Tag Archives: medan

Produksi Minyak 2009 Sudah Dekati Target

Standard

Medan, 27/4 – Realisasi produksi dan lifting minyak nasional sudah 958 ribu barel per hari atau mendekati target sebanyak 960 ribu barel per hari.

“Peningkatan produksi dan lifiting itu menggembirakan karena itu berarti penerimaan negara dari minyak semakin besar,” kata Kadiv Humas, Sekuriti, Formalitas dan Perwakilan BP Migas, Amir Hamzah, di sela-sela kegiatan Edukasi Industri Hulu Migas Bagi Wartawan Sumut dan NAD di Medan, Senin.

Menurut dia, realisasi lifting minyak tahun lalu juga sudah di atas target yaitu mencapai 936 ribu barel per hari dari target 927 ribu barel per hari.

Kenaikan produksi, katanya dipicu oleh terusnya diberlakukan eksplorasi dan eksploitasi di berbagai lokasi yang diperkirakan memiliki kandungan minyak.

Dia menjelaskan, pada akhir 2008 terdapat 64 wilayah kerja produksi dan 139 wilayah kerja eksplorasi setelah tahun itu jumlah kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) bertambah 41 kontrak dimana terdiri dari 34 kontrak production sharing control (PSC) dan tujuh kontrak gas, metan dan batubara (GMB).

Menjawab pertanyaan tentang kenapa Indonesia masih terus mengimpor bahan bakar minyak (BBM), Amir Hamzah menyebutkan itu terjadi karena kebutuhan yang masih lebih tinggi daripada produksi itu sendiri.

Deputi Umum BP Migas, Hardiono menambahkan, kebutuhan BBM mencapai 1,3 juta barel per hari, sementara dari produksi yang sebanyak 960 ribu barel per hari itu juga tidak bisa diolah seluruhnya di dalam negeri sehingga minyak mentah itu terpaksa dijual ke luar negeri.

Minyak yang bisa diolah di dalam negri, katanya, hanya 800 ribu barel per hari sehingga untuk menutupi kebutuhan dalam negeri itu, pemerintah harus mengimpor 500 ribu barel per hari.

Read the rest of this entry

Sebagian BAP Kasus Protap Sudah Sempurna

Standard

Medan, 7/4 – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut, Sutiyono, SH mengatakan, sebagian dari 47 berita acara pemeriksaan (BAP) dengan 59 tersangka kasus tindakan anarkis para pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) yang diperiksa kejaksaan sudah sempurna.

“Hanya beberapa BAP lagi yang perlu dilengkapi lagi oleh pihak Polda Sumut,” katanya menjawab wartawan di Medan, Selasa.

Sebelumnya, Polda Sumut telah melimpahkan ke Kejati Sumut sebanyak 47 BAP dengan 59 tersangka kasus tindakan anarkis para pendukung Protap yang mengakibatkan tewasnya Ketua DPRD Sumut H. Abdul Azis Angkat 3 Februari lalu.

BAP tersebut diterima Kasi Pra Penuntutan pada Aspidum Kejati Sumut Windu S SH dari Wadir Reskrim Polda Sumut AKBP Edy S Tambunan, Senin, (30/3).

Sutiyono menambahkan, BAP kasus Protap yang dianggap masih belum lengkap itu akan dikembalikan lagi kepada Polda Sumut untuk dilengkapi.

“Melengkapi BAP kasus tersebut merupakan wewenang pihak kepolisian,” kata Sutiyono yang juga mantan Kajati Jambi itu.

Ia menjelaskan, sebagian diantara 59 tersangka dituduh melanggar pasal 170 KUHP (pengrusakan), pasal 146 (menceraiberaikan sidang) dan pasal 335 (membiarkan adanya kekerasan).

“Kejati Sumut sangat selektif dalam memeriksa dan meneliti BAP kasus Protap tersebut,” kata mantan Direktur Pra Penuntutan Pidana Umum Kejaksaan Agung.

Sementara itu, tim jaksa yang dipercaya menangani kasus Protap itu mencapai 27 orang dan merupakan jaksa pilihan yang diambil dari Kejaksaan Tinggi Sumut dan Kejaksaan Negeri Medan.

Read the rest of this entry

BKSP Diminta Hasilkan SDM Profesional

Standard

Medan, 31/3 – Gubernur Sumatra Utara, H. Syamsul Arifin meminta Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Provinsi Sumut lebih tanggap dalam menjalankan fungsinya agar menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing global.

