Monthly Archives: August 2012

Nonton Bareng

Standard

Meski saya kurang suka membaca, wa bil khusus membaca novel, saya sempatkan untuk menonton ;Cinta Suci Zahrana;. Film yang diadaptasi dari Novel besutan Habiburrahman dengan judul serupa. Sulit untuk memberi komentar terhadap film ini, lantaran sudah banyak yang memberi komentar positif terhadapnya. Film ini memang sarat hikmah. Tanpa banyak menggurui namun langsung jleb. Menusuk ke hati.

Ada sedikit catatan yang saya buat ba’da menonton tayangan ini. Bukan merupakan resensi, hanya sekedar ungkapan hikmah yang mampu saya petik. Mudah-mudahan juga dapat saya laksanakan.

1. Jodoh sepenuhnya berada di tangan Allah | Kita akan meraihnya dengan jalan Ikhtiar dan munajat | Libatkan Allah dalam keseharian kita.

2. Kita boleh memilih jodoh sesuka hati | Tampan-Cantik | Kaya | Ningrat | Pendidikan | Atawa poin-poin lain yang bersandar pada duniawi.

3. Atawa kita melandaskan jodoh pada nilai-nilai Ukhrowy | Keimanan | Sholih | Mencintai dan Bertanggungjawab pada keluarga | dan lainnya.

4. Dan nilai Ukhrowi yang paling utama adalah tatkala jodoh kita lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya ketimbang dirinya apalagi kita.

5. Zahrana manyodorkan Quran untuk dibaca sang calon suami | Melandaskan kebaikan Agama seseorang dari apik tidaknya ia membaca Quran.

6. Hanya langkah awal | Jikalau seseorang sudah apik membaca Quran, merupakan pintu awal untuk kebaikan lainnya.

7. Sholat merupakan landasan berikutnya | Jodoh yang terbaik adalah yang menjaga Sholat | Taqwim | Khusyu’ | Berefek.

8. Maksud dari Berefek adalah nilai-nilai kekhusyu’an Sholat nyatu ke perilaku hidup sehari-hari | Sholat juga maksiat juga :Tidak demikian.

9. Suami menjadi Imam yang baik saat Sholat | Istri dan anak-anak menjadi makmumnya | Imbas dari Sholat :semua jadi baik.

10. Zahrana memiliki pendidikan tinggi | Tapi tidak sombong untuk mengharap pendamping sestrata | Agama landasan paling utamanya.

11. Berjodoh dengan tukang kerupuk yang miskin dan pendidikan jauh dibawahnya pun ia bersedia | Asal agamanya baik.

12. Berikhtiar dengan konsultasi jodoh pada tempat yang tepat :Kiyai Pesantren | Tentu pilihan baik | Kiyai pun memilihkan yang terbaik.

13. Meski sang calon hanya tukang kerupuk yang sederhana namun apik dalam beragama | Pilihan Sang Kiyai | Zahrana setuju.

14. Cobaan pun hadir silih berganti | calon suami meninggal tepat satu malam sebelum akad nikah | Duka mendalam bagi Zahrana.

15. Wajar jikalau Zahrana terpukul | Tapi tidak ada cobaan yang hadir tanpa izin dan kehendak Allah | Zahrana tawakkal.

16. Perkara jodoh dan musibah menjadi titik tekan lakon Cinta Suci Zahrana.

17. Tawakkal-Munajat | Tawakkal-Munajat | Tawakkal-Munajat | Tawakkal-Munajat | Tawakkal-Munajat | Terus menerus menjadi kunci.

18. Allah tidak akan bosan mendengarkan kita | Munajat | Harap | Ratap | Tangis | Jadikan Allah tempat mengadu dan bergantung.

19. Titik tekan lainnya tentang Birrul Walidain | Kerap menjadi dilema bagi Zahrana | Zahrana lebih selektif ketimbang Ayahnya.

