Tag Archives: palestina

Palestina Peringati Ulang Tahun Ke-61 “Naqba”

Standard

Ramallah, Tepi Barat, 15/5 – Ribuan warga Palestina Kamis memperingati ulang tahun ke-61 Naqba, “bencana” yang memicu eksodusnya ratusan ribu orang Palestina setelah Israel didirikan pada 1948.

Dengan memegang bendera Palestina dan foto desa-desa Arab yang diratakan dengan tanah oleh pasukan Israel enam dasawarsa lalu, pemrotes berunjuk rasa di pusat kota Ramallah di Tepi Barat Sungai Jordan, yang diduduki-Israel.

“Hak untuk kembali adalah suci,” “Tidak ada perdamaian tanpa hak untuk pulang,” demikian tulisan pada spanduk-spanduk yang dibawa oleh para pengunjuk rasa.

Upacara itu berlangsung satu hari lebih cepat karena peringatan Naqba 15 Mei jatuh tahun ini pada hari Jumat, hari libur di wilayah Palestina yang sebagian besar penduduknya Muslim.

Demonstrasi itu dipimpin oleh para tokoh politik dan pemimpin agama serta dimulai di makam presiden Palestina Yasser Arafat, yang legendaris di markas besar Pemerintah Otonomi Palestina, yang sekarang diperintah oleh penggantinya, Presiden Mahmud Abbas.

Di kota Nablus di Tepi Barat utara, sekitar 2.000 orang berpartisipasi dalam unjuk rasa itu, dengan memegang bendera Palestina yang diikat dengan pita hitam sebagai tanda duka cita.

Di kamp Aqaber Jaber, di kota oasis Jericho (Ariha), peserta membuka selubung sebuah patung yang mencirikan sebuah kunci metalik setinggi enam meter yang melambangkan keterikatan para pengungsi Palestina dengan rumah-rumah, tempat mereka melarikan diri atau dipaksa keluar pada 1948.

Sekitar 700.000 orang ke pengasingan pada 1948, sementara PBB memperkirakan bahwa jumlah mereka dan keturunan mereka sekarang mencapai 4,6 juta.

Di Jalur Gaza, penguasanya HAMAS mencegah Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengadakan upacara untuk memperingati Naqba di wilayah kecil itu yang sekarang ini menampung satu juta pengungsi.

Satu komite PLO mengatakan bahwa polisi HAMAS telah mencegah kelompok itu mengadakan acara untuk memperingati Naqba, mengecam keputusan tersebut sebagai “pelanggaran terhadap hak politik dan demokratik”.
Beberapa saksi mengatakan polisi HAMAS telah dikerahkan untuk siap siaga di pusat Kota Gaza, guna mencegah pertemuan terbuka. Belum ada komentar dari Gerakan Perlawanan Islam itu.

Komite peringatan itu merupakan bagian dari PLO yang dipimpin oleh Presiden Palestina Abbas.

HAMAS bukan anggota PLO, yang masyarakat internasional anggap sebagai satu-satunta wakil sah rakyat Palestina.

Gerakan Islam itu dan kelompok sekuler Fatah, yang bersaing, telah berselisih bahkan sejak Juni 2007, ketika HAMAS memaksa pasukan pro-Abbas keluar dari Jalur Gaza, yang membagi wilayah Palestina menjadi dua entitas.

Sejak itu, kekuasaan Abbas terbatas pada Tepi Barat, sementara HAMAS memerintah Jalur Gaza.

Militer Israel mengatakan dalam satu pernyataan bahwa negara itu akan menutup Tepi Barat, yang didudukinya, dari Kamis tengah malam hingga Sabtu malam untuk Naqba.

Naqba tahun ini jatuh pada kunjungan resmi pertama Paus Benedictus XVI, yang dalam kunjungan pertama ke Tepi Barat, Kamis, menyampaikan simpati yang mendalam pada para pengungsi.

“Pada hari-hari ini (kerinduan pada perdamaian) memuat khususnya kepedihan ketika anda mengingat kejadian Mei 1948 dan tahun-tahun konflik, yang hingga sekarang belum terpecahkan, yang menyusul dari kejadian itu,” ia mengatakan di kamp pengungsi Aida di luar Bethlehem.

“Dengan kesedihan yang mendalam, saya telah menyaksikan keadaan pengungsi yang, seperti Keluarga Suci, telah meninggalkan rumah mereka,” katanya.

Read the rest of this entry

Paus Kunjungi Israel dan Wilayah Palestina

Standard

Amman, 11/5 – Paus Benedictus hari Senin memulai bagian dari yang paling sulit dari lawatan pertamanya ke Timur Tengah, dengan kunjungan ke Israel dan wilayah Palestina.

Ia meninggalkan Jordania setelah tiga hari yang mana ia menekankan keinginannya untuk menyambut hangat hubungan antara umat Kristen dan Muslim serta untuk berupaya menyeka atau menghapuskan kebencian sisa kuliah 2006 yang ia buat yang umat Islam lihat sebagai serangan.

Setelah diantar oleh Raja Jordania Abdullah, maka kemudian Benedictus, 82, melakukan penerbangan selama 30 menit dari Amman ke Tel Aviv dan ia disambut baik oleh Presiden Shimon Perez dan PM Benyamin Netanyahu.

Selama lima hari berada di Israel dan wilayah Palestina, ia diperkirakan akan mengulangi tawarannya pada Gereja Katolik untuk melakukan semua semampunya untuk membantu proses damai (Timur Tengah) yang macet.

Di antara kunjungan-kunjungan ke tempat-tempat yang disucikan yang berkaitan dengan kehidupan Jesus, ia juga akan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Israel, pemimpin Palestina dan Yahudi serta para pemimpin agama Islam.

Vatikan mendukung penyelesaian dua negara atas konflik Israel-Palestina.

Sejak dilantik sebagai pemimpin baru pemerintah Israel yang condong ke kanan pada 31 Maret, Netanyahu tidak pernah secara khusus membicarakan pembentukan negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, prioritas AS dan Arab.

Apa saja yang Paus katakan mengenai masalah itu akan bergema di sekeliling kawasan itu, khususnya ketika ia mengunjungi sebuah kamp pengungsi Palestina di Bathlehem di Tepi Barat yang diduduki. Di Bethlehem, ia akan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Kenangan holokus
Pada Senin siang , Paus akan mengunjungi tanda peringatan bagi korban holokus di Yad Vashem di Jerusalem.