“Tugas BKSP tidak mudah, karena dituntut bertanggung jawab menghasilkan SDM profesional,” katanya usai melantik pengurus BKSP Sumut masa bakti 2008-2013 di Medan, Selasa.

Pelantikan pengurus BKSP Sumut berdasarkan SK Gubernur No. 602/090/K/2009 tanggal 13 Januari 2009. BKSP Sumut dibentuk menyusul telah dibentuknya badan serupa di 14 daerah lain di Indonesia.

Badan itu bertugas melakukan koordinasi terhadap lembaga-lembaga sertifikasi yang ada di Sumut dalam menetapkan standarisasi tenaga profesional di berbagai bidang pekerjaan.

Gubernur pada kesempatan itu juga berharap pengurus BKSP Sumut yang berasal dari beragam lembaga profesi dan kalangan pelaku usaha mampu meningkatkan daya saing SDM lokal di provinsi itu.

Sementara itu, Ketua BKSP Sumut, Isfan F Fachruddin, mengatakan, badan yang dipimpinnya merupakan lembaga nonstruktural independen dalam menjalankan fungsi melakukan sertifikasi terhadap tenaga-tenaga terdidik di berbagai bidang.

“Dalam mengoptimalkan kinerja kita tetap mengacu kepada undang-undang dan peraturan-peraturan yang ada,” katanya.

Sejauh ini memang belum ada standar mutu SDM di berbagai bidang keahlian di Sumut. “Untuk meningkatkan SDM pekerja kita juga sudah menjalin kerja sama dengan ILO (organisasi buruh dunia) dan Kadin Jerman,” ujarnya.

Read the rest of this entry

Sumut “Dibanjiri” Turis Keturunan China

Standard

Medan, 30/3 – Sumatera Utara “dibanjiri” kedatangan warga keturunan China dari berbagai negara yang mengikuti kegiatan “Cheng Beng” atau ziarah ke makam leluhur, yang merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian perayaaan hari besar agama Buddha.

“Turis mulai masuk sejak 25 Maret dan akan terus membludak hingga awal pekan ini. Diperkirakan ratusan ribu warga keturunan China akan masuk ke Sumut hingga 4 April yang juga merupakan puncak ‘Cheng Beng’,” kata Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia Sumut, dr Indra Wahidin, di Medan, Senin.

Menurut Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa Sumut itu, turis terbanyak tahun ini berasal dari Hong Kong, Malaysia, Singapura, Australia dan China.

“Sebagian besar dari mereka adalah warga Sumut yang sudah menetap di berbagai negara, tapi memiliki leluhur yang dimakamkan di sini. Sisanya hanya ingin sekadar melihat bagaimana kegiatan ‘Cheng Beng’ di Sumut,” katanya.

Menurut dia, banyaknya turis yang masuk menjelang “Cheng Beng” memberikan nilai positif bagi perekonomian Sumut. Dia memberi contoh maskapai penerbangan, hotel, restoran dan mobil rental yang juga “kebanjiran” pesanan.

Restoran-restoran juga penuh, karena tradisi makan bersama di kuburan usai berziarah dialihkan menjadi makan bersama di restoran.

Harga buah-buahan juga ikut naik dan warga di sekitar perkuburan China juga “panen” rezeki. “Harusnya momen seperti ‘Cheng Beng’ ini dimanfaatkan Dinas Pariwisata Sumut untuk membuat berbagai kegiatan seperti festival makanan maupun kesenian, sehingga para turis akan bertambah lama tinggalnya di Sumut,” ujarnya.

Sementara Pemprov Sumut semestinya juga bisa memanfaatkan kedatangan para turis itu menjadi ajang bisnis antara pengusaha China dengan pengusaha Sumut.

Public Relation Grand Swiss-Belhotel Medan, Lisa Ngadio, mengakui, menjelang “Cheng Beng” tingkat hunian hotelnya naik sekitar 15 persen menjadi 70 persen.

“Kenaikan pesanan sebenarnya bisa mencapai 100 persen, tapi karena jumlah hotel di Medan sudah semakin banyak, persentase kenaikan di masing-masing hotel rata-rata hanya sekitar 15 persen saja,” katanya.

General Manager Hotel Arya Duta Medan, Andre Roland, juga mengakui naiknya pesanan kamar hotel menjadi sekitar 70 persen.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Alimuddin Sidabalok, mengakui kunjungan wisman ke Sumut menunjukkan tren menaik sejak Januari 2009.