20. Namun Zahrana juga tidak ingin melukai hati Ayahnya yang demikian tidak sabar akan jodoh anaknya.

21. Orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya | Si Anak punya pilihan tersendiri | Namun semua persoalan akan selesai tatkala bertawakkal.

22. Orangtua Zahrana menilai bahwa ia lebih mementingkan karir pendidikannya ketimbang jodoh.

23. Keduanya penting | Prioritas | Mesti dibangun keseimbangan. Pendidikan yang baik | Jodoh yang baik.

24. Akhirnya saya jadi kian mengerti bahwa jodoh itu memanglah rahasia Allah | Allah akan memilihkan yang terbaik untuk kita.

25. Tugas kita :Ikhtiar | Munajat | Mensholihkan diri | Agar mendapat jodoh yang sekufuh. Selevel keimanannya.

26. Kalo dapet yang Tampan-Cantik Alhamdulillah | Itu bonus | Yang penting landasan agamanya.

27. Kalo dapet yang Kaya Alhamdulillah | Itu bonus | Yang penting landasan agamanya.

28. Kalo dapet yang Ningrat Alhamdulillah | Itu bonus | Yang penting landasan agamanya.

29. Kalo dapet yang Berpendidikan Tinggi Alhamdulillah | Itu bonus | Yang penting landasan agamanya.

30. Ir. Dewi Zahrana, M.Sc. Hendaknya Beliau juga menjadi motivasi bahwa seorang wanita jangan mau kalah pendidikannya..

 Sok Tekun

Pakai index, ecek-eceknya kulTwit. Dikopi-paste dari Blog teman di http://dwihimura.tumblr.com

Advertisements

Orang Pinggiran, Fidel Edition

Standard

Koin Perjuangan

Nama lengkapnya Refidel. Akrab dipanggil Fidel. Remaja umur 14 tahun ini sudah terbiasa menjadi pemburu koin yang di lempar para penumpang kapal Ferry di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Selain Fidel adiknya Galang juga menjadi pemburu koin demi memenuhi kebutuhan hidup yang serba kekurangan, sebagian uang yang didapat diberikan kepada orangtua Fidel.

Koin Perjuangan

Setiap pulang sekolah Refidel bersama sang adik langsung menciling di Danau Toba. Pekerjaan yang penuh resiko ini sudah dijalaninya sejak kelas dua sekolah dasar. Meski lelah mendera, Refidel ikhlas membantu perekonomian keluarga.

Koin Perjuangan

Koin Perjuangan

Koin Perjuangan

Koin Perjuangan

Koin Perjuangan

Gambar-gambar diatas merupakan hasil screen capture dari tayangan ‘Orang Pinggiran‘ di Trans7 yang ditayangkan pada Kamis, 16 Februari 2012 pukul 17.30 WIB. Sesiapa yang ingin membantu meringankan beban saudara kita ini, disilakan untuk merapat ke alamat Jl. Mespenda,Parapat, Parsauran, Ajibata, Pelabuhan Feri, Toba, Sumut. Atawa menghubungi contact person Pak Kades Togar Sirait di nomor 082164544991.

‘Orang Pinggiran’ sendiri merupakan program acara semi dokumenter yang bercerita mengenai perjuangan orang pinggiran untuk bisa bertahan hidup meskipun kehidupan mereka terus tergerus oleh perkembangan zaman. Memenuhi berbagai kebutuhan hidup meskipun dengan keterbatasan dan ketertinggalan menjadi inspirasi tersendiri bagi penonton. Motivasi dan semangat mereka menjalani hidup dapat mengatasi berbagai halangan yang ada.

Ditayangkan di Trans7 setiap Senin – Jumat pukul 17.30 – 18.00 WIB.

Ada banyak media tempat kita belajar kehidupan. Terutama belajar dari mereka yang serba kekurangan namun pandai mensyukuri nikmat hidup. Semoga kita juga termasuk hamba Allah yang pandai bersujud, bersyukur.

Sumber : http://adf.ly/C4j9D, http://on.fb.me/OThHy4