Dalam 25 tahun sejak Dewan Vatikan Kedua tidak mengakui konsep dosa kolektif Yahudi atas kematian Kristus, hubungan Katolik dan Yahudi telah dibayangi oleh holokus dan masalah apa yang gereja lakukan, atau gagal lakukan mengenai hal itu.

Mereka telah melalui salah satu periode terburuk setelah Paus pada Januari mencabut pengucilan empat uskup tradisionalis, termasuk satu yang menolak holokus.

Vatikan mengatakan pihaknya tidak cukup tahu mengenai masa lalu para uskup itu dan kedua belah pihak sekarang mengharapkan masalah tersebut dapat ditutup dengan kunjungan ke Yad Vashem.

Kebanyakan pemimpin Yahudi sekarang menganggap episode itu untuk menenteramkan hati tapi beberapa pihak menginginkan paus untuk membuat penyangkalan tegas terhadap penolakan holokus dan menekankan bahwa tidak ada ruang bagi anti-Semitisme di gereja.

Polisi Israel mengatakan mereka akan melakukan operasi keamanan terbesar mereka dalam hampir satu dasawarsa sejak kunjungan Paus John Paul pada 2000.

Sekitar 30.000 polisi akan bertugas. Kemana pun ia melakukan perjalanan, Paus akan mengizinkan helikopter polisi untuk memantaunya dari atas.

Read the rest of this entry

Menteri: Israel Terima Baik Penyelesaian Dua Negara

Standard

Jerusalem, 4/5 – Israel akan menerima baik kesepakatan perdamaian menyeluruh dengan Palestina yang akan menghasilkan penyelesaian dua negara, kata Wakil Menteri Luar Negeri Israel Daniel Ayalon, Ahad.

“Pemerintah Israel, akibat tradisi demokratis kami dan akibat prinsip yang berkelanjutan, akan mematuhi semua komitmen mantan pemerintah terdahulu, termasuk menerima peta jalan bagi perdamaian, yang akan mengarah kepada penyelesaian dua negara,” kata Ayalon sebagaimana dikutip di dalam laman surat kabar Ha’aretz. Ia merujuk kepada rencana perdamaian 2002, yang didukung masyarakat internasional.

Ayalon, anggota partai Israel Beiteinu –yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman, mengeluarkan pernyataan itu sebelum serangkaian kegiatan diplomatik yang melibatkan pemimpin tinggi Israel di negara Amerika Serikat dan Eropa.

Pada Senin, Lieberman dijadwalkan memulai kunjungan empat hari ke Italia, Prancis, Republik Ceko dan Jerman, guna menenangkan keprihatinan mengenai kebijakan pemerintah Israel mengenai perdamaian dengan Palestina.

Pada Maret, menteri luar negeri Uni Eropa mengatakan blok hubungan tersebut dengan Israel mungkin mengalami pukulan jika pemerintah Israel mencampakkan prinsip dua negara guna mengakhiri konflik itu.

Presiden Israel Shimon Peres dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Barack Obama pada 5 Mei. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mengunjungi Washington akhir bulan ini.

Perdana menteri tersebut sejauh ini belum secara terbuka mensahkan negara Palestina dan mengatakan ia akan memusatkan perhatian pada peningkatan ekonomi Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan.

Namun, Palestina menuntut Netanyahu mendukung penyelesaian dua negara, prinsip yang didukung kuat oleh Gedung Putih.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Ahad, mengatakan ia akan memberitahu Presiden AS Barack Obama akhir bulan ini bahwa dilanjutkannya pembicaraan perdamaian dengan Israel akan mensyaratkan disetujuinya penyelesaian dua negara.

Read the rest of this entry

Ahmadinejad: Rakyat Palestina Harus Diberi Izin Tentukan Nasib Sendiri

Standard

Jakarta, 1/5 – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam wawancara khususnya dengan stasiun televisi ABC baru-baru ini telah menyatakan bahwa rakyat Palestina harus diberi izin untuk dapat menentukan nasib mereka sendiri.

Rakyat Palestina seharusnya menuntut permintaannya itu kepada masyarakat internasional dan bukan negara Barat memaksakan keinginan mereka kepada rakyat Palestina, kata Ahmadinejad seperti dikutip siaran pers Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Jumat.

Presiden Ahmadinejad dalam wawancara itu secara tegas mengharapkan kehormatan bagi pandangan rakyat Palestina.

Sebagai jawaban atas pertanyaan apakah pandangan Iran tentang kesepakatan rakyat Palestina tentang nasib mereka, ia mengatakan, “Kami tidak mempunyai masalah tentang keputusan rakyat Palestina dan apa saja yang mereka putuskan, kami akan dukung, rakyat Palestina harus diberi izin untuk mengambil keputusan secara bebas dan tidak boleh ada pihak yang mencampuri keputusan mereka, karena kami percaya bahwa mengambil keputusan merupakan hak seluruh manusia.”

Ia menambahkan bahwa terkait dengan hal tersebut, tidak boleh ada pihak menentukan arah setiap tindakan terlebih dahulu dan “mari kita memberikan izin kepada rakyat Palestina untuk memilih”.

Selain itu para pejabat Republik Islam Iran berulang-kali telah menyatakan bahwa pembentukan negara Palestina yang mandiri hanya dapat tercapai melalui penyelenggaraan referendum yang demokratis dan bebas yang dapat diikuti oleh seluruh rakyat Palestina di dalam dan luar negeri.

Pada referendum itu pun seluruh masyarakat Muslim, Yahudi dan Kristen Palestina harus berpartisipasi dan hasil dari referendum tersebut akan diakui oleh seluruh negara di dunia, demikian siaran pers itu.

Read the rest of this entry

Palestina Peroleh Lebih Sedikit Air daripada Israel

Standard

Jerusalem, 20/4 – Orang Israel memiliki akses empat kali lebih besar ke air daripada orang Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza, demikian laporan Bank Dunia, Senin.

Kesepakatan perdamaian sementara 1995, yang mengatur pembagian air, katanya, terbukti tak memadai, karena Pemerintah Otonomi Palestina terpecah oleh pertempuran selama delapan tahun terakhir sementara Israel telah meningkatkan instalasi airnya sendiri.

