupakan operasi penjaga perdamaian PBB terbesar di dunia dan akan ditingkatkan untuk sementara waktu menjadi sedikit di atas 20.000 tentara dan polisi katika balabantuan itu dikerahkan.

Mesir mengatakan dalam satu pernyataan bahwa sumbangannya pada pasukan itu akan terdiri atas satu kesatuan militer dari 1.325 tentara termasuk satu batalion infantri bermotor, pasukan para, pasukan payung dan insinyur militer.

Mesir juga akan mengirim satu unit polisi kementerian dalam negeri yang misinya akan termasuk melindungi orang-orang dan pegawai PBB dan lembaganya, membantu polisi Kongi dan melakukan patroli gabungan dengan mereka di bagian timur negara itu.

Mesir sekarang ini memiliki hanya 23 pengamat militer dan 13 polisi di Kongo, menurut PBB.

Pasukan PBB di Kongo telah mengeluhkan jangkauan (wilayah) yang luas dan tidak dapat melindungi semua warga sipil di timur, yang padat dengan kelompok bersenjata meskipun telah ada pemilihan nasional 2006 yang mengembalikan Presiden Joseph Kabila ke kekuasaan.

Sekitar 250.000 orang telah melarikan diri dari rumah mereka dalam pertempuran tahun lalu dan membuat lebih dari satu juta orang jumlah warga sipil yang terlantar sejak pemilihan 2006. Perang sejak 1998 telah menewaskan lebih dari 5 juta warga Kongo.

Read the rest of this entry

Hamas Terima Gencatan Senjata 18 Bulan di Jalur Gaza

Standard

Lihat versi English

Kairo, 13/2 – HAMAS, Kamis malam, menyatakan kelompok itu menerima gencatan senjata 18 bulan dengan Israel di Jalur Gaza dan kesepakatan resmi mungkin diumumkan dalam “waktu dua hari”.

“Kami menyepakati gencatan senjata dengan pihak Israel selama satu setengah tahun,” kata Wakil Kepala Politbiro HAMAS Moussa Abu-Marzouk dalam satu pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Mesir, MENA.

Enam tempat penyeberangan antara Jalur Gaza dan Israel mesti dibuka kembali dan negara Yahudi tersebut harus “menghentikan semua bentuk agresi dan aksi militer”, katanya, tanpa menyebut-nyebut tempat penyeberangan Rafah di perbatasan Jalur Gaza-Mesir, satu-satunya jalan yang tak melewati Israel.

Marzouk juga mengatakan Mesir akan mengumumkan hasil pembicaraan gencatan senjata itu dalam “waktu dua hari”, setelah melakukan kontak dengan Israel dan faksi lain Palestina.

Terobosan tersebut dicapai setelah pembicaraan intensif antara delegasi HAMAS pimpinan Marzouk dan Kepala Dinas Intelijen Mesir Omar Suleiman, Kamis.

Mengenai pertukaran tahanan, yang dimasukkan oleh Israel dalam visinya mengenai gencatan senjata, Marzouk mengatakan masalah prajurit Israel Gilad Shalit mesti dikeluarkan dari ketentuan gencatan senjata, dan menyarankan penyelesaian terpisah.

Shalit ditangkap oleh gerilyawan pimpinan HAMAS dalam serangan lintas-perbatasan pada Juni 2006. HAMAS menuntut Israel melepaskan lebih dari 1.000 tahanan Palestina dari penjara sebagai imbalan bagi pembebasan Shalit.

Israel menolak permintaan itu karena khawatir bahwa sebagian tahanan di dalam daftar tersebut mungkin membahayakan negara Yahudi. Namun, Perdana Menteri Ehud Olmert, yang telah meletakkan jabatan dan berikrar akan “membersihkan mejanya” sebelum meletakkan jabatan, telah menawarkan untuk sepenuhnya membuka tempat penyeberangan perbatasan Jalur Gaza sebagai imbalan bagi pembebasan Shalit.

“Kami ingin membebaskan tahanan kami sebagai imbalan bagi prajurit tersebut,” kata Marzouk. Ditambahkannya, mereka telah mengajukan daftar tahanan Palestina kepada Mesir.

Read the rest of this entry

Fatah-Hamas Adakan Pembicaraan Perujukan di Kairo

Standard

Kairo, 11/2 – Utusan dari gerakan Palestina yang bersaing, Fatah dan HAMAS, menyelenggarakan pembicaraan di ibukota Mesir, Kairo, Selasa, bagi dilanjutkannya dialog persatuan nasional antar-Palestina.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh pemimpin blok Fatah di parlemen Azam al-Ahmad, jurubicara kelompok itu Ahmed Abdel-Rahman dan pejabat senior HAMAS –Gamal Abu-Hashim dan Ayman Taha, demikian laporan kantor berita resmi Mesir, MENA.

Di bawah penajaan Mesir, pembicaraan perujukan Palestina itu dijadwalkan diadakan 22 Februari dan Mesir telah mengundang berbagai faksi Palestina guna menghadiri pembicaraan tersebut.

Setelah pertemuan 22 Februari, lima komite yang dibentuk menyusul pembicaraan November lalu akan menangani perincian persatuan antar-Palestina pada 28 Februari, lapor MENA –yang mengutip beberapa sumber Palestina.

November lalu, HAMAS menghalangi upaya Mesir guna meluncurkan dialog antar-Palestina, dan mengatakan organisasi tersebut tak dapat duduk dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas sementara pasukan keamanannya menindas pendukung HAMAS di Tepi Barat Sungai Jordan.

Read the rest of this entry