“Pada Januari 2009 naik 26,16 persen dibanding Januari 2008 menjadi 12.703 orang. Peningkatan kedatangan terbanyak dari pintu masuk Bandara Polonia Medan,” katanya.

Read the rest of this entry

Polda Sumut Awasi Tersangka JEL yang Sakit

Standard

Medan, 13/3 – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara sampai saat ini terus melakukan pengawasan terhadap tersangka kasus anarkis pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) JEL anggota DPRD Sumut yang sedang sakit dan mendapat perawatan di RS Elisabet Medan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Baharudin Djafar di Medan, Kamis, mengatakan, JEL yang sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka itu terus dipantau petugas.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Jakarta, Selasa, (10/3) mengatakan, anggota DPRD Sumut, JEL telah ditetapkan sebagai tersangka kasus anarkis pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) yang mengakibatkan tewasnya Ketua DPRD Sumut, H. Abdul Azis Angkat 3 Februari lalu.

Menurut dia, tersangka itu salah satu aktor intelektual dalam aksi unjuk rasa itu. Sampai saat ini sudah 69 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Baharudin menambahkan, pengawalan terhadap tersangka, JEL untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini terhadap dirinya.

Untuk itulah, katanya, petugas kepolisian terus berjaga-jaga di lokasi rumah sakit swasta tersebut. “Ini merupakan tanggungjawab kepolisian untuk memberikan pengamanan. Apalagi JEL dalam pengawasan Polda Sumut,” ujar Baharudin.

Ketika ditanyakan apa sudah dilayangkan pemanggilan terhadap tersangka, JEL, Baharudin mengatakan, belum, karena tersangka itu dalam keadaan sakit. Tidak mungkin orang yang sedang sakit diminta keterangan.

Selain itu, katanya, terhadap 15 anggota DPRD Sumut lainnya, akan dilakukan pemanggilan secara bertahap.

“Polda Sumut akan memeriksa 15 anggota DPRD Sumut itu sebagai saksi. Pemeriksaan itu guna melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap 10 tersangka utama kasus Protap,” kata Baharudin.

Tersangka, JEL anggota DPRD Sumut masuk RS Elisabeth Medan, Rabu (11/3) karena mengalami struk ringan (salah satu tangan dan kaki tidak bisa digerakkan)

Sementara itu, Polda Sumut sampai saat ini telah melimpahkan 42 BAP untuk 59 tersangka kasus Protap ke Kejaksaan Tinggi Sumut. Para tersangka itu ada yang dijerat pasal 146 dan pasal 170 KUH Pidana.

Aksi unjuk rasa anarkis para pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) yang digelar di gedung DPRD Sumut, 3 Februari lalu itu berujung tewasnya Ketua DPRD Sumut, H. Abdul Azis Angkat.

Read the rest of this entry

Akhirnya Suara Emas Hj. Nurasia Jamil Terdengar di Medan

Standard

Medan, 6/3 – Kerinduan kaum muslimin/muslimat di Bandar Khalifah dan Kota Tembung sekitarnya (10 km arah timur Kota Medan) untuk bertemu langsung dan mendengarkan suara emas penyanyi orkes irama Padang Pasir terkenal, Dra. Hj. Nurasia Jamil, MA terasa terobati.

Mantan penyanyi Qasidah kenamaan asal Kota Medan yang berprestasi internasional pada tahun 1970-an itu, selain memberikan ceramah agama di hadapan ratusan jemaah pengajian Al-Hidayah Dusun-X Bandar Khalifah, Jumat dalam memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1430 H, juga didaulat untuk membawakan beberapa lagu ciptaannya.

Didampingi sahabat lamanya Hj. Asmah Chalik dan anggota group Marhaban/Qasidah Al-Hidayah Bandar Khalipah pimpinan Hj. Neni, ia menyanyikan beberapa lagu di antaranya Selimut Putih, sehingga para undangan hanyut terbawa alunan suara merdu Ustazah yang kini berusia 62 tahun itu.

“Saya teringat 42 tahun lalu, setiap hari mendengarkan lagu-lagu Padang Pasir di berbagai radio dan TVRI yang dinyanyikan Umi Hj. Nurasia Jamil,” ucap Ibu Nursiah yang mengagumi wanita yang memiliki suara khas sangat tinggi dan merdu.

Sebelumnya Ustajah yang hafal Qur’an tersebut, membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan langsung bertindak sebagai Saritilawah tanpa melihat teks dengan suara mantap. Padahal menurutnya beberapa hari sebelum menghadiri acara tersebut ia agak payah bangun.

