Tag Archives: who

WHO Stops Use of Term “Swine Flu”

Standard

Geneva, May 1 – The World Health Organization (WHO) announced on Thursday that it would no longer use the term “swine flu” to refer to the current outbreak. Instead, it would refer to the new influenza virus as “influenza A (H1N1)”.

“From today (April 30), WHO will refer to the new influenza virus as influenza A (H1N1),” the UN agency said in a short notice posted on its website.

The WHO has repeatedly stressed that people cannot be infected by this new virus through consumption of well-cooked pork or exposure to pigs.

“Even though the virus originated in pigs, we do not believe that people are getting infected by pigs,” said Keiji Fukuda, the WHO’s assistant director-general ad interim for health security and environment.

“This is really a virus that is being transmitted from person to person. Therefore, we think that with food-handling practices, the eating of pork meat does not pose a danger to people,” Fukuda told reporters.

Read the rest of this entry

WHO Naikkan Tingkat Siaga Wabah Jadi Fase 5

Standard

Jenewa, 30/4 – Sementara situasi flu babi terus bertambah buruk, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu, menaikkan tingkat siaga wabah ke Fase 5, yang menunjukkan wabah penuh tak terelakkan.

“Saya telah memutuskan untuk menaikkan tingkat siaga wabah influenza dari Fase 4 ke Fase 5,” demikian pengumuman Direktur Jenderal WHO Margaret Chan dalam taklimat jarak jauh buat media, di Jenewa Rabu larut malam, menyusul konsultasi tertutp dengan para ahli internasional .

“Wabah influenza harus diperhatikan secara sungguh-sungguh dan layak karena kemampuannya menyebar secara cepat ke setiap negara di dunia,” kata Chan.

“Fase 5 ditandai oleh penyebaran virus tersebut dari manusia ke manusia ke minimal dua negara di satu wilayah. Mekipun kebanyakan negara takkan terpengaruh pada tahap ini, pengumuman Fase 5 adalah tanda kuat bahwa wabah tak terelakkan dan waktu guna menuntaskan pengaturan, komunikasi, dan penerapan tindakan guna meringankan yang direncanakan singkat,” demikian penjelasan WHO mengenai sistem siaga wabah 6 tingkatnya.

Itu adalah kenaikan kedua sistem siaga wabah WHO dalam tiga hari, yang menunjukkan betapa cepatnya kondisi menjadi lebih buruk dalam situasi flu babi global. Pada Senin, lembaga dunia tersebut menaikkan tingkat siaganya dari Fase 3 ke Fase 4.

“Perubahan ke fase siaga lebih tinggi ini adalah tanda kepada semua pemerintah, kepada departemen kesehatan dan kementerian lain, kepada industri farmasi dan masyarakat pengusaha bahwa tindakan tertentu kini mesti dilakukan dengan peningkatan kondisi mendesak, dan langkah yang makin cepat,” kata Chan dalam satu pernyataan.

“Semua negara mesti segera mengaktfkan rencana persiapan penanggulangan wabah mereka. Semua negara mesti tetap siaga penuh guna menghadapi wabah penyakit mirip influenza dan radang paru-paru parah,” katanya.

Pada tahap itu, tindakan efektif dan mendasar yang dapat dilakukan semua pemerintah meliputi peningkatan pengawasan, pendeteksian dini dan perawatan kasus, pemantauan infeksi di semua instalasi kesehatan, kata Kepala WHO tersebut.

Chan mengatakan dunia hari ini sebenarnya lebih siap dalam menghadapi wabah influenza dibandingkan dengan kapan pun dalam sejarah, karena tindakan persiapan yang sudah dilakukan akibat ancaman dari influenza unggas H5N1.

Tetapi ia memperingatkan, “Virus influensa memiliki reputasi buruk akibat mutasi cepatnya dan prilakunya tak tak dapat diramalkan”.

“Masalah terbesar, saat ini, ialah ini: seberapa kuat wabah itu, terutama sekarang pada permulaan?” kata Chan.

“Mungkin saja bahwa spektrum klinik penuh penyakit ini beralih dari penyakit sedang ke penyakit parah. Kita perlu terus memantau perkembangan situasi guna memperoleh data dan keterangan khusus yang kita perlukan guna mengatasi masalah ini,” tambahnya.

Read the rest of this entry