Meningkatkan kondisi bagi orang Palestina menjadi inti bagi strategi perdamaian yang ditaja Amerika Serikat.

Pembicaraan perdamaian yang diluncurkan pada 2007 macet dan pemerintah baru Israel, yang condong ke kanan dan dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sejauh ini telah menarik diri dari komitmen untuk memulai kembali perundingan tersebut.

Berbagai upaya terhalang oleh perluasan permukiman Israel di Tepi Barat dan perpecahan di kalangan rakyat Palestina sehubungan dengan pengambil-alihan Jalur Gaza oleh Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS).

Seorang pejabat Israel mengatakan, laporan Bank Dunia itu “sangat menyesatkan”. Israel memiliki sektor industri yang jauh lebih maju dibandingkan dengan orang Palestina dan itu dapat menyatakan tidak dengan sebenarnya mengenai penilaian konsumsi air per kepala, kata pejabat tersebut.

“Itu seperti membandingkan apel dengan semangka,” kata pejabat itu.

Bank Dunia mendesak donor internasional untuk tampil dengan suatu mekanisme guna membantu meningkatkan prasarana air Palestina dan memungkinkan perencanaan jangka panjang mengenai pembagian air kendati ada perubahan konflik dengan Israel.

Read the rest of this entry

Rencana Perdamaian Arab, Bagian dari Upaya Palestina AS

Standard

Ramallah, 18/4 – Utusan khusus Timur Tengah AS George Mitchell mengatakan, Jumat, bahwa prakarsa perdamaian Arab akan menjadi bagian dari upaya AS yang direncanakan untuk membentuk negara Palestina.

Prakarsa Arab 2002 menawarkan KEpada Israel hubungan normal dengan semua negara Arab sebagai imbalan bagi penarikan penuh dari tanah yang Israel rebut dalam perang Timur Tengah 1967, pembentukan negara Palestina dan “solusi yang adil” bagi pengungsi Palestina.

“AS telah mengikatkan diri pada pembentukan negara Palestina merdeka yang berdaulat tempat aspirasi rakyat Palestina untuk menguasai tujuan mereka tercapai. Kami ingin prakarsa perdamaian Arab menjadi bagian dari upaya untuk mencapai cita-cita itu,” kata Mitchell setelah pembicaraan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di kota Ramallah di Tepi Barat.

Mitchell tidak merinci bagian mana prakarsa Arab yang mungkin dimainkan dalam upaya AS untuk menengahi solusi dua-negara antara Israel dan Palestina.

Para pemimpin AS termasuk Presiden Barack Obama telah merujuk KEpada rencana perdamaiab Arab tanpa pernah mendukung tuntutan Arab agar Israel mundur dari semua tanah Israel yang direbut dalam perang Timur Tengah 1967 — Tepi Barat yang mencakup Jerusalem Timur, Dataran Tinggi Golan Suriah dan Jalur Gaza, yang sekarang dikepung.

Pemerintah terdahulu AS di bawah George W. Bush telah berusaha tanpa berhaisl untuk menggunakan rencana perdamaian Arab untuk menarik Arab Saudi dan negara konservatif lain di Teluk menjalin hubungan dengan Israel sebelum Israel memberikan komitmennya pada penarikan penuh itu.

Namun pernyataan Mitchell itu merupakan peringatkan lain kepada perdana menteri sayap-kanan baru Israel, Benyamin Netanyahu, bahwa AS ingin melihat kemajuan.

Netanyahu, yang bertemu Mitchell pada Kamis, belum memberikan komitmen untuk memulai lagi pembicaraan yang didukung AS dengan Abbas mengenai masalah inti seperti perbatasan negara serta masa depan Jerusalem dan pengungsi Palestina.

Beberapa pejabat Israel telah mengutip ucapan Netanyahu kepada Mitchell bahwa pemerintahnya, yang condong ke kanan, ingin Palestina pertama-tama mengakui Israel sebagai negara Yahudi. Palestina telah lama menolak pengakuan eksplisit sifat negara Yahudi itu, tempat satu dari lima penduduknya adalah orang Arab.

“Jelas bahwa ada pemerintah di Israel yang menolak menandatangani perjanjian, yang bersikeras mengenai aktivitas permukiman yang berlanjut,” kata perunding senior Saeb Erekat.

Mendesak Israel
Erekat mengatakan Abbas telah minta Mitchell untuk “mendesakkan setiap upaya yang mungkin” untuk menekan Israel agar menjalankan solusi dua-negara dan untuk memenuhi kewajibannya, termasuk pembekuan dalam pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki dan penghentian pembongkaran rumah di Jerusalem Timur Arab.

Pemerintah Netanyahu, yang berusia dua pekan, belum mengambil sikap terbuka terhadap prakarsa perdamaian Arab itu.

Namun dalam pertemuan mereka Kamis, Netanyahu berbicara kepada Mitchell mengenai “perlunya untuk terlibat dalam proses negara-negara Arab moderat penting”, termasuk Mesir, Jordania dan Arab Saudi, kata seorang pejabat senior Israel.

Pejabat lain senior Israel mengutip ucapan Mitchell kepada Netanyahu, “Kami ingin menguji secara serius proposal Arab itu.”

Seorang pejabat senior Barat, yang dekat dengan pertimbangan pengambilan keputusan pemerintah Obama, mengatakan Washington ingin mengejar prakarsa perdamaian Arab tapi membiarkan opsinya terbuka.

Pengahulu Netanyahu, Ehud Olmert, mengatakan ia melihat hal-hal positif dalam prakarsa perdamaian Arab.

Namun Israel menentang kembalinya pengungsi Palestina ke bekas rumah mereka yang sekatang ini telah menjadi negara Yahudi dan ingin mempertahankan blok-blok permukiman besar di Tepi Barat Sungai Jordan.

Read the rest of this entry

Pejuang Palestina Tembakkan Roket ke Israel

Standard

Yerusalem, 16/4 – Sebuah roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke arah Israel, Rabu, serangan pertama dalam 11 hari ini, namun tidak ada kerusakan atau korban yang cedera, kata seorang jurubicara militer.

Roket itu mendarat di gurun di daerah Eshkol dekat wilayah tengah Jalur Gaza, katanya.