“Maaf saya tidak seperti yang dulu lagi, sekarang saya sudah menjadi Neli (nenek lisut,red), tutur mantan bintang penyanyi Orkes El-Syorayah Medan tersebut bergurau.

Ustajah yang masih kelihatan cantik itu, sempat memuji penampilan group Marhaban/Qasidah Al-Hidayah asuhan Hj. Asmah Chalik, Ibu Nursiah dan Hj. Siti Asmah (Nanong) yang tampil kompak dan penuh semangat dihadapan para undangan.

“Jangan cari-cari kesalahan dan kelemahan orang lain, mari kita dukung dan ikut mendorong walau sebagai ‘ekor’ agar group Marhaban/Qasidah ini lebih maju. Dosa besar bagi ibu-ibu yang hanya mencari kekurangan orang lain,” tegas Hj. Nurasia Jamil.

Pelaksana Kepala Desa Bandar Khalipah, Lisma AKs meresmikan group Marhaban/Qasidah Al-Hidayah dilanjutkan pemotongan nasi tumpeng yang diserahkan kepada ketua group tersebut, Hj. Neni lalu diberikan kepada Ustajah Umi Hj. Nurasia Jamil.

Para undangan tampak terkesima ketika Ustajah Hj. Nurasia Jamil meminta salah seorang anak didiknya yang masih berusia di bawah 10 tahun tampil sebagai Mubhaliq cilik.

Ini untuk memotivasi para ibu agar mendidik anaknya dengan baik sejak dari usia dini, karena pada era globalisasi sekarang kemajuan teknologi informasi seperti penggunaan komputer, internet dan telepon selular bisa “meracuni” anak-anak.

Personil group Marhaban/Qasidah Al-Hidayah yang sebelumnya sudah tampil di beberapa tempat termasuk mengisi acara di RRI Medan, terdiri dari Hj. Asmah Chalik (pembina), Nursiah, Hj. Siti Asmah/Nanong (pengasuh), Hj. Neni (ketua), Roslaini, Erda Neli, Mariani, Umi Kalsum, Nurmala, Aisah, Pariyatni, Taksiah, Miar, Nurjehan Lubis, Yanti Siregar.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1430 H dan peresmian group Marhaban/Qasidah Al-Hidayah tersebut, juga dihadiri Kepala Desa Bandar Khalipah yang baru terpilih, Misno, pengusaha muda Ricky Prandana Nasution, SE, para tokoh agama dan pemuka masyarakat setempat.

Read the rest of this entry

26 Jaksa Dipersiapkan Tangani Kasus Protap

Standard

Medan, 4/3 – Sedikitnya 26 jaksa telah dipersiapkan untuk menangani kasus 68 tersangka pelaku unjuk rasa anarkis para pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli, 3 Pebruari lalu yang menewaskan Ketua DPRD Sumut, Abdul Azis Angkat.

Kepala Seksi Penerangan Hukum/Humas Kejati Sumut, Edi Irsan Kurniawan, SH, di Medan, Rabu, mengatakan para jaksa senior sudah berpengalaman itu akan mempelajari berkas berita acara pemeriksaan (BAP) yang telah dilimpahkan tim penyidik Polda Sumut.

Selain mempelajari BAP tersebut, tim jaksa itu juga meneliti kelengkapan BAP yang masuk ke Kejati Sumut.

“BAP tersebut harus diteliti secermat mungkin, begitu juga kelengkapan berupa barang bukti, sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan untuk disidangkan,” kata Kurniawan.

Ketika ditanya apakah jaksa yang ditugaskan menangani kasus Protap itu ada yang berasal dari Kejaksaan Agung (Kejagung), Kurniawan mengatakan, tidak ada, seluruh jaksa itu berasal dari Kejati Sumut dan beberapa orang dari Kejari Medan.

“Tidak ada jaksa dari Kejagung yang diturunkan untuk menangani kasus Protap tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Polda Sumut melimpahkan 27 BAP tersangka kasus tindakan anarkis para pendukung Protap.

BAP tahap pertama itu diserahkan langsung oleh Kapolda Sumut, Brigjen Pol Badrodin Haiti kepada Kepala Kejati Sumut, Gortap Marbun SH didampingi Aspidum Kejati Sumut, T Suhaimi, SH dan Aspidsus, Agoes Widjaya SH, di Medan, Selasa, (3/3).