Lebih dari 200 roket dan mortir ditembakkan ke Israel dari daerah yang dikuasai Hamas itu sejak pertengahan Januari ketika Israel mengakhiri ofensif tiga pekan terhadap kelompok pejuang garis keras Palestina tersebut, menurut militer Israel.

Pasukan Israel biasanya membalas penembakan roket Palestina dengan serangan-serangan udara terhadap terowongan-terowongan penyelundup di perbatasan Gaza-Mesir.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari dan sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.

Kekerasan Israel-Hamas meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan yang ditengahi Mesir berakhir pada 19 Desember.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 27 Desember dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Jumlah korban tewas Palestina mencapai sedikitnya 1.400, termasuk lebih dari 400 anak, dan 5.300 orang cedera di Gaza sejak Israel meluncurkan ofensif terhadap Hamas pada 27 Desember. Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas dalam pertempuran dan serangan roket.

Pasukan Israel meninggalkan Jalur Gaza setelah daerah pesisir itu hancur akibat ofensif 22 hari. Mereka menyelesaikan penarikan pasukan dari wilayah yang dikuasai Hamas itu pada 21 Januari.

Israel tolak kerja sama
Sementara itu, seorang pejabat Israel mengatakan, Rabu, negara Yahudi itu tidak berencana bekerja sama dengan penyelidikan badan PBB atas kejahatan perang yang dituduhkan pada pasukan Israel selama konflik itu.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB bulan ini mengangkat mantan jaksa kejahatan perang PBB Richard Goldstone untuk memimpin penyelidikan atas tuduhan-tuduhan pelanggaran HAM yang dilakukan kedua pihak selama konflik pada 27 Desember hingga 18 Januari.

Menurut sebuah kelompok hak asasi Palstina, 1.417 orang Palestina, termasuk 926 warga sipil, tewas selama perang Israel-Hamas itu. Israel mempersoalkan angka tersebut.

Pejabat pemerintah Israel itu mengatakan, sepucuk surat telah dikirim ke Goldstone, seorang hakim Afrika Selatan, melalui Kedutaan Besar Israel di Jenewa yang isinya menjelaskan kepadanya dan dewan tersebut bahwa Israel yakin “tidak mungkin bekerja sama dengan komite itu” dalam penyelidikan mereka.

Hamas belum menyatakan mendukung atau menentang penyelidikan itu. Kelmpok HAM Human Rights Watch hari Rabu mendesak AS dan Uni Eropa menekan Isael dan Hamas agar bekerja sama dalam penyelidikan tersebut.

Tim empat orang Goldstone diperkirakan pergi ke kawasan itu dalam beberapa pekan ini dan akan menyerahkan laporan kepada Dewan HAM PBB pada Juli.

Read the rest of this entry

Kapal Palestina Meledak di Lepas Pantai Gaza

Standard

Gaza, 14/4 – Sebuah kapal nelayan Palestina tak berawak yang membawa bom meledak di lepas pantai Jalur Gaza, Senin, dalam insiden yang tampaknya usaha serangan terhadap patroli angkatan laut Israel, kata pemimpin militer Israel.

Tidak ada yang terluka dalam ledakan itu, yang kata orang Palestina bisa didengar dalam jarak beberapa mil.

Beberapa nelayan di wilayah pesisir yang dikuasai Hamas itu mengatakan, kapal Israel melepaskan tembakan ke arah kapal Palestina yang sedang mendekat itu, yang menimbulkan ledakan besar.

Namun, militer Israel menyatakan, mereka tidak menembaki kapal nelayan itu, yang meledak sekitar 600 meter dari patroli angkatan laut Israel.

“Kami yakin ini usaha serangan,” kata pemimpin angkatan bersenjata Israel Letjen Gabi Ashkenazi.

Ia mengatakan, awak kapal angkatan laut Israel selamat tanpa cedera karena mereka mengikuti peraturan dan tidak mendekati kapal yang mencurigakan.

Belum ada kelompok Palestina yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu.

Meski Israel dan Hamas telah mengumumkan gencatan senjata secara terpisah pada Januari yang mengakhiri ofensif besar-besaran di Gaza, kekerasan masih berlangsung secara sporadis antara Israel dan Palestina.

Lebih dari 120 roket ditembakkan dari jalur pesisir Palestina itu sejak gencatan senjata diberlakukan pada 18 Januari setelah ofensif tiga pekan Israel.

Pasukan Israel biasanya membalas penembakan roket Palestina dengan serangan-serangan udara terhadap terowongan-terowongan penyelundup di perbatasan Gaza-Mesir.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari dan sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.

Kekerasan Israel-Hamas meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan yang ditengahi Mesir berakhir pada 19 Desember.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 27 Desember dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Jumlah korban tewas Palestina mencapai sedikitnya 1.300, termasuk lebih dari 400 anak, dan 5.300 orang cedera di Gaza sejak Israel meluncurkan ofensif terhadap Hamas pada 27 Desember.

Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas dalam pertempuran dan serangan roket.

Pasukan Israel meninggalkan Jalur Gaza setelah daerah pesisir itu hancur akibat ofensif 22 hari. Mereka menyelesaikan penarikan pasukan dari wilayah yang dikuasai Hamas itu pada 21 Januari.

Read the rest of this entry

“Pabrik Bom” Hamas Ditemukan di Masjid di Tepi Barat

Standard

Ramallah, Tepi Barat, 13/4 – Beberapa pejabat Palestina mengatakan, Minggu, mereka telah menemukan sebuah pabrik pembuatan bom Hamas di bawah sebuah masjid di Tepi Barat yang diduduki Israel.

“Pasukan keamanan telah menemukan sebuah pabrik pembuatan bom di dalam sebuah masjid di Qalqiliya,” kata pernyataan kementerian dalam negeri. “Banyak dari bom itu siap untuk digunakan dan banyak dari bom itu berkualitas industri.”

Seorang pejabat senior keamanan mengatakan bahwa pasukan keamanan Palestina pimpinan-Fatah telah menahan “banyak” orang untuk ditanyai setelah penemuan tersebut, dan mengatakan: “Pabrik itu milik Hamas”.

Pengungkapan itu mungkin akan meningkatkan ketegangan antara kedua kelompok penting yang perselisihan mereka yang telah berjalan lama meledak pada Juni 2007 ketika kelompok Islam Hamas menendang para pendukung setia Fatah dari Gaza setelah sepekan pertempuran jalanan yang mematikan.

Tindakan tersebut menyebabkan kekuasaan Fatah terbatas di Tepi Barat dan sejak itu kedua kelompok yang bersaing itu saling tuduh satu sama lain telah menganiaya anggota mereka.

Mesir telah berusaha selama beberapa bulan untuk menengahi pembicaraan rekonsiliasi dengan tujuan membentuk pemerintah persatuan, tapi awal bulan ini mengatakan telah menangguhkan sementara upaya itu.

Read the rest of this entry

Lieberman: Israel Tidak Terikat Ketentuan Annapolis

Standard

Yerusalem, 2/4 – Pemerintah baru Israel tidak terikat oleh pemahaman-pemahaman yang dicapai pada konferensi perdamaian Timur Tengah yang dituanrumahi AS dalam upaya menuju pembentukan sebuah negara Palestina, kata Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman, Rabu.

“Itu tidak memiliki keabsahan,” kata Lieberman, seorang tokoh ultranasionalis, mengenai sebuah deklarasi bersama yang dikeluarkan oleh para pemimpin Israel dan Palestina pada konferensi 2007 di Annapolis, Maryland.

Pada konferensi itu, Perdana Menteri Israel saat itu Ehud Olmert setuju memajukan “sasaran dua negara, Israel dan Palestina” dalam negosiasi perdamaian dengan Palestina.

Namun, Lieberman mengatakan, “Pemerintah Israel tidak pernah meratifikasi perjanjian Annapolis, begitu juga parlemen.”

Ia mengatakan bahwa sebaliknya, Israel akan mengikuti sebuah arah yang digambarkan dalam sebuah “peta jalan” perdamaian yang didikung AS.

Dalam rencana perdamaian itu, pembentukan sebuah negara bergantung pada pengendalian militan oleh Palestina.

Deklarasi itu juga mewajibkan Israel membekukan semua kegiatan pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki.

Ketika ditanya mengenai komentar Lieberman, satu sumber politik yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pernyataan itu pada dasarnya mencerminkan sikap pemimpin baru tersebut.

Netanyahu telah menjauhkan diri dari persetujuan bagi pembentukan sebuah negara Palestina, yang merupakan sasaran jelas dari konferensi Annapolis, dan tujuan itu dikukuhkan lagi pekan lalu oleh Presiden AS Barack Obama.

Pemerintah sayap kanan Netanyahu dilantik pada Selasa.

Nabil Abu Rdainah, seorang jurubicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dalam tanggapannya atas pernyataan Lieberman itu mengatakan, Washington “harus mengambil sikap tegas terhadap kebijakan ini sebelum permasalahan memburuk.”

“Ini merupakan tantangan bagi masrayakat internasional dan AS yang menyetujui penyelesaian dua negara,” kata Rdainah.

“Masyarakat internasional harus menanggapi provokasi yang bisa mengganggu keamanan dan stabilitas di kawasan ini.”

Read the rest of this entry

Hamas to Try 11 Gaza Police Over Death in Custody

Standard

GAZA, March 1 – The Hamas-controlled Interior Ministry in the Gaza Strip said on Tuesday that 11 policemen would be tried for offences relating to the death in custody this month of a Palestinian it suspected of dealing in drugs.

The ministry said in a statement that Ismail Haniyeh, the Islamist movement’s prime minister in the Palestinian coastal enclave, had fired the 11 on Tuesday and ordered them to face courts martial over the death of 40-year-old Zayed Jaradat.

His family and human rights groups accused policemen working for Hamas of torturing him, leading to his death a day after his arrest on March 15 in Rafah, a town that supports much of Gaza’s trade through a warren of tunnels under the border with Egypt.

Hamas, winner of a parliamentary election in 2006, routed forces loyal to Western-backed President Mahmoud Abbas in 2007 to seize control of the Gaza Strip. The territory of 1.5 million people is blockaded by Israel, with Egyptian cooperation.

Read the rest of this entry

Hamas Akan Adili 11 Polisi Gaza Karena Kematian dalam Tahanan

Standard

Gaza, 1/4 – Kementerian dalam negeri di Jalur Gaza yang dikuasai-Hamas mengatakan, Selasa, bahwa 11 polisi akan diadili karena pelanggaran yang berkaitan dengan kematian dalam tahanan bulan ini seorang Palestina yang diduga berdagang obat bius.

Kementerian itu mengatakan dalam satu pernyataan bahwa Ismail Haniyeh, perdana menteri gerakan Islam di kantung pantai Palestina, memecat ke 11 orang tersebut Selasa dan memerintahkan mereka untuk menghadap pengadilan perang karena kematian Zayed Jaradat yang berusia 40 tahun.

Keluarganya dan kelompok hak asasi manusia menuduh sejumlah polisi yang bekerja untuk Hamas telah menyiksanya, yang menyebabkan kematiannya satu hari setelah penangkapanya pada 15 Maret di Rafah, kota yang mendukung banyak dari perdagangan Gaza melalui lubang-lubang terowongan di bawah perbatasan dengan Mesir.

Hamas, pemenang pemilihan parlemen pada 2006, mengalahkan pasukan yang setia pada Presiden Mahmoud Abbas yang didukung Barat pada 2007 untuk merebut kekuasaan di Jalur Gaza. Wilayah 1,5 juta orang itu telah diblokade oleh Israel, dengan kerjasama Mesir.

Read the rest of this entry

Hamas dan Israel Memulai Lagi Pembicaraan Pertukaran Tawanan

Standard

Kairo, 27/3 – Penengah Mesir berada di Israel untuk membicarakan pertukaran seorang prajurit Israel yang tertangkap di Gaza dengan sejumlah tawanan Palestina, seorang pejabat yang dekat dengan pembicaraan itu mengatakan, Kamis.

Seorang pembantu kepala intelijen Mesir Omar Suleiman telah bertemu dengan kepala keamanan dalam negeri Israel Yuval Diskin Selasa malam, kata sumber itu.