Brigjen Pol Badrodin Haiti, mengatakan, penyerahan BAP kasus Protap tersebut akan diikuti penyerahan BAP selanjutnya minggu depan.

“Minggu depan Polda Sumut kembali akan melimpahkan BAP atas tersangka lainnya,” ucapnya.

Ketika ditanya perihal delapan tersangka kasus Protap yang dijerat pasal 338 KUHP, Badrodin mengatakan pihaknya masih akan mempelajari dan menelitinya.

Sementara itu, Kepala Kejati Sumut, Gortap Marbun, SH mengatakan pihaknya akan mempelajari BAP kasus Protap yang dilimpahkan Polda Sumut itu. “Tentu akan kita teliti lagi kelengkapannya,” katanya.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Edi Irsan Kurniawan, SH mengatakan para tersangka dalam 27 BAP yang diterima dari Polda Sumut itu dijerat dengan pasal 170 KUHP, yakni secara bersama-sama melakukan pengrusakan terhadap barang.

Selain itu para tersangka juga dijerat pasal 146 KUHP dengan tuduhan menggagalkan sidang paripurna yang sedang digelar DPRD Sumut.

Para tersangka dapat diancam dengan hukuman empat sampai lima tahun penjara, kata Irsan.

Read the rest of this entry

Telkom Sumatra Kembangkan Kampung Digital ke Sumatera Barat

Standard

Medan, 28/2 – Telkom Sumatera akan mengembangkan model Kampung Digital Sampal, Sumut ke Sumatera Barat dan Kepulauan Riau.

“Kampung Digital Sampali dinilai sukses karena komunitasnya sudah terbukti mengangkat perekonomian di kawasan yang berpenduduk sekitar 18 ribu jiwa,” kata Executive General Manager Telkom Sumatra, Muhammad Awaluddin, di Medan, Sabtu.

Bukan hanya meningkatkan penjualan/pemasaran pupuk organik buatan warga itu hingga ke luar negeri, tapi dengan memanfaatkan teknologi itu, mereka bisa meningkatkan mutu pendidikan masyarakat sekitarnya, khususnya di sektor informasi teknologi.

Di Kepri, kata dia, kampung digital akan dicoba dilakukan di perkampungan penghasil ikan patin sehingga program itu bisa memicu perkembangan penjualan berbaai produk dari ikan tersebut.

“Bagi Telkom sendiri kesuksesan Kampung Digital Sampali yang menjadi pemicu semangat menjalankan program CSR, karena program itu merupakan salah satu pendukung Telkom mendapat penghargaan dalam Indonesia CSR Award 2008 belum lama ini,” katanya.

Selain akan mengembangkan kampung digital, kata dia, Telkom juga akan terus meningkatkan program “education for tomorrow” bagi pelajar, dimana hingga tahun 2008, sudah 238 ribu siswa di Sumatra yang sudah diberi pendidikan mengenal internet.

Read the rest of this entry

Training Pak Onno W. Purbo @Grand Angkasa

Standard

Sahabat! Seneng bangetz hari ini. Why? Coz hari ini saya ditugaskan dari kantor untuk mengikuti training dengan tema TIK yang diadakan oleh Depkominfo RI. Depkominfo RI sendiri sudah sangat sering sekali bekerjasama dengan Diskominfo Provsu sejak kami masih bernama Bainfokom Provsu. Kali ini diadakan di Grand Angkasa Hotel.

Kegiatan ini berisikan pengenalan open source. Pada sesi awal kami diperkenalkan dengan kardus.web.id yaitu media penyimpanan online. Sebenarnya sudah banyak penyedia jasa layanan seperti ini. Hanya saja penyedia layanannya adalah luar negeri. Sedangkan kardus.web.id milik Indonesia dengan dukungan penuh Depkominfo RI.

Sesi selanjutnya dibawakan oleh maestro telematika Indonesia, Onno W. Purbo. Beliau mengenalkan tentang buku bergenre TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang bersifat open source. Selain itu juga memaparkan dasar-dasar penggunaan linux dan openOffice. Selain materi pokok yang harus beliau bawakan, beliau juga membawakan banyak materi yang dipesan langsung oleh peserta serta memperkenalkan banyak hal kepada kami. Antara lain bagaimana cara menelpon dengan murah atawa bahkan gratis dengan voiprakyat.or.id.

Mekanisme Pemekaran Daerah Perlu Diubah

Standard

Medan, 24/2 – Anggota DPRD Sumatera Utara, H Raden Muhammad Syafi’i menyarankan agar mekanisme pemekaran daerah segera diubah agar tidak lagi menimbulkan konflik horizontal di daerah yang akan dimekarkan.