Suleiman telah menengahi pembicaraan antara Hamas dan Israel untuk menukarkan tentara Israel Gilad Shalit dengan ratusan tawanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Hamas, yang memerintah Jalur Gaza sejak Juni 2007, menahan Shalit menyusul penangkapannya dalam serangan lintas-perbatasan dari Gaza lebih dari dua tahun lalu.

Kantor berita negara MENA mengutip seorang pejabat Mesir yang mengatakan bahwa “upaya Mesir untuk pertukaran tawanan itu berlanjut dan makin intensif dalam beberapa hari terakhir”.

Ali Barakeh, seorang pejabat Hamas yang bermarkas di Suriah, memastikan bahwa pejabat Mesir itu telah mengadakan pertemuan di Israel.

“Kami mengharapkan bahwa pihak Zionis akan menanggapi dengan menyetujui permintaan perlawanan,” katanya seperti dikutip oleh situs Internet Hamas.

Seorang pejabat Palestina di kota Ramllah di Tepi Barat yang diduduki-Israel mengatakan bahwa “kemajuan penting” telah dibuat dalam pembicaraan terakhir.

Pembicaraan yang diadakan di Kairo pada pertengahan Maret yang ditujukan untuk menjamin pertukaran tawanan itu telah gagal, dengan Hamas dan Israel saling menyalahkan pihak lainnya karena kegagalan tersebut.

Gerakan Islam itu minta pembebasan 450 tawanan yang telah menjalani hukuman lama di penjara-penjara Israel dan yang terlibat dalam serangan terhadap Israel.

Pembicaraan itu macet karena sejumlah tawanan yang Hamas ingin bebaskan termasuk beberapa tawanan yang mendalangi pemboman bunuh diri yang menewaskan puluhan warga Israel.

Israel juga minta agar sejumlah tawanan yang ditahan di Tepi Barat diasingkan ke Gaza atau negara lain, syarat yang Hamas tak dapat terima.

Israel, yang melancarkan perang 22 hari yang menghancurkan dengan Hamas di Gaza pada tahun baru lalu, mensyaratkan gencatan senjata yang kekal dan berakhirnya blokadenya atas Gaza pada pembebasan Shalit.

Read the rest of this entry

Hamas and Israel Resume Prisoner Exchange Talks

Standard

CAIRO, March 27, 2009 – An Egyptian mediator was in Israel for talks on exchanging a captured Israeli soldier in Gaza with Palestinian prisoners, an official close to the negotiations told AFP on Thursday.

An assistant to Egyptian intelligence chief Omar Suleiman met the head of Israel’s internal security chief Yuval Diskin on Tuesday evening, the source said.

Suleiman has been mediating negotiations between Hamas and Israel to exchange Israeli soldier Gilad Shalit for hundreds of Palestinian prisoners in Israeli jails.

Hamas, which has ruled the Gaza Strip since June 2007, has held Shalit following his capture in a cross-border raid from Gaza more than two years ago.

State news agency MENA quoted an Egyptian official as saying that “Egypt’s efforts for a prisoner exchange continue and have intensified in the past days.”

Ali Barakeh, a Hamas official based in Syria, confirmed that the Egyptian official held the meeting in Israel.

“We hope that the Zionist party will response favourably to the resistance’s demands,” he was quoted as saying on Hamas’s website.

A Palestinian official in the Israeli-occupied West Bank city of Ramallah told AFP that “important progress” has been made in the latest talks.

Negotiations held in Cairo in mid-March aimed at securing the prisoner exchange had foundered, with Hamas and Israel blaming each other for the failure.

The Islamist movement is demanding the release of 450 prisoners who are serving long sentences in Israeli jails and who were implicated in attacks against Israelis.

The negotiations were stalled over a number of prisoners which Hamas wanted released, including several who had masterminded suicide bombings that killed dozens of Israelis.

Israel has also demanded that some prisoners who were detained in the West Bank be exiled to Gaza or to other countries, a condition Hamas says is unacceptable.

Israel, which fought a devastating 22-day war with Hamas in Gaza over the new year, has conditioned a lasting ceasefire and an end to its blockade of Gaza on the release of Shalit.

Read the rest of this entry

Ledakan Bom Tewaskan Pejabat Palestina dan Empat Orang Lain di Lebanon

Standard

Sidon, Lebanon, 24/3 – Ledakan bom menewaskan seorang pejabat senior gerakan Fatah Palestina dan empat orang lain di Lebanon selatan, Senin, kata beberapa sumber keamanan.

Kamal Medhat, deputi pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Lebanon, tewas bersama rekan-rekannya dalam ledakan itu, yang terjadi di sebuah jalan di dekat kamp pengungsi Mieh Mieh di luar kota Sidon, Lebanon selatan.

Serangan bom yang disembunyikan di bawah tutup lubang selokan itu menghempaskan satu mobil keluar dari jalan ke kebun buah terdekat. Sebuah mobil lain terjeblos ke dalam lubang yang tampaknya timbul akibat ledakan tersebut.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk pembunuhan Medhat itu sebagai aksi terorisme. Hamas juga mengutuk serangan tersebut.

Medhat sedang mendampingi wakil PLO Lebanon Abbas Zaki, yang tidak terluka dalam ledakan tersebut, mengunjungi kamp Mieh Mieh. Di Lebanon terdapat 12 kamp pengungsi Palestina yang menampung lebih dari 200.000 pengungsi yang terdaftar.

Kedua pejabat Palestina itu menghadiri pertemuan untuk mendamaikan keluarga-keluarga yang berselisih di kamp pengungsi tersebut.

Beberapa sumber Palestina di Lebanon mengungkapkan bahwa Medhat terlibat dalam pergolakan kekuasaan internal gerakan Fatah, sementara pejabat tinggi Hamas Osama Hamdan mengatakan ia memainkan “peranan sangat besar” dalam meredakan ketegangan di antara kelmpok-kelompok Palestina di Lebanon.

Hamdan, yang menyebut Medhat sebagai syuhada, mengatakan kepada televisi Hizbullah al-Manar bahwa mustahil mengatakan siapa dalang serangan tersebut namun pelakunya melayani kepentingan Israel.

Kedaan sangat tegang di kamp Mieh Mieh dan kamp pengungsi Palestina yang berdekatan, Ain al-Hilweh, tempat Fatah dan sejumlah kelompok Islamis bersaing memperebutkan pengaruh.

Dua orang, termasuk seorang aktivis Fatah, tewas Sabtu dalam tembak-menembak di kamp Mieh Mieh. Bentrokan itu disebabkan oleh perselisihan keluarga.

Ketegangan di antara kelompok-kelompok Palestina tetap menimbulkan risiko tinggi bagi stabilitas di Lebanon, yang telah menderita akibat serangkaian pembunuhan, perang dengan Israel dan krisis politik internal yang melumpuhkan dalam beberapa tahun ini.

Lebanon dijadwalkan melaksanakan pemilihan umum parlemen pada 7 Juni.

Read the rest of this entry

Hamas Konfirmasi Kesepakatan Soal Pembentukan Pemerintah Persatuan

Standard

Kota Gaza, 19/3 – Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) Fawzi Barhoum, Rabu malam, mengkonfirmasi bahwa semua faksi Palestina telah mencapai kesepakatan pembentukan pemerintah persatuan peralihan di ibukota Mesir, Kairo.

Barhoum, yang saat ini berada di Kairo, mengatakan dalam satu pernyataan yang dikirim kepada wartawan bahwa utusan Palestina yang menghadiri pertemuan di Kairo telah menyepakati pembentukan pemerintah peralihan yang mempersiapkan penyelenggaraan pemilihan umum sebelum akhir tahun.

Rabu pagi, sebagaimana dikutip kantor berita resmi Mesir, MENA, Sekretaris Jenderal Front Pembebasan Palestina (PLF) Wasel Abu-Youssef mengatakan komite pemandu dan penyelia yang lebih tinggi sepakat bahwa pemerintah mendatang “akan menjadi pemerintah persatuan nasional sementara”.

Misi pemerintah yang diusulkan itu akan berakhir dengan penyelenggaraan pemilihan anggota dewan legislatif Palestina sebelum 25 Januari 2010, kata Abu-Youssef.

Pemimpin dari 13 faksi Palestina telah menyelenggarakan dialog intensif mengenai berbagai masalah kontroversial yang berkaitan dengan pembentukan pemerintah, keamanan, pemilihan umum, perujukan dan pembentukan kembali Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

“Kami pada dasarnya menyepakati pembentukan pemerintah mendatang. Kesepakatannya ialah membentuk pemerintah persatuan peralihan sementara dan mengerjakan persiapan bagi pemilihan umum mendatang,” kata Barhoum.

Namun, ia mengatakan peserta pertemuan di Kairo “masih memperdebatkan landasan politik pemerintah ini dan susunan menterinya”. Perdebatan tersebut masih terpusat pada apakah HAMAS menghormati atau mematuhi semua komitmen PLO.

Barhoum menjelaskan bahwa komite pengendali tertinggi dialog tersebut melanjutkan perdebatan dan pembahasannya di Kairo “dengan sungguh-sungguh dan keprihatinan mengenai semua masalah disampaikan oleh kelima komite dialog”.

“Komite tertinggi telah membatasi semua masalah yang disepakati peserta pertemuan dan topik yang mereka sepakati, terutama masalah keamanan, pembentukan pemerintah dan pemilihan umum,” kata Barhoum.

Read the rest of this entry

Kelompok Palestina Sepakat Pemilihan 25 Januari 2010

Standard

Kairo, 16/3 – Kelompok-kelompok Palestina yang bersaing sepakat, Ahad, untuk mengadakan pemilihan presiden dan anggota dewan legislatif pada Januari 2010 tapi masih menemui jalan buntu mengenai masalah penting pembentukan pemerintah persatuan yang akan mempersiapkan pemilihan itu.

Beberapa diplomat dan pengamat menganggap keberhasilan pembicaraan yang disponsori Mesir tersebut sebagai penting untuk mempersatukan kembali Palestina setelah 21 bulan keretakan antara Jalur Gaza, yang diperintah-HAMAS dan Tepi Barat Sungai Jordan, tempat kelompok Fatah pimpinan Presiden Mahmud Abbas memegang kekuasaan.

Fatah dan HAMAS, dua kelompok terbesar Palestina, berbeda secara mendasar mengenai bagaimana menghadapi Israel. HAMAS meyakini perjuangan bersenjata meskipun mau mempertimbangkan gencatan senjata, sementara Abbas mendukung perundingan dengan negara Yahudi itu.

Kelompok itu sepakat untuk mengadakan pemilihan presiden dan anggota dewan legislatif pada 25 Januari 2010, kata Wasil Abou Youssef, Sesjen Front Pembebasan Palestina, kepada Kantor Berita Timur Tengah milik pemerintah Mesir, MENA.

Namun para peserta lain pertempuan mengatakan perbedaan masih ada antara Fatah dan HAMAS mengenai apakah kabinet persatuan yang akan muncul dari pembicaraan akan tersusun dari para teknokrat non-partisan, seperti diminta oleh negara-negara Barat dan Mesir.

“Ini kemacetan mengenai masalah pemerintah,” kata Walid al-Awad dari Partai Rakyat, yang komunis.

Kelompok itu telah sepakat pada 26 Febuari untuk membentuk lima komisi untuk juga mengatasi masalah seperti komposisi badan keamanan di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Namun kelompok itu belum sepakat mengenai undang-undang pemilihan umum dan apakah pemilihan umum itu akan berdasar pada perwakilan proporsional atau jumlah pemilih, kata Awad dan Abou Youssef.

Awad mengatakan dua komisi yang membicarakan rekonsiliasi nasional dan pembaruan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) telah menyimpulkan tugas mereka Sabtu.

PLO, yang didominasi oleh Abbas dan kelompok yang setia kepadanya, telah mewakili Palestina sejak 1964, tapi gerakan Islam yang dibentuk lebih belakangan seperti HAMAS dan Jihad Islam tidak pernah menjadi bagian dari organisasi itu meskipun perjanjian 2005 akan membawa mereka ke dalam naungannya.

Di Jalur Gaza, pejabat HAMAS Taher an-Nono mengatakan, “Ada kemajuan dalam beberapa masalah, semalam. Ada optimisme, optimisme hati-hati”.

Barat menghindari pemerintah persatuan sebelumnya yang dipimpin oleh HAMAS setelah kelompok itu menang dalam pemilihan anggota parleman 2006.