“Bila perlu wacana pemekaran itu dimulai dari pusat dan bukan lagi dari daerah, sehingga keinginan untuk memekarkan daerah tidak lagi bebas-bebasan atau suka-suka hati seperti selama ini,” katanya di Medan, Selasa.

Hal itu disampaikannya kepada Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Hankam, Prof Dr Farouk Muhammad dan Sekjen Ikatan Sarjana dan Profesi Perpolisian Indonesia (ISPPI), Brigjen Pol (Purn) HM Guntur Ariadi.

Farouk dan Guntur datang ke Medan untuk menghimpun masukan dan bahan-bahan dari kalangan DPRD Sumut berkaitan dengan aksi unjuk rasa pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) yang menewaskan Ketua DPRD Sumut, Abdul Aziz Angkat, 3 Februari lalu.

Masukan dan bahan-bahan yang diperoleh akan disampaikan kepada Ketua Wantimpres, TB Silalahi untuk kemudian diteruskan kepada Presiden.

Mereka diterima Wakil Ketua DPRD Sumut, H Ali Jabbar Napitupulu dan Japorman Saragih, Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) DPRD Sumut, Abdul Hakim Saigian serta para anggota TPF dan pimpinan fraksi di DPRD Sumut.

Menurut Raden Muhammad Syafi’i, pemerintah pusat sebaiknya mengkaji, menentukan dan mengusulkan daerah-daerah mana saja yang layak dimekarkan, bukan lagi datang dari daerah.

“Perlu kajian lebih mendalam lagi. Bila perlu kajiannya dari atas (pusat), sementara daerah tinggal menyiapkan dan melengkapi persyaratannya, ketimbang bebas-bebasan seperti sekarang ini,” kata Ketua Fraksi PBR yang juga anggota TPF DPRD Sumut itu.

Sementara itu, Ketua TPF DPRD Sumut, Abdul Hakim Siagian menyarankan agar Presiden mengatur pemekaran secara lebih cermat dengan belajar dari pengalaman kasus pemekaran di Sumut.

“Mudah-mudahan tragedi di Sumut menjadi kasus pertama dan terakhir sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” katanya.

Pada kesempatan itu Hakim Siagian menekankan DPRD Sumut mempercayakan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk dituntaskan secara profesional, sementara semua pihak yang terlibat agar dihukum sesuai bobot kesalahan masing-masing.

Namun demikian ia menyarankan agar Wantimpres juga meminta penjelasan kepada tim Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Depdagri berkaitan kedatangan mereka ke Sumut beberapa waktu sebelum terjadinya aksi massa di gedung DPRD Sumut.

“Selain Keputusan Gubernur Sumut tentang Persetujuan Pembentukan Protap, kedatangan tim DPOD juga diduga ikut memicu aksi massa. Ini tak bisa disepelekan dan kami minta Wantimpres juga meminta penjelasan kepada mereka,” katanya.

Terkait usulan Protap itu sendiri, Wakil Ketua DPRD Sumut, Ali Jabar Napitupulu mengatakan sudah pernah disampaikan Gubernur Sumut pada masa pemerintahan Gubernur Rudolf Pardede pada 7 Desember 2006, tapi ditolak karena skor kelayakannya tidak mencukupi.

“Ketika itu ada tujuh kabupaten/kota yang bergabung membentuk Protap, sementara sekarang tinggal empat kabupaten/kota lagi setelah Tapteng, Sibolga dan Nias Selatan menarik diri,” katanya.

Sementara Raden Muhammad Syafi’i mengatakan usulan pembentukan Protap memang belum memenuhi syarat-syarat yang ditentukan disamping belum ada kajian terbaru sebagaimana diamanatkan PP 78 Tahun 2007 tentang Pemekaran dan Penggabungan Wilayah.

Read the rest of this entry

Rohingya Issue Should be Discussed in Next Asean Leaders’ Meeting

Standard

Medan, North Sumatra, Feb. 16 – Leaders of ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) member countries should include the plight of Rohingyas in the agenda of ASEAN meeting scheduled to be held in Thailand late this month, according to Dr. Mohammad Hazmi of Malaysia.

Many Rohingya Muslims, being oppressed by the Myanmar regime, had fled to other countries, including in Indonesia, Dr. Hazmi, Coordinator of the Citizen International of Malaysia, said here on Monday.

The United Nations (UN) and ASEAN should give attention to the fate of Rohingya people, and not only focus on democratization issue in Myanmar, Dr. Hazmi, who was accompanied by members of Indonesia’s Ukhuwah Jama’ah Muslimin (Hizbullah), said.

Hazmi, concurrently Secretariat Chairman of the Asian Ulemas (Islamic Scholars) Association, praised the Indonesian government for treating some 391 Rohingya refugees well in Sabang and Idi Rayeuk, Aceh Province.

After meeting and talking directly with the Rohingya refugees in Aceh, he concluded that the refugees were victims of a regime wanting to eliminate the minority group.

The Rohingya boat people did not want to return to their country, he said.

Hundreds of Rohingya Muslims had initially arrived in Thailand from Myanmar, but the Thai authorities put them in nine wooden boats measuring 14×3 meters and released them in the middle of sea.

After floating for 21 days in the sea with only few kilograms of rice and one gallon of water, only two boats arrived in Aceh Province, and seven others were not known their whereabout.

Over the past one month, Aceh Province has received nearly 400 Rohingya refugees. Some 193 Rohingya boat people got stranded in Sabang, Aceh on January 7, 2008, and another 198 Rohingyas reached the coast of East Aceh after 21 days at sea, with some of them in a critical condition on February 3, 2008.

Hizbullah has sent a letter to President Susilo Bambang Yudhoyono not to deport the Muslim boat people, as several Islamic boarding schools and local residents are willing to accommodate them.

Read the rest of this entry

Jalan Tol Medan-Kualanamu Mulai Dibangun 2010

Standard

Medan, 16/2 – Pembangunan jalan tol ke bandara internasional baru di Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara ditargetkan dapat dimulai paling lambat akhir tahun depan.

“Konstruksinya kita tergetkan sudah harus dimulai 2010, paling lambat akhir tahun,” ujar Kepala Bappeda Sumut, Riadil Akhir Lubis kepada ANTARA di Medan, Senin.

Segala sesuatu menyangkut pembangunan jalan tol tersebut telah dan akan terus dibicarakan dengan Departemen Pekerjaan Umum, sementara Sumut sendiri saat ini tengah menyiapkan “business plan-nya”.

Pemerintah Provinsi Sumut berencana membangun sendiri fasilitas jalan tol dari Kota Medan ke bandara internasional baru di Kualanamu, setelah tidak ada investor yang berminat karena pembangunan jalan tol sepanjang lebih kurang 14,5 kilometer itu dinilai tidak “feasible”.

Gubernur Sumut, Syamsul Arifin sebelumnya diinstruksikan Wapres Jusuf Kalla agar membangun sendiri jalan tol ke bandara baru pengganti Bandara Polonia Medan tersebut.

“Kumpulkan pengusaha-pengusaha daerah dan bikin sendiri kalau memang tak ada (investor) yang berminat,” kata Wapres ketika meninjau lokasi bandara baru itu, akhir tahun lalu.

Pemprov Sumut, menurut Wapres, harus mampu membangun jalan tol sendiri. “Masa orang Medan tidak bisa bikin jalan tol, di sini kan banyak pengusaha kelapa sawit. Cukup cari Rp1 triliun, sisa yang Rp2 triliun lagi bisa dikredit,” ujar Wapres.

Pemprov Sumut sendiri merasa tertantang dengan instruksi Wapres tersebut, apalagi selama ini belum pernah terjadi pembangunan jalan tol diserahkan kepada pemerintah daerah.

Ditanya sumber dana untuk membangun jalan tol tersebut, Riadil Akhir Lubis mengatakan Pemprov Sumut akan mengajak pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II menjadi pemegang sahamnya.

“Setidaknya 70 persen kawasan yang akan dilewati jalan tol itu milik PTPN, karenanya kita akan mengajak PTPN untuk ikut menjadi pemegang sahamnya,” katanya.

Dalam waktu dekat Pemprov Sumut juga segera membebaskan sisa 30 persen lahan yang bukan termasuk dalam kawasan PTPN II. Anggaran pembebasan lahan itu sendiri akan disediakan sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

“Untuk tahap awal ini kita memang baru akan membangun jalan tol Medan-Kualanamu itu. Ke depan jalan tol itu akan kita lanjutkan hingga ke Tebing Tinggi sepanjang sekitar 60 kilometer,” tutur Riadil.