PM Palestina Salam Fayyad mengatakan bulan ini, ia ingin mundur pada akhir Maret untuk meratakan jalan bagi pembentukan kabinet persatuan. Abbas, yang menunjuk Fayyad setelah HAMAS mengalahkan Fatah di Jalur Gaza Juni 2007, telah memintanya untuk tetap menjabat hingga hasil muncul dari pembicaraan di Kairo.

Pemerintah baru itu juga diperkirakan akan memimpin upaya untuk membangun kembali Jalur Gaza setelah serangan militer tiga pekan Israel, yang berakhir Januari.

Awad mengatakan kelompoknya telah mengajukan usul agar perdana menteri dan enam jabatan kabinet — urusan luar negeri, dalam negeri, rekonstruksi, pendidikan, informasi dan keuangan — dipegang oleh menteri independen. Kursi yang tersisa mesti diputuskan dengan basis politiknya, ia menambahkan.

Read the rest of this entry

Mayoritas Penduduk Palestina-Israel Dukung Konflik Bersenjata

Standard

Yerusalem, 16/3 – Sebagian besar warga Palestina mendukung serangan-serangan terhadap warga sipil di Israel, sementara mayoritas orang Israel mendukung serangan militer lebih lanjut terhadap Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, demikian hasil pengumpulan pendapat yang diterbitkan Minggu.

Jajak pendapat yang dilakukan peneliti Palestina mendapati bahwa 54 persen warga Palestina mendukung serangan-serangan terhadap warga sipil di Israel, sementara 42 persen menentangnya.

Sementara itu, hasil pengumpulan pendapat yang dilakukan orang Israel menunjukkan bahwa 30 persen orang Israel mendukung pendudukan kembali Gaza dan 38 persen lagi mendukung serangan-serangan terbatas untuk membalas penembakan roket dari wilayah pesisir yang dikuasai Hamas sejak Juni 2007 itu.

Sebanyak 28 persen orang Israel mengatakan, pemerintah seharusnya “menggunakan langkah-langkah diplomatik ketimbang militer”, menurut penelitian itu.

Pengumpulan pendapat itu dilakukan pada awal Maret, lebih dari sebulan setelah berakhirnya ofensif besar-besaran Israel di Jalur Gaza.

Menurut jajak pendapat itu, 66 persen orang Israel berpendapat ofensif terhadap Gaza dihentikan terlalu cepat, sementara 15 persen mengatakan bahwa ofensif itu dihentikan terlalu lambat, dan 16 persen lain menganggap ofensif itu berakhir tepat pada waktunya.

Enampuluh persen orang Israel khawatir mereka atau keluarga mereka “dicederai oleh orang-orang Arab dalam kehidupan sehari-hari mereka”, sementara 50 persen orang Palestina khawatir akan keselamatan dan keamanan mereka.

Survei Palestina itu dilakukan oleh Pusat Riset Survei dan Kebijakan Palestina (PSR) dan melibatkan 1.270 orang yang diwawancarai di 127 lokasi di Gaza, wilayah pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Penelitian Palestina itu memiliki tingkat kesalahan tiga persen.

Survei Israel dilakukan oleh Lembaga Riset Harry S. Truman di Universitas Yahudi dan melibatkan 602 orang Israel yang diwawancarai melalui telefon dalam bahasa Arab, Yahudi dan Rusia. Tingkat kesalahan penelitian itu 4,5 persen.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari dan sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.

Kekerasan Israel-Hamas meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 27 Desember dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Jumlah korban tewas Palestina mencapai sedikitnya 1.300, termasuk lebih dari 400 anak, dan 5.300 orang cedera di Gaza sejak Israel meluncurkan ofensif terhadap Hamas pada 27 Desember.

Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas dalam pertempuran dan serangan roket.

Pasukan Israel meninggalkan Jalur Gaza setelah daerah pesisir itu hancur akibat ofensif 22 hari. Mereka menyelesaikan penarikan pasukan dari wilayah yang dikuasai Hamas itu pada 21 Januari.

Meski demikian, penembakan roket Hamas ke Israel dan serangan udara Israel ke Jalur Gaza masih berlangsung sesekali sejak mereka mengumumkan gencatan senjata secara terpisah itu.

Read the rest of this entry

Pasukan Israel Bunuh Pemuda Palestina di Tepi Barat

Standard

Ramallah, Tepi Barat, 12/3 – Pasukan Israel melepaskan tembakan-tembakan yang menewaskan seorang pemuda Palestina dan mencederai seorang lagi Rabu setelah bom-bom api dilemparkan ke arah kendaraan mereka di wilayah pendudukan Tepi Barat, kata seorang jurubicara militer Israel.

Seorang petugas medis Palestina mengatakan bahwa Fayez Atta (17), yang berasal dari sebuah desa di dekat kota Ramallah, Tepi Barat, tewas akibat luka-luka tembakan, dan seorang pemuda lagi yang cedera dirawat di sebuah rumah sakit Israel dalam kondisi serius.

Jurubicara Israel itu mengatakan, pasukan melepaskan tembakan ketika orang-orang Palestina yang mereka anggap menyerang kendaraan mereka dengan bom api mengabaikan perintah agar menyerah.

Atta adalah permuda pertama Palestina yang tewas oleh tembakan Israel dalam kurun waktu sekitar sebulan ini di Tepi Barat, wilayah yang direbut Israel dalam perang pada 1967 dan kini dikuasai oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang didukung Barat.

Sebagian besar kekerasan Israel-Palestina berlangsung di perbatasan Israel dengan Jalur Gaza, dimana lebih dari 1.300 orang Palestina dan 13 orang Israel tewas dalam ofensif 22 hari Israel yang diluncurkan terhadap Hamas pada Desember.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari dan sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.

Kekerasan Israel-Hamas meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 27 Desember dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Jumlah korban tewas Palestina mencapai sedikitnya 1.300, termasuk lebih dari 400 anak, dan 5.300 orang cedera di Gaza sejak Israel meluncurkan ofensif terhadap Hamas pada 27 Desember.

Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas dalam pertempuran dan serangan roket.

Pasukan Israel meninggalkan Jalur Gaza setelah daerah pesisir itu hancur akibat ofensif 22 hari. Mereka menyelesaikan penarikan pasukan dari wilayah yang dikuasai Hamas itu pada 21 Januari.

Read the rest of this entry