Read the rest of this entry

Pelantikan Kapoltabes Medan Berlangsung Tertutup

Standard

Medan, 12/2 – Proses pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) Kapoltabes Medan dari Kombes Pol Aton Suhartono kepada penggantinya AKBP Imam Margono berlangsung tertutup, Kamis.

Pelantikan dan sertijab yang dilakukan di Gedung Bhayangkara Mapoltabes Medan itu hanya disaksikan pejabat di lingkungan Polda Sumut dan Poltabes Medan saja.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Nanan Soekarna yang tiba di Mapoltabes Medan pukul 08.40 WIB untuk memimpin upacara pelantikan dan sertijab proses itu juga tidak memberikan komentar.

Mantan Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Politik langsung menuju Gedung Bhayangkara Mapoltabes Medan untuk memimpin proses sertijab tersebut.

Setelah Kapolda Sumut Irjen Pol Nanan Soekarna masuk pintu gedung Bhayangkara Mapoltabes Medan, pintu tersebut langsung ditutup dan dijaga beberapa petugas Propam.

Sedangkan para undangan yang terdiri atas unsur Muspida Kota Medan, unsur TNI, tokoh agama dan tokoh masyarakat di daerah itu menunggu di luar.

Sekitar pukul 09.00 WIB, proses pelantikan dan sertijab itu selesai.

Kapolda Sumut Irjen Pol Nanan Soekarna, Kapoltabes Medan yang baru AKBP Imam Margono dan Kombes Pol Aton Suhartono keluar Gedung Bhayangkara untuk menemui para undangan.

Read the rest of this entry

Rutan Medan Siap Tampung Tahanan Kasus Protap

Standard

Medan, 9/2 – Pihak Rutan Tanjung Gusta Medan menyatakan kesiapannya menampung tahanan kasus aksi unjuk rasa anarkis pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) yang menewaskan Ketua DPRD Sumut, Abdul Aziz Angkat.

“Dengan segala fasilitas kami siap menampung tahanan kasus Protap,” kata Kepala Rutan Tanjung Gusta Medan, Amran Silalahi, BcIP, SH di Medan, Senin.

Ia juga menyatakan tidak akan memberikan keistimewaan dalam bentuk apapun kepada tahanan yang akan dikirim pihak kepolisian tersebut. Pihaknya juga tidak melakukan persiapan khusus. “Semuanya biasa saja, sama seperti menerima tahanan lain,” katanya.

Meski demikian, pihaknya belum mendapatkan konfirmasi dari Polda Sumut dan Poltabes Medan mengenai rencana pengiriman tahanan tersebut ke Rutan Tanjung Gusta Medan.

“Mungkin, menurut perkiraan, kami akan dihubungi dalam waktu dekat,” kata Silalahi.

Read the rest of this entry

Kota Medan Masih Kondusif

Standard

Medan, 9/2 – Menjelang sepekan peristiwa unjuk rasa anarkis pendukung pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap) yang mengakibatkan tewasnya Ketua DPRD Sumut H Abdul Aziz Angkat, kondisi keamanan di Kota Medan masih kondusif.

Pantauan ANTARA pada jalan-jalan utama inti Kota Medan, Minggu (8/2) sejak pagi hingga pukul 23.45 WIB, warga masih tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak terlihat lagi titik kumpul personil aparat keamanan pada sejumlah lokasi di ibukota Provinsi Sumut itu.

Setelah tragedi maut yang menewaskan Ketua DPRD Sumut H Abdul Aziz Angkat, Selasa (3/2) siang, aparat keamanan setempat langsung menempatkan personil pada sejumlah titik strategis di Kota Medan untuk mengantisipasi kemungkinan reaksi balasan, menyusul ditangkapnya sejumlah orang yang diduga sebagai dalang peristiwa tersebut.

Jajaran kepolisian menempatkan seratusan lebih personil dengan memarkir sejumlah truk dan mobil “water canon” di halaman parkir Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso, Medan atau berjarak sekitar 100 meter dari sebuah kantor harian surat kabar terbitan lokal.

Read the rest of this entry

myProfile

Standard

Hai Sahabat! Ini merupakan postingan yang kedua. Hm.. gimana ya? Kita kenalan dulu yuk! Lanjut kebawah ya. Di postingan kali ini sederhana saja dulu. Aku cuma ingin mengenalkan diri.

Contact Information
Name : Yanuari D. Sapta
Address : Jl. Amal Luhur No. 117 Medan
Telephone : (061) 845-4158
Cellphone : 081263889319
Email : mizuhara@in.com

Read the rest